
Es yang menyelimuti sebagian tubuh Izumi pun perlahan tampak mulai menghilang, setelah berhasil mengalahkan Elen, Kini Izumi harus dipaksa melawan Marc beserta monster bangunan raksasanya.
Walau stamina Izumi yang sudah mulai terkuras secara perlahan, pasalnya dirinya sudah melakukan pertarungan berturut-turut melawan pasukan Hristov yang cukup merepotkan dirinya. Meski begitu, Izumi harus tetap bertahan dan memenangkan perang ini apapun hasilnya.
"Sialan. Sekarang kau yang ingin melawanku ya? Aku tidak ada urusan denganmu, minggir dan biarkan aku melawan Hristov..!!" teriak Izumi.
Marc pun hanya tersenyum dan menanggapi santai dari perkataan Izumi. Lalu, ia pun kembali mengendalikan monster bangunan raksasanya dan mencoba untuk memukul Izumi.
Akan tetapi, Izumi mundur beberapa langkah kebelakang untuk menghindari pukulan monster bangunan milik Marc. Dan terlihat, Izumi kembali memasang raut wajah yang sedikit kesal.
"Sialan, kalau begini terus aku tidak akan bisa melawan Hristov." ucap Izumi.
*****
Disisi lain, terlihat Shu yang masih bertarung melawan Espener dengan begitu sengitnya. Ya, walaupun Shu yang cukup kerepotan dengan kekuatan yang dimiliki oleh Espener. Tapi, ia mempunyai keyakinan dan semangat teguh yang berkobar-kobar. Shu yakin dirinya tidak akan kalah dari Espener.
Sementara itu, terlihat Yoshino yang melihat Izumi sedang berhadapan dengan Marc beserta monster bangunannya dari kejauhan. Setelah itu, ia pun tersenyum menyeringai, sekilas kedua mata Yoshino mengeluarkan sinar cahaya berwarna merah.
"Izumi, sepertinya kau cukup kerepotan melawannya. Aku akan datang untuk membantumu." ucap Yoshino.
Ketika Yoshino hendak pergi menghampiri Izumi, terlihat beberapa pasukan kroco Hristov menghadang Yoshino. Akan tetapi, Yoshino bergerak sembari menebas pasukan kroco tersebut dengan begitu lincah. Yoshino pun melanjutkan jalannya menuju ke arah Izumi.
*****
Sementara itu, sudah banyak pasukan kuat milik Hristov yang sudah dikalahkan oleh beberapa orang dari kubu aliansi, mereka adalah Tim Elite Number Two, Tim Elite Number Three, Tim Elite Number Four, dan juga dari Guardian Six masih tersisa dua orang yang masih bertahan, begitu juga dengan Tim Elite Number One, dimana dua anggotanya sudah dikalahkan oleh pasukan aliansi.
Dan kini, terlihat sisa-sisa anggota dari Tim Elite Number One sedang sibuk menghadapi pasukan Aliansi dengan begitu antusias.
Garnet Springbread, dia adalah anggota dari Tim Elite Number One, saat ini ia terlihat sedang bertarung melawan beberapa pasukan dari Aliansi yang mencoba untuk mengeroyoknya.
"Hiyaa..!!"
Beberapa orang dari pasukan aliansi mencoba untuk menebas Garnet dengan api semangat yang terpendam dalam hati mereka. Akan tetapi, Garnet menghindari tebasan tersebut dengan begitu mudah karena tubuhnya yang sangat elastis.
"Sialan kalian, kelemahanku memang pada benda-benda tajam." ucap Garnet.
"Buaghh..!! Buaghh..!! Buaghh..!!" Garnet pun menendang beberapa orang dari pasukan Aliansi yang menyerangnya tersebut dengan tendangan elastisnya, ia mencoba untuk memanfaatkan tubuh elastisnya untuk menyerang musuh.
Sementara itu disisi lain medan perang, terlihat Luis Da Silva yang merupakan salah satu anggota dari Tim Elite Number One. Kini dirinya terlihat tengah dikepung oleh pasukan Aliansi. Meski begitu, Silva hanya terlihat santai sambil meneguk secangkir kopi hangatnya.
"Srupttt.." Terlihat Silva yang menyeruput kopinya. Dan tak berselang lama, ketika pasukan Aliansi hendak menyerangnya. Silva pun langsung menyemburkan kopi yang baru saja ia seruput ke arah pasukan Aliansi, "Byuorr..!!"
"Huwaaaaaa..!!"
"Kalian ini benar-benar mengganggu waktu minum kopiku saja." ucap Silva.
Sementara itu, disisi lain medan perang, terlihat Natasha Costarican dan Qualite Qyuqyu yang sedang berdiri menikmati suasana perang ini, sesekali ia mengalahkan beberapa pasukan aliansi yang hendak menyerangnya, mereka berdua merupakan anggota dari Tim Elite Number One.
Kini, mereka berdua melihat pertarungan antara Izumi melawan Marc beserta monster bangunannya dari kejauhan.
"Plakkk..!!!"
Natasha pun langsung menampar pipi Qyuqyu dengan begitu kencang, dengan raut wajah yang kesal, ia pun berkata, "Di situasi perang begini, kau selalu saja berpikiran mesum, sialan..!!"
"Maaf Natasha-neesan, huehehe."
"Sebenarnya aku tidak mau membuang tenagaku untuk perang seperti ini. Sebaiknya, kau bantu Marc-san segera, Qyuqyu." ucap Natasha.
"Aye-Aye..!! Natasha-neesan..!!"
Sementara itu, disisi lain medan perang, terlihat Milka Biographygallery yang sedang bertarung melawan pasukan Aliansi bersama dengan pasukan Hristov. Ya, dia juga merupakan salah satu anggota dari Tim Elite Number One.
Tak berselang lama, terlihat Milka yang melempar sebuah batu ke arah salah satu dari pasukan Aliansi. Setelah itu, ia pun tersenyum menyeringai dan membentuk sebuah segel pada jarinya.
Dan, lemparan batu tersebut melesat semakin cepat ke arah salah satu pasukan Aliansi yang menjadi target dari Milka, "Swushh..!!"
"Uaghh..!!"
"Ya, rasakan itu." ucap Milka dengan begitu bersemangat.
Milka Biographygallery, kekuatannya ialah bisa mempercepat suatu objek yang dia lempar ke arah target hingga sangat cepat dengan kecepatan 180mph.
*****
Sementara itu, scene pun berpindah di sebuah tempat, tepatnya di area Pos Utara yang lokasinya berada di pesisir pantai. Terlihat ribuan pasukan Hristov yang tergeletak pingsan di pesisir pantai. Bahkan, dua anggota dari Eight Commander yaitu Serira Pacovsky dan Viona Widenburg yang juga terlihat terkapar pingsan di tengah-tengah pasukan Hristov yang juga terkapar pingsan dengan luka disekujur tubuhnya.
Serira dan Viona beserta ribuan pasukan Hristov telah berhasil dikalahkan oleh Rocky Whitecoffe dan ribuan pasukan Angkatan Lautnya. Dan saat ini, dirinya beserta pasukan Angkatan Laut lainnya sedang bergegas menuju medan perang ke tempat Izumi berada.
Tak berselang lama, terlihat salah satu anggota dari Tim Rendahan yang berdiri di depan Takumi yang terkapar pingsan. Dia adalah Janston Roadbike.
"Hei, Takumi-san, kau hanya berpura-pura pingsan kan? Cepat bangunlah." ucap Janston sambil menggoyang-goyangkan badan Takumi dengan salah satu kakinya.
Tak berselang lama, Takumi pun membuka kedua matanya dan duduk lalu menjawab perkataan dari Janston, "Mau bagaimana lagi, Janston. Mobil Hotswillku sudah rusak, tanpa mobilku, aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi."
"Situasi di medan perang semakin kacau, dan aku tak menyangka pasukan yang dipimpin oleh Viona-san dan Serira-san berhasil dikalahkan. Dan aku tadi sempat melihat ribuan pasukan Angkatan Laut sedang bergegas menuju ke medan perang." ucap Janston.
"Ya." jawab singkat Takumi.
"Aku akan membantumu memperbaiki mobil Hotswillmu. Aku juga seorang mekanik handal, loh. Huehehe. Setelah itu, kita akan bergegas menuju ke medan perang agar Bajak Laut Hristov bisa memenangkan perang ini." ucap Janston dengan begitu bersemangat.
"Jadi, kau ingin melakukan kombinasi denganku ya?" tanya Takumi.
"Benar, kombinasi kita adalah yang terbaik." jawab Janston.
BERSAMBUNG