Cosplay

Cosplay
Chapter 497 - Journey.



Sekilas terlihat salah satu pria berjubah dengan tudung jubah menutupi wajahnya, dia adalah Konstantine Firehn. Ini benar-benar cukup mengejutkan. Selang beberapa detik, Firehn membuka tudung jubahnya.


Ratusan orang yang berada dibelakangnya juga langsung membuka tudung jubah yang menutupi wajahnya. Dan diantara banyaknya mereka, terlihat juga seperti Izumi, Killa, Vika, Yoshino, Davidestorm, Xia, Pilkington, Dapidson, dan Xianfeng. Lalu, kita juga bisa melihat Nicole sedang menggendong Aisah yang sedang tertidur pulas dipelukannya, dan disisi Nicole juga terlihat Felice yang masih sama menggunakan pakaian Maid nya.


Disisi Firehn juga terlihat Paladino, Raiden, dan juga Dontschew serta Benn yang berdiri berjalan tepat dibelakangnya. Sementara itu dibelakang Benn terlihat Nekoniku dan Kenokinu. Firehn bersama dengan rombongan orang yang berjalan dibelakangnya kini berada di sebuah hutan. Tujuan mereka adalah Redrion City.


Pergi ke Redrion City melewati jalur hutan tampaknya hal yang cukup buruk, tapi ini bisa membuat mereka sedikit aman agar tidak ketahuan oleh Filimonov. Mereka tidak berniat bertarung dengan Filimonov sekarang, dan mereka akan bertarung pada saat waktunya telah tiba nanti.


"Sayang sekali kita harus meninggalkan kastil itu. Padahal Kastil itu sudah mempunyai banyak sejarah didalamnya." ucap Firehn.


"Benar. Tapi apa boleh buat. Lokasi kita sudah ditemukan oleh mata-mata Pemerintah. Kita juga tidak bisa bertarung dengan si Presiden itu sebelum waktu yang ditentukan." ucap Benn sembari memasang raut wajah kesal.


"Tapi, tadi aku merasakan aura jahat tepat dari arah kastil tua yang kita tempati itu. Dan juga sebuah suara ledakan yang terdengar cukup jauh sampai kesini." ucap Paladino.


"Sepertinya Filimonov sudah bergerak dan menghancurkan kastil tua itu. Kalau saja kita tidak langsung bergegas pergi saat itu, mungkin kita akan terbunuh oleh nya. Aku yakin, aura jahat yang terpancar sampai kesini adalah kekuatan dari iblis." ucap Firehn, "Raiden, apa kau sudah menelpon yang lainnya?"


"Ya. Tampaknya mereka sudah tiba di Redrion. Dan kini mereka juga sudah berada di kediaman Jedrzejczyk. Baiklah, kita harus sedikit cepat. Dari Man City menuju ke Redrion City dengan memilih jalur hutan sama saja seperti berjalan memutar lebih jauh.." ucap Firehn.


"Kita juga harus segera menyusun rencana penyerangan ke wilayah Pemerintah. Aku yakin, Filimonov masih mempunyai pasukan yang hebat. Jabatannya yang presiden, serta bekerjasama dengan iblis, itu membuktikan kalau dia mempunyai banyak pasukan yang cukup hebat." ucap Benn.


"Dan juga pasukan polisi pihak keamanan juga pasti akan membela Pemerintah, karena mereka telah dibayar oleh pemerintah. Ini juga masalah.." ucap Paladino.


"Kita harus bergerak sesuai rencana. Menyerang tanpa sebuah rencana itu sama saja seperti bunuh diri. Apalagi kita juga tak tahu seberapa hebat dan kuat lagi kekuatan iblis dari Filimonov." ucap Firehn.


Sementara itu jauh dibelakang terlihat Hugo dan Amber yang kedua tangannya telah terikat oleh rantai khusus. Mereka dikawal oleh beberapa orang dari pasukan Revolusi.


"Amber-chan apa kau baik-baik saja?" tanya Hugo.


"Ya, aku baik-baik saja. Dan apa tadi kau mendengar seperti suara ledakan serta merasakan aura jahat?" tanya Amber.


"Iya, aku mendengar ledakan itu dan merasakan aura jahat itu. Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi, tapi aku yakin kekuatan itu berasal dari Tuan Filimonov. Dia adalah orang yang mempunyai kekuatan iblis, jadi siapa lagi yang bisa menggunakan serangan besar seperti itu.." ucap Hugo.


"Itu juga apa yang aku pikirkan sekarang, Hugo-kun. Tapi kita cukup beruntung bisa bergegas pergi dengan orang-orang ini. Kalau tidak, mungkin kita sudah mati saat ini." ucap Amber.


Disisi lain rombongan.


"Siapa yang menyerang kastil itu, ya? Atau jangan-jangan si presiden yang bernama Filimonov itu. Tak kusangka dia akan melakukan hal senekat ini hanya demi menghancurkan pasukan Revolusi." ucap Yoshino.


Yoshino mengamati sekitar sembari memegang ketiga pedangnya yang masih berada didalam sarung pedang. Dia juga sudah bersiap untuk menarik pedangnya bila tiba-tiba musuh menyerang.


Setelah itu, Davidestorm pun datang dari belakang Yoshino dan langsung menepuk pundaknya, "Hoey, Yoshino. Jangan terlalu murung begitu dong." Davidestorm menyapanya.


"Huh? Kau, Davidestorm. Apa kau sudah menyelesaikan senjata yang katanya akan menjadi senjata rahasiamu?" tanya Yoshino.


"Ya, tinggal sedikit lagi. Aku hanya tinggal menyempurnakan saja. Aku membuat senjata ini karena terinspirasi dari sebuah film yang sering aku tonton sewaktu kecil. Nanti, kau lihat ya, Yoshino!!! Aku pasti akan membuat dirimu merasa terkagum-kagum padaku!!!"


"Wuih, menyeramkan.." ucap Yoshino dengan raut wajah datar.


Mereka semua berhasil selamat dari serangan besar yang dilesatkan Filimonov, itu karena ketika Benn mengetahui bahwa Navikovas sudah berada di wilayah dataran tinggi, Benn langsung melaporkannya kepada Firehn.


Firehn yang mengetahui hal itu pun sudah mengetahui bahwa pihak Pemerintah akan segera datang untuk menyerang Kastil tersebut. Oleh karena itu, Firehn dan semua orang lainnya pun langsung bergegas pergi dari kastil tua itu.


Mereka berjalan ke hutan yang berada di arah Utara dari lokasi Kastil tersebut. Tidak cukup lama mereka sampai di hutan, dengan tujuan yang sebenarnya adalah Redrion City. Seperti apa yang dikatakan Firehn, mereka memilih jalur hutan agar tidak ditemukan oleh pihak Pemerintah.


Hutan yang harus mereka lewati ini sangat luas. Jadi mereka terpaksa menyusuri hutan yang luas ini dengan beraneka macam binatang buas yang berada didalamnya.


Namun, karena rombongan Firehn dan lainnya sudah terlalu banyak, binatang buas takut untuk menampakkan wujudnya. Alhasil, perjalanan mereka menyusuri hutan pun berjalan dengan cukup lancar.


Saat ini mereka juga semakin dekat dengan wilayah perbatasan Redrion City. Kenapa Redrion City? Karena seluruh pasukan Revolusi dari seluruh Penjuru Negara Grousse Kontinent sudah berkumpul disana.


Ketika Firehn beserta rombongan nya sudah berkumpul dengan seluruh pasukan Revolusi yang lainnya. Maka rapat strategi akan segera dimulai. Setelah itu, seluruh Pasukan Revolusi akan bergerak ke Blues City dan menyerang Istana Negara yang kini ditinggali oleh Filimonov.


Negara Grousse Kontinent akan segera memasuki era baru. Perang saudara akan segera terjadi. Pasukan Revolusi akan bergerak untuk memulai perang terhadap pemerintah demi menegakkan keadilan di Negeri ini.


Kemenangan adalah hal yang mutlak bagi Pasukan Revolusi. Karena takdir dari Negara Grousse Kontinent kini berada di tangan mereka.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!!