Cosplay

Cosplay
Chapter 441 - [ Spesial ] Runner Of The End II




Nama : Izumi Hirosuke


Fraksi : Cosplay Association


Umur : 19 Tahun


~


Ini adalah sebuah kisah lama dari seorang pemuda yang kala itu belum memutuskan untuk menjadi seorang Bajak Laut. Pemuda biasa yang dimasa depan nanti akan menjadi sesosok Bajak Laut hebat dan akan membuat Angkatan Laut ketar-ketir, tentu saja, dia adalah Izumi Hirosuke..


Kilas balik atau sebuah flashback yang cukup menarik dari kehidupan Izumi, dimana ia akan bertarung melawan sang musuh hebat, yang dikenal sebagai Runner of the end.


Kehancuran melahap apapun yang dilewatinya, Runner of the end begitu kuat, tapi akankah Izumi mampu untuk melakukannya?


"Entahlah.. Aku tidak tahu akankah menang atau kalah, aku akan mencoba untuk bertarung melawannya untuk mencari jawaban tersebut."


Izumi menghadap langit, mengepalkan tangan kanannya, dan juga mengarahkan ke langit. Dia memasang raut wajah bersemangat tentang rumor Runner of the end yang beredar. Izumi sangat ingin untuk melawannya.


"Izumi, saatnya untuk pulang. Pergantian musim seperti saat-saat ini sangat rentan membuat seseorang terkena demam." ucap Kirisaki Meister yang berdiri beberapa meter dibelakang Izumi.


"Ya, Paman."


Siapa yang menyangka kalau waktu berputar secepat ini?


Sekarang, musim dingin akan segera datang. Musim dimana suhu akan turun hingga mines nol derajat Celcius. Begitu dingin.. turunnya salju, serta beberapa area sungai juga sudah menjadi sebuah es. Musim dingin terkadang menjadi cuaca yang sangat ekstrim.


Dan,


Hari ini adalah musim dingin. Sekilas salju juga mulai turun dari langit ke permukaan..


Di sebuah jalanan luas yang telah diselimuti salju setinggi mata kaki, terlihat Izumi yang mengenakan pakaian tebal, sarung tangan, serta syal merah melilit di lehernya, tampak dia sedang memperhatikan sesuatu.


"Aku suka musim dingin, aku suka dengan salju. Musim dingin adalah musim terbaik bagiku."


Izumi berjalan beberapa langkah kedepan, menghiraukan hari yang perlahan memasuki malam, suhu udara semakin dingin, tapi entah apa yang dipikirkan Izumi saat ini.


"Izumi, waktunya pulang. Apa kau ingin terlambat untuk makan malam? Dan disaat-saat begini, kau sedang ingin pergi kemana?" Sosok pemuda yang bertanya pada Izumi kala itu, dia adalah Kirisaki Makoto, anak dari Kirisaki Meister.


"Mas Makoto, ya? Entah kenapa aku sangat bersemangat dan ingin sekali mencari keberadaan sosok Runner of the end itu. Aku ingin bertarung dengannya-" ucap Izumi.


"Tidak! Dia adalah bencana bagi semua orang! Dia telah menimbulkan banyak korban! Aku sarankan, kalau kau bertemu dengannya, lebih baik lari saja, Izumi!" bentak Makoto.


"Lari saja?! Itu tidak akan ter-"


"Jangan membantah, Izumi!!!" Dengan perilaku galaknya, Makoto membentak Izumi hingga membuatnya sedikit takut.


Izumi pun membalikkan badannya dan berjalan pulang agar tidak melewatkan makan malam, "Oke, Mas Makoto. Aku pulang.. aku tidak akan mencari sosoknya, hadeh.."


"Nah, itu bagus!!!"


Dan disaat yang bersamaan, di langit, terlihat seekor burung elang yang terbang dengan sorot mata yang tajam seperti sedang mengamati pergerakan semua orang. Elang itu terlihat begitu aneh, tidak seperti burung elang pada umumnya.


Kemudian, ketika Izumi dan Makoto berjalan pulang, sekilas Izumi melihat seekor keledai yang seperti sedang menatapnya. Melihat hal itu, Izumi merasa sangat aneh, dan seperti sedang diawasi.


"Keledai yang aneh.. Oi, Mas Makoto, apakah keledai mempunyai hobi menatap mata manusia?" tanya Izumi.


"Tidak, keledai hanya memikirkan makan. Jadi, bila Izumi hanya memikirkan makan dan makan, maka dirimu mirip seperti seorang keledai.." ucap Makoto.


"Hadeh, perasaan dari tadi Mas Makoto sarkas mulu." ucap Izumi dengan nada tak semangat.


Hari ini salju turun semakin deras, bahkan jalanan sudah tertutupi salju setinggi 45cm.


Keesokan harinya, salju masih saja turun, meski tidak sederas kemarin. Tapi..


Hembusan angin yang sangat kencang tiba-tiba datang dan menghancurkan apapun yang dilewatinya. Orang-orang berlari ketika mengetahui sosoknya, karena... Runner Of The End telah muncul kembali untuk melakukan kejahatan.


"Runner of the end telah muncul!! Semuanya, lari!!!! Lari kalau kalian tidak ingin menjadi korban!!!"


Sosok wanita yang menjadi dalang dari bencana yang menyebabkan terjadinya banyak korban ini, Schiacone, dia tersenyum setelah melihat kebelakang yang hancur lebur setelah dilewatinya.


"Menghancurkan sesuatu adalah kenikmatan yang luar biasa!! J-jangan-jangan fetishku adalah kehancuran??!!" Schiacone menggeliat.


Di sebuah tempat yang tak jauh dari lokasi Runner of the end berada. Vina Breakingnews sang pembawa berita terbaik dari tv one hendak mewawancarai beberapa orang terkait tragedi Runner of the end ini.


"Nama saya Hyoryuu, saya kehilangan kakak satu-satunya karena Runner of the end!! Kumohon seseorang kalahkan dia!!!'


Next,


"Nama saya Igumi, dan saya kehilangan komik limited edition gara-gara dia!! Runner of the end, terkutuk lah kau!!!"


"Nah, itu dia keluh dari para korban yang selamat dari tragedi Runner of the end. Saya Vika Breakingnews membawakan wawancara ini sekaligus sebagai pembawa berita."


Di rumah keluarga Kirisaki.


Kirisaki Meister, Mishima Kirisaki, dan Kirisaki Makoto terlihat resah dengan Runner of the end yang akhir-akhir ini menyebabkan bencana hingga menimbulkan banyak korban.


"Sayang, Runner of the end, dia jahat banget ya." Ucap Mishima.


"Iya sayang, dia adalah bencana, dia memang harus segera diberi pelajaran." Ucap Meister.


"Oey, Otousan, Okaasan!! Kalian jangan bermesraan di hadapanku dong!!" Ucap Makoto.


Selang beberapa detik, terlihat suara langkah kaki seseorang yang berlari menuju ke rumah keluarga Kirisaki. Pria tersebut mengetuk-ngetuk pintu dengan sangat keras, sepertinya pria itu akan menyampaikan sesuatu yang buruk.


Meister mendengar ada yang mengetuk pintu rumah nya pun bergegas untuk membukanya, "Eh? Kiriano?" Ternyata orang yang mengetuk pintu rumah Meister adalah temannya sendiri yang bernama Kiriano.


"Meister-san, gawat!!!"


"Gawat kenapa? Oey, tenanglah sedikit!!"


"Ini gawat!! Izumi!! Izumi sekarang sedang bergegas menuju ke tempat Runner of the end itu berada!! Aku sudah melarangnya, tapi dia sangat nekat!!" Ucap Kiriano.


"A-apa?!! Ini benar-benar gawat!!"


Makoto yang mendengarkan pembicaraan mereka berdua pun langsung menepuk jidatnya, "Yare-yare, Izumi itu orang yang bodoh ya, padahal dia masih cupu dan tidak kuat, tapi dia masih bersikukuh untuk menantang Runner of the end.."


"Duh, si Izumi itu, apa yang dia pikirkan dengan menantang Runner of the end, dia sama saja sedang mencari mati. Aku akan segera menyusulnya-" ucap Meister.


"Tidak.." Makoto langsung memotong perkataan ayahnya, "Otousan, biar aku saja yang menyusul Izumi. Otousan duduk manis saja di rumah, okey?"


"Ta-tapi, Makoto..-"


"Tidak, tidak apa-apa. Setelah aku bertemu dengannya, aku akan menghajarnya!!" ucap Makoto dengan raut wajah menyeramkan.


~


Sementara itu ditempat yang cukup jauh, terlihat Izumi dan juga perempuan cantik yang bersamanya, dia adalah Yoshizawa Ayase.


"Izumi-kun, ini adalah saatnya kita bertarung melawan Runner of the end dan memenangkannya.." ucap Ayase.


"Huh? Tunggu dulu, kau siapa?!!" Tanya Izumi.


Dan tepat dihadapan mereka berdua, terlihat Schiacone sang Runner of the end berdiri santai sembari memandang Izumi dan Ayase, "Kalian sepasang bocah ingusan? Apa kalian berniat menantang diriku sebagai Runner of the end?"


B E R S A M B U N G