Cosplay

Cosplay
Chapter 305 - Shoba vs Everybody.



Dari depan, Alufeed hendak menebas Shoba dengan serangan kejutan dengan pedang ukuran cukup besar, "Batsss!!!"


Disaat yang bersamaan, dari pengelihatan sudut pandang Shoba tiba-tiba tebasan yang dilesatkan Alufeed menjadi sangat lambat. Saat-saat itulah Shoba mulai berfikir keras ketika tebasan Alufeed hampir mengenainya dengan jarak kurang lebih 5 cm.


"..... Sialan, aku tak bisa menghindari tebasan ini. Sudah terlambat untuk itu. Mungkin inilah akhir dari seorang Shoba sebagai bajak laut- ah tidak, sebelum berhasil menyelamatkan Shion-chan aku tidak boleh mati terlebih dahulu."


Shoba sempat merasa pesimis dan merasa akan segera berakhir ketika terkena tebasan pedang dari Alufeed. Namun, tekad untuk menyelamatkan Shion semakin kuat, rasa pesimis dan rasa takut perlahan mulai ditenggelamkan oleh tekad sejati Shoba.


Waktu kembali normal.


"Soap No Body.."


Shoba kembali menggunakan teknik sabun nya untuk melapisi seluruh tubuhnya dengan sabun cair hingga membuatnya begitu licin. Bahkan saking licinnya, tebasan pedang Alufeed memang berhasil mengenai Shoba, namun tidak terluka. Karena tebasan pedang Alufeed tergelincir dan merosot ke sisi tubuh Shoba.


"Apa?! Serangan kejutanku gagal melukainya meskipun sudah mengenai tubuhnya?! Kekuatan macam apa yang ia punya?!" Alufeed terkejut ketika melihat kekuatan unik yang dikeluarkan Shoba. Serangan pedang yang menurutnya akan mengakhiri riwayat Shoba ternyata berhasil dipatahkan.


Shoba pun melihat kesempatan untuk menyerang balik Alufeed ketika meluangkan beberapa detik dengan berekspresi terkejut. Shoba mencekik Alufeed, "Soap No Transfer.." Shoba membuat tubuh Alufeed diselimuti oleh sabun hingga membuatnya sangat licin selicin-licinnya.


Kemudian Shoba pun langsung menggelindingkan Alufeed kejalanan seperti layaknya seseorang yang sedang bermain bola bowling.


"Pyarrr!!" Alufeed menabrak beberapa tempat sampah dengan tumpukan sampah busuk diatasnya. Seketika Shoba berteriak dengan semangat, "Strike!!"


Memang Shoba merasa senang dan membuat mentalnya semakin kuat karena sudah berhasil mengalahkan beberapa anggota dari divisi Warrior. Namun kesenangan yang ia rasakan hanyalah bersifat sementara, pasalnya beberapa meter kebelakang Shoba melihat Dejan Sutankovikto dengan menaiki sebuah motor. Dejan mengejar Shoba menggunakan motor dari udara, bukan dari daratan atau jalanan.


Dejan memanglah mempunyai kemampuan yang cukup unik, dimana ia bisa membuat kendaraan yang dinaikinya terbang diudara meskipun tidak mempunyai sayap.


"Whatss?!!" Kedua mata Shoba melotot dan hampir copot karena begitu terkejut melihat motor yang dinaiki Dejan terbang diudara.


"Kau mau kemana, dasar buronan lepas? Jangan kira kau bisa berkeliaran bebas di daerah kekuasaan Serikat Lunarian..!!"


"Cih.." Shoba melapisi telapak kakinya dengan sabun cair berkali-kali lipat lalu meluncur ke jalanan seperti sedang bermain ski diatas permukaan salju. Shoba bergerak dengan laju yang begitu cepat.


Meski begitu, laju motor terbang yang dikendarai Dejan juga tak kalah cepatnya dengan kecepatan Shoba. Kini mereka berdua terlihat hampir salip-menyalip satu sama selain. Shoba dan Dejan seolah-olah telah bersaing dalam ajang kontes balapan.


Sesekali Shoba menoleh ke arah Dejan, ia mulai mengira setelah berhasil mengalahkan beberapa anggota dari divisi Warrior, "Memang mereka semua anggota dari divisi Warrior, tapi dengan beberapa anggota yang berhasil kukalahkan, itu membuktikan kalau mereka memang benar-benar seorang newbie player.."


Skill yang unik dan luar biasa bila digunakan oleh user yang lemah, hasilnya akan menjadi percuma saja. Akhirnya Shoba ingin memastikan apakah Anggota dari divisi Warrior benar-benar seorang newbie player.


"Bubble No Soap.."


Shoba menciptakan ratusan gelembung sabun hanya dalam beberapa detik. Ratusan gelembung sabun itu membuat jarak pandang di udara sedikit terganggu. Dejan yang sedang mengendarai motornya di udara juga merasakan hal tersebut. Dejan merasa kesal akan gelembung-gelembung sabun ini.


Dejan yang kesal pun membuat dirinya menjadi lengah, alhasil ia pun kelilipan beberapa gelembung sabun dan membuat matanya terasa sangat perih. Dejan mengucek-ngucek matanya dan terlihat kedua matanya sudah sangat merah.


Dejan kehilangan konsentrasi untuk mengendarai motornya. Tak berselang lama Dejan menabrak kabel tiang listrik karena pengelihatannya terganggu.


"Akh.."


Kabel listrik pada tiang tersebut tiba-tiba mengeluarkan aliran listrik dan membuat Dejan tersetrum hingga berteriak kesakitan, "Uaghh!!!" Dejan terjatuh dan sekujur tubuhnya menjadi cukup gosong.


Shoba pun tersenyum licik dan berkata, "Ternyata benar, anggota divisi Warrior ini memanglah seorang newbie player. Jadi yang harus kuwaspadai saat ini hanyalah Himawari yang merupakan anggota inti dari Serikat Lunarian. Dia bisa mengalahkanku kapan saja."


Setelah itu pandangan Shoba kembali fokus kedepan sembari meluncur dengan kedua kakinya yang begitu licin. Akan tetapi, sebuah portal muncul beberapa meter dihadapan Shoba. Hal tersebut sontak membuat Shoba mengerem kedua kakinya dan berhenti seketika.


"Cih.. sepertinya aku memang benar-benar harus melawan semua gangguan dari anggota Warrior. Mereka ini benar-benar seperti hama.."


Portal itu akhirnya muncul beberapa orang. Orang tersebut ialah Lee Oh-Kyun, Wibu Wibunosuke, dan Cecillia Sisilia. Tanpa berbasa-basi mereka bertiga langsung bergerak ke arah Shoba.


Lee dengan trisula yang terbuat dari kekuatan plastik nya, Wibu dengan melesatkan beberapa bawang yang mengeluarkan bau busuk, dan juga Cecillia dengan senjata sabitnya. Mereka bertiga bahkan terlihat tak ragu-ragu.


"!!!!!"


Shoba sedikit terkejut dengan serangan yang dikeluarkan oleh Lee, Wibu, dan Cecillia. Namun hal tersebut tidak membuat Shoba lengah sama sekali. Shoba tak pantang menyerah dan masih terus memikirkan keselamatan Shion, orang yang ia cintai.


Shoba membungkuk untuk menghindari trisula milik Lee, lalu berguling-guling dijalanan untuk menghindari beberapa bawang berbau busuk yang melesat ke arahnya. Namun Shoba sedikit terlambat untuk menghindari serangan dari Cecillia, alhasil ia terkena goresan sabit hingga membuat pipinya berdarah, "Stttsss!!!"


"Sialan, pergerakanku terlalu lambat."


Shoba sedikit kesal dengan dirinya sendiri karena pergerakannya terlalu lelet hingga membuatnya terkena luka goresan karena tebasan sabit milik Cecillia.


"Ini baru serangan lemahku tapi kau sudah terluka. Ini menandakan kalau dirimu hanyalah seorang rookie biasa. Terluka oleh anggota dari divisi terendah seperti kami, kau memang sangat memalukan.." Cecilia mengarahkan senjata sabitnya ke arah Shoba.


Shoba mengelap darah pada pipinya, lalu ia tersenyum licik, dan juga memasang sorotan tatapan mata yang sangat tajam.


"Apa kau ingin melihatku bertarung dengan serius, hmm? Kalau itu maumu, aku takkan segan-segan untuk menunjukkannya padamu.."


Aura mengerikan terpancar dari Shoba. Ia terlihat berbeda dari sebelumnya. Apakah Shoba mempunyai kekuatan hebat yang tak diduga-duga?


B E R S A M B U N G