Cosplay

Cosplay
Chapter 207 - Izumi, Ice Human Mode!



Terlihat Izumi yang cukup kesal terhadap Elen yang selalu melesatkan serangan jarak jauh kepadanya. Sering kali ia berkata akan mengalahkan Elen, akan tetapi Izumi nampak kesulitan saat berhadapan-hadapan dengan Elen. Sepertinya Izumi harus mencari cara agar bisa mengalahkan Elen yang mempunyai tipe serangan jarak jauh.


"Aku akan mengalahkanmu, jadi turunlah kemari sialan..!! Apa kau terlalu takut berhadapan denganku dari jarak dekat?!!" teriak Izumi.


Elen pun hanya menanggapi santai perkataan dari Izumi yang baru saja diucapkannya. Ia tak ambil pusing dengan perkataan Izumi. Elen hanya tersenyum, dan masih konsisten terbang di udara sambil menatap Izumi dengan tatapan remeh.


"Salah sendiri kau tidak bisa terbang, jadi jangan salahkan diriku." ucap Elen, sesekali ia menjulurkan lidahnya ke arah Izumi, dirinya bermaksud untuk mengejek Izumi.


Izumi sedikit tersulut emosinya ketika mendengar perkataan dari Elen. Akan tetapi, ia mencoba untuk bersikap tenang dan dirinya pun mulai memejamkan kedua matanya dan berpikir cara untuk menyerang Elen yang lebih ampuh.


Izumi berpikir keras, tentu saja dalam hal seperti ini, dalam pertarungan yang mengorbankan banyak orang seperti ini. Seolah-olah sifat bodohnya perlahan mulai lenyap, tetapi setelah perang ini berakhir, mungkin kebodohannya akan muncul kembali, lol.


Elen pun hanya tersenyum menyeringai ketika melihat Izumi yang memejamkan kedua matanya seolah-olah sedang mencari cara untuk menyerangnya. Lalu, ia pun berkata, "Hei, apa kau sedang berpikir cara untuk menyerangku? Aku takut.." Seperti biasanya, ia berkata dengan nada ejek.


Tak berselang lama, Izumi pun kembali membuka kedua matanya. Entah apa yang terjadi, ia tersenyum bersemangat. Lalu, Izumi mencoba untuk mengatur nafasnya. Setelah itu ia pun mulai melakukan posisi kuda-kuda bertarung miliknya.


"Sebaiknya aku harus mencoba teknik baruku ini." ucap Izumi.


"Teknik baru?" gumam Elen. Ia sedikit terheran-heran dengan teknik baru yang diucapkan Izumi.


Tak berselang lama, tiba-tiba suhu dingin mulai menyelimuti tubuh Izumi. Bahkan saking dinginnya, tubuh Izumi mengeluarkan sebuah asap dingin. Sebagian tubuhnya juga mulai diselimuti oleh es, seperti kedua tangannya, kedua kakinya, bahkan pipi kanannya juga. Setelah itu, Izumi pun langsung mengepalkan kedua tangannya sambil tersenyum bersemangat.


"Ice Human Mode..!!"


Ice Human Mode atau mode manusia es adalah teknik baru Izumi yang ia buat secara dadakan beberapa saat. Izumi pun tampak begitu bersemangat ketika memasuki mode manusia es nya. Seolah-olah ia sudah mengetahui cara untuk mengalahkan Elen.


"Manusia es? Terserah kau masuk dalam mode apapun. Kau takkan bisa menye-" Ketika Elen berbicara, tiba-tiba Izumi melesatkan beberapa tombak es ke arah Elen.


Menyadari hal itu, Elen pun langsung terbang meliuk-liuk di udara untuk menghindari semua serangan yang dilesatkan oleh Izumi. Akan tetapi, ia pun mencoba untuk melesatkan serangan balik kepada Izumi.


"Honey Poison..!!"


Elen pun kembali menyemburkan nektar madu beracunnya ke arah Izumi. Akan tetapi, ketika nektar madu beracun tersebut sudah masuk ke dalam area satu meter dengan Izumi sebagai titik pusatnya, nektar madu bercaun itu pun langsung membeku.


"Apa?!!" Elen terkejut. Ia tak menyangka nektar madu beracun miliknya membeku ketika melesat ke arah Izumi.


Tak berselang lama, Izumi menatap Elen dengan tatapan percaya diri. Lalu, ia pun mencoba untuk melesatkan kembali serangannya.


"Ice-Ice No Flying..!!"


Izumi pun langsung terbang melesat ke arah Elen dengan bantuan dari dorongan es yang ia ciptakan. Setelah itu..


"Ice-Ice No Corner Kick..!!"


Saat terbang melesat ke arah Elen, Izumi pun mengarahkan kaki yang sudah dilapisi oleh es ke arah Elen dan bersiap menendangnya. Akan tetapi, Elen kembali terbang dengan begitu lincahnya untuk menghindari serangan dari Izumi.


"Cih..!!" geram Elen.


Ketika Izumi akan terjatuh kembali ke tanah. Ia pun kembali mengeluarkan tekniknya.


Saat Izumi terjatuh dan berpijak ke tanah, ia pun langsung terpental melesat ke arah Elen seolah-olah sedang bermain dengan sebuah trampolin.


"Apa?!!" Elen kembali dikejutkan dengan teknik aneh yang diciptakan oleh Izumi. Lalu, ia pun kembali menyemburkan nektar madu beracun secara bertubi-tubi ke arah Izumi.


"Ice-Ice No Snake..!!"


Setelah itu, Izumi pun menghindari serangan Elen dengan meliuk-liuk layaknya seperti seekor ular pada umumnya. Ia masih terbang melesat ke arah Elen.


"Ice-Ice No Bullets..!!"


Dengan sangat cepat, Izumi pun berhasil memukul pipi Elen yang terbang di udara dengan kepalan tangannya yang dilapisi oleh es, "Buaghh..!!!"


"Sialan..!!" Elen pun tak menyangka dirinya berhasil diserang oleh Izumi. Lalu, ia pun langsung terpental hingga menabrak di tanah sampai mengalami keretakan.


"Bruakk..!!!"


Akibat dari serangan Izumi itu, sayap kupu-kupu milik Elen yang sebelah kiri pun tampak putus. Setelah itu, ia pun mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali sembari mengusap darah dari pinggir bibirnya.


"Cih, apa-apaan-" Ketika Elen berucap, ia kembali dikejutkan dengan Izumi yang sedang melesat ke arahnya kembali. Bahkan, saking cepatnya, ia tak sempat untuk menghindari serangan Izumi.


"Rasakan ini, Ice-Ice No Shooting Star..!!"


Dengan gerakan satu kaki mengarah ke depan, dengan satu kaki lainnya sedikit terangkat. Izumi pun kembali berhasil menyerang Elen dengan serangan kejutan. Izumi pun berhasil menendang tepat di perut Elen dan kembali menabrak tanah hingga mengalami keretakan.


"Bruakk..!!"


"Uaghhh...!!!" Elen kembali merintih kesakitan.


Tak berselang lama, terjadilah ledakan kecil dari efek tendangan Izumi tersebut, "Duarr..!!" Setelah itu, Izumi pun langsung melompat beberapa langkah kebelakang.


Dan, terlihat Elen yang sudah terkapar di tanah dengan kondisi luka yang cukup parah. Elen pun terlihat sudah pingsan. Dan kini, Izumi berhasil mengalahkan Elen salah satu anggota dari Eight Commander.


"Yeah.. sudah kukatakan sebelumnya, aku akan mengalahkanmu." ucap Izumi sambil tersenyum bersemangat.


Tak berselang lama, monster bangunan raksasa yang ditunggangi oleh Marc pun mencoba untuk memukul Izumi dari belakang.


"Bruakk..!!"


Dengan sigap, Izumi pun berhasil menghindari pukulan monster bangunan raksasa. tersebut dengan begitu mudah.


"Licik sekali menyerangku dari belakang." ucap Izumi.


"Apa kau lupa tempatmu saat ini berada? Kau sedang berada di medan perang bukan di arena pertandingan. Ya, walaupun kau bisa mengalahkan Elen, tapi kau belum tentu bisa mengalahkanku." ucap Marc yang berdiri diatas monster bangunan raksasa yang ia ciptakan.


BERSAMBUNG