
Nama Karakter: Konstantine Fischiru / Fischl
Umur: (Lupa)
Afiliansi: Working
Julukan: 'Balloon D'or-kun'
Cerita: Cosplay
Debut: Chapter 376
Kemampuan: Balloon Balloon
membuat balon dengan bentuk menyerupai objek yang baru saja dia sentuh, pergerakannya menyerupai objek yang ditiru tersebut tapi agak kaku layaknya balon, balon tersebut juga dapat meledak dan mengeluarkan gas beracun.
~
"Minggir lah, Fischl. Kita lanjutkan pertarungan ini nanti setelah aku menyelamatkan Pilkington." ucap Dapidson.
"Huh? Kau memohon padaku? Memangnya aku ini temanmu? Kita ini musuh loh." ucap Fischl.
"Kalau begitu, aku akan memaksa.." Dapidson pun langsung berlari ke arah Fischl sembari menggunakan gerakan zig-zag mencoba untuk mengelabuhi Fischl.
Akan tetapi, trik murahan seperti itu tak berhasil dihadapan Fischl. Ia dengan sangat mudah menebak ke arah mana Dapidson bergerak dan dengan cepat Fischl langsung memukul perut Dapidson dengan sekuat tenaga, "Buaghhh!!!"
"Hiyahahahaha!!!" Fischl tertawa terbahak-bahak.
Selang beberapa detik, Fischl langsung melesatkan pukulan bertubi-tubi ke perut Dapidson, "Bughh!! Bughh!! Bughh!!!"
Tampak Dapidson menahan rasa sakit yang ia terima dari pukulan bertubi-tubi yang dilesatkan oleh Fischl. Sekilas, darah langsung keluar dari mulut dan hidung Dapidson. Dan, pukulan terakhir pun dilesatkan kembali oleh Fischl ke arah dagu Dapidson, "Buaghh!!"
"Strike!!!" ucap Fischl dengan tersenyum lebar.
Tak berselang lama, Dapidson pun langsung ambruk dan pingsan. Ia tak kuat menahan rasa sakit yang diterima dari pukulan bertubi-tubi Fischl.
Dari arah lain, Koizumi berjalan mendekat ke arah Dapidson yang terkapar pingsan, "Hadeh, kenapa kau tidak memberiku sedikit kesempatan untuk menyerangnya.." ucap Koizumi.
"Ah, maafkan aku, Koizumi. Aku terlalu bersemangat untuk melawannya. Aku juga tak menyangka dia akan pingsan semudah itu. Ternyata dia itu sangat lemah, tak sesuai dengan gayanya." ucap Fischl.
Xia yang melihat Dapidson pingsan pun langsung meneteskan air matanya, "Hentikan!! Kumohon jangan lukai teman-temanku lebih dari ini!! Kalian bebas membunuhku, tapi bebaskan teman-temanku!!" ucap Xia.
Babenko pun langsung menarik rambut Xia dan berkata, "Ouh, jadi barusan kau memohon ya? Tak kusangka kau memohon untuk keselamatan teman-temanmu." ucapnya.
"Cih, sialan!! Lepaskan tangan kotormu itu dari rambut Xia!!!" teriak Xianfeng. Ia berjalan mendekat ke arah Babenko berada.
Namun, Babenko langsung melompat ke arah Xianfeng. Lalu menendang wajahnya menggunakan dengkulnya, "Jduakk!!"
"Uaghh!!"
"Harusnya kau sadar, kalau teman-temanmu itu sudah tumbang. Dan harusnya kau sadar, kau takkan bisa mengalahkan kami. Tapi sayang sekali kalian sangat naif untuk datang kemari. Seandainya kalian tidak datang kemari, pasti kalian masih baik-baik saja sekarang.." ucap Babenko.
Xianfeng tergeletak di lantai panggung, lalu mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali, "Kau tenang saja Xia. Meski mati, aku tidak akan menyesal. Menyelamatkanmu sama saja untuk menegakkan keadilan. Lagipula, Pilkington dan Dapidson ke tempat ini juga sudah bersiap untuk mati.." ucap Xianfeng.
"Aku tidak akan memaafkan kalian kalau mati di tempat seperti ini!! Aku tidak ingin kita semua berakhir disini!! Harus ada seseorang yang menjalankan tekad kita bila diantara kita nanti ada yang mati!!" teriak Xia. Ia sangat terpukul bila harus melihat semua teman-temannya dan juga kekasihnya mati.
"Sudah terlambat, Xia. Aku akan melakukan tugasku untuk menyelamatkanmu, apapun yang terjadi. Jadi, tenanglah sedikit disana, aku akan segera menyelamatkanmu setelah mengalahkan orang ini.." ucap Xianfeng dengan penuh percaya diri.
"Ya. Itu benar. Kami adalah aktivis konyol. Aku sudah tidak peduli denganmu. Apapun yang kau katakan, aku sama sekali bodoh amat." ucap Xianfeng.
Tanpa basa-basi, Xianfeng pun langsung berlari ke arah Babenko. Dia mencoba untuk menyerang Babenko dengan menembakkan sebuah pistol yang baru saja ia keluarkan dari dalam sakunya.
"Dari jarak seperti ini, mana mungkin kau bisa menghindari tembakanku!! Enyahlah!!!" ucap Babenko.
"Dorrr!!!"
"Zone Lego.." Dalam sekejap peluru yang melesat ke arahnya berubah menjadi mainan Lego. Bahkan setelah mengenai tubuhnya, Babenko tidak merasa sakit sama sekali.
"Kau bodoh atau bagaimana? Dasar pecundang!!!" ucap Babenko dengan tegas.
Lalu dengan sangat cepat, Babenko pun langsung memukul wajah Xianfeng sehingga membuatnya mimisan, disusul dengan pukulan kuat di perutnya sampai membuat Xianfeng sedikit memuntahkan darah. Kemudian memukul pipi Xianfeng menggunakan sikunya. Pukulan bertubi-tubi dilesatkan ke tubuh Xianfeng tanpa jeda sama sekali.
"Enyahlah!!!"
"Uaghhh!!!"
"Xianfeng!!!! Tidak!!!" teriak Xia. Dia menangis. Bagaimana dia tidak menangis ketika melihat kekasihnya sendiri dihajar sampai babak belur tepat didepan kedua matanya.
"Brakkk!!!" Xianfeng langsung ambruk dan terkapar di lantai panggung. Bahkan kesadaran Xianfeng pun hampir menghilang, tapi dia masih mencoba untuk menahannya.
"A.. ku.. ti.. dak... me.. nye.. rah.." ucap Xianfeng.
"Hoo... ternyata kau masih hidup ya? Tak kusangka tekadmu begitu kuat. Sepertinya aku harus membunuhmu disini sekarang juga!!! Oey, Xia!! Lihatlah ini baik-baik!!" teriak Babenko. Kemudian ia mengambil sebuah katana. Tampak Babenko sedang melakukan ancang-ancang untuk memenggal kepala Xianfeng.
"Tidak!!! Jangan lakukan itu!!! Kumohon!!" teriak Xia. Dia tak ingin Xianfeng mati karena dirinya. Dia benar-benar terpukul sekarang, "Seseorang, selamatkan dia!!!"
"Sudah terlambat!!!" teriak Babenko. Babenko langsung melesatkan katananya ke leher Xianfeng.
Namun sebelum katana itu mendarat ke leher Xianfeng, tiba-tiba sebuah mini rudal melesat cepat ke arah Babenko, "Wushhhh!!!" Babenko yang menyadari hal itu pun tak sempat menggunakan kekuatannya. Alhasil dia menghindar dengan melompat ke udara.
Akan tetapi, mini rudal itu mengejar kemanapun Babenko pergi. Alhasil, mini rudal itu berhasil mengenai Babenko di udara dan meledak, "Duarrr!!!!"
Semua yang melihat hal itu pun terkejut melihat tiba-tiba ada sebuah rudal yang menyerang Babenko. Tak berselang lama, Babenko pun langsung terjatuh kebawah panggung. Fischl, Koizumi, serta para pejabat yang menjadi bawahan Konstantine sangat terkejut karena Babenko berhasil diserang.
"Oey, Babenko!!!" teriak Fischl.
"Sialan, siapa yang melakukan hal ini?!" tanya Koizumi.
Sementara itu, sekilas diatas gerbang keadilan terlihat lima bayang bayang seseorang yang tengah berdiri.
"Sepertinya kita datang terlambat, Izumi."
"Yahahaha!! Tembakanku berhasil mengenainya!!"
"Tembakanmu itu sangat luar biasa, Davidestorm."
"Tak kusangka, disini ada tempat aneh. Sebuah pulau terisolasi yang dikelilingi oleh tembok raksasa. Untuk masuk ini kita harus melewati gerbang keadilan dulu, ya.."
"Oey, kalian semua. Apa yang kalian lakukan kepada kru baru ku? Kalian telah mengusiknya, itu artinya kalian telah mengusikku. Aku akan segera memberi kalian pelajaran.."
Kelompok Bajak Laut Cosplay datang disaat yang tepat, meski sedikit terlambat.
B E R S A M B U N G