
Terlihat Jou yang berhasil mengalahkan beberapa pasukan Hristov dengan tinjuan mautnya. Hanya dengan sekali pukulan, ia berhasil mengalahkan dua sampai tiga pasukan Hristov dengan cukup mudah.
Saat ini, ia sedang dikepung oleh beberapa pasukan Hristov. Walaupun ia dikepung, Jou sama sekali tak khawatir, malahan dia tersenyum menyeringai karena saking percaya dirinya.
"Hoi..!! Hoi..!! Hoi..!! Kalian semua..!! Kemarilah..!! Aku akan meninju wajah jelek kalian dengan pukulan mautku..!!"
"Karena..!!"
"Aku adalah seorang petinju dan suatu saat aku akan menjadi raja para petinju di dunia..!!" teriak Jou.
"Berisik..!!" ucap salah satu pasukan Hristov, lalu beberapa pasukan Hristov pun berlari ke arah Jou dan mencoba untuk menebas Jou dengan pedangnya, "Hiyaaaaa...!!!"
"Cih, kalian ini bodoh sekali ya. Serangan kalian takkan mempan padaku, karena kalian terlalu lemah..!! Torpedo Punch..!!" ucap Jou, lalu ia memukul beberapa pasukan Hristov yang mencoba untuk menyerangnya dengan satu kali pukulan.
"Uaghhhh...!!!" Hanya satu kali pukulan, Jou berhasil membuat beberapa pasukan Hristov terpental cukup jauh karena saking kuat pukulannya.
"Oh yeah..!! Sekarang, beri aku lawan yang sebanding..!! Melawan kecoak-kecoa seperti kalian bahkan tidak bisa dianggap sebagai pemanasan.." ucap Jou sambil menyeringai.
Beberapa pasukan Hristov yang berada di sekitar Jou pun sedikit ketakutan, setelah Jou berhasil mengalahkan cukup banyak dari pasukan Hristov.
"Apa-apaan dia itu, bagaimana dia sekuat itu..!! Bahkan, dia berhasil mengalahkan cukup banyak dari pasukan kita..!!" ucap salah satu pasukan Hristov yang berada di dekat Jou.
Tiba-tiba salah satu dari Guardian Six yaitu Saint Anterwep An datang dan berdiri beberapa meter di depan Jou sambil memasukkan kedua telapak tangannya ke dalam saku celananya.
Dengan raut wajah yang cukup percaya diri, Anterwep pun tersenyum menyeringai sambil berkata, "Oey.. oey.. oey.. aku tak bisa membiarkanmu begitu saja karena sudah mengalahkan cukup banyak dari pasukan kami.."
"Huh? Apa kau juga bagian dari si lemah itu?" tanya Jou sambil menunjuk beberapa pasukan Hristov yang berada dibelakang Anterwep.
"Sayang sekali, aku bukan bagian dari mereka. Aku merasa terhina karena disamakan oleh mereka para cecunguk.." ucap Anterwep dengan wajah datar.
"Jadi, kau adalah orang yang kuat ya? Kalau begitu kebetulan sekali. Karena.."
"Aku membutuhkan lawan yang cukup kuat..!! Rasakan ini, Torpedo Punch..!!" Jou pun langsung berlari dengan cepat ke hadapan Anterwep dan mencoba memukulnya dengan pukulan mautnya.
"Bodoh sekali, banyak sekali celah dalam dirimu.." ucap Anterwep dengan memasang raut wajah yang datar. Ia hanya diam saja saat melihat Jou mencoba untuk memukulnya.
Dan....
Tiba-tiba saat Anterwep menghilang dalam sekejap saat pukulan Jou akan mengenai Anterwep.
Melihat hal itu, sontak membuat Jou terkejut. Ia kebingungan karena Anterweb secara mendadak menghilang dari hadapannya. Ia pun berkata, "Huh?!! Kenapa dia menghilang?!! Jadi, powernya itu bisa membuat dirinya menjadi tak terlihat ya?!!"
Tiba-tiba secara mengejutkan, Anterwep sudah berada dibelakang Jou dan berkata sambil menyeringai, "Sayang sekali, powerku bukanlah menjadi tak terlihat atau menghilang. Kau salah besar.."
"Apa?!!!" Jou pun terkejut saat Anterwep sudah berada di belakanya. Lalu, ia membalikkan badannya dan mencoba untuk memukul Anterwep, "Rasakan ini...!!!"
Secara mengejutkan lagi, tiba-tiba Anterwep menghilang dari hadapan Jou. Lalu muncul kembali dibelakang Jou.
Dengan sangat cepat, Anterwep langsung menendang punggung Jou hingga terpental cukup jauh, "Buaghh...!!!"
Jou pun mengerem pentalannya dengan kedua kakinya yang menginjakkan ke tanah. Nampaknya, Jou sangat kebingungan dengan teknik yang dikeluarkan oleh Anterwep.
"Sialan..!! Teknik apa yang kau gunakan..!!" ucap Jou dengan nada cukup keras.
"Tentu saja aku tidak akan memberi tahumu, memangnya aku sebodoh apa akan memberi tahu kekuatanku pada musuhku.." ucap Anterwep, ia menyikapi Jou dengan sangat santainya.
Namun, Jou merasa sangat senang ketika dirinya berhadapan dengan orang kuat seperti Anterwep, ia pun berkata, "Inilah yang kuinginkan..!! Bertarung dengan orang yang kuat sepertimu..!! Huahaha..!!"
"Bodoh sekali.." ucap Anterwep dengan nada licik.
Sementara itu, disisi lain. Terlihat Kazu yang masih mengontrol mobilnya yang sengaja ia gunakan untuk menabrak-nabrak pasukan Hristov yang berada di sekitarnya.
"Ngenggggg...!!!" Walaupun mobil milik Kazu hanya sekedar mobil mainan, tapi mobil tersebut tak kalah hebat dengan mobil sungguhan.
"Brakk..!! Brakk..!! Brakk..!!" Mobil besar mainan Kazu berhasil menabrak beberapa pasukan Hristov yang berada di dekatnya.
"Uaghhhh...!!! Sialan...!! Mobil ini benar-benar sangat gila..!!" seru salah satu pasukan Hristov yang berada di sekitar Kazu.
"Benar, kalian semua takkan bisa mengimbangi kecepatan mobil mainanku ini..!! Walau sekedar mobil mainan, tapi tak kalah hebat dengan mobil sungguhan, mengerti?!!" ucap Kazu sambil menyeringai.
"Brumm!! Brummm!! Brumm!!" Tiba-tiba terdengar suara mobil balap sungguhan dari kejauhan. Suara mobil balap tersebut semakin mendekat ke arah Kazu.
Ya, mobil balap tersebut berhasil menabrak beberapa pasukan Aliansi hingga membuatnya sedikit terpental. Lalu, mobil balap tersebut langsung menabrak mobil mainan milik Kazu hingga terlempar ke udara.
"Bruakk..!!"
Kazu pun terkejut saat melihat ada mobil balap yang menabrak mobil mainannya hingga terlempar ke udara, lalu mobil mainan milik Kazu meledak, "Duarrrrrr...!!!"
"Apa?!!!" Kazu kembali terkejut saat melihat mobil mainannya meledak saat terlempar di udara.
Kemudian mobil balap yang menabarak mobil mainan Kazu pun berhenti beberapa meter di depan Kazu. Dan, terlihat seseorang keluar dari mobil balap tersebut.
Ya, dia adalah Takumi Yonebayashi, ia merupakan salah satu dari Tim Elite Number One Bajak Laut Hristov. Takumi pun langsung berkata sambil menyeringai, "Mobil mainanmu itu, bukanlah mobil balapku. Mengerti?"
Kazu pun semakin kesal setelah mendengar perkataan dari Takumi. Lalu, ia berteriak kepada Takumi, "Woi..!! Sialan..!! Itu adalah mobil mainan kesayanganku..!! Seenaknya saja kau menabrak mobil mainanku hingga meledak..!!"
"Tak terima? Mau balapan? Ayo gassken.." ucap Takumi dengan nada sombong.
Tanpa basa-basi, Kazu pun menerima tantangan dari Takumi untuk balapan mobil dengannya.
"Ya..!! Mari kita balapan..!! Aku akan mengalahkanmu, sialan..!!" ucap Kazu dengan nada cukup keras.
BERSAMBUNG