
Hanya dengan sepuluh persen kekuatan dari iblis pun Filimonov berhasil menghancurkan Kastil tua serta dataran tinggi hingga rata menjadi tanah yang datar. Untuk saat ini, Filimonov telah mengeluarkan seluruh kekuatan pemberian dari iblis hanya untuk melesatkan serangan besar tersebut. Kini dia masih mempunyai sedikit kekuatan iblis yang dia gunakan untuk terbang kembali ke tempat tinggal nya, yaitu di Istana Negara yang berada di Blues City.
Sementara itu, badai angin yang diakibatkan oleh ledakan besar itu pun perlahan mulai menghilang. Hampir seluruh masyarakat di Man City terkapar dijalanan karena sedikit terhempas oleh badai.
Sepertinya hal nya pada Stuart, Company, dan Leonardo, mereka bertiga sedikit terhempas oleh hembusan badai angin. Mereka bertiga akhirnya terkapar di jalanan, ditengah-tengah banyaknya orang yang terkapar sama seperti mereka.
Beberapa saat kemudian, mereka semua pun mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali. Stuart yang bangun pun langsung memegang kepalanya karena merasa sangat pusing dan sedikit kesakitan.
"Astaga, itu tadi bahaya sekali. Untung saja aku masih hidup. Ini benar-benar sebuah bencana. Negara ini sudah tidak beres lagi." ucap Stuart.
Lalu, Leonardo pun datang menghampiri Stuart dengan bahunya yang sedikit merasa kesakitan, "Stuart. Apa kau tidak apa-apa?" Leonardo menanyakan kondisi Stuart.
"Ya, aku baik-baik saja. Lalu, dimana Company? Apa dia tidak sedang bersamamu?" tanya Stuart.
"Aku disini.." ucap Company yang tiba-tiba sudah berada disebelah Stuart.
"Huooo!!!" Stuart sangat terkejut dengan datang nya Company tanpa hawa kehadiran sama sekali, "Astaga kau mengejutkanku saja. Tapi, yang terpenting, kau baik-baik saja, Company." lanjutnya.
"Kapten, apa kita langsung memberitahu informasi tentang sosok iblis ini kepada Angkatan Laut?" tanya Company.
"Jangan. Aku merasa kalau Angkatan Laut sampai terlibat, maka Negara Grousse Kontinent ini akan menjadi medan perang. Lalu, jumlah korban akan semakin bertambah banyak." ucap Leonardo.
"Baiklah kalau begitu. Lalu, apa yang kita lakukan, Kapten?" tanya lagi Company.
"Kita lihat perkembangan Negara ini. Entah kenapa aku sedikit tertarik dengan apa yang akan terjadi di Negara ini. Kedamaian ataukah kehancuran.." ucap Leonardo.
Lalu, dengan bantuan netizen, kejadian ini pun akhirnya menjadi trending topik yang langsung menyebar ke seluruh penjuru Negara Grousse Kontinent.
Beberapa saat kemudian, dengan kecepatan penuh, Filimonov akhirnya berhasil terbang sampai ke Blues City, dan tiba di Istana Negara nya. Dan dia mendarat di halaman Istana. Lagi-lagi pasukan Filimonov sudah berbaris rapi dan menyambut kedatangannya.
Filimonov berjalan memasuki pintu istana dengan raut wajah biasa. Dia juga cukup lega karena sudah menghancurkan kastil tua tersebut. Filimonov juga sudah menganggap bahwa pasukan Revolusi sudah hancur bersamaan dengan kastil tua tersebut.
Tepat didalam Istana, terlihat Elizabeth yang sudah menunggu kedatangannya. Elizabeth tersenyum.
"Aku tahu kalau kau sudah menghancurkan tempat kan, Filimonov-kun. Berita tentang kejadian yang berada di Man City pun sudah menyebar sampai disini. Mereka mengatakan bahwa telah melihat bola energi raksasa, kemudian munculnya badai yang menghempaskan hampir seluruh masyarakat Man City." ucap Elizabeth.
"Aku tidak peduli dengan mereka. Dan, Elizabeth, aku punya satu tugas untukmu. Panggil mereka bertiga untuk datang ke istana ini. Cukup mereka bertiga saja, karena Navikovas sedang bergegas menuju kemari." ucap Filimonov.
"Baiklah, akan kulakukan tugas itu dengan senang hati." ucap Elizabeth.
Filimonov pun langsung berjalan menuju ke ruangan pribadinya. Dia memasuki ruangan nya lalu duduk di sofa yang empuk. Dia juga bersandar pada sofa tersebut.
"Baiklah. Sudah tak ada lagi sampah yang akan menggangguku lagi. Dan yang terpenting, staminaku sudah terkuras habis karena menggunakan kekuatan iblis itu. Kekuatan yang sangat luar biasa. Aku harus mempunyai seratus persen kekuatan dari iblis tersebut agar menjadi tak terkalahkan." ucap Filimonov.
Sementara itu, disisi lain Blues City. Tepatnya di sebuah Bar yang dipenuhi cewek-cewek cantik. Terlihat seorang pria yang duduk ditengah banyaknya cewek cantik itu sembari meminum beberapa minuman keras.
Ketika sedang menikmati minumannya, tiba-tiba dia mendapat sebuah telepon. Beberapa saat kemudian, pria itu pun menutup teleponnya.
"Astaga, padahal lagi enak-enak aduhai bersama wanita cantik disini, tapi kenapa Tuan Filimonov memanggilku begitu saja. Sial."
Pria itu bernama Paulius Jankauskas. Jankauskas adalah salah satu dari empat orang petinggi atau kepercayaan dari Filimonov itu sendiri. Dengan berat hati, dia pun meninggalkan wanita-wanita penghibur nya dan bergegas menuju ke Istana.
"Yare-yare. Kalau aku tidak cepat-cepat pasti akan sangat membuatnya marah. Aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. Akan menjadi masalah besar kalau Tuan Filimonov marah." ucap Jankauskas.
Disisi lain Blues City. Tepatnya di salah satu taman hiburan. Terlihat seorang pria dengan mengenakan jaket berwarna coklat sedang duduk santai di bangku taman. Tak berselang lama kemudian, dia mendapat sebuah telepon.
Setelah menutup teleponnya, Pria itu pun langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Ada apa Tuan Filimonov memanggilku ke Istana, ya. Pasti ada hal penting. Atau masalah berita yang tiba-tiba trending topic ini, ya.."
Pria itu bernama Saulius Svedkauskas. Dia juga salah satu dari empat orang yang kepercayaan Filimonov. Tanpa basa-basi Svedkauskas pun langsung bergegas menuju ke istana negara.
"Waktunya pergi. Semoga ada hal yang menggembirakan." ucap Svedkauskas.
Disisi lain Blues City. Di sebuah hotel bintang lima. Terlihat seorang perempuan yang sedang berendam di bak mandi untuk merefreshing kan pikirannya, tiba-tiba saja dia mendapat sebuah telepon.
Setelah menutup teleponnya, perempuan itu pun langsung beranjak dari bak mandi yang dipenuhi dengan busa-busa sabun. Lalu, perempuan itu pun mengguyur sekujur tubuhnya dengan shower.
"Lagi enak-enak berendam, tiba-tiba disuruh ke istana begitu saja. Tapi apa boleh buat, Tuan Filimonov yang telah memanggilku."
Perempuan ini bernama Eligijus Slaviaiskas. Slaviaiskas juga merupakan salah satu dari empat orang kepercayaan Filimonov. Setelah mengguyur sekujur tubuhnya dengan shower, Slaviaiskas pun membalut tubuh indahnya dengan handuk.
"Aku harus segera bergegas." ucap Slaviaiskas.
Disisi lain, terlihat Navikovas yang muncul dari lubang black hole yang terhubung ke Blues City.
"Tak kusangka Tuan Filimonov berhasil menghancurkan kastil itu dengan kekuatan yang luar biasa. Aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri. Tuan Filimonov benar-benar hebat.." ucap Navikovas.
Navikovas yang kini sudah berada di Blues City pun langsung bergegas menuju ke Istana Negara untuk menemui Filimonov.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!!