
Flashback beberapa saat yang lalu. Ketika Izumi belum terlibat dalam pertarungan melawan Jarvis, tepatnya di sebuah jalanan besar yang cukup ramai. Kala itu, Izumi, Dapidson, dan Pilkington masih berjalan tanpa arah hanya untuk menikmati udara segar.
Saat itu terlihat Fubuki yang sedang berjalan di sebuah jalanan besar untuk menemui salah satu rekannya yang bernama Tenkyuushimasita. Fubuki dan Tenkyuushimasita berpisah satu sama lain karena mempunyai suatu urusan yang harus diselesaikan.
Jalanan besar yang tampak ramai dilalui oleh para pejalan kaki, Fubuki terus menelusuri jalan tersebut, dan dia pun menyadari sosok Izumi dari kejauhan.
"Izumi?"
Untuk memastikan salah atau tidaknya itu Izumi, Fubuki pun berjalan mendekat untuk berpapasan dengannya. Dan ketika Izumi dan Fubuki saling berpapasan satu sama lain..
"Aku tidak salah lihat, dia benar-benar Izumi." ucap Fubuki.
Fubuki pun melanjutkan jalannya setelah mengetahui orang yang berpapasan dengannya adalah saudaranya, Izumi. Fubuki juga menyadari bahwa Izumi telah menoleh ke arahnya, namun dia tidak menghiraukan hal itu dan tetap berjalan.
"Aku penasaran dengan apa yang Izumi lakukan di tempat seperti ini."
Kemudian, Fubuki pun mempunyai sebuah rencana untuk mengikuti Izumi dari kejauhan secara diam-diam. Dan, ketika jaraknya dengan Izumi sudah cukup jauh, Fubuki pun berbalik. Fubuki berjalan mengikuti Izumi.
Beberapa saat kemudian, Fubuki melihat Izumi yang sedang mengejar sosok pria mencurigakan yang berlari dari atap rumah ke atap rumah lainnya. Izumi berlari, Fubuki juga berlari.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang dia lakukan dengan pria yang sedang dia kejar itu?" gumam Fubuki yang masih mengejar dari kejauhan.
Namun, Fubuki tak ingin Izumi memgetahui identitasnya begitu saja. Oleh karena itu, Fubuki pun membeli sebuah topeng yang secara tak sengaja sudah berada disebelah Fubuki. Fubuki membelinya. Kemudian mengenakannya. Fubuki kembali mengejar.
Cukup lama Fubuki mengejar Izumi. Hingga pada Akhirnya, Izumi berhenti di depan sebuah gang. Kala itu Fubuki melihat Izumi yang memasang raut wajah cukup kesal lalu melompat ke udara ke arah gang tersebut.
Ketika Fubuki berlari ke gang tersebut, tiba-tiba dia mendengar sebuah dentuman dari pukulan yang dilesatkan oleh Izumi.
"Apa?!"
Fubuki berdiri disamping gang sembari melirik kedalam gang. Fubuki melihat Izumi yang sedang berada didalam gang. Dan tiba-tiba, Izumi sudah mengalahkan pria yang bernama Jarvis tersebut. Tampak Fubuki sangat terkejut karena Izumi bisa sekuat ini.
"Hebat sekali. Setelah sekian lama tidak bertemu dengan Izumi. Tiba-tiba saja aku dikejutkan dengan dia yang sudah menjadi sangat kuat." Ucap Fubuki yang tersenyum bersemangat dibalik topeng yang ia kenakan.
Fubuki benar-benar sangat terkesan dengan perkembangan Izumi. Izumi yang dulu hanya sebatas bocah ingusan, kini sudah berubah menjadi sosok Bajak Laut yang kuat. Beberapa saat kemudian, Pilkington dan Dapidson pun datang berpapasan dengan Fubuki saat hendak memasuki gang.
Pilkington dan Dapidson sekilas melihat ke arah Fubuki yang sedang mengenakan topeng. Mereka menghiraukannya, dan memasuki gang, dimana Izumi berada.
"Ouh, mereka berdua itu rekannya, ya? Tapi sepertinya itu bukan rekan bajak laut nya." ucap Fubuki dengan nada pelan.
Kemudian, Fubuki melihat Izumi yang berlari keluar dari gang, ia pun langsung bergerak cepat agar tidak diketahui oleh Izumi. Setelah Izumi keluar dari gang, Fubuki pun kembali membuntutinya dari belakang.
Flashback berakhir.
"Fubuki Neesan!!!"
Izumi yang menyadari bahwa perempuan bertopeng yang ia lawan adalah Fubuki, saudarinya sendiri pun merasa sangat senang. Izumi tersenyum lebar.
"Yo!!!"
"Aku juga sangat senang bisa bertemu denganmu lagi, Izumi. Tak terasa setelah sudah sekian lama, kita bertemu kembali sebagai seorang Bajak Laut." ucap Fubuki sembari tersenyum tipis.
"Ya, itu benar!!!"
"Dengar-dengar, kau telah menghadapi musuh yang kuat selama petualanganmu menjadi Bajak Laut ya?" tanya Fubuki.
"Seperti yang kau katakan, itu benar. Aku sudah beberapa kali melawan musuh-musuh yang kuat di lautan yang luas ini. Bahkan mereka hampir saja berhasil membunuhku. Tapi, keberuntungan masih berpihak kepadaku dan Bajak Laut ku, alhasil, aku masih bisa bertahan hidup sampai sekarang!!!" ucap Izumi dengan nada kegirangan.
"Hadeh, padahal kau hampir mati terbunuh, tapi kenapa kau malah kegirangan begitu, Izumi. Apa kau sama sekali tak takut berurusan dengan bajak laut kuat diluar sana ya?" Tanya Fubuki sembari menepuk jidatnya.
"Tidak. Karena dengan melawan mereka aku semakin bersemangat untuk menjadi lebih kuat lagi agar bisa mengalahkan mereka, bajak laut kuat diluar sana.." ucap Izumi.
"Yare-yare, kau sama sekali tak berubah. Dari dulu kau itu tetap saja maniak bertarung.." ucap Fubuki.
"Huahahaha!!!"
"Lalu, bagaimana dengan Filimonov?" Fubuki tiba-tiba menanyakan tentang Filimonov si presiden Grousse Kontinent kepada Izumi.
Izumi perlahan memasang raut wajah serius, "Itu dia. Filimonov adalah orang yang sangat kuat. Bahkan dia bekerjasama dengan iblis agar mendapatkan kekuatan tak terbatas." ucap Izumi.
"Bekerjasama dengan iblis, ya? Baru kali ini aku mendengar sesuatu tentang iblis. Bahkan selama perjalanan Bajak Laut ku, aku sama sekali tidak pernah melawan Bajak Laut yang menggunakan kekuatan iblis. Mungkin Filimonov ini akan menjadi lawan yang sangat berat, Izumi.." ucap Fubuki.
"Ya, tentu saja. Filimonov akan menjadi musuh yang sangat kuat. Oleh karena itu, Pasukan Revolusi sedang melakukan pembahasan strategi untuk mengalahkan Filimonov dan penyerangan terhadap pemerintah.." ucap Izumi.
"Jadi, perang saudara akan segera terjadi di Negara ini, ya? Tapi, setelah melihat situasi yang cukup rumit disini, aku memutuskan sesuatu.." ucap Fubuki.
"Memutuskan apa?" tanya Izumi.
"Memutuskan untuk membantumu melawan Filimonov, Izumi!!! Kita akan mengalahkannya di Medan perang nanti. Sudah sekian lama, kita tidak melakukan serangan kombinasi.." ucap Fubuki sembari tersenyum bersemangat.
"Kau benar, Fubuki-Neesan. Kita tunjukkan kekuatan dari kombinasi kita." ucap Izumi yang juga tersenyum bersemangat.
Izumi dan Fubuki pun saling berjabat tangan satu sama lain. Raut wajah mereka menunjukkan semangat antusias yang cukup tinggi untuk mengalahkan Filimonov. Mereka berdua sama sekali tak gentar dengan kekuatan iblis yang dimiliki oleh Filimonov.
"Aku mengandalkanmu, Izumi."
"Ya, aku juga mengandalkanmu, Fubuki-Neesan."
Fubuki dan Izumi berencana untuk bekerjasama melakukan serangan kombinasi di medan perang nanti.
Perlahan hari pun memasuki malam. Dunia sudah semakin gelap. Sementara itu, di Blues City. Terlihat Filimonov yang berdiri diatap Istana Negara nya sembari memandangi bulan purnama yang tampak bersinar terang.
"Aku akan menjadi kuat. Iblis berpihak kepadaku. Maka, takkan ada yang bisa mengalahkanku saat ini. Pasukan Revolusi bodoh itu, entah masih ada atau sudah lenyap, aku sama sekali tidak peduli. Karena aku bisa menghabisi mereka semua dalam sekejap.." ucap Filimonov sembari tersenyum licik menyeringai.
B E R S A M B U N G