Cosplay

Cosplay
Chapter 410 - Pengorbanan Nyawa Untuk Membela Keadilan.



Setelah cukup lama terpisah, Xianfeng, Dapidson, dan Pilkington pun bertemu kembali di sebuah jalan. Takdir mempertemukan mereka ditengah-tengah situasi yang cukup rumit.


"Akhirnya ketemu juga, dasar Pilkington, Xianfeng. Kalian berdua ini pergi kemana saja sih. Aku sudah capek mencari kalian dari tadi." ucap Dapidson yang sedikit ngos-ngosan.


"Hadeh, bukan kau saja yang kecapekan. Aku juga capek karena mengejar Xianfeng. Padahal tujuan kita itu ke gedung walikota, tapi dia malah lari ke arah yang berlawanan.." ucap Pilkington yang juga ngos-ngosan.


"Gedung walikota bukanlah tempat dimana Xia berada." ucap Xianfeng. Tiba-tiba sorot matanya menandakan dirinya telah serius. Kepribadiannya huga seratus delapan puluh derajat berubah tidak seperti orang stress.


"Kalau bukan di gedung walikota, lantas Xia berada dimana? Tidak ada tempat lain selain gedung walikota itu. Memangnya ada tempat rahasia di Working City yang menjadi tempat- Eh iya, tempat rahasia.." ucap Pilkington. Yang awalnya dia menyinggung perkataan dari Xianfeng, tiba-tiba ia mulai terpikirkan oleh sesuatu karena ucapan Xianfeng.


"Tempat rahasia? Memangnya selain gedung walikota, ada tempat apalagi yang menjadi tempat berkumpulnya para pejabat korup itu?" tanya Dapidson.


"Disana.." Xianfeng menunjuk ke arah Utara. Tepat dijalan Xianfeng saat ini, satu kilometer ke arah Utara adalah sebuah lautan. Dapidson dan Pilkington masih belum paham dengan apa yang dikatakan oleh Xianfeng.


"Huh? Disana kan tidak ada tempat gedung pemerintahan. Arah Utara sana cuma terdapat lautan.." ucap Dapidson.


"Lautan. Utara Working City. Jangan-jangan.." Pilkington mulai sedikit memahami apa yang dikatakan Xianfeng, "Terdapat sebuah tempat terisolasi yang dikelilingi oleh tembok besar serta gerbang raksasa yang dijuluki sebagai Gate Of Justice. Tempat itu adalah sebuah pulau tak bernama, bahkan Pemerintah sendiri melarang siapapun untuk pergi kesana.."


"Apa?!! Jadi kita akan mencoba pergi kesana?! Kalau kita kesana, kita akan menjadi buronan seluruh negeri oleh Pemerintah!! Oey, Xianfeng! Kau tahu darimana kalau Xia berada disana?!" tanya Dapidson.


"Ini berkat kekuatan Insting Negatif dan kekuatan cinta sejati. Dua kombinasi kekuatan itu bisa menjadi sebuah kekuatan yang saling terhubung satu sama lain. Dua kekuatan besar yang saling bersatu akan menciptakan kekuatan tak terkalahkan!!! Ayo Pilkington, Dapidson!! Kita menuju ke tempat itu!!" ucap Xianfeng dengan sangat bersemangat.


"Oey!! Kalau kita pergi kesana tanpa persiapan yang pasti maka kita akan mudah untuk dikalahkan!! Kita juga belum tahu ada berapa pasukan yang berjaga disana!!" ucap Dapidson.


Setelah mendengar perkataan Dapidson, Pilkington mulai sedikit paham dan ucapan Dapidson ada benarnya juga. Oleh karena itu, Pilkington pun mempunyai sebuah ide yang cemerlang.


"Kalian berdua, ikutlah aku sebentar. Aku punya sebuah ide. Ini bisa jadi persiapan kita untuk berperang melawan musuh demi menyelamatkan Xia.." ucap Pilkington.


Pilkington pun mengajak Xianfeng dan Dapidson ke suatu tempat. Tempat apa itu? Tentu saja ke tempat kantor pihak keamanan terdekat. Pilkington berencana merampok kantor itu demi mendapatkan perlengkapan-perlengkapan kemiliteran.


Cukup lama mereka merampok. Akhirnya mereka bertiga datang kembali di tempat yang sama setelah membuat pingsan beberapa polisi keamanan yang berjaga di kantor itu. Terlihat Pilkington, Dapidson, dan Xianfeng mengenakan baju Anti peluru, serta beberapa pistol yang ia rebut dari polisi keamanan tersebut.


"Ya. Dengan ini, kita bisa bertempur habis-habisan melawan musuh disana nanti. Let's go, mari kita selamatkan Xia!!!" ucap Pilkington dengan semangat.


"Yo!!!"


Pilkington, Dapidson, dan Xianfeng pun langsung menuju ke pesisir pantai yang berada di Utara Working City. Butuh sekitar tujuh belas menit mereka sampai kesana. Awalnya mereka bertiga kebingungan bagaimanapun caranya agar bisa dapat pergi ke pulau itu.


"Disana ada perahu!! Itu bisa kita gunakan untuk pergi ketempat itu!!" ucap Pilkington.


"Ada perahu di tempat ini, seolah-olah takdir telah menuntun kita untuk menyelamatkan Xia!! Come here!! Ayo kita berangkat jangan banyak bacot lagi!!" teriak Dapidson.


"Xia!! Tunggu aku!! Aku akan segera datang untuk menyelamatkanmu!!!" teriak Xianfeng.


Namun, ketika mereka bertiga hendak menaiki perahu itu, tiba-tiba malam pun tiba, cuaca yang tidak stabil membuat ombak begitu sangat ganas. Pilkington, Dapidson, dan Xianfeng pun mengurungkan niatnya untuk berangkat demi keselamatan mereka masing-masing.


"Hadeh, padahal mau berangkat. Kenapa tiba-tiba hari sudah malam saja.." ucap Pilkington yang pundung di pojokan.


"Melihat ombak yang ganas seperti ini, bisa-bisa kita mati konyol kalau memaksa untuk berangkat sekarang.." ucap Dapidson.


"Yeah. Sepertinya takdir sedikit memperlambat aksi penyelamatan Xia. Sepertinya kita harus berangkat sebelum matahari terbit.." ucap Xianfeng.


Malam tetaplah malam, ombak yang ganas tak dapat dijinakkan oleh manusia biasa. Meski mempunyai kekuatan super, alam tetaplah yang terkuat. Kalau alam marah, alam bisa menghancurkan segalanya. Manusia takkan bisa menang melawan alam.


Pilkington, Dapidson, dan Xianfeng pun membuat sebuah api unggun sebagai tempat penghangat karena dinginnya malam. Menunggu hari esok sembari membakar sebuah jagung dan juga menyusun sebuah strategi yang akan dia gunakan untuk misi penyelamatan besok.


Menghangatkan tubuh di depan api unggun, malam yang terasa lama membuat mereka bertiga pun merasa sangat bosan. Ketika melihat lautan, ternyata laut sedang berada dalam kondisi tak bisa diajak bercanda. Sekali menerobos laut, mungkin laut akan segera menerjang dengan kekuatan penuh.


"Langit bisakah kau turunkan hujan beserta petir?!! Aku ingin menyambar pejabat korup itu!!" teriak Xianfeng.


Malam yang membosankan karena lautan tak kunjung berhenti menunjukkan keganasannya. Dan akhirnya, tak terasa mereka bertiga pun tertidur nyenyak.. Hingga pagi hari pun telah tiba. Pilkington, Dapidson, dan Xianfeng terbangun sekitar pukul enam yang notabene nya matahari sudah terbit. Padahal mereka berniat pergi berangkat sebelum matahari terbit.


"Matahari sudah terbit woy!!! Ayo kita segera bergegas berangkat!!! Kita tak boleh membuang-buang waktu kita untuk menyelamatkan Xia!!" Pilkington pun langsung berlari ke arah perahu.


"Tunggu, Pilkington!! Jangan tinggalkan aku!! Aku juga ingin menyelamatkan Xia juga!!! Sialan!! Kenapa kita bisa bangun telat begini!!" teriak Dapidson, dia juga berlari menyusul Pilkington dari belakang.


"Xia!!! Aku datang untuk menyelamatkanmu!! Tunggulah aku!! Kalau kau bermacam-macam pada Xia, aku akan menghajarmu Konstantine bodoh!!!" teriak Xianfeng, dia juga langsung berlari menyusul Dapidson dan Pilkington dari belakang.


Mereka berangkat untuk misi penyelamatan dengan pengorbanan nyawa.


B E R S A M B U N G