Cosplay

Cosplay
Chapter 196 - Perang Besar Memasuki Babak Tengah!



Saat ini, terlihat Izumi, Yoshino, dan Shu yang berdiri beberapa meter dihadapan lima anggota Eight Commander dan Hristov. Kini, mereka bertiga menatap tajam sambil tersenyum menyeringai dan bersiap-siap untuk melakukan serangan.


Setelah itu, terlihat Zach dan Espener yang merupakan anggota dari Eight Commander pun langsung berlari ke arah Izumi, Yoshino, dan Shu. Tak berselang lama, Zach pun langsung menarik pedangnya dan menebaskan pedangnya dari jarak jauh ke arah Izumi, Yoshino, dan Shu.


"Wind of Knife..!!"


Tebasan pedang milik Zach menciptakan sebuah angin berbentuk sebuah pisau yang langsung melesat ke arah Izumi, Yoshino, dan Shu, "Batss..!! Batss..!! Batss..!!"


"Rasakan itu..!!" ucap Zach.


"Tyeng..!! Tyeng..!!" Yoshino dan Shu pun menangkis serangan Zach dengan pedang milik mereka.


Sementara itu, Izumi pun melompat salto kedepan untuk menghindari tebasan yang dilesatkan oleh Zach. Lalu, ia pun melompat ke udara dengan cukup tinggi.


Seketika, tangan kanan Izumi pun berubah menjadi tangan kanan es raksasa. Ia pun mengepalkan telapak tangannya dan langsung memukulnya ke arah Espener dan Zach yang sedang berlari ke arahnya.


"Ice-ice no Elephant Hits..!!"


"Bruakk!!! Pukulan es milik Izumi hanya berhasil mengenai tanah. Karena, Zach dan Espener langsung melompat ketika Izumi mencoba untuk memukulnya dengan pukulan esnya.


Tak berselang lama, monster bangunan raksasa yang diciptakan oleh Marc pun langsung memukul Izumi yang masih berada di udara, "Buaghh..!!"


"Bruakk..!!" Izumi pun langsung menabrak ke tanah hingga mengalami keretakan. Setelah itu, Izumi pun mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali.


"Kau hanya seorang bocah. Enyahlah..!!" ucap Marc yang masih berdiri diatas monster bangunan miliknya.


Lalu, Espener dan Zach pun berlari dengan cepat ke arah Yoshino dan Shu.


"Tyengg..!! Tyengg..!! Tyengg..!!" Espener pun langsung menarik pedangnya. Setelah itu, ia pun saling beradu pedang dengan Shu. Begitu pula dengan Zach, ia juga beradu pedang dengan Yoshino.


Setelah itu, dengan gerakan yang begitu cepat, Espener pun berhasil menggores pipi Shu hingga berdarah, "Setsss..!!"


Lalu, Shu pun langsung mundur beberapa langkah kebelakang sambil memegang pedangnya dengan kedua tangannya. Ia pun mengambil posisi waspadai.


"Skill berpedangmu lumayan juga." ucap Shu sambil melirik ke arah pipinya yang tergores hingga berdarah.


Disisi lain, terlihat Yoshino yang masih saling beradu pedang dengan Zach dengan begitu sengitnya. Bahkan, mereka bisa dikatakan sedikit seimbang.


Kemudian, Yoshino pun mencoba untuk menebas Zach dengan gerakan memutar, "Batss..!!" Akan tetapi, Zach pun melompat untuk menghindari tebasan Yoshino. Setelah itu, ia pun mencoba untuk menebas Yoshino, "Batss..!!"


Dengan sigap, Yoshino pun langsung berjalan mundur beberapa langkah kebelakang untuk menghindari tebasan Zach.


"Ya, kau lumayan juga, sialan." ucap Yoshino sambil tersenyum menyeringai. Lalu, ia pun memasukkan pedang Sebastiannya ke dalam sarung pedang. Kini, Yoshino hanya menggunakan satu pedang yaitu pedang Black Lotus nya.


"Kau memasukkan satu pedangmu? Kau meremehkanku, ya?" tanya Zach sambil tersenyum menyeringai.


"Untuk mengalahkanmu, aku hanya cukup menggunakan satu pedang saja." ucap Yoshino.


Disisi lain, terlihat Izumi yang menatap tajam Marc yang masih berdiri diatas monster bangunan raksasanya. Ia juga menatap tajam Alonso, Elen, dan Hristov yang berdiri beberapa meter di depannya.


"Hoi, bocah sepertimu mau melawan kami sendirian? Yang benar saja." ucap Alonso. Lalu, ia pun mengerakkan monster bangunannya dan mencoba untuk memukul Izumi.


Namun, Izumi pun berhasil menghindari pukulan tersebut dengan cukup mudah. Lalu, ia pun mencoba untuk berlari mendekat ke arah Hristov.


Izumi pun menyilangkan kedua tangannya untuk menahan tendangan Elen walaupun dirinya juga terpental.


"Cih..!! Daritadi, kau selalu saja menyusahkan, dasar kupu-kupu sialan..!!" teriak Izumi dengan raut wajah sedikit kesal.


"Sudah kubilang, belum saatnya untuk dirimu melawan sang raja..!! Jadi, aku akan melawanmu disini..!!" ucap Elen.


*****


Sementara itu, disisi lain medan perang, terlihat Ezeqia dan Lost Melody yang bertarung dengan beberapa pasukan Hristov yang berada disekitarnya.


"Batss..!! Batss..!!" Ezeqia dan Melody pun berhasil mengalahkan beberapa pasukan Hristov dengan cukup mudah. Kini, terlihat mereka berdua saling tersenyum manis satu sama lain.


"Ezeqia, mari kita bantai mereka berdua. Kalau kita bekerjasama, mungkin kita bisa menghabisi pasukan Hristov dengan cepat." ucap Melody dengan tersenyum bersemangat.


"Ya, walaupun tanpa Heaven dan Hell. Kita juga bisa mengalahkan cukup banyak pasukan Hristov. Tapi, aku yakin, mereka berdua juga sedang pergi membantu pasukan aliansi yang lainnya." ucap Ezeqia.


Tak berselang lama, terlihat lima orang aura yang begitu kuat berjalan mendekat di hadapan Ezeqia dan Melody. Ya, mereka berlima merupakan Pasukan Elite Number Two Bajak Laut Hristov.


"Huh? Melody, sepertinya ada musuh yang cukup kuat datang kepada kita." ucap Ezeqia sambil melirik ke arah Melody.


"Ya." jawab singkat Melody yang melirik balik Ezeqia.


"Wah-wah. Dua wanita yang cukup tangguh, bahkan berhasil mengalahkan cukup banyak pasukan kami." ucap Antonin Piranko. Ia adalah anggota pertama dari Tim Elite Number Two.


Sementara itu, disebelah Antonin, terlihat anggota kedua dari Tim Elite Number Two. Ia adalah Strobel Ovaltine. Lalu, ia pun berkata, "Ya, kita tidak bisa membiarkan mereka berdua begitu saja."


"Hei-hei, mumpung berdua adalah wanita. Bagaimana kalau kita aja mereka untuk bercinta dengan kita?" ucap Kheel Hopkirk. Ia merupakan anggota ketiga dari Tim Elite Number Two.


"Lagi-lagi kau selalu berpikiran mesum ditengah-tengah perang begini, dasar Kheel." ucap Eikyou Justiranger. Ia merupakan anggota keempat Tim Elite Number Two.


"Tapi, dua wanita itu cukup cantik juga loh." ucap Michael Alexander Golovin. Ia merupakan anggota kelima dari Tim Elite Number Two.


Antonin, Ovaltine, Kheel, Eikyou, dan Michael, mereka berlima adalah anggota dari Tim Elite Number Two Bajak Laut Hristov.


Dan, kali ini, Ezeqia dan Melody, akan melawan mereka berlima tentunya. Sementara itu, disisi lain medan perang. Terlihat, Kikukawa dan Mikukawa berhasil mengalahkan cukup banyak pasukan Hristov.


"Mikukawa..!! Akhirnya, dengan kombinasi kita, kita berhasil mengalahkan mereka para pasukan Hristov..!!" ucap Kikukawa.


"Ya. Tak ada yang bisa mengalahkan kombinasi kekuatan kita berdua." ucap Mikukawa.


Kini, mereka berdua terlihat senang sampai kegirangan karena telah mengalahkan cukup banyak pasukan Hristov dengan kombinasi kekuatan mereka berdua. Akan tetapi, tiba-tiba seorang seluet pria datang dibelakang Mikukawa dan Kikukawa sambil tersenyum menyeringai.


"Bodoh sekali." ucapnya.


Setelah itu, Kikukawa dan Mikukawa pun langsung melirik kearah seorang pria yang berdiri dibelakangnya, "Huh?"


Perang yang masih berlangsung panjang kini sudah memasuki babak tengah. Lalu, siapakah seorang pria yang berdiri dibelakang Mikukawa dan Kikukawa tersebut? Ikuti terus cerita Cosplay.


BERSAMBUNG