Cosplay

Cosplay
Chapter 323 - Foxwoods Town, Kota Perjudian.



Matahari menyinari dunia hingga membuat hari ini begitu cerah. Namun secerah apapun matahari bersinar disuatu belahan dunia pasti sedang merasakan kegelapan, kegelapan dari kelompok Bajak Laut.


Masih di hari yang sama. Disaat kelompok bajak laut yang dipimpin oleh Kenichi membuat geram Angkatan Laut karena memporak-porandakan salah satu fasilitas milik Angkatan Laut yaitu penjara besar Esoragoto, Shin Falkenberg beserta kelompok bajak laut barunya sudah berhasil menguasai beberapa pulau yang akan dijadikannya sebagai wilayah kekuasaannya.


"..... Haaaahhh..." Tampak Shin Falkenberg yang duduk bersandar dibawah pohon kelapa yang berada di pesisir pantai sembari menyeruput minuman bersoda. Ia juga mengenakan kacamata hitam untuk melindungi kedua matanya dari sinar matahari yang terik. Dan terlihat dua orang wanita cantik berpakaian bikini berwarna merah muda dan biru sedang menemani Shin yang bersantai.


"Kyaaa Shin-sama, apa kau mau aku menuangkan soda ini untukmu lagi?"


"Tunggu!! Hanya aku saja yang boleh menuangkan soda ini ke gelas Shin-sama!!"


"Yare-yare, daripada kalian berdua bertengkar, mending kalian tuangkan soda itu bersamaan ke gelasku ini. Kalian juga berkesempatan untuk kujadikan istriku huahahaha!!!" ucap Shin.


"Kyaaa!!! Shin-sama!!!"


Dalam sehari, Shin bersama dengan armada bajak laut bentukan barunya berhasil menguasai tujuh pulau dalam sekejap. Karena cukup banyak orang penduduk pulau langsung menyerah tanpa syarat karena tidak ingin terjadi kekerasan. Oleh karena itu, mereka tanpa basa-basi tunduk dan mengabdi pada Shin Falkenberg.


Saat ini Shin sedang berada disebuah pulau yang tak dikenal namanya. Ia mengadakan pesta besar untuk memperingati dirinya yang telah berhasil menguasai beberapa pulau. Bahkan Shin Falkenberg takkan melukai para penduduk bila tak menentangnya.


Sudah cukup lama Shin Falkenberg membuang waktunya bersantai sembari meminum soda dengan ditemani dua bidadari cantik yang tak sengaja ia temui saat proses menguasai pulau berlangsung.


Tapi masih kepikiran dengan nasib Shion yang masih belum jelas di pulau Lunarian. Ia tampak sedikit khawatir dengan adik cantiknya tersebut.


"Pulau Lunarian, aku mendapat informasi kalau pulau itu dikuasai oleh sebuah kelompok yang mengatasnamakan dirinya sebagai Serikat Lunarian. Dari informasi Haaland, ada empat generasi closer sampah yang berada disana, apa sebenarnya tujuan mereka ya?" gumam Shin yang sesekali meneguk minuman bersoda ya.


Sementara itu, dua wanita yang sedang menemani Shin tengah sibuk memijiti pundaknya. Tak berselang lama beberapa kroco datang untuk memijiti kedua kaki Shin. Terlihat Shin yang begitu menikmati pijatan tersebut, sesekali ia menguap karena saking enaknya pijatan itu.


"Selama Haaland berada di Lunar, aku yakin Shion takkan kenapa-kenapa. Haaland adalah orang kepercayaanku yang cukup kuat. Gak mungkin dia dikalahkan dengan mudah, ya kan kroco?"


"Ya, kapten Shin!!!"


"Yang bener dong woi mijitinnya!! Udah kroco, mijitin kaki aja gak becus.."


"Ma-maaf, kapten!!!"


Banyak dari sebagian anak buah Shin berpesta dengan memakan daging jumbo bakar, berdansa, meminum minuman keras, dan lain-lain. Meski situasi dunia yang semakin mencekam, mereka serius dengan menyikapi tenang dan membuat sebuah pesta.


...*****...


Sementara itu di pulau Lunarian, terlihat Haaland yang baru saja berhasil keluar dari hutan. Kini ia masih mengikuti Izumi dan juga Hozuki sampai tiba di Foxwoods Town. Haaland semakin penasaran dengan apa yang dilakukan mereka berdua.


"Sebenarnya mereka berdua ini sedang bergegas kemana? Apa lebih baik pergerakan mereka berdua aku laporkan kepada kapten Shin, atau kulaporkan nanti saja ya? Ah kurasa nanti saja.." ucap Haaland dengan nada pelan.


Foxwoods Town. Sebuah kota yang dikenal dengan para penduduknya, dimana sebagian besar penduduk di Foxwoods Town ini adalah orang-orang kaya. Hal ini juga berhubungan kenapa banyak sekali tempat berjudi di daerah Foxwoods Town ini.


Prinsip orang-orang yang tinggal di Foxwoods Town adalah mereka yang kaya, maka mereka lah yang berkuasa. Dengan prinsip itu saja sudah jelas bahwa penduduk miskin akan menjadi budak bila tinggal di Foxwoods Town. Selain itu, derajat seseorang juga diatur berdasarkan kekayaan mereka.


"Yes, i am winner!!"


Reza Jahanbaskhskh dan Piki Pikimon. Mereka berdua berasal dari Serikat Lunarian divisi Grandmaster. Hobi mereka berdua adalah taruhan. Mereka juga sering saling bertaruh satu sama lain namun hasil akhirnya tetap saja Reza yang menang. Piki yang merupakan seorang beban selalu saja berhasil ditipu oleh kelicikan Reza.


Saat ini Reza dan Piki tengah memainkan permainan billiard dengan taruhan segebok uang. Ini adalah kemenangan Reza untuk yang ke-29 kalinya. Dia benar-benar licik.


"Belajar dulu sono, Piki."


"Berisik, Reja! Licik is licik."


"Namaku Reza bukan Reja woy!!"


"Bacotss!!!"


Bar yang disinggahi Piki dan Reja ini terbilang cukup ramai. Selain ada permainan billiard, terlihat beberapa orang berpakaian jas hitam rapi dengan ditemani beberapa wanita berpakaian minim sedang melakukan aktivitas judi permainan kartunya.


Suasana meriah menghiasi isi Bar tersebut. Namun tiba-tiba suasana menjadi tegang ketika Izumi dan Hozuki dengan lancang membuka pintu Bar dengan cukup keras sampai mengejutkan semua orang yang berada didalam Bar, "Brakkkk!!!"


"!!!!!"


"Oey, kami berdua ingin nanya sesuatu. Apa kalian tahu arah jalan menuju ke Mighty Town?" tanya Izumi dengan nada polos.


"Woy.. woy.. woy. Siapa si biadab yang berani mengganggu ketenangan Bar ini.." Pikimon mulai emosi dengan perbuatan Izumi dan Hozuki yang membuka pintu dengan sangat keras.


"Kalian ada yang tahu gak? Lagi buru-buru nih." ucap Hozuki.


"Biadab!!! Kau siapa kisama!!! Apa kalian tidak bisa membuka pintu dengan santai?! Kau mengagetkanku hampir membuat jantungku copot!!" geram Reza.


Selain Pikimon dan Reza yang geram dengan perbuatan Hozuki serta Izumi. Banyak orang yang sedang bermain judi menatap mereka berdua dengan tatapan sinis.


"Cih, siapa dia orang bodoh itu. Beraninya mengganggu aktivitas berjudi kami. Mereka juga terlihat masih seorang bocah tak punya tata Krama."


"Woy, Reja! Pikimon! Kalian berdua kan dari anggota divisi Grandmaster!! Cepat usir mereka berdua atau bunuh mereka saja!! Menganggu ketenangan berjudi adalah sebuah kesalahan!!"


"Benar itu!!"


"Berisik!! Aku juga paham dengan itu!!" bentak Pikimon.


"Oey, kita berdua nanya baik-baik kok kalian malah marah-marah. Tenang-tenang, nanti kalau marah-marah bisa darah tinggi.." ucap Hozuki.


Tak berselang lama, Reza berjalan dengan tatapan dingin ke arah Izumi dan Hozuki, "Oey, sampah. Sepertinya aku pernah melihat wajah kalian dalam poster buronan. Kalian cari mati ternyata.."


B E R S A M B U N G


NB : Jangan lupa like, koment, dan share serta kritik dan sarannya agar author bisa semangat untuk mengembangkan cerita Cosplay kedepannya.