
Saito yang sudah menyadari ada seekor burung elang jenis Martial yang sedang diam-diam mengikutinya dari belakang. Saito langsung berbalik dan menatap ke arah burung elang tersebut.
Tanpa pikir panjang Saito pun langsung mengubah beberapa benda rongsokan yang berada didepan rumah kosong tersebut menjadi puluhan pedang tajam.
"Dante Sword.."
Saito pun langsung melesatkan puluhan pedang itu ke arah Benn yang masih berada dalam mode elang Martial. Pedang-pedang itu melesat dengan sangat cepat, "Swushh!!! Swushh!! Swushh!!!"
Benn mode elang Martial langsung terbang menjauh ke udara sembari meliuk-liuk untuk menghindari puluhan pedang yang bergerak mengejarnya. Akan tetapi, puluhan pedang itu masih saja mengejarnya sebelum mengenai dirinya.
Benn terbang kebawah, lalu berubah ke mode Hybrid, manusia setengah hewan. Benn berubah menjadi manusia pada umumnya, namun di kedua pundaknya terdapat sayap burung elang Martial, ditambah kedua matanya yang masih sama tajamnya dengan burung Elang karena tidak mengalami perubahan apapun.
Benn menarik pedangnya dari sarung pedang, kemudian ia melesatkan beberapa tebasan secara bertubi-tubi ke arah puluhan pedang yang kini bergerak ke arahnya, "Batss!! Batss!! Batss!!" Benn berhasil menghancurkan semua pedang dengan tebasannya.
"Ah, ternyata burung jadi-jadian, ya? Wajar saja dari tadi kau selalu mengejar kami setiap kali bertemu. Ada apa gerangan?" tanya Saito.
"Batss!!" Dalam satu kali tebasan, Benn berhasil menghancurkan topeng Onii yang dikenakan oleh Saito, "Katakan siapa orang yang telah membayar kalian untuk melakukan penculikan?"
"Astaga, kau menghancurkan topeng berharga ku." ucap Saito dengan nada dingin. Ia melihat topengnya yang hancur berkeping-keping ditanah, "Sayang sekali, aku tidak bisa memberitahu apa yang kau tanyakan. Lalu, kau telah mengetahui wajah asliku, itu artinya kau harus kubunuh disini, saat ini juga.."
"Ya, kalau kau bisa membunuhku. Bukan kau yang terbunuh, okey?"
Saito pun murka. Ia langsung berlari dengan cepat ke arah Benn sembari mengubah beberapa batuan kecil yang ada dijalanan menjadi pedang. Saito melesatkannya kembali kepada Benn.
Benn bergerak dengan lincah untuk menghindari beberapa pedang itu lalu menebas menghancurkannya. Setelah itu, Benn melompat ke arah Saito dan mencoba untuk menyerangnya dengan tebasan pedang nya.
"Hyaaaa!!!"
Saito menggulingkan badannya ke tanah untuk menghindari tebasan yang dilesatkan oleh Benn. Saito langsung bergerak membelakangi Benn, mengubah sehelai rambut menjadi sebuah pedang, lalu mencoba untuk menebasnya.
Dengan sigap Benn langsung berbalik arah dan menangkis tebasan pedang yang telah dilesatkan oleh Saito, "Tyengg!!!" Sekilas, terlihat percikan api yang muncul ketika dua pedang mereka saling bergesekan.
Disaat yang bersamaan Saito mencoba untuk menendang bahu Benn. Namun, Benn menunduk untuk menghindari tendangan tersebut. Kemudian, dengan cepat Benn pun langsung menendang dada Saito hingga terpental beberapa meter kebelakang.
"Ah, kau cukup hebat juga dalam bertarung. Aku penasaran siapa dirimu yang sebenarnya? Kenapa kau bisa sekuat ini, bahkan bisa melawan seimbang dengan pembunuh bayaran sepertiku.." ucap Saito.
"Beritahu aku siapa yang telah membayarmu untuk menculik orang-orang tak bersalah, setelah itu aku akan memberitahu identitas sebenarnya dari diriku.." ucap Benn.
Saito pun mulai terpikirkan oleh sesuatu. Ia mengambil buku Bingo nya dan membalikkan beberapa lembar. Beberapa saat kemudian, Saito tersenyum licik, "Benn Hindergrass. Ternyata kau juga masuk ke dalam buku Bingo."
"Buku Bingo?"
"Tepat sekali. Targetku datang dengan sendirinya. Aku tidak perlu susah-susah payah lagi untuk mencarimu. Dan, ini bisa menjadikan alasan utama aku akan membunuhmu." ucap Saito.
Saito pun mengubah ratusan kerikil yang ada di tanah menjadi ratusan pedang tajam yang siap ia lesatkan kapanpun ia mau. Ratusan pedang itu melayang di udara.
"Omoshiroi. Benn Hindergrass. Di dalam buku Bingo ini hanya tertulis namamu, tapi latar belakangmu tidak tercantum sama sekali. Aku jadi penasaran, kenapa dirimu menjadi incaran oleh beliau.." ucap Saito yang berjalan mendekat ke arah Benn.
"Aku tidak punya hak untuk menjawab rasa penasaranmu itu. Kalau kau ingin bertukar informasi, maka aku akan melepaskanmu, dan tidak membunuhmu.." ucap Benn.
"Oey-oey!! Kenapa seolah-olah bicaramu bisa mengalahkanku begitu saja dengan mudah? Terlalu optimis itu tidak terlalu baik loh." ucap Saito.
Dalam sekejap pedang yang dipegang Benn mengeluarkan api yang membara berkobar-kobar. Benn pun mengangkat pedangnya ke udara seperti akan bersiap-siap untuk melakukan tebasan.
"Huahahaha!!! Satu pedangmu itu takkan bisa mengalahkan ratusan pedang milikku. Apa kau tak tahu kapan waktunya untuk menyerah?" tanya Saito sembari tertawa terbahak-bahak.
"Tidak. Aku tidak kenal rasa menyerah." jawab Benn.
"Unlimited Sword!!!" Saito pun langsung melesatkan ratusan pedang itu ke arah Ben berada.
"Enyahlah!!!!!"
"Sword Style : Wildfire No Eagle Martial!!!"
Benn pun melesatkan tebasan pedang yang bisa mengeluarkan api membentuk elang Martial dalam ukuran raksasa. Tebasan itu langsung saja membakar dan menghanguskan ratusan pedang yang mengarah ke arahnya dalam sekejap hingga hancur menjadi abu.
Saito pun terkejut karena ratusan pedangnya berhasil dihancurkan begitu saja. Ia benar-benar tak percaya. Bahkan saat ini Saito melihat tebasan yang dilesatkan Benn sedang mengarah ke arahnya juga.
Saito memasang raut wajah panik, "Sialan!! Tebasan macam apa itu, kenapa bisa mengcounter ratusan pedangku?!!"
"Batsss!!!"
Saito terkena serangan tebasan pedang itu. Bahkan ia juga merasakan rasa panas yang membakar tubuhnya, "Uaghhh!!!!" Beberapa saat kemudian, Saito pun terkapar di tanah.
Benn pun berpijak ke tanah kembali. Berjalan mendekat ke arah Saito yang terkapar, "Sayang sekali kau tidak bisa membuktikan bahwa kau bisa membunuhku. Bersyukurlah karena aku tidak membunuhmu, karena aku masih membutuhkan informasi yang harus kudapatkan darimu.."
Saito yang terkapar pun mengubah bebatuan di sekitarnya menjadi sebuah pedang. Lalu melesatkannya ke arah Benn. Namun Benn berhasil menghindarinya hanya dengan memiringkan kepalanya. Dan, pedang itu pun melewati leher Benn begitu saja dan masih terbang jauh di udara.
Benn pun menarik kerah baju Saito.
"Aku akan membawamu pergi." ucap Benn.
"Sebelum itu, aku ingin bertanya kepadamu tentang identitasmu yang sebenarnya, lagipula kau sudah mengalahkanku.." ucap Saito dengan nada lemas.
Benn pun menunjuk ke sebuah logo kuda putih yang terpampang pada pakaiannya, "Kalau kau tahu simbol ini, maka kau akan tahu siapa diriku sebenarnya. Dan kenapa juga aku bisa menjadi buronan kalian.."
"Ah, sialan. Kenapa aku harus memikirkan hal itu." ucap Saito.
"Raiden, aku berhasil mengalahkan musuh. Dan aku akan membawanya hidup-hidup."
[ Huoo!! Kau hebat sekali Benn-san!! Baiklah, aku akan menunggumu disana!! ]
B E R S A M B U N G