
Schuikhov pun terkejut ketika pundaknya tergores oleh pedang Hristov yang melesat begitu cepat melewati dirinya, "Dia itu, kecepatan pedang yang ia lesatkan benar-benar mengerikan."
Tak berselang lama, setelah Hristov menunjuk Schuikhov dengan jari telunjuknya, ia pun mulai mengepalkan kedua telapak tangannya. Kemudian, Hristov pun langsung melirik ke segala arah dan, "Mereka berdua adalah serangga penganggu yang harus aku basmi secepatnya." Hristov melihat Izuni dan Rocky yang berlari ke arahnya dari arah saling berlawanan.
"Ice-Ice No Shotgun..!!"
Izumi pun menembakkan beberapa peluru es dari jari telunjuknya ke arah Hristov. Namun, Hristov pun berhasil menghindarinya hanya dengan memiringkan tubuhnha saja. Lalu, ia pun melirik ke arah Rocky.
Terlihat sekujur tubuh Rocky yang tampak orange kemerahan karena efek dari kekuatan Awakening panasnya. Ia pun mencoba untuk membakar Hristov dengan cara menyentuhnya, "Rasakan ini..!!"
"Dia juga sedikit berbahaya, kalau aku menyentuhnya, bisa-bisa akulah yang terbakar karena kekuatan panasnya." gumam Hristov.
Dan, "Swushh..!!" Terlihat Hristov yang langsung melesatkan pukulan di udara ke arah Rocky dan tiba-tiba, "Buaghh..!!" Hristov pun berhasil memukul perut Rocky tanpa menyentuhnya. Karena pukulan Hristov bisa menembus ruang dan waktu.
"Uaghh..!!" Seketika Rocky pun langsung memuntahkan banyak darah dari mulutnya setelah terkena pukulan Hristov, "Sialan, serangan macam apa itu.." Rocky pun langsung memegangi perutnya.
Kemudian, Hristov pun langsung berlari bergerak ke arah Ezeqia, Shu, dan juga Schuikhov. Namun, ketika ia berlari, tiba-tiba Izumi sudah berada di hadapannya dan mencoba untuk menghadang Hristov.
"Kau mau kemana, sialan..!!"
"Berisik, dasar bocah bodoh." Dengan sangat cepat, Hristov pun langsung menendang lengan Izumi, "Buaghh..!!"
Izumi pun langsung terpental cukup jauh hingga menabrak tanah beberapa kali, "Brakk!! Brakk!! Brakk!!" Lalu, Hristov pun kembali berlari ke arah Shu, Ezeqia dan juga Schuikhov.
Dengan sigap, Shu pun berjalan beberapa langkah didepan Ezeqia dan Schuikhov sambil menodongkan pedangnya ke arah Hristov dan bersiap untuk melesatkan kembali tebasannya, "Bersiaplah..!!"
Dan, Hristov pun berhasil melewati Shu begitu saja dengan gerakan zig-zag. Lalu, dengan sangat cepat, Hristov pun langsung menyentuh dan mencekik Ezeqia, "Pertama, kau adalah serangga yang harus aku musnahkan terlebih dahulu."
"Bruakk..!!" Hristov pun langsung membenturkan Ezeqia ke tanah lalu menyeretnya sambil berlari menjauh dari Schuikhov.
"Ukh..!!" Terlihat Ezeqia yang memberontak untuk melepaskan cekikan dari Hristov.
"Nona..!!" Schuikhov cukup terkejut karena pergerakan Hristov yang begitu cepat. Lalu, ia pun langsung berlari dengan cepat ke arah Hristov dan mencoba untuk menebasnya, "Jangan sakiti Nona cantik itu..!!"
Dengan sigap, Hristov pun langsung melepaskan cekikannya pada Ezeqia. Lalu, Hristov pun langsung membalikkan badannya dan menendang perut Schuikhov dengan dengkulnya, "Buaghh..!!"
"Uaghh..!!"
Hristov kembali mengepalkan telapak tangan kanannya. Setelah itu, "Dimensional Rebound Punch..!!" Hristov pun melesatkan pukulan menembus dimensi ruang dan waktu dari jarak dekat dan membuat Schuikhov memuntahkan darah dari mulutnya
"Kekuatanmu cukup merepotkan, karena itu aku akan membunuhmu terlebih dahulu." ucap Hristov sambil tersenyum menyeringai.
Tiba-tiba Shu bergerak dengan cepat untuk memisahkan Schuikhov dari Hristov dengan cara mencoba untuk menebas Hristov.
Hristov pun langsung mundur beberapa langkah kebelakang ketika mengetahui Shu yang akan menyerangnya dengan tebasan pedang miliknya.
Kemudian, terlihat Ezeqia yang mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali. Ia pun memegangi lehernya karena masih merasa sakit karena dicekik oleh Hristov.
Disisi lain, Shu pun langsung bertanya keadaan Schuikhov setelah terkena pukulan telak dari Hristov, "Schuikhov-dono..!! Apa kau baik-baik saja?!"
"Y-ya, serangan seperti itu tidak membuatku mati." ucap Schuikhov.
"Tak kusangka, Hristov benar-benar musuh yang sangat kuat dan juga merepotkan." ucap Shu.
Sementara itu, terlihat Rocky masih terjatuh dalam posisi terduduk pun tiba-tiba merasakan sebuah getaran dari tanah. Lalu, ia pun menyentuhkan kedua telapak tangannya ke tanah dan fokus merasakan.
"Ada apa ini? Aku merasakan seolah-olah ada sesuatu yang sangat besar sedang menuju kemari." ucap Rocky.
Sementara itu, Hristov pun juga merasakan seperti apa yang dirasakan oleh Rocky. Ia pun sedikit terheran-heran, Aku merasakan seperti sesuatu yang sangat besar sedang menuju kemari. Pikirnya.
Tak berselang lama, terlihat mobil Hotswill yang bergerak dengan begitu cepat ke arah Hristov. Dan juga, sekilas terlihat Takumi dan Janston yang mengeluarkan kepalanya keluar jendela mobil sembari berteriak secara serentak, " Tuan Hristov..!! Bahaya..!! Gelombang Tsunami yang sangat besar akan menerjang medan perang..!!"
"!!!!" Hristov, Shu, Ezeqia, Schuikhov, dan juga Rocky pun sangat terkejut ketika mendengar teriakan dari Takumi dan juga Janston yang mengatakan bahwa gelombang Tsunami akan menerjang medan perang.
"Tsu-tsunami?!" gumam Ezeqia dengan tatapan raut wajah yang cukup kebingungan.
Beberapa saat kemudian, terlihat gelombang tsunami yang sangat besar dari kejauhan sedang bergerak menuju ke medan perang, ke tempat pertarungan Hristov berada.
Kemudian, Hristov yang sedikit terheran-heran dengan datangnya gelombang Tsunami pun mulai menduga-duga, "Sepertinya gempa yang diciptakan oleh Alonso beberapa saat yang lalu lah yang telah mencipta sebuah gelombang tsunami ini."
Akan tetapi, tiba-tiba terlihat Izumi yang langsung berlari dengan sangat cepat ke arah gelombang tsunami tersebut. Nampaknya, Izumi akan melakukan hal gila.
"Izumi-dono..!! Apa yang akan kau lakukan..!!" teriak Shu.
"Izumi, jangan berbuat ceroboh..!!" teriak Rocky.
Selang beberapa detik, terlihat Izumi yang berdiri beberapa meter sebelum gelombang Tsunami tersebut menerjangnya. Kemudian, Ia pun langsung mengarahkan kedua tangannya ke arah gelombang Tsunami yang akan menerjangnya tersebut.
Beberapa saat kemudian, ketika gelombang tsunami tersebut semakin dekat, dan tak berselang lama, ketika Izumi menyentuh gelombang tsunami tersebut dengan kedua tangannya, perlahan gelombang tsunami itu pun mulai membeku.
"Ice Zone..!!"
Izumi pun mempercepat proses pembekuan terhadap gelombang tsunami tersebut. Dan, pada akhirnya, gelombang tsunami tersebut pun membeku berkat kekuatan es dari Izumi.
"Osh.. osh.. osh.." Sekilas, terlihat Izumi yang mulai ngos-ngosan karena telah mengeluarkan terlalu banyak staminanya untuk membekukan gelombang tsunami tersebut, "Ah, sialan. Tak kusangka untuk membekukan gelombang tsunami ini menguras banyak stamina."
"A-apa?! Izumi berhasil membekukan gelombang tsunami tersebut dengan kekuatan es miliknya?!" Ezeqia pun sangat terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Izumi.
BERSAMBUNG