Cosplay

Cosplay
Chapter 411 - Eksekusi Mati.



Di pulau tak bernama yang dikelilingi tembok raksasa serta gerbang keadilan. Terlihat sebuah pemandangan dimana para pejabat yang menjadi komplotan para Konstantine bersaudara telah datang dan duduk dibawah panggung besar yang akan digunakan untuk eksekusi mati.


Mereka adalah Juliasu, Stepyan, Emperu, Kaan-Jens Ribas This Privates.


"Oey, siapa yang akan di eksekusi mati hari ini? Apa orang yang akan di eksekusi itu orang penting kok sampai mengundang banyak orang?" tanya Ribas yang berjalan menuju ke tempat duduknya.


"Apa kau ketinggalan berita, Ribas? Yang akan di eksekusi hari ini akan Xia Wakarimashita. Dia itu seorang aktivis yang meresahkan bahkan dulu dia adalah dalang dari orang-orang yang melakukan demo besar di Working City. Dia sudah mengancam kami, yasudah eksekusi adalah jalan yang paling pas untuknya.." ucap Emperu yang berjalan disamping Ribas.


"Dia memang wanita, tapi dia semakin berbahaya bila dibiarkan. Apalagi prinsipnya yaitu untuk menegakkan keadilan di Negeri ini, yang berarti menentang kita. Apa jadinya kalau kita tidak bisa korupsi? Ya matilah.." ucap Juliasu yang berjalan dibelakang Emperu dan Ribas.


"Sayang sekali orang sepertinya harus mati di tempat seperti ini. Mungkin dia bisa dimaafkan kalau bergabung dengan kelompok kita, yakan? Bisa jadi yakan?" tanya Stepyan.


"Mana mungkin, bodoh!! Aku tidak ingin dia bergabung dengan kita! Karena dia sudah membuatku kesal!!" geram Juliasu.


Kemudian dibelakang mereka berempat, terlihat seorang Diamitris yang tubuhnya dipenuhi dengan perban karena serangan dari tebasan Yoshino, lalu disusul oleh Ziad Ghannouchi, Mykyta Kalashnikov, Cayetano Moskalenko, dan Piekarski Alexandos.


"Kyaaa!! Siapa yang menyakiti sayangku Diamitris sampai terluka parah begini?! Aku akan membunuh orang itu sekarang juga!! Aku tidak terima sayangku menjadi seperti ini!!" Ziad memeluk Diamitris dengan sangat era sehingga membuat Diamitris sedikit sesak.


"Oey-oey!! Bisakah kau lepaskan pelukanmu itu?! Dadaku sangat sesak dan lukaku juga bisa terbuka kembali woi!!" teriak Diamitris.


"Maafkan aku, Diamitris-kun!!"


"Yare-yare, enak banget ya punya pacar, bisa bucin kapanpun dia mau. Bikin iri saja. Pacaran mati saja sana!!!" bentak Cayetano.


"Berisik kau, Cayetano. Dasar Jomblo. Udah jomblo, berisik, jelek, hidup pula, mati sana.." ejek Mykyta.


Jlebbb!!! Kata-kata dari Mykyta menusuk hati Cayetano dengan sangat dalam. Bahkan Cayetano langsung memegang dadanya karena rasa sakit dari ucapan Mykyta itu sangat luar biasa.


"Bre-brengsek kau!! Kalau aku sudah tampan, jangan harap kau mau pacaran denganku, Mykyta!! Aku akan terus menolakmu sampai kau ingin bersujud hingga menjilati kakiku!! Awas kau ya!!" teriak Cayetano.


"Hoi-hoi, ada apa dengan kalian berdua ini, Mykyta! Cayetano! Apa kalian tidak bisa akur dalam sehari saja?! Padahal sebentar lagi kita akan menyaksikan eksekusi mati yang luar biasa!!" ucap Piekarski dengan nada marah.


Beberapa saat kemudian, mereka semua pun duduk di bangku VIP yang sudah disediakan. Tak berselang lama kemudian, Konstantine bersaudara pun datang dan langsung menaiki tangga menuju ke atas panggung, diatas panggung sudah tersedia tiga bangku VIP yang telah disediakan.


"Hari ini adalah hari yang sangat indah! Aku akan melihat eksekusi mati dari tokoh penting kubu kontra pemerintah!! Pasti mereka akan kebingungan dengan hilangnya Xia dan akan ditemukan mati secara misterius!! Mari kita buat konspirasi sebanyak mungkin, hingga masyarakat membuat banyak opini liar diluar sana!! Huahahaha!!" ucap Fischl sembari tertawa jahat terbahak-bahak.


"Hilang secara tiba-tiba, lalu ditemukan mati secara misterius? Ide yang menarik, mereka yang bodoh takkan tahu kalau kitalah yang telah mengesekusi mati dia.." ucap Koizumi sembari tersenyum licik.


"Aku sudah tak sabar untuk membunuh Xia dengan kedua tanganku sendiri. Oh iya, bagaimana kalau kepalanya nanti kita pajang di pusat kota Working City?" tanya Babenko.


"Yaps. Betul. Korupsi adalah yang paling utama. Persetan dengan keadilan. Keadilan tidak membuat kita menjadi kaya.." ucap Koizumi.


Mereka bertiga pun duduk di bangku VIP diatas panggung yang telah disediakan. Tak berselang lama kemudian, Xia pun datang dengan kedua tangan terikat oleh rantai menaiki panggung dengan dikawal oleh dua algojo berbadan besar dibelakangnya.


"Tak kusangka, ini adalah akhir dari perjalanan hidupku untuk menegakkan keadilan. Padahal aku selalu berharap bisa melihat ketidakadilan musnah di Negara ini. Tapi, takdir berkata lain, yasudalah.." ucap Xia dengan senyuman pasrahnya.


"Oh, jadi dia orang yang bernama Xia Wakarimashita, ya? Baru kali ini aku melihatnya langsung, atau aku yang lupa ya kalau sudah bertemu dengannya?" tanya Ribas.


"Ya. Itu orangnya. Meski dia wanita. Dia sangat lah berbahaya bagi pemerintahan. Dia bisa saja menghambat kita untuk korupsi. Apalagi korupsi bansos itu paling nikmat, aku jadi ingin korupsi bansos lagi.." ucap Juliasu.


"Kalau aku sih suka korupsi anggaran proyek. Intinya selama bisa di korupsi, aku menyukainya. Karena korupsi kita jadi kaya.." ucap Emperu.


"Eh? Apa kalian gak sadar? Kalau si Ragiru itu belum datang kesini sama sekali?" tanya Stepyan.


"Ah iya. Pantas saja aku belum melihatnya sama sekali disini. Ternyata belum datang. Kemungkinan dia lagi meracik lirik lagu India bodohnya itu lagi, jadi gak usah khawatir." ucap Juliasu.


"Melihatnya berjoged heboh sambil menyanyikan lagu India itu sangat menjijikkan, cuih. Siapa yang tidak muntah coba. Syukur saja kalau dia tidak datang ke acara ini. Bisa kacau nanti.." ucap Emperu.


"Oey, jangan gitulah. Meski dia Ragiru itu orang aneh, dia juga teman kalian loh. Tapi hati-hati saja sih, Ragiru itu pria ngondek. Hati-hati kalau kalian lengah nanti bisa di tusbol haha.." ucap Ribas tertawa.


"Astaga benar juga. Dia kan pria ngondek. Mentusbol teman sendiri itu bisa jadi kemungkinan. Dia memang sedikit tidak normal, jadi harus waspada nih.." ucap Juliasu.


Sementara itu, terlihat perahu yang digunakan Pilkington, Dapidson, dan Xianfeng sudah berada tepat didepan gerbang keadilan yang sangat besar menjulang tinggi ke udara.


Mereka bertiga mendongak keatas.


"Wow. Baru kali ini aku melihat gerbang ini dari jarak sedekat ini. Bahkan tembok yang mengelilinginya juga tak kalah tinggi. Seperti pada serial Attack on Titan saja.." ucap Pilkington.


"Lalu, bagaimana cara agar kita bisa masuk kedalam sana? Mustahil kan kita bisa masuk kedalam dengan cara memanjat gerbang ini?" tanya Dapidson.


"Bisa. Kita bisa masuk kedalam sana melalui bawah laut." ucap Xianfeng.


"Apa?!! Bawah laut?!! Yang benar saja?!!" teriak Pilkington dan Dapidson secara bersamaan.


B E R S A M B U N G