Cosplay

Cosplay
Chapter 264 - Trik.



"... Roti-O, adalah Roti best dengan olahan mentega yang melezatkan..." ucap Jeska, dia ingin menyerang, tapi dia juga ingin promo.


"Apakah kau mengatakan ini agar Roti-O menjadi viral?"


"Rencana itu juga boleh masuk kriteria, tetapi aku bukan orang yang hobi mencari dorama, karena aku akan mengalahkanmu tanpa dorama-doramaan..." balas Jeska menanggapi pertanyaan Lucia.


Roti-O yang ia pegang menggunakan tangan kanannya kini dia akan mencoba melemparkan kearah sang lawan.


"Roti-O Fastball-to 100-Persento!!!"


Dalam kondisi ini, adalah kondisi semangat yang membara, memungkinkan Jeska bisa melempar lurus dengan kecepatan 100mph.


Wushhhhh!!!!


Melesat dengan kecepatan penuh, tetapi, akankah itu memasuki zona strike?


"Ball.." ucap Lucia dengan santai, karena lemaparan Roti-O milik Jeska tidak mengenainya, hanya meleset sangat jauh dari target malahan.


"..... Aku akan mengincar sudut mati, dimana kau akan kesulitan menebak lemparanku..." bersiap-siap kembali lagi dia untuk melemparkan Roti-O-nya dengan pose ala-ala atlet Baseball.


".... Sinker Roti-O 97-Persento!!!"


"Ball..." ucap Lucia, dia dengan santainya berhasil menangkap lemparan sang Jeska, bahkan kemudian agar makanan yang dilemparkan oleh Jeska tidak sia-sia dan mubazir. Lucia dengan santainya memakan Roti-O tersebut.


"Makanan seenak ini tidak pantas untuk dilempar dengan segitu mudahnya, kamu terlalu melihat sinis makanan dan dengan mudahnya menyia-nyiakannya..." ucap Lucia.


"Skakmak..." senyum Jeska.


"Eh?"


Kepedulian kepada makanan akan membuat anda rakus dan tak peduli dalam situasi apapun, anda akan memakan makanan itu agar makanan tersebut tidak sia-sia dirugikan begitu saja. Menimbulkan hatimu menyayangkan makanan itu jatuh, akhirnya hatimu bergerak dan tanganmu ingin menangkap, kemudian hidungmu tergoda oleh Roti-O, dan perutmu keroncongan, mulutmu ingin memakan, gigimu ingin mengunyah, dan tenggorokanmu ingin menelan.


Perasaan dari berbagai tubuhmu, membentuk menjadi ikatan, dan kemudian memberontak dari keinginan matamu yang sebenarnya.


"P-perutku.. M-mules!!!"


Bagaimana sang Jeska itu beraksi, adalah membuat makanan seenak mungkin, dan memanfaatkan kemampuan memasaknya menjadi sejata mematikan yang dipenuhi trik dan intrik. Bahkan setidak bisa digunakan apapun kemampuanmu untuk berantem, kau bisa memanfaatkannya sebaik mungkin dengan kelicikanmu.


"Licik!! Licik!! Licik!!"


"Kelicikan adalah seni, dan sistem gamemasterku adalah chiter yang sesungguhnya, jika kau ingin protes, atau jika kau ingin menangis, pulanglah kerumah dan lapor mamah sana!!" Ucap Lucian sok asik, padahal dia aslinya gak guna meskipun Jeska adalah Sistem Call-nya.


".... P-pinjamkan aku kamar kecilnya, aku ingin buang air besar!!!" Teriak Lucia.


"Tentu saja... Boleh..."


Namun, bodohnya Lucian adalah memperbolehkan sang Lucia untuk buang air besar...


"L-loh kok diizinkan??!!!"


"Tidak bisa begitu, menahan rasa ingin mules adalah menahan penyakit, dia akan membawakan bakteri mematikan jika dia berak disini tanpa menggunakan kloset!!" Bentak Lucian.


Beberapa menit kemudian tampak pintu kloset kembali terbuka, memperlihatkan mbak Lucia yang sudah segar bugar.


Lucia hanya tersenyum penuh kesenangan, tapi dia akan sedikit malu jika memberitahukan trik tersebut, karena dia memiliki trik yang memalukan untuk memanipulasi rasa ingin mulesnya.


"Kau berfokuskan kepada sang makanan, dan berfokuskan untuk merugikan, takkan bisa mengalahkanku yang berfokus untuk memakan makanan...." balas Lucia, "Kau terlalu keppo untuk mengetahui trik, seranglah aku sepanjang hidupmu!!"


"Menantangku kah???!!!"


Adegan melemparkan banyak makanan yang sudah jadipun diperlihatkan, Lucia hanya menangkap makanan tersebut dan kemudian segera memakannya tampa sisa, dia tetap memakan makanan tersebut hingga nanti dia kenyang.


"K-kenapa???? K-kenapa???? K-kenapa???!!!" Jeska masih penasaran, tentang makanan yang tak berdampak apa-apa kepada sang Lucia, bahkan meskipun itu sudah ditaburi obat pencuci perut, tidak berdampak apa-apa.


Lucia beraksi lebih berguna dari dia, dan dia hanya bisa melemparkan makanan apapun kearah sang Lucia, seperti sang Koki melawan kerasukan Pelanggan.


Pelanggan yang rakus adalah Lucia, sedangkan koki yang terlalu ingin cepat mengalahkan pelanggan dengan makanannya takkan bisa sesimple itu.


"Pelanggan yang lapar akan memakan makanan apapun itu.. akan semangat lagi jika makanannya enak dan gratis..." Kenapa Lucia selapar ini? Karena dia sudah tidak makan nasi ayam selama 4 hari, dia hanya memakan Roti Bakar setiap harinya itupun dua kali sehari, jelas tidak memenuhi nutrisinya.


Akhirnya, kelaparannya yang berlebihan berguna juga untuk menyerang balik si Pemilik kemampuan memasak enak.


"... Rahasia bidadari adalah rahasia sang pencipta, dan rahasia tubuhmu dan getarannya adalah rahasiamu, aku mencapai posisi ternikmat untuk menyantap makanan apapun sebanyak mungkin, jangan meremehkan orang yang kelaparan!!"


Setidaknya jangan remehkan orang yang kelaparan, dia akan dengan senang hati memakan makanan apapun pemberianmu, apalagi makanan tersebut sangat enak dan gratis. Orang-orang akan semakin semangat jika hal yang mereka sukai adalah gratis.


"A-apakah sudah saatnya Jeshu-san kukeluarkan, ini untuk meminta restunya eh sekalian untuk mengalahkan Lucia!!" Gumam Lucian, dia masih mengintai dengan cara mengendap-endap.


"Kau? Mengapa bisa memakan makanan yang sudah ada obat pencuci perut? Kenapa? Bahkan sangat cepat? Kau menelan!! Secepat apakah cara makanmu itu???!!!"


"Secepat aku mules, secepat itu aku akan memakan... kecepatan ini saling berbenturan, karena itu, aku membutuhkan satu trik yang sangat sederhana agar aku bisa makan meskipun harus mules..." balas Lucia.


"Hah?" Jeska masih kebingungan, dia masih penasaran, mengapa obat pencuci perut tersebut tidak berdampak apa-apa. Trik apa yang ia gunakan, trik apakah yang diperlihatkan oleh sang Lucia, dia sangat tak terbendung, bahkan serangan makanan beracun sang Jeska hanyalah seperti angin berlalu bagi perut sang Lucia..


"Jeska... sebenarnya ini cukup sederhana, mengapa aku bisa memakan makanan tapi bisa menahan mules? Ini adalah rahasia memalukan yang lebih memalukan daripada apapun..."


"Kau akan terheran-heran, trikmu bisa kulalui hanyalah dengan..."


"Dengan apa???!!!!"


"Dengan..." Lucia mulai menahan malunya, wajahnya memerah karena ini adalah hal yang memalukan.


"Cepat katakan??!!!"


"PAMPERS DEWASA...."


"Hah?"


"Hehehehe..."


Ini adalah hal yang memalukan, kemulesan itu tetap berdampak pada sang Lucia, tetapi ia mengakali itu dengan memakai pampers khusus dewasa.. Itu membuatnya bisa makan sambil berak.


B E R S A M B U N G