Cosplay

Cosplay
Chapter 469 - Momentum.



Keesokan harinya.


Hari ini adalah hari besar dan hari yang paling ditunggu-tunggu. Pasalnya, tepat beberapa jam lagi pertemuan antar Walikota akan segera dimulai. Bahkan, dengan waktu yang masih pagi seperti saat ini, reporter, wartawan, serta kru-kru dari pertelevisan telah berkumpul di depan gerbang gedung Walikota Man City.


Para jurnalis juga tak mau ketinggalan dengan acara pertemuan antar Walikota yang sangat jarang terjadi hari ini. Bahkan puluhan polisi keamanan sudah terlihat berjaga-jaga di depan gedung walikota, agar para reporter, wartawan, Jurnalis dan lain-lain tidak memaksa masuk kedalam gedung.


Suasana yang sangat ramai bahkan rapat antar Walikota belum dimulai. Semua orang sangat antusias untuk melihat hasil yang didapat dari rapat tersebut. Ketika semua orang ingin rapat tersebut disiarkan langsung, namun pihak dari pemerintah Man City pun menolak untuk disiarkan langsung karena suatu alasan.


Gejolak-gejolak yang mereka rasakan begitu membara. Mereka tidak mau hasil dari rapat tersebut merugikan masyarakat dan hanya mementingkan kepentingan para pejabat. Ditambah kebusukan Trio konstantine juga sudah terungkap kepada publik dan membuat masyarakat begitu geram.


Sekilas, terlihat seorang pria dengan pakaian rapi terlihat sedang memandangi pemandangan keramaian keluar jendela dari sebuah ruangan. Pria itupun bernama Arkadiusz Krychowiak. Krychowiak adalah seorang walikota yang memimpin Man City cukup lama, sekiranya tiga periode.


Krychowiak menatap tajam orang-orang yang sudah berkumpul didepan gerbang gedung walikota, "Masih pagi seperti ini sudah berkumpul ramai gitu. Mereka itu bodoh atau bagaimana? Dasar masyarakat tuolol.." Krychowiak benar-benar sangat kesal.


Oleh karena itu Krychowiak tidak ingin menyiarkan rapat antar Walikota ini secara langsung. Karena, Krychowiak sendiri terlihat dari raut wajahnya seperti seolah-olah telah merencanakan sesuatu pada rapat tersebut. Jadi, dia tidak ingin rapat ini dipublish.


"Sepertinya waktunya akan segera tiba. Meski masih beberapa jam lagi. Aku harus segera bersiap-siap. Karena ini adalah acara yang cukup penting.." ucap Krychowiak dengan tersenyum licik.


Sementara itu di tempat Piatkowski berada. Sekilas Piatkowski yang sudah memakai pakaian rapi seperti pejabat pada umumnya. Namun, ekspresi Piatkowski selalu berada dalam tatapan kosong, tampaknya dia benar-benar telah dikendalikan.


Bahkan beberapa bodyguardnya pun diusir oleh nya karena Piatkowski tidak mau dikawal oleh para bodyguard-bodyguarnya itu. Piatkowski lebih memilih Hugo dan Amber sebagai pengawalnya.


"Tuan Piatkowski!!! Mereka berdua itu bukan bodyguardmu!! Ada apa, Tuan Piatkowski?! Apa yang sebenarnya terjadi padamu?!" tanya salah satu bodyguard yang merasa aneh dan janggal pada Piatkowski.


"Kau membuat aku marah. Hugo, Amber. Bunuh mereka semua. Aku tidak ingin melihat mereka didepan mataku." perintah Piatkowski.


"Laksanakan, Tuan.."


"Kami akan segera menghabisi mereka.."


ucap Hugo dan Amber sembari tersenyum licik. Mereka berdua pun langsung berjalan mendekat ke arah beberapa bodyguard dari Piatkowski.


"Tapi, tuan Piatkowski!!!" teriak salah satu bodyguard.


"Lebih baik kalian diam di tempat agar aku bisa membunuh kalian dengan tenang." ucap Hugo.


"Tenang, kami akan langsung membunuh kalian tanpa menyiksa kalian. Itu sudah lebih dari cukup kan?" tanya Amber.


"Kalian mau membunuh kami? Sebenarnya kalian menganggap nyawa manusia itu sebagai apa?"


"Sebagai mainan. Aku tidak peduli dengan nyawa manusia!! Aku hanya peduli pada uang!!!" teriak Hugo.


Hugo dan Amber pun langsung menyerang para bodyguard dari Piatkowski. Dan para bodyguard itu juga tak tinggal diam. Mereka juga akan menyerang karena tidak mau dubunuh begitu saja oleh Hugo dan Amber.


Beberapa saat kemudian, Hugo dan Amber berhasil membunuh semua bodyguard dari Piatkowski. Mereka terlihat begitu mudah saat mengalahkan dan membunuhnya, karena Hugo dan Amber adalah seorang pembunuh profesional.


"Mereka ini seperti tikus-tikus kotor yang pantas untuk dibunuh. Bahkan aku sendiri tidak perlu menggunakan kekuatanku untuk membunuh mereka semua. Mereka ini layaknya kroco.." ucap Hugo.


"Kerja bagus, Hugo, Amber. Sekarang, saatnya kita berangkat.." ucap Piatkowski dengan tatapan kosong.


"Ya, Tuan Piatkowski.."


Hugo dan Amber pun mengenakan topeng bercorak kucing untuk menutupi identitas asli mereka.


Sementara itu disisi lain, terlihat Paladino, Benn, Raiden, Vika, dan Davidestorm kembali memasuki gudang dimana Saito dikurung.


"Bagaimana? Apa kau sudah menyerah? Sudah tiga hari berturut-turut kau tidak makan? Apa kau mau makan? Mau makan?" tanya Benn.


"Aku tidak akan mengkhianati prinsipku sebagai seorang pembunuh bayaran. Lebih baik kalian bunuhlah aku daripada buang-buang waktu.." ucap Saito yang mencoba untuk memprovokasi Benn dan yang lainnya.


"Oey, kali ini aku akan memaksamu untuk berbicara loh. Apa kau sudah siap? Aku takkan segan-segan melakukan apapun demi mendapatkan informasi." ucap Paladino dengan tatapan sinis.


"Kenapa kalian ini masih bersikeras untuk mengulik informasi dariku sih? Aku sudah bilang takkan mengatakan informasi apapun kepada kalian. Bahkan aku tak peduli dengan nyawaku sendiri.." ucap Saito.


"Kayaknya ini interogasi yang sangat sulit. Karena orang yang akan diintegrasi ini sangat keras kepala. Jadi, sepertinya susah untuk mencari informasi darinya.." ucap Raiden.


"Aku sangat menyukai tekadnya yang tidak akan mengkhianati prinsipnya sendiri. Tapi, sayang sekali dia itu orang jahat. Karena dia suka membunuh orang-orang tak bersalah." ucap Davidestorm.


"Setiap pekerjaan yang ia lakukan pasti ada sebuah resiko. Dan ini adalah resiko yang harus dia terima. Nasib yang buruk.." ucap Vika.


Paladino dan Benn pun akan segera melakukan interogasi lagi kepada Saito. Mereka berdua juga akan melakukan apapun untuk untuk mendapatkan informasi itu. Karena mereka juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan begitu saja.


Sementara itu didepan penginapan. Terlihat Yoshino, Izumi, dan Killa sedang menunggu Firehn yang masih didalam penginapan. Mereka menunggu Firehn di dekat kereta kuda yang akan mereka gunakan untuk pergi ke rapat pertemuan antar Walikota tersebut.


"Hari ini akhirnya telah tiba. Aku tak tahu apa saja yang akan terjadi nanti. Semoga pertemuan itu berjalan dengan lancar walaupun terlihat akan ada sebuah perseteruan.." ucap Killa.


"Ada perseteruan atau tidak. Aku sudah siap menebas semua musuhku. Ketiga pedangku ini juga sudah tak sabar untuk bertarung." ucap Yoshino dengan nada bersemangat.


"Aku juga. Aku akan mengalahkan musuh-musuh itu. Aku takkan membiarkan Paman Firehn dibunuh oleh mereka begitu saja." ucap Izumi.


Beberapa saat kemudian, Firehn pun keluar dadi penginapan.


"Baiklah, waktunya berangkat.." ucap Firehn.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti see you next Chapter!!!