Cosplay

Cosplay
Chapter 102 - Dia dan Seorang Teman Yang Ingin Melampaui Sang Rubah.



Pria ini, dengan nama Kitsune, seperti sang rubah atau mungkin seseorang yang sangat berbahaya.


Ya begitulah, dia tersenyum melihat Sambomaster karena dia mengetahui telah terjadi pertempuran disini.


"Generasi kekacauan mulai bermunculan, mungkinkah mereka akan sedikit membuatku merasakan rasa senang??" sambung Kitsune.


Beberapa saat kemudian, terlihat kapal dari Izumi dan Hozuki mendarat di pesisir pelabuhan."Byuooorrr!!!"


Hozuki merasa sangat puas saat ia terbang di atas kapalnya di udara."Yatta!! Akhirnya, kita punya kapal tercanggih disini! Kurama Junior!!"


Mendengar ucapan Hozuki, Izumi pun tak mau kalah dengan Hozuki, ia pun membalas ucapan Hozuki."Hoi! Jangan kira Kapalmu saja yang canggih! Kapalku juga canggih karena dipenuhi dengan arsitektur ala pizza!!"


Perkataan Izumi yang seolah-olah menurut Hozuki mengundang baku hantam, Hozuki pun mengajak tanding kapal baru mereka."Hooo!!! Mau kita buktikan kapal siapa yang terbaik?!! Kapalku bisa menjadi robot!!"


Izumi menganggap perkataan Hozuki tersebut untuk memancing-mancing emosinya. Ia pun membalas perkataan Hozuki."Boleh juga! Kau yang menantang ya! Kalau kalah jangan nangis!!"


Melihat Izumi yang sangat berisik, Bluejay Vika pun menjitak kepala Izumi."Jtakk!!!"


"Ittai!! Vika, apa yang kau lakukan?! Sakit tahu, kau menjitakku dengan sangat keras!!" Ucap Izumi sambil mengelus-elus kepalanya karena dijitak oleh Vika.


"Kau bodoh ya! Kau mau merusak kapal baru yang mau dibuat ini?! Kami takkan membiarkan kebodohan mu ini merusak kapal baru ini baka!!" Vika pun membentak Izumi.


Begitu juga dengan Alice, Alice langsung menjitak Hozuki karena berisik."Jtakk!!"


"Aduh! Aduh! Kau ini kenapa Alice? Kenapa kau menjitakku tanpa belas kasihan?!" Hozuki pun mengelus-elus kepalanya karena dijitak Alice.


"Kalau ingin bertarung, jangan libatkan kapal ini bodoh!! Kalau kapal ini rusak imbasnya juga akan terasa kepadaku dan yang lainnya!!" Alice juga membentak Hozuki karena kebodohannya.


Kemudian Hotatarubi Kitsune datang dengan rakitnya melintasi kapal Izumi dan Hozuki. Terlihat Kitsune duduk bersantai sambil memakan kuaci di rakit kecilnya.


Tiba-tiba Kenkomura dan Yoshino merasakan aura kuat, kemudian mereka berdua langsung melihat ke arah Kitsune.


"Siapa dia?! Kenapa auranya begitu kuat? Dia membawa pedang di punggungnya, apakah dia seorang pendekar pedang juga?" Batin Kenkomura saat melihat ke arah Kitsune.


"Aku merasakan aura pedangnya yang sangat mengerikan, apakah dia orang jahat? Atau orang baik? Tiba-tiba saja aku penasaran dengan nya.." batin Yoshino melihat ke arah Kitsune.


Beberapa saat kemudian, rakit yang ditumpangi Kitsune sudah berada di pelabuhan, kemudian Kitsune turun dari rakitnya.


"Astaga, disini kacau sekali, siapa yang bertanggung jawab atas hal ini, oh ya, Hanami berada disini kan, aku akan bertanya langsung kepadanya.." ucap Kitsune kemudian ia berjalan lebih ke dalam pulau Sambomaster.


Kenkomura pun meminta izin untuk kembali sebentar ke pelabuhan Sambomaster."Hozuki, tunggu sebentar ya, aku mau melakukan sesuatu.."


"Huh? Kau mau apa?" Tanya Hozuki.


"Sesuatu yang harus dilakukan oleh pendekar pedang.." ucap Kenkomura, kemudian ia menceburkan diri ke air dan berenang menuju pelabuhan yang jaraknya sangat dekat.


Beberapa saat kemudian, Kenkomura sudah naik di atas jembatan pelabuhan, kemudian ia berteriak ke arah Kitsune.


"Hoi! Pedangmu cukup bagus juga! Aku merasakan aura yang cukup kuat padamu! Siapa kau sebenarnya!" Ucap Kenkomura.


Kemudian Kitsune pun menoleh ke arah Kenkomura."Kau siapa? Datang-datang berteriak begitu, dasar orang yang tak punya sopan santun.."


"Aku tertarik dengan pedangmu. Pedangmu memancarkan aura yang sangat kuat.." ucap Kenkomura.


Kitsune pun langsung melihat ke arah pedangnya yang berada di punggungnya."Ini adalah pedang biasa, kau salah orang kawan.."


"Kau mencoba merendah ya? Kalau begitu.." ucap Kenkomura, ia pun menarik pedangnya, kemudian ia menyerang Kitsune menggunakan pedangnya dari kejauhan."Battsss!!!"


"Wah-wah ternyata kau seorang pendekar pedang juga ya? Kau pasti sangat kuat.." ucap Kenkomura.


"Astaga, kau duluan ya yang mulai menyerangku, jangan salahkan aku kalau kau terluka parah.." ucap Kitsune.


"Cih, kau seolah-olah bisa mengalahkanku begitu mudah, tapi-" ucap Kenkomura.


Dalam sekejap Kitsune sudah berada di depan Kenkomura, kemudian ia menyerang Kenkomura."Rasakan ini.."


Kenkomura pun terkejut dengan datangnya Kitsune yang sudah berada di depannya."A-apa?!! Cepat sekali!"


"Battsssss!!!!" Kitsune langsung menebas Kenkomura, Kenkomura mencoba untuk menghindar tetapi serangan Kitsune sangatlah cepat dan membuat dada Kenkomura berdarah.


"Uaghhh!!!!" Kenkomura pun langsung terkapar karena tebasan Kitsune, ia merintih kesakitan."S-sialan!"


"Gimana bocah? Apa kau perlu kuajari sopan santun untuk menyadarkan mu, dasar bocah ingusan.." ucap Kitsune.


Kemudian dari udara terlihat Yoshino dengan pedang Black Lotusnya akan menyerang Kitsune."Kenkomura! Aku akan membalaskannya padamu! Rasakan ini!!"


Menyadari hal itu, Kitsune pun dengan sangat mudah untuk menghindari tebasan Yoshino.


"Gerakanmu terlalu lamban.." ucap Kitsune.


Kemudian Kenkomura menyuruh Yoshino untuk berhati-hati agar tidak bernasib sama dengannya."Yoshino, hati-hatilah, dia punya kekuatan yang misterius ditambah juga dia seorang pendekar pedang.."


"Kenapa kalian mengganggu waktu luang ku sih? Aku kemari hanya untuk mengecek pulau ini.." ucap Kitsune.


"Kenkomura, memang benar, dia mempunyai aura yang sangat kuat, aku pun bisa merasakannya dan dadamu berdarah Kenkomura.." ucap Yoshino.


"Dua orang yang tak punya sopan santun ya? Sepertinya aku harus memberikan pelajaran sedikit.." ucap Kitsune.


Yoshino pun langsung berlari ke arah Kitsune, kemudian ia menarik kedua pedangnya lagi. Sekarang Yoshino menggunakan tiga pedang, Yoshino pun langsung menyerang Kitsune."Rasakan ini, Three Sword!!!"


Pedang milik Kitsune pun mengeluarkan kobaran api, kemudian ia juga melesatkan serangan kepada Yoshino."Enyahlah.."


"Battsssss!!!" Tebasan dengan kombinasi kobaran api langsung melenyapkan serangan tebasan milik Yoshino dan...


"Uaghhh!!!" Yoshino terkena serangan Kitsune, bernasib seperti Kenkomura, dada Yoshino juga terkena tebasan Kitsune hingga berdarah."S-sialan! Aku terkena serangannya, Kenkomura, sepertinya dia bukan berada di level kita, dia mempunyai kekuatan diatas kita.."


Kemudian Kitsune pun memasukkan pedangnya ke sarung pedang yang berada di punggungnya."Sreettt.."


"Aku tak ada waktu untuk meladeni dua orang amatiran yang sangat ingin mengalahkanku.." ucap Kitsune, kemudian ia berjalan pergi.


Tetapi Kenkomura berteriak kepada Kitsune dan bertanya soal namanya."Tunggu sebentar! Kau sangatlah kuat! Aku ingin tahu siapa namamu!!"


Kemudian Kitsune pun menoleh ke arah Kenkomura."Untuk apa aku menjawab pertanyaanmu, sedangkan kau tidak bisa menggoresku sedikit pun,"


"Kalau begitu, aku akan berlatih keras untuk mengalahkanmu, aku akan melampauimu!!" Teriak Kenkomura.


"Aku juga sama, aku ingin menjadi pendekar nomor satu, sebelum menjadi nomor satu, aku akan mengalahkanmu!!" Teriak Yoshino.


Kitsune pun tak menghiraukan perkataan Yoshino dan Kenkomura, dan langsung melanjutkan jalannya menuju ke dalam pulau Sambomaster.


Bersambung