
Ledakan yang berasal dari serangan Soap Larriato milik Shoba pun menciptakan ledakan luar biasa. Shoba tak segan-segan mengeluarkan kekuatan besarnya untuk menghadapi Himawari. Serangan yang besar, tentu membutuhkan banyak stamina dari sang pengguna, oleh karena itu Shoba terlihat cukup kelelahan setelah menggunakan teknik Soap Larriato nya.
Disaat yang bersamaan ledakan besar itu juga menyebabkan timbulnya kepulan asap tebal yang menutupi area sekitar.
"Osh.. osh.. osh.. Ya, aku sudah tidak punya banyak waktu lagi. Ini kesempatanku untuk pergi mengejar Groombridge. Takkan kubiarkan dia menyakiti Shion.." Tanpa pikir panjang, Shoba pun langsung bergegas meninggalkan Alun-alun untuk mengejar Groombridge.
Sementara itu, kepulan asap tebal masih menutupi sebagian wilayah pusat alun-alun.
Dan setelah beberapa menit berlalu, kepulan asap tebal itu mulai menghilang berkat hembusan angin yang tiba-tiba datang menetralisirkan area Alun-alun. Kemudian, secara mengejutkan, terlihat Himawari yang terkapar pingsan dengan luka di sekujur tubuhnya diatas tumpukan cukup banyak bunga matahari. Sebagian bunga matahari itu tampak terbakar.
Bahkan Pakaian yang dikenakan Himawari pun terlihat cukup menyedihkan. Serangan besar yang dilesatkan Shoba mempunyai dampak luar biasa. Sementara kroco-kroco yang melihat Himawari terkapar pingsan pun memasang raut wajah syok.
"No-nona Himawari-chan!!!"
"Cepat beri bantuan medis kepada Nona Himawari!!! Dan sebagian pasukan cepatlah kejar Shoba itu sekarang!!! Kita tak boleh membiarkannya kabur begitu saja!!"
Puluhan kroco yang berada di Alun-alun pun bergegas untuk mengejar Shoba. Namun, Vika dan Killa datang untuk menghadang puluhan kroco itu. Mereka berdua tampak antusias untuk mengalahkan puluhan kroco yang hendak mengejar Shoba.
"Takkan kubiarkan kalian mengejar Shoba." ucap Vika.
"Minggirlah!!! Kalian hanya berdua berniat menghadang kami puluhan orang?! Jangan bermimpi!!" teriak salah satu kroco.
"Jangan remehkan seorang Bajak Laut. Kita berdua sudah mempunyai pengalaman berharga ketika berada di Hirsley Bulgarian.." ucap Killa.
"Melawan puluhan orang takkan membuat kami gentar begitu saja." ucap Vika.
Sementara itu disudut pusat Alun-alun.
Terlihat Shishiwakamaru, Shinmaru, Akamaru yang mengenakan perban di kepalanya setelah disaat sebelumnya mereka sempat terkena serangan kuat dari Johnny Speed. Di dekat mereka bertiga juga terlihat sesosok Hozuki yang masih berdiri tegar sembari tersenyum bersemangat.
"Oey, kalian bertiga. Tetaplah berada disini dan bantulah yang lain. Aku akan mengejar Shoba. Sepertinya dia akan berhadapan dengan seseorang yang cukup kuat.." ucap Hozuki.
"Ya. Selama Johnny Speed itu berhasil dikalahkan. Tinggal membereskan sisanya disini seperti cukup mudah." ucap Shishiwakamaru.
Setelah itu, Hozuki pun langsung pergi meninggalkan Alun-alun untuk mengejar Shoba. Lalu, disisi lain tempat, terlihat es yang membekukan Izumi pun perlahan mulai retak.
Izumi membekukan dirinya sendiri karena bertaruh bahwa membekukan dirinya sendiri dengan kekuatan es nya dapat menyembuhkan luka-lukanya. Walaupun itu adalah pertaruhan konyol bagi Izumi sendiri.
Disudut lain Alun-alun.
Terlihat Yoshino yang sedang bertarung begitu sengit melawan Manager Kim, Sekretaris Itsuki, Setyawan, Exutorajozu, serta Flower, "Tyengg!! Tyengg!! Tyengg!!" Mereka bertarung dengan saling beradu pedang hingga menciptakan percikan api.
Selang beberapa detik, Kim berlari cepat ke arah Yoshino dan menghunuskan pedangnya sembari mencoba untuk melukai Yoshino, "Lock On!!!"
"Tyengg!!!" Yoshino menahan hunusan pedang Kim dengan Pedang Black Lotus serta pedang Victorie nya.
"Hyaaaaaa!!!" Tiba-tiba dari arah atas, Itsuki datang dan mencoba untuk menebas Yoshino yang saat ini sedang menahan serangan Kim.
Yoshino yang menyadari hal itu pun cukup kesal, serangan dari musuh datang dari segala arah serta tidak memberinya kesempatan untuk melesatkan serangan balik. Tak berselang lama, Yoshino mendorong Kim lebih kuat agar terpukul mundur, setelah itu ia pun bergerak menyamping untuk menghindari tebasan Itsuki.
Setelah berhasil menghindari tebasan Itsuki, Yoshino pun bergegas memasang kuda-kuda teknik berpedangnya. Ia memfokuskan energi dalam tubuhnya ke dua pedang yang dia pedang saat ini. Hingga beberapa saat kemudian, energi berwarna biru gelap menyelimuti pedang Victorie dan pedang Black Lotus. Melihat Itsuki yang tepat berada di depannya, Yoshino tak ingin menyia-nyiakan kesempatan.
"Batsssssss!!!!"
"Uaghhhh!!!!
Serangan Yoshino tersebut berhasil mengalahkan Itsuki dalam sekejap. Terlihat tatapan Yoshino yang begitu tajam serta tersenyum menyeringai menghadap Kim dan kawan-kawan.
"Sialan kalian, menghadapiku beramai-ramai, keroyokan. Tapi itu tidak masalah, karena aku akan menghabisi kalian semua.." ucap Yoshino.
Kim, Exutorajozu, Setyawan, serta Flower berdiri sejajar sembari mengacungkan pedangnya ke arah Yoshino. Mereka semua terlihat tenang setelah melihat salah satu rekannya berhasil dikalahkan oleh Yoshino.
"Jangan bercanda! Kami lah yang akan mengalahkanmu!" tegas Kim.
Tak jauh dari tempat Yoshino berada, terlihat pertarungan yang cukup sengit disana. Alice yang berada dalam mode White sedang bertarung sengit melawan Ichiichi.
Mereka berdua berlari memutar sembari melesatkan anak panah satu sama lain. Bahkan anak panah yang mereka lesatkan bisa menciptakan ledakan yang cukup besar. Alice dan Ichiichi kini bertarung seolah-olah Alun-alun ini adalah arena milik mereka berdua saja. Mereka begitu gila!! Ledakan ada dimana-mana!!!
Sementara itu disisi lain, Davidestorm, Franksboy, dan Keikomaru terlihat sibuk menghadapi kroco-kroco yang terus berdatangan karena saking banyaknya.
"Radical Blaster!!!!"
"Super Hammer!!!"
"Bomber Mix!!!"
Franksboy, Davidestorm, serta Keikomaru melesatkan serangannya masing-masing ke arah banyaknya kroco dan menciptakan ledakan besar secara serentak. Situasi di pusat Alun-alun saat begitu sangat kacau.
Perbatasan Alun-alun bagian Utara.
"Lihatlah, tampaknya saat ini sedang terjadi kekacauan besar di pusat Alun-alun.." ucap Zerou sembari tersenyum menyeringai.
"..... Bagaimana, Boss? Apa kita langsung aja pergi kesana untuk menghadapi para pemberontak itu?" tanya Hibito Kurosaki.
"Tidak. Disana terlalu banyak orang. Kita takkan mendapatkan panggung pertarungan, karena disana terlalu banyak orang-orang hebat dipihak kita.." ucap Zerou.
"Berarti kita akan berada disini dan memastikan bahwa tidak ada bajak laut yang akan mencoba keluar dari sini kan?" tanya Hibito Kurosaki.
"Tentu saja. Kalian tetap berjaga disini!!! Biar aku saja yang pergi kesana!!! Huahahahaha!!!" teriak Zerou yang langsung saja pergi bergegas menuju ke pusat Alun-alun.
"Woi!!! Ketipu anjim!! Seenaknya saja kau pergi kesana dan menyerahkan tugas berjaga kepada kami woi!!!" teriak Hibito Kurosaki marah.
Pertarungan terbesar sedang terjadi di pusat Alun-alun, ditambah dengan Shoba yang saat ini sedang bergegas mengejar Groombridge. Semua situasi di berbagai tempat terlihat begitu rumit Apakah Shoba bisa menyelamatkan Shion dari genggaman Groombridge?
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like, koment, serta kritik dan sarannya agar cerita Cosplay berkembang untuk kedepannya nanti. See You..