Cosplay

Cosplay
Chapter 476 - Observe.



Killa menyadari sesuatu hal. Killa merasa Hugo dapat menggunakan kekuatan baru setelah menatap satu sama lain dengan Amber. Killa memberi tahu hal itu Izumi dan Yoshino karena itu adalah sebuah celah dalam pertarungan ini.


Kemudian, Izumi dan Yoshino pun bergerak dengan ke arah Hugo dan Amber.


"Yoshino, kalau memang seperti yang dikatakan Killa, maka.." ucap Izumi.


"Ya, kita harus memisahkan mereka berdua." ucap Yoshino.


Izumi dengan tangan es raksasanya pun langsung menghantamkan pukulannya ke arah Hugo, "Ice-Ice No Elephant Hits!!!"


Sementara itu, Yoshino langsung melesatkan tebasan dari pedang Black Lotus nya ke arah Amber, "Ichitoriyuu.. Blade of Despair!!!"


Hugo dan Amber yang menyadari ada serangan yang mengarah ke arahnya pun mereka berdua langsung melompat ke arah saling berlawanan untuk menghindar serangan yang dilesatkan oleh Izumi dan Yoshino.


Setelah itu, Yoshino pun langsung melompat sembari berputar-putar ke arah Amber. Dan Amber yang melihat Yoshino sedang bergerak ke arah nya pun bersiap-siap untuk melakukan serangan pukulannya kembali.


Akan tetapi, sinar cahaya merah menyilaukan sekilas keluar dari kedua mata Yoshino. Setelah itu, Yoshino tiba-tiba sudah berada didepan Amber begitu saja.


"Takkan kau biarkan kau bertarung bersama rekanmu." ucap Yoshino.


"Apa?!!" Amber sedikit terkejut karena Yoshino tiba-tiba sudah berada dihadapannya. Baginya ini adalah sebuah Moment yang tepat karena bisa memukul Yoshino dari jarak dekat. Namun...


Yoshino berhasil menghindari pukulan itu lalu bergerak membelakangi Amber. Kemudian, Yoshino menebas lantai dengan pola melingkar. Alhasil, lantai yang dipijak oleh Yoshino dan Amber pun terpotong.


Amber yang terkejut dengan hal itu pun mencoba untuk melompat. Namun, Yoshino dengan cepat langsung memegang erat tangan Amber dengan salah satu tangannya yang tidak memegang pedang.


"Izumi, aku serahkan pria itu kepadamu. Aku akan melawan perempuan ini dilantai bawah!!" teriak Yoshino.


"Ya!!!" Jawab Izumi.


"Brukkkkkk!!!!" Tak berselang lama lantai yang dipijak Yoshino dan Amber pun langsung roboh dan jatuh ke lantai bawah.


Amber pun merasa kesal karena terkena jebakan dari Yoshino, "Sialan, jadi ini tujuanmu menyerangku tadi, ya? Kau benar-benar sangat licik.." ucap Amber.


"Dari awal, tujuan kami adalah memisahkan dirimu dengan pria itu. Sekarang mari kita bertarung bebas di lantai bawah.." ucap Yoshino.


Yoshino dan Amber saling berbicara satu sama lain ketika mereka berdua dalam keadaan terjatuh ke lantai bawah.


Sementara itu, Hugo pun sedikit merasa kesal karena merasa Izumi dan Yoshino seperti sedang memisahkan dirinya dengan Amber.


Kemudian Hugo pun menembakkan laser bazokanya kembali ke arah Izumi, "Bummm!!"


Izumi memperbesar tangan es nya untuk melindungi dirinya dari serangan laser tersebut. Setelah itu, Izumi melepas tangannya dari tangan es raksasanya. Setelah itu, Izumi berlari ke arah Hugo dengan sangat cepat.


Hugo menembakkan beberapa laser bazoka kembali ke arah Izumi. Namun dengan lincah Izumi berhasil menghindarinya. Lalu, Izumi melapisi kakinya dengan kekuatan es nya.


"Ice-Ice No Shooting Hits!!!" Izumi pun langsung menendang dagu Hugo hingga terpental ke atas, "Buaghh!!!"


Hugo menabrak atap ruangan tersebut hingga tembus ke ruangan berikutnya, lalu menabrak atap ruangan lagi lalu tembus ke ruangan berikutnya lagi hingga sampailah Hugo tiba di atap gedung, "Bruakkk!!!!"


Disaat yang bersamaan, ketiga sniper yang sedang menembaki masyarakat pun terkejut dengan kedatangan Hugo.


"Huwaa!!! Siapa dia?!! Kenapa dia tiba-tiba terlempar ke atas?!!" teriak salah satu dari ketiga sniper tersebut.


Tak berselang lama kemudian, Hugo pun langsung berpijak ke atap gedung. Kini Hugo langsung saja dikepung oleh tiga sniper yang sudah bersiap menembakkan senjata Laras panjangannya.


"Jangan bergerak!!! Atau kau akan kami tembak!!!"


"Serahkan dirimu dengan baik-baik, mungkin kau akan dapat hukuman yang ringan!!"


"Masa bodoh dengan kalian semua!!! Enyahlah!!!!!" teriak Hugo, lalu dengan cepat ia langsung menembakkan laser bazokanya ke arah tiga sniper tersebut, "Bumm!!! Bumm!! Bumm!!!"


"Uaghhh!!!" Ketiga sniper itu pun langsung terjatuh dari atap gedung menuju ke bawah.


Bahkan, Stuart, Company, dan Leonardo yang kala itu masih berada dibawah, tepatnya di sekitar wilayah gedung Walikota terkejut dengan jatuhnya ketiga sniper dari atap gedung.


"Sepertinya rapat ini memang benar-benar tidak beres. Rapat yang seharusnya membawakan hasil yang lebih baik malah menjadi rapat berdarah.." ucap Leonardo.


"Dengan kekacauan seperti ini, mungkin sebaiknya kita meminta bantuan kepada Markas besar agar mengirim banyak pasukan Angkatan Laut kemari?" tanya Stuart.


"Benar. Kota ini sudah mengalami kekacauan yang sangat mengejutkan begitu saja. Dengan ledakan besar, penembakan masyarakat, dan Pertarungan dari dalam ruangan rapat itu.." ucap Company.


"Jangan. Alasan kita kemari bukan untuk hal ini. Kita ditugaskan ke Negara Grousse Kontinent ini adalah untuk menyelidiki sesuatu yang lain.." ucap Leonardo.


"Sesuatu yang lain, apa maksudmu, Kapten?" tanya Stuart.


Kembali ke atap gedung.


Terlihat Hugo yang berdiri di atap gedung dengan memasang raut wajah kesal. Tentu saja Hugo sangat kesal karena Izumi dan Yoshino berhasil memisahkan dirinya dengan Amber.


"Mereka sialan. Mereka cukup cerdas." ucap Hugo.


Beberapa saat kemudian, Izumi pun datang dari lubang yang tercipta dari Hugo yang terlempar karena tendangan Izumi itu sendiri.


"Yo. Apa kau sudah menungguku terlalu lama? Maafkan aku karena masih ada sedikit urusan dengan Killa dan Paman Firehn." ucap Izumi.


"Sialan, rencana kalian untuk memisahkanku dengan Amber-chan telah berhasil. Namun, kalian sedikit salah perhitungan. Kalian kira aku tidak bisa bertarung tanpa Amber-chan, tapi aku bisa bertarung melawanmu sendirian." ucap Hugo.


"Ya, aku tidak peduli dengan hal itu. Bahkan aku juga lebih suka bertarung satu lawan satu denganmu. Tanpa gangguan orang lain.." ucap Izumi.


"Kalau begitu, jangan menyesal kalau kau akan terbunuh disini karena telah ikut campur dengan urusanku. Jadi, bersiaplah.." ucap Hugo dengan tersenyum licik.


Sementara itu flashback beberapa saat yang lalu ketika Izumi berhasil menendang Hugo hingga terpental sampai menembus atap gedung.


"Killa, jagalah Paman Firehn. Jangan sampai dia terluka. Oleh karena itu, aku berjanji akan mengalahkan pria itu demi bisa mendapatkan informasi tentang dalang dibalik pembunuhan dan penculikan.." ucap Izumi.


"Ya, serahkan saja padaku, Kapten!!!" ucap Killa dengan tegas.


"Oey, sebenarnya aku ini tidak terlalu tua sampai-sampai dipanggil paman olehmu.." ucap Firehn sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


Flashback pun berakhir.


"Baiklah, aku sudah berjanji pada Paman Firehn untuk mengalahkanmu. Jadi, kaulah yang harus bersiap-siap.." ucap Izumi sembari tersenyum bersemangat.


"Aku tidak akan kalah semudah itu. Dan jangan harap kau bisa menang dariku. Karena yang berakhir disini adalah kau.." ucap Hugo dengan memasang sorot mata yang tajam.


Pertarungan antara Izumi dan Hugo pun tak bisa dihindari lagi, siapakah yang akan memenangkan pertarungan tersebut?


B E R S A M B U N G