Cosplay

Cosplay
Chapter 427 - Awakening.



Babenko melanjutkan untuk mencopot bagian tubuh Izumi. Kali ini ia mencopot kaki kanan Izumi dari tubuhnya. Kaki kanan Izumi langsung bergerak cepat ke arah Babenko, kemudian saat ini juga Izumi telah kehilangan kedua kakinya dan tak bisa untuk berdiri.


"Ah, kaki kananku juga.." ucap Izumi.


Disaat yang bersamaan, Babenko pun langsung berlari cepat ke arah Izumi lalu menendang wajahnya hingga terpental beberapa meter kebelakang, "Jduakkk!!"


"Aghhh!!!" Izumi merintih kesakitan karena tendangan kuat yang dilesatkan oleh Babenko, setelah itu juga ia langsung menginjak-injak kaki kanan Izumi hingga berteriak merintih kesakitan.


"Subarashi.. Teriakan yang luar biasa!!! Teriakan yang sangat indah!! Aku sangat menyukainya!!" Babenko tersenyum seperti seorang psikopat.


Sekilas, dahi Izumi sedikit berdarah karena tendangan Babenko yang cukup kuat. Terlihat juga Izumi sedang berjalan merangkak mendekat ke arah Babenko dengan hanya mengandalkan satu tangannya saja.


"Meski aku harus kehilangan seluruh anggota tubuhku, aku akan terus melawanmu. Karena, aku takkan kalah dari orang sepertimu. Kalau aku kalah dari seorang sepertimu, maka aku tak pantas menjadi kapten bagi mereka.." ucap Izumi.


"Ya, kau dan teman-temanmu itu hanya sekedar kelompok Bajak Laut sampah. Bahkan kapten nya sendiri tidak bisa mengalahkanku. Berbicara omong kosong dan terlalu naif." ucap Babenko, ia menatap sinis Izumi. Kemudian ia mengarahkan kedua tangannya ke arah Izumi kembali.


Tiba-tiba, Babenko mendapati sebuah kubus dengan isi didalamnya terlihat jelas seperti organ dalam manusia, yaitu sebuah jantung. Tak berselang lama kemudian, Babenko pun sedikit meremas kubus berisi jantung tersebut.


Dan disaat yang bersamaan juga, "Uaghh!!! Apa yang terjadi padaku?!!" Lagi-lagi Izumi berteriak merintih kesakitan sembari memegang dadanya dengan tangan kanannya, bahkan Izumi sedikit mengeluarkan darah dari mulutnya.


"Izumi, lihatlah apa yang kupegang ini.." ucap Babenko.


Izumi melihat ke benda yang dipegang oleh Babenko. Ia pun mulai merasakan firasat buruk, dan Izumi berfikir bahwa benda yang dipegang oleh Babenko adalah..


"Benar sekali, ini adalah jantungmu, Izumi!! Jadi, bila jantung ini kutusuk, apa yang akan terjadi padamu? Tentu saja kematian, bukan? Kini nyawamu sudah berada dalam genggamanku.." ucap Babenko dengan nada sinis.


Sementara itu, dari kejauhan terlihat Davidestorm dengan wajah kesal, ia mencoba untuk menyelamatkan Izumi, akan tetapi Yoshino langsung mencegatnya.


"Oey, Yoshino. Kenapa kau menghalangiku untuk menyelamatkan Izumi? Apa kau tidak lihat sekarang dia berada dalam situasi sulit?" tanya Davidestorm, ia sangat bersikeras untuk menolong Izumi.


"Tenanglah, Davidestorm. Dia telah memerintah kita untuk tidak ikut campur dalam pertarungan nya. Serahkan saja padanya, aku yakin Izumi pasti bisa mengalahkannya." ucap Yoshino sembari tersenyum bersemangat.


Kembali ke pertarungan antara Izumi dan Babenko. Memang saat ini pertarungan diantara mereka di dominasi oleh Babenko setelah berhasil membuat Izumi terkena oleh kekuatannya.


Kemudian, terlihat Babenko mengambil sebuah pisau dari dalam sakunya, "Izumi, apa kau punya kata-kata terakhir untuk kawan-kawan mu?" Babenko mengangkat pisau yang ia pegang keatas, dia juga bersiap-siap untuk menusuk jantung Izumi, "Setidaknya, beri kata-kata terakhir dong.."


"Aku tidak punya kata-kata terakhir, karena aku belum kalah dalam pertarungan ini." ucap Izumi sembari tersenyum bersemangat.


"Tapi setelah kupikir-pikir kau sama sekali tak membutuhkan kata-kata terakhir sih, pasalnya setelah aku membunuhmu, aku akan segera membunuh teman-temanmu, jadi kalian bisa reunian di dalam baka, ending yang bagus, bukan?" tanya Babenko.


Lalu tanpa pikir panjang Babenko pun mencoba untuk menusuk jantung Izumi yang ia pegang. Akan tetapi, dalam sekejap mata, jantung Izumi menjadi sebuah es lalu hancur dengan sendirinya. Babenko pun terkejut dengan jantung itu berubah jadi es lalu hancur sebelum ia menusuknya.


Bukan hanya jantung. Kedua kaki Izumi, tangan kiri Izumi, serta telinga kiri Izumi berubah menjadi es lalu hancur dengan sendirinya.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Kemudian, Babenko langsung melihat ke arah Izumi.


Sekilas, terlihat kedua kaki Izumi yang perlahan tumbuh dari es yang telah menyelimuti sebagian tubuh Izumi. Setelah itu, Izumi pun berdiri kembali. Tak berselang lama setelah itu, tangan kiri Izumi juga mulai tumbuh dari es yang menyelimutinya.


"Yare-yare, sepertinya kau gagal untuk membunuhku, Babenko." ucap Izumi sembari tersenyum bersemangat, dan ketika Izumi berbicara, sebuah asap dingin keluar dari mulutnya.


"A-apa yang kau lakukan?! Seharusnya aku sudah mencopot beberapa bagian tubuhmu!!" Babenko sama sekali tak mengerti dengan apa yang terjadi dengan Izumi.


"Kalau kau mempunyai sebuah Awakening, sepertinya aku juga bisa mempunyainya. Dan, dalam posisi terdesak tadi, nampaknya aku telah membangkitkan Awakening dari kekuatan es ku." ucap Izumi.


"Apa?!!!" Babenko terkejut. Lalu, ia pun langsung mencopot tangan kiri Izumi lagi dengan kekuatan Awakening nya yang masih aktif.


Akan tetapi, meski tangan kiri Izumi sudah berada di tangan Babenko, tiba-tiba tangan kirinya kembali tumbuh berkat kekuatan es nya.


"Sekarang kekuatanmu takkan bisa untuk membunuhku. Karena, untuk saat ini, aku bisa menjadikan tubuhku sendiri menjadi es dan bebas memanipulasinya. Meski kau memotong beberapa bagian tubuhku, aku tetap bisa menumbuhkan nya lagi dengan kekuatan es ku." ucap Izumi.


"Oey, yang benar saja!!!"


Babenko masih tak percaya dengan perkataan Izumi. Lalu, ia pun beberapa kali mencopot tangan maupun kaki dari tubuh Izumi. Namun, Izumi berhasil menumbuhkan nya kembali.


"Sialan!!!"


"Jangan berteriak gitu dong, kemana semangat membunuhmu tadi?" tanya Izumi. Sekilas kekuatan es nya langsung merambat ke sebagian wajah dan juga sebagian tubuhnya, "Aku sendiri terkejut, kenapa aku bisa membangkitkan Awakening dari kekuatan es ku seperti ini." ucap Izumi.


"Huh? Apa kau mengira kekuatan Awakening itu hanya sebuah kebetulan?" tanya balik Babenko.


"Mungkin aku hanya kebetulan bisa menggunakan kekuatan Awakening kekuatan es ku. Jadi, mungkin untuk beberapa waktu kedepan nanti, aku ragu akan bisa memakainya lagi." ucap Izumi.


"Sialan, kalau begini, aku jadi sedikit kesulitan untuk membunuhnya." gumam Babenko, "Si Izumi itu sekarang seperti telah menjadi manusia es, bahkan ia bisa menumbuhkan atau mengregenerasi beberapa bagian tubuhnya yang telah kucopot, dan juga seolah-olah dia kini tidak bisa untuk dibunuh." lanjutnya dengan nada pelan.


"Sayang sekali, Babenko. Kau tidak bisa membunuhku selama aku belum membangkitkan kekuatan Awakeningku tadi. Nah, untuk sekarang aku akan bersiap untuk menyerang balik, ini juga bisa menjadi kekalahanmu.." ucap Izumi dengan nada semangat.


"Dasar kurang ajar, aku takkan membiarkanmu untuk mengalahkanku.." ucap Babenko.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa kritik dan saran nya agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti.