Cosplay

Cosplay
Chapter 383 - Libur Sebagai Bajak Laut



Profesi Bajak Laut pada abad ini adalah profesi yang paling banyak diikuti hampir 75% penduduk di bumi. Profesi jahat yang tujuannya menjarah pulau ke pulau lain hanya untuk mencari sebuah harta. Tapi definisi Bajak Laut bagi sebagian orang tampaknya sedikit berbeda.


Sama seperti Hozuki, Kapten dari Kelompok Bajak Laut Kurama. Bajak Laut baginya adalah sekelompok orang yang bisa mengarungi lautan, bahkan sampai ke seluruh belahan dunia. Banyak hal yang terjadi ketika dia sudah menjadi sebagai Bajak Laut. Musuhnya terus bertambah dengan berjalannya waktu.


Bajak Laut juga membutuhkan libur, bersantai, serta memikirkan hal menyenangkan diluar sirkel Bajak Laut. Seperti halnya yang dilakukan Kelompok Bajak Laut Kurama saat ini.


Kini mereka sudah singga disebuah pulau tak dikenal. Pulau ini mempunyai ciri khas khusus dengan banyaknya binatang sejenis monyet disekelilingnya.


Terlihat Franksboy yang duduk bersandar di sebuah pohon besar sembari menikmati minuman dingin sejenis anggur, "Hello, Everybody. I Can Hear... No!! I Feel.." Dia ngomong tidak jelas, sepertinya dia sedang mabuk.


"Yare-yare, Franksboy-kun. Sudah kubilang untuk menahan meminum anggur sebanyak itu. Kau mabuk karena sudah meminum dua gentong anggur. Dasar.." ucap Keikomaru menepuk jidatnya.


"Sudah, biarkan saja dia. Kalau lagi mabuk, Franksboy akan sangat merepotkan. Mari kita bersantai dengan cara kita masing-masing. Horasss!!!" ucap Alice sembari mengangkat sekelas anggur yang cukup besar.


"Hah? Kau sama juga dengan Franksboy, Alice. Kau juga sedang mabuk hadeuh.. Apa seseorang yang mabuk pantas menceramahi orang mabuk?" gumam Keikomaru.


"Keikomaru, apa kau juga tak ingin mabuk seperti mereka berdua?" tanya Hozuki dengan mengenakan kacamata hitam. Ia tampak memegang sebuah papan selancar.


"Tidak, Hozuki. Apa jadinya aku bila mabuk seperti mereka berdua. Meski untuk hari ini saja kita jadi Bajak Laut, tapi aku tidak ingin mabuk.." ucap Keikomaru.


"Nikmatilah hari libur sebagai Bajak Laut. Moment seperti ini tak bisa kita dapatkan dengan mudah. Bahkan, aku berniat untuk berselancar selama seharian ini!! Aku berniat menaklukkan ombak besar!!!" ucap Hozuki.


"Lalu, dimana Kenkomura? Kenapa daritadi aku sama sekali tidak melihatnya, ya? Apakah dia tersesat?" tanya Keikomaru.


"Entahlah, Keikomaru! Sepertinya dia juga menikmati hari libur ini dengan caranya sendiri!! Ah!! Sudahlah!! Aku tidak punya banyak waktu lagi!! Yahoo!!! Waktunya berselancar!!"


Hozuki pun langsung berlari bergegas menuju ke pesisir pantai. Sedangkan ditempat Kenkomura berada..


"Liburan bagiku adalah bukanlah yang bisa digunakan untuk bersantai. Melainkan berlatih melatih pedang agar aku menjadi pendekar pedang nomor satu di dunia!!!"


"Hyattt!!!"


Kenkomura menebas-nebaskan pedangnya di udara sembari melatih gerakan baru. Sekujur tubuhnya tampak dibasahi oleh keringat. Kenkomura begitu keras dengan latihan tersebut.


"Aku harus lebih kuat dari Yoshino, aku juga harus lebih kuat dari pendekar-pendekar pedang yang lainnya!! Huoooo!!!"


"Baatttsssss!!!!" Kenkomura menebas-nebaskan pedangnya ke salah satu pohon yang cukup besar hingga terbelah menjadi dua, "Brukkkkk!!!"


Mendengar suara berisik dari tebasan Kenkomura, Alice pun merasa terganggu dan berteriak dari kejauhan, "Woy!!! Berisik woy!! Apa kau tidak bisa bersantai dengan tidak berisik satu hari saja!!"


"Huh? Sepertinya aku mendengar sesuatu?" pikir Kenkomura.


Sementara itu, terlihat Hozuki yang bermain selancar ditengah-tengah ombak yang sangat besar, "Yaahoooo!!! Ombak ini sangat hebat!!! Berselancar adalah olahraga yang tidak membosankan!!!"


Hozuki meliuk-liuk diatas papan selancarnya. Ombak besar dan buas tidak membuat nyalinya surut malah membuat dirinya semakin bersemangat.


Ya.. itulah kegiatan Kelompok Bajak Laut Kurama bila sedang berlibur selama satu hari penuh. Bajak Laut juga butuh istirahat..


~


Sementara itu disisi lain lautan. Terlihat kapal armada besar Departemen Satwa yang masih mencari lokasi keberadaan kelompok Bajak Laut Kurama sejak dua pekan terakhir. Tampaknya mereka tak menyerah untuk menangkap Hozuki dan kawan-kawan.


Pinoccio terlihat tergeletak dilantai kapal dengan telentang, raut wajahnya sedikit pucat tenggorokan nya yang kering, "Kapten.. Aku haus.. Berikan aku setetes air, Kapten..."


"Woy, Pinoccio!!! Kalau kerjamu cuma tiduran saja setiap harinya, buat apa aku memberimu air!!" teriak Kapten Hirn.


"Pinoccio, kenapa kau mengharapkan air dari Kapten? Sementara disekelilingmu adalah air yang sangat banyak.. Bahkan takkan pernah habis.." ucap Sofia.


"Ah, benar juga!!" Pinoccio pun bangun. Ia melihat lautan, lalu melompat, "Byurrr!!!"


Beberapa saat kemudian, ia pun muncul ke permukaan laut dengan raut wajah yang aneh, "Oey, Sofia!!! Entah kenapa rasanya air laut ini begitu asin!!"


"Bodoh!!! Air laut kan memang rasanya asin!!"


"Apa kau punya gula?" tanya Pinoccio.


"Apa kau berniat mencampurkan gula ke air laut? Apa kau tidak pernah belajar ilmu pengetahuan alam?!! Pantas saja kau bodoh!! Masuk departemen satwa lewat jalur orang dalam.." ejek Sofia.


"Bacot lah, mencari pekerjaan sangat susah. Terpaksa aku memakai koneksi orang dalam agar bisa bekerja di Departemen Satwa!!" tegas Pinoccio.


"Yare-yare, apakah didalam Departemen Satwa juga terdapat calo juga, ya? Hmm... Harus diselidiki sih ini." ucap Silvana yang duduk disebuah kursi panjang.


Pinoccio kembali naik keatas kapal dengan kondisi bajunya yang basah kuyub, "Persetan dengan masuk dengan orang dalam. Yang penting aku bisa kerja disini!!! Seharusnya aku bekerja mengawasi hewan-hewan dilindungi, tapi kenapa aku malah ikut serta mengejar orang!!!"


"Grepp!!!" Kapten Hirn memegang kepala Pinoccio.


"Mau mengejar.. Mau apalah.. Mau iniliah.. Itu urusanku, bodoh!!! Aku adalah Kapten disini, Kapten adalah Raja!!!" tegas Kapten Hirn.


"Huaaaaaa!!! Ampun, Kapten!!!" teriak Pinoccio.


"Kapten, kata Pinoccio, kau adalah sosok yang egois.." ucap Silvana.


"Woi!! Jangan cepu goblhokkk!!!" teriak Pinoccio.


"Apa kau benar mengatakan hal itu kepadaku, Pinoccio?" tanya Kapten Hirn dengan tatapan wajah mengerikan terhadap Pinoccio.


"Iya! Eh- Maksudku tidak kapten!!!"


"Bedebah!!! Sejak kapan kau berani berbohong kepadaku begini!!! Urus saja hidung panjangmu itu, sialan!!!"


"Maaf, Kapten!!!"


Terkadang situasi diatas kapal Departemen Satwa juga sedikit kacau karena ulah beberapa kru nya, termasuk Pinoccio, pria dengan hidung panjang yang selalu mengeluh dalam kondisi apapun. Bahkan tak jarang juga Pinoccio membuat tekanan darah Kapten Hirn semakin naik.


Sementara itu, disisi lautan yang lainnya. Terlihat kelompok Bajak Laut Shobasoap yang sedang bergerak menuju ke pulau tak dikenal.


"Kapten, akhirnya kita menemukan sebuah pulau yang akan kita gunakan untuk mencari persediaan logistik.." ucap Shinmaru.


"Baiklah, semuanya!! Kita akan menuju kesana!! Let's go!!!"


B E R S A M B U N G