Cosplay

Cosplay
Chapter 263 - Beban.



.........


Lucia masih tak terbendung, dia tak bisa diakhiri semudah itu, tidak ingin kalah dan tentu saja bertekad untuk menang, itu terbukti bahkan pion-pion dari sang Lucian kalah, berhasil ia kalahkan dengan cara cemerlang, masih memiliki prinsip, keteguhan dan keyakinan bahwa dia akan menang.


Kemenangan itu terbukti, Rekuto, Sinn, Risty, Ericko... Mereka adalah pion-pion sang Lucian yang berhasil ia kalahkan, namun apakah Pion-Pion milik Lucian berakhir? Atau masih ada kejutan yang datang di akhir?


"..... Kurasa aku harus mempercayakan Sistem Call berikutnya kepada karakter random.." ucap Lucian, dia berfikir, dia harus bisa mengakhiri pertempuran konyol ini secepat mungkin agar dia bisa segera menyelesaikan misi event di game tertentu... "Gacha akan dimulai, jika aku kalah, gacha akan ampas.. jika aku menang, gacha akan good... keberuntunganku bergantung dari kalah atau menang.."


"Lucian, kau sudah kehabisan anakbuahmu kan? Mari sekarang saling serang dengan hantaman keras yang membuat kamu merasakan rasa sakit bagaimana melayang terbayang-bayang hingga jatuh kejurang.."


"Kau sudah sedikit sombong ya Lucia, kau fikir aku siapa? Kau kira aku akan kalah semudah ini? Tentu saja tidak..." balas Lucian, dia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya, dimana ini adalah pemanggilan keputus-asaan yang sudah bisa diketahui dari ekspresinya... "Sistem Call: Beban..."


"Huh?" Lucia sedikit terheran-heran, mengapa sistem call Lucian adalah beban.


"K-kenapa nama sistem call kita adalah beban? Kau pilih kasih Seishou!!" Suara imut nan menggelegar, membuatmu terbayang akan indahnya suara dan lembutnya dia bicara, keuwuan yang berlebihan dan pencahayaan yang terang membuat ruangan ini menjadi begitu dinamis dengan keindahan.


"Itu karena powermu tidak berguna, makanya kusebut beban!!" Bentak Lucian.


"No-No-No... Seishou, No-No-No-No-No-No-No!!!" Sang Gadis ini malah balas membentak dengan No-No yang terlampaui banyak kali dia mengeluarkannya.


"??????!!!!"


"Seorang gadis bisa disebut beban kalau mereka tidak berguna, aku adalah cewek cantik yang berguna karena aku bisa memasak..." balas Sang gadis ini, nama gadis ini adalah Jeska Wafflelatous.


"Wafflelatous, kau hanya memiliki kemampuan memasak makanan enak, itu sebabnya beban! Karena kemampuanmu tidak bisa digunakan untuk berantem.." balas Lucian.


"Hoh? Ini makanan sudah kucampuri dengan eksistensi berbahaya, meskipun enak, tapi perlahan-lahan mematikan..." balas Jeska.. "Keracunan makanan adalah cara yang tepat untuk mengalahkan musuh, jangan bilang kesiapa-siapa makananku ini beracun..."


Jeska sendiri tak sadar, kalau yang dia bicarakan ini terdengar begitu jelas, karena sang Lucia mendengarkan dengan seksama.


"????????????"


"Yo..." Jeska mendadak menyapa sang Lucia dengan biasa-biasa saja super santai kemudian, "Maukah kau mencoba makananku?"


"No..." balas Lucia dengan pendek padat dan jelas.


"Why?"


"Karena itu beracun seperti yang kau katakan sebelumnya..."


"???????????!!!" Jeska malah menatap tajam kearah sang Lucian, "Bosshu!!! Kau memberitahukan rahasia powerku kepadanya? Astaga diam-diam engkau pengkhianat ya!!! Dasar Laki-Laki kang gosip!! Tidak bisa menjaga rahasia!! Beban!! Kau yang terburuk!!!!"


"Lebay..." balas Lucian santai, "Kau memberitahukan hal itu dan kedengaran oleh lawan, kalau mau penuh intrik dan rahasia, berbisiklah ketelinga!!!"


"Aku menaruh racun di makananku, jangan beri tahu kepada siapa-siapa yah Bosshu!!"


"Stupid, kau memberitahukan hal yang sama yang didengarkan sebelumnya!!! Musuh sudah mengetahui kemampuanmu!! Itu sebabnya mengapa kamu itu bebans!!"


"Hoh... Baiklah-Baiklah-Baiklah-Baiklah, saatnya aku bersinar...." Jeska seperti mengabaikan bentakan si Lucian, dia malah berjalan kearah sang Lucia dengan tangan kanannya memegang mangkok berisi soup panas.


".... Coupe de la Soupe..."


"????????"


Jeska meskipun dia kehilangan kegunaan kemampuannya, dia masih memiliki trik melakukan penyerangan, dan akhirnya Soup akhirnya menjadi eksistensi makanan yang merugi dan mubazir karena dibuang begitu saja.


Lucia tak bisa menghindar, karena serangan itu begitu mendadak, kini wajahnya terkena eksistensi kuah sup..


"P-pedas... My eyes!!!"


"Sup Pedas Kaki Sapi memang enak, dan sangat menyakitkan jika kena matamu.."


"N-nice!! Wafflelatous-san!!!"


Penyebab mengapa sang Lucian menyebut Wafflelatous-san, itu karena Lucian menyukai Wafflelatous dan akan sangat tidak sopan baginya jika menyebut nama depan seorang gadis.


"..... Air!! Air!! Air!!!"


Eksistensi yang menyakitkan, keberadaaan yang tak dapat dihindari, dan rasa kepedasan kepada matamu, adalah keberadaan yang mempunyai kelemahan, matamu adalah bagian vital, sangat menyakitkan jika itu adalah incaran.


"... Sistem Call: Bebans, harus direvisi, karena aku berguna, bagian sistemnya harus direvisi, bahkan cerita ini harus direvisi, karena terlalu banyak typo dan bagian yang tak enak di baca.." ucap Jeska, "Aku membaca beberapa ulasan dari majalah Shounan Jampsto.." Jeska agak sedikit sombong sekarang, karena dia berhasil menyerang sang Lucia dengan mudah. Hanya satu serangan yang tidak berdamage tinggi tapi menyakitkan jika kena di mata.


"Wafflelatous-san, Wafflelatous-san, Wafflelatous-san..........." si Lucian pudung di pojokan tapi seperti dia mengendap untuk melihat eksistensi Jeska secara diam-diam.


Beberapa menit kemudian, Lucia mulai membuka matanya perlahan, tampaknya meskipun sudah sedikit tidak merasakan perih, dia berjuang hingga matanya berair.


"... Sungguh menyakitkan... kau tega... membuatku luka... ternyata Soup-mu pedas rasanya... menyesal diriku sangat menyesal... tidak menghindarinya... tidak menghindarinya..." Mata yang masih perih, eksistensi berair, dan mata memerah, ini adalah nasib mata sang Lucia yang tak diduga-duga.


"Ketika beban menjadi batu... dia akan keras kepala, bahkan meskipun dia beban, mungkin dia akan merepotkanku... Karena tidak ada satupun beban yang ingin menjadi beban.. karena mereka ingin berguna..." ucap Jeska, dia mulai menyiapkan serangan berikutnya...


Kini tangan kanannya sudah memegang roti isi mentega, bukan isi bulu hidung, karena roti buatan Jeska adalah roti yang terbebas dari kejorokan.


"Rotiku akan mengalahkanmu, Roti O-ku akan menang!!"


B E R S A M B U N G