Cosplay

Cosplay
Chapter 496 - Control.



Karena suatu alasan, Filimonov akhirnya memberi tugas kepada Elizabeth untuk memanggil tiga diantara empat orang kepercayaannya untuk segera datang di Istana Negara.


Kini Filimonov sudah berada di sebuah ruangan yang akan dia gunakan untuk melaksanakan rapat terhadap orang-orang kepercayaannya. Filimonov duduk di sebuah kursi yang terbuat dari emas. Dia tampak memasang raut wajah bosan.


Tak berselang lama setelah itu, Elizabeth pun datang kedalam ruangan tersebut untuk memberitahu kepada Filimonov bahwa tugasnya sudah dia laksanakan dengan baik.


"Filimonov-kun, aku sudah memanggil tiga orang itu. Mungkin saat ini mereka sedang bergegas kesini. Jadi bersabarlah.." ucap Elizabeth sembari tersenyum tipis.


"Ya-" jawab Filimonov.


Selang beberapa detik kemudian, terlihat Navikovas yang datang memasuki ruangan rapat tersebut. Raut wajah nya begitu sumringah saat melihat dirinya yang sudah hadir sebelum yang lainnya.


"Yeah, aku datang lebih cepat dari tiga orang lainnya. Dan, hal yang terpenting adalah, aku melihatmu, Tuan Filimonov. Kau melesatkan serangan besar itu dengan sangat keren!!" ucap Navikovas dengan kedua matanya yang berbinar-binar. Tampaknya Navikovas sedikit kagum dengan Filimonov.


"Wah, aku sangat iri sekali. Seandainya aku bisa melihat Filimonov-kun. Pasti aku juga akan terpukau. Pasti sangat keren.." ucap Elizabeth yang memuji-muji Filimonov.


"Sudahlah. Aku tidak butuh pujian kalian. Aku hanya ingin fokus membahas hal ini kepada kalian nanti." ucap Filimonov.


"Membahas tentang apa?" tanya Navikovas.


"Nanti. Tunggu yang lain datang." jawab Filimonov.


"Baiklah-baiklah. Tapi apa kau sudah tahu, Tuan Filimonov? Bahwa serangan besar yang telah kau lesatkan itu memberikan dampak yang luar biasa di Man City. Bahkan badai nuncul karena ledakan besar dari bola energi kegelapan milikmu, Tuan Filimonov.." ucap Navikovas.


"Aku tidak peduli dengan efek, atau apalah. Masyarakat itu hanyalah sampah. Mereka adalah pion yang setiap saat akan kukorbankan entah itu akan kujual ke pasar gelap atau kujadikan tumbal kepada iblis. Dua hal itu adalah yang terpenting sekarang.." ucap Filimonov.


"Sangat mengerikan sekali. Dan, aku semakin kagum denganmu, Tuan Filimonov. Aku tak khawatir lagi kalau pemimpinku adalah orang yang kuat.." ucap Navikovas sembari tersenyum licik menyeringai.


"Benar sekali, kalau pemimpin kita kuat. Maka tak ada rasa khawatir bagi kita sebagai bawahan. Benar, kan?" tanya Elizabeth kepada Navikovas.


"Yaps, benar sekali!!!" jawab Navikovas.


Beberapa saat kemudian, akhirnya yang telah ditunggu-tunggu oleh Filimonov pun telah datang, mereka adalah Svedkauskas, Jankauskas, dan Slaviaiskas.


"Kalian ini benar-benar lama sekali. Bahkan aku sampai bosan menunggu kedatangan kalian bertiga. Tapi, tidak apa-apa, karena kalian sudah datang kemari.." ucap Filimonov dengan raut wajah bosan.


"Maafkan aku, Tuan Filimonov. Karena aku masih harus sedikit membersihkan tubuh indahku ini dari kotoran debu yang bisa melukai kulit. Aku. tidak mau kecantikanku ternodai oleh debu sebelum bergegas dalam pertemuan ini.." ucap Slaviaiskas. Dia mengelus-elus kulit mulusnya.


"Aku juga harus menyelesaikan sedikit urusan dengan wanita-wanita cantik yang telah menemaniku di Bar. Aku harus meminta izin kepada mereka terlebih dahulu kalau aku akan kembali untuk menemani mereka kembali." ucap Jankauskas.


"Pasti kau sedang ada masalah dalam hal percintaan atau.. Kau selingkuh, dan membuat wanita-wanita itu marah kepadamu?" tanya Svedkauskas dengan nada mengejek.


"Cih. Dasar sok tahu. Kenapa kau tidak mengurus dirimu sendiri saja. Bahkan kau tak pernah pergi ke Bar, dan hanya memih pergi ke taman bermain, dasar kekanak-kanakan." ucap Jankauskas yang mengejek balik perkataan Svedkauskas.


Svedkauskas dan Jankauskas pun saling mengejek satu sama lain. Mereka mengejek dengan sangat sengit. Namun, Filimonov yang geram dengan tingkah laku mereka berdua pun langsung mengeluarkan sisa dari aura iblis yang ia dapatkan.


"..... Kalau kalian bertengkar dan berbuat seenaknya lebih dari ini. Maka aku takkan segan-segan untuk menumbalkan kalian berdua kepada iblis." ucap Filimonov dengan ekspresi tatapan tajam kepada Jankauskas dan Svedkauskas. Dia benar-benar sangat geram.


Svedkauskas dan Jankauskas yang melihat hal itu pun langsung menelan ludah nya. Mereka berdua tiba-tiba ketakutan begitu saja ketika melihat Filimonov yang cukup marah. Akhirnya Svedkauskas dan Jankauskas pun terdiam.


Beberapa saat kemudian. Jankauskas, Svedkauskas, Slaviaiskas, Navikovas, dan Elizabeth pun sudah duduk di kursi nya masing-masing. Dan pembahasan dari pertemuan ini pun akan dimulai.


"Baiklah. Suasana sudah tenang sekarang. Jadi, kita mulai pembahasan kali ini." ucap Filimonov.


Jankauskas, Svedkauskas, Navikovas, Slaviaiskas, dan Elizabeth pun mengangguk sembari tersenyum licik.


"Filimonov-kun, kali ini kita akan membahas tentang apa?" tanya Elizabeth.


"Aku ingin membahas hal penting kepada kalian semua. Yaitu tentang bisnis yang telah kujalankan ini. Beberapa pelangganku ingin membeli beberapa budak, serta salah satu kelompok Bajak Laut juga ingin membeli beberapa budak dari kita berkat Elizabeth-chan." Filimonov menjelaskan panjang lebar kepada semua orang yang berada didalam ruangan rapat tersebut, "Tapi.."


"Tapi apa, tuan Filimonov?" tanya Slaviaiskas.


"Aku kekurangan stok manusia lagi. Kini aku telah membutuhkan banyak orang untuk dijual sebagai budak serta tumbal yang akan kuberikan kepada iblis itu. Aku punya tugas kepada kalian berempat. Hubungi pembunuh bayaran dimasing-masing wilayah untuk mencari orang lebih banyak lagi." ucap Filimonov.


"Baiklah, aku akan melakukannya dengan senang hati." ucap Svedkauskas.


"Aku ingin melakukan meditasi sendirian selama beberapa hari untuk meningkatkan daya pikir serta mencari cara untuk melepaskan segel dari iblis tersebut.." ucap Filimonov, "Kalau segel dari Iblis itu berhasil kubuka, maka kekuatan seratus persen dari Iblis itu bisa kumiliki.." ucap Filimonov.


"Okey, Tuan Filimonov. Aku juga sudah paham. Tugas ini akan keselesaikan dengan baik sementara anda masih melakukan meditasi." ucap Jankauskas.


"Ya, aku setuju dengan hal itu. Aku ingin melihat Tuan Filimonov lebih kuat lagi dan menciptakan serangan yang lebih besar dari saat itu. Aku benar-benar tak sabar untuk melihatnya." ucap Navikovas dengan kedua matanya yang berbinar-binar.


~


Disaat Filimonov dan beberapa orang kepercayaannya sedang melakukan rapat untuk membahas sesuatu hal. Kini kita berpindah ke tempat lain. Di sebuah tempat yang dipenuhi hutan lebat. Terlihat cukup banyak orang, sekitar puluhan sampai ratusan orang yang mengenakan jubah dengan tudung jubah sedikit menutupi wajah mereka. Mereka sedang berjalan menuju ke suatu tempat.


"Baiklah. Sebentar lagi kita akan sampai di tempat tujuan." Sekilas tudung dari pria ini terbuka karena hembusan angin. Dan terlihat wajah dari sosok asli pria ini begitu jelas. Secara mengejutkan, pria ini adalah Konstantine Firehn.


Konstantine Firehn?


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!!