Cosplay

Cosplay
Chapter 387 - Estetika Menulis Dengan Baik Dan Benar.



Estetika menulis, ini judul chapter kok begini? Maunya gimana? Gini doang yang kudapatin saat membuat kesepakatan chapter melalui pikiran dangkal.


Kita memulai dengan terlalu banyak kata 'disini, 'disana, 'dimana, 'diantara dua kilo kiri kanan, sekiranya tempat disana, tetapi di tidak mendapatkan spasi sebagai pemisah menjadi kata 'di sana' kesalahan teknis yang selalu menghantui sang penulis adalah kosakata yang selalu aneh dan gak enak dibaca.


Diyakinkan bahwa cerita ini cupu, narasi diperpanjang dengan rentetan sinonim yang merujuk dalam arti sama saja.


"Dimana rumah Jefri? Itu disana? apakah ini semacam kosakata yang salah, oshiete... sensei!" Seorang bertanya, wanita cantik dengan tatapan meratapi kesalahan dan keinginan untuk mengetahui bagaimana cara menulis dengan baik dan benar.


"Sebagai contoh; estetika dalam menulis adalah tidak berkata kasar dalam ketikan, aku hobi banget kurang ajar demi biar semakin mantap saja tulisan.." Balas sang suara yang disebut sensei.


Siapakah sebenarnya mereka berdua ini, apakah semacam kombinasi terburuk berbahaya, menakutkan dalam kediaman tanpa aksi mencekam? Atau hanya NPC yang dimunculin buat nambah kosakata doang?


Kita tak pernah tau, siapa mereka, nama mereka bagaimana, abjad seperti apa, dan mau dibawa ke mana. Karena stuktur kata belom terungkap, nama mereka masih misterius, karena cerita ini sengaja memperbanyak masalah.


Estetika yang gemilang, adalah sifat Manusia yang sopan santun dan tidak toxic, jauh di sana, dengan ratusan kilo jalan yang harus kalian tempuh untuk menemukan tata krama, yang kalian temukan hanyalah orang-orang bodoh doyan ngedemo sana-sini.


Suara mereka takkan di dengarkan, begitulah, karena di wilayah ngenes dengan tipu muslihat dan ngekorupsi di mana-mana, maka yang di dapatkan dari perdemo-an adalah kesia-siaan.


Xia dengan rambut indahnya, hitam, dan dengan sorotan mata tajam, bola mata hitam, dengan semangat membara, semangat api, dengan intonasi suara yang keras, berusaha merobek langit, suara yang ingin di dengarkan oleh mereka, apakah bisa sampai ke sana, atau sekedar bertamasya ke pendengaran sang burung untuk disampaikan kepada sang Pemcipta?


Jawabannya tidak.


Meskipun engkau berteriak, meskipun engkau menyuarakan suara yang keras, Langit, Bumi, bahkan Matahari, tidak akan merespon.


Terciptalah air mata, kehampaan, rasa lapar, ketidak-adilan, keserakahan, ketidak-ingin mati muda karena masih kepengen menikah, Manusia dalam wilayah Working Man Blues memiliki banyak pemikiran indenpenden.


Meskipun mereka bersatu untuk melakukan perdemo-an, pemikiran mereka masih beda satu-per-satu, karena Manusia ingin menjadi pribadi yang indenpenden.


"Koalisi melahirkan jumlah, jumlah melahirkan dominan, dominan membuat kita kuat, tetapi pemikiran indenpenden, bisa membuat kita selamat dari kematian..." Xia selalu memberikan apresiasi, meskipun bahkan mungkin Ia akan dikhianati nanti, atau mereka yang mendukungnya meninggalkan dia sendirian.


Dia takkan berhenti bersuara atas nama keadilan dan Hak Asasi Manusia.


Semakin menjadi-jadi teriakan, dan semakin pula Fraksi Babenko ingin mengakhiri suara sang Xia.


"Sudah kukatakan, dia cocok dibunuh, terlalu banyak bacot, adalah ciri-ciri player epical glory yang stress dan hobi losestreak..." ucap Babenko.


"Losestreak, aku saja yang sudah Mitikal Glory masih bisa Losestreak karena hobi kena troll.." bang Pandora bersuara, suasana sedih, nampaknya dia sudah lelah losestreak kena troll mulu, "Tapi bagi para pembaca yang kepengen belajar hero dari bang Pando, cukup nonton live-nya di Peshbukto, nama panspagenya adalah Pandora Gaming..." sambung Pandora yang ngepromosiin fanspagenya, biar nambah banyak pengikut.


Sementara di semesta yang masih ngawur-ngawur-an, gak tau mau di bawa kemana ini inti cerita.


"Mereka sedikit meresahkan, tetapi nampaknya kita bisa mengejar mereka bahkan sampai ke-ujung dunia sekalipun..." Pria ini adalah seseorang yang sudah tidak dapat diragukan lagi, selalu mengejar buruan kemanapun buruan itu pergi.


"Aku juga gak habis pikir, kenapa fraksi culun kayak Departemen Perlindungan Satwa ikutan terlibat dalam kekacauan.." Mirabelle ikut dalam obrolan.


"Si Culun Hirn sudah berucapkan ke-ngacoan, katanya si Uban satu biji bernama Hozucupu membunuh satwa yang terlindungi sekaligus memakan satwa itu di depan si Hirn , betul-betul asosiasi sampah, bahkan mereka membiarkan Satwa harus mati.." si Mas Rocky sok jago, padahal dia gak lihat betapa kerennya abang Hirn melawan Hozuki.


Kata-kata mereka adalah cerminan kesantaian, hobi santai, saking santainya mereka pun bisa banyak waktu luang meskipun hobi ngejar si Izumi dan kawan-kawan.


"Semakin kita kejar, semakin mereka jauh; tak pernah kami letih untuk menangkap mereka, kalau ketangkap bakalan kuhukum seumur hidup tanpa jaminan pembebasan, apalagi siapa tuh yang Hozucupu apalah itu; dia tidak berperike-hewanan, dia harus dibasmi sampe modyar.." Rocky sudah mengultimatum mereka, dendam kesumatnya tiada akhir. Seakan-akan Rocky ditakdirkan untuk mengalahkan fraksi cupu-cupu klub itu.


Sementara di sisi lain lagi.


Shoba dalam kehampaan, Shoba dalam menyukai seseorang, Shoba dalam kebucinan yang mengkhawatirkan, dan Shoba selalu tentang Shoba yang selalu ngaco dan tak tahu malu.


"S-shion... mantap..." Hatinya berbunga-bunga ingin mengungkapkan cinta, tetapi selalu tertunda tanpa kata-kata, benar-benar cupu kayak yang nulis.


Narasi barusan menyamakan kehidupan nyata dan kehidupan fiksi , tak ada habisnya memasukan unsur yang gak berguna.


"Huh?" Dia sedikitnya jutek, atau berusaha memerankan karakter yang memang jutek, biasa ajah, atau memang dirinya masih belum mengerti soal cinta, selayaknya gebetan yang kamu suka tapi jutek dan hobi balas pesan pendek-pendek. Seperti inilah Shion sekarang.


"B-betsuni..." terbata-bata Ia, selayaknya Manusia yang mati langkah , mati kata, tak bisa beraksi mengungkapkan rasa suka, jantung berdetak, ingin kasih sayang, tetapi apa yang Ia suka, hanyalah kejutekan tingkat tinggi dengan kata-kata pendek sebagai balasan.


"Oke..."


[Shoba Mind : Ia selayaknya bidadari, kecantikan terindah dari unsur suci yang pernah ada di bumi, tetapi sifatnya selayaknya artis idola, tidak tertarik membalas kata cinta dengan kata yang panjang, menjadi pendek dengan singkatan ngeselin, dasar jutek, tetapi aku cinta]


Shoba memikirkan begitu dalam pikiran, dan kemudian bersuara untuk didengarkan, suara yang memang sengaja untuk diperdengarkan, "Selamat istirahat, nona Shion.." meskipun kata itu adalah cerminan melarikan diri dari kehampaan.


Estetika menulis dengan baik dan benar tidak ada dalam cerita ini, imbuhan Di yang tak memakai spasi terlalu sering di-ulang-ulang, dan ada akun TokTok culun sok-sok buat video dengan tulisan : [Pelajaran Bahasa Indonesia Tidak Penting] Kenapa harus ada disekolah.


Pantesan gak penting baginya , dia ajah nulis gak pake spasi saat merujuk ke-tempat .


"Mengapa konten gajelas seperti TokTok di-sebut juga?" Ragiru nampak membaca adegan barusan, "Aku juga meskipun video-ku 'Cringe' tapi aku tak setuju dengan orang itu, karena tanpa pelajaran Bahasa, kosakata yang indah takkan terekspos, dan kita main roleplay jadi gak paham majas indah seperti 'elegi', Manusia seperti itu terlalu meremehkan Bahasa, dia sangat dangkal dan tak berwibawa, Estetika menulis kali ini mungkin akan menarik, tetapi aku sebagai pemerhati Konten TokTok, masih ada di sini untuk memainkan peran antagonis tetap dukung aku ya, pembaca!!" Seru mas Ragiru dengan mantap, dia sudah mengeluarkan segala *****-bengkek-nya mang Author.


"Saikyou da, Ragiru!!" Ternyata kata-kata mantap mang Ragiru sudah di rekam oleh mbak Vina Breakingnews si ahli pembawa berita, dan kata-kata Ragiru sudah ditayangkan di banyak tempat.


"Kebenaran mutlak, aku tidak akan OBJECTION.." Komentar Izumi yang sedang menonton Televisi di kapal, sembari mereka masih berpesta, ada Daviderstorm juga menonton.


B E R S A M B U N G