Cosplay

Cosplay
Chapter 502 - Suspicious.



Izumi berhenti dari jalannya ketika melihat seorang perempuan yang baru saja berpapasan dengannya. Izumi merasa seolah-olah seperti pernah mengenal perempuan itu sebelumnya.


"Eh? Perasaan aku seperti mengenal orang itu. Tapi siapa ya.." ucap Izumi. Dia menoleh ke arah perempuan yang kini sudah berjalan jauh dibelakangnya.


Pilkington dan Dapidson yang kebingungan pun bertanya kepada Izumi.


"Izumi, kau kenal perempuan itu? Kenapa raut wajahmu seperti seolah-olah seperti mengenal perempuan itu." ucap Pilkington.


"Apa dia salah satu musuh yang pernah kau lawan atau bagaimana?" ucap Dapidson.


Pilkington dan Dapidson juga menoleh ke arah perempuan yang dimaksud oleh Izumi tersebut. Pilkington dan Dapidson juga tidak merasa ada yang aneh dengan perempuan tersebut.


"Ah, aku lupa!!! Siapa ya dia!!!" Izumi pun *******-***** rambutnya sendiri karena kesal dengan dirinya. Dia merasa seperti telah mengenal perempuan itu, tapi Izumi sendiri lupa siapa dia sebenarnya.


"Hadeh, kau ini bagaimana sih Izumi. Masa dengan orang yang pernah kau kenal sendiri malah lupa." ucap Pilkington sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Beberapa saat kemudian setelah itu. Lagi-lagi Izumi, Dapidson, dan Pilkington secara tak sengaja melihat satu orang yang mengenakan jubah hitam dengan tudung jubah menutupi wajahnya.


Pria berjubah hitam itu tengah berdiri di saah satu atap rumah yang berada disana. Pria itu juga tampak sedang mengamati sekitar. Melihat hal yang mencurigakan, Izumi, Dapidson, dan Pilkington pun bersikap biasa seolah-olah tidak terjadi apa-apa.


"Oey, Izumi ada seorang pria yang mencurigakan disana. Jadi bersikaplah seperti biasa saja agar dia tidak menyadari kalau kita telah melihatnya.." ucap Pilkington.


"Jangan-jangan dia adalah salah satu Pembunuh Bayaran juga. Mungkin saat ini dia sedang mencari seseorang untuk diculik ata dibunuh. Aku tidak bisa membiarkan hal ini terjadi." ucap Izumi dengan nada sinis sembari melirik ke arah pria berjubah hitam yang kini masih berdiri diatas atap salah satu rumah.


"Dibilang jangan gegabah woi!! Kita ikuti saja dia diam-diam. Kalau terbukti dia mau membunuh atau menculik, kau langsung saja hajar dia, Izumi!!" ucap Dapidson.


"Baiklah kalau begitu, aku mengerti. Aku akan langsung menghajar pria itu kalau terbukti akan melakukan percobaan penculikan atau pembunuhan, kan?" tanya Izumi kepada Dapidson.


"Ya, itu benar." ucap Dapidson.


"Hoey, Dapidson. Kenapa kau seperti memanfaatkan Izumi?" tanya Pilkington yang menatap datar Dapidson.


"Hehehe, lagipula diantara kita, yang terkuat adalah Izumi kan? Daripada kita bersusah payah, lebih baik kita serahkan saja pada Izumi.." ucap Dapidson sembari tertawa seperti orang yang tak bersalah.


"Hadeh, kau ini, dasar Dapidson, Dapidson.." ucap Pilkington sembari menggelengkan kepalanya.


Satu menit kemudian, pria berjubah hitam itu mulai bergerak kembali. Izumi, Dapidson, dan Pilkington pun tak tinggal diam. Mereka bertiga pun memutuskan untuk mengikuti pria berjubah hitam itu dari belakang.


Pria berjubah itu bernama Jarvis Anderton. Jarvis adalah seorang Pembunuh Bayaran yang diberi tugas oleh Filimonov untuk melakukan penculikan dan pembunuhan di wilayah Redrion. Filimonov yang saat ini sedang membutuhkan banyak manusia, dia pun menyewa pembunuh bayaran dari berbagai wilayah untuk melakukan tugas penculikan.


Jarvis melompat dari atap rumah ke atap rumah lainnya seperti seorang Ninja. Sesekali Jarvis juga melihat buku Bingo yang dia bawa.


"Aku harus menculik orang-orang yang berada dalam buku Bingo ini, ya? Okelah, demi mendapatkan bayaran yang banyak, aku rela melakukan apapun.." ucap Jarvis.


Setelah cukup lama Jarvis bergerak dari atap ke atap rumah lainnya, dia pun langsung turun di sebuah gang. Jarvis mengamati sekitar untuk mencari orang yang akan dia incar kali ini. Jarvis bergerak seperti hembusan angin yang sangat kencang.


Jarvis berlari dengan cepat dari gang ke gang lainnya untuk mencari orang yang akan dia culik kali ini. Dan, beberapa menit kemudian, akhirnya Jarvis melihat seorang perempuan cantik berambut sebahu. Perempuan itu berada dalam buku Bingo.


"Nah, itu dia. Akhirnya aku berhasil menemukan perempuan itu." ucap Jarvis.


Sementara perempuan itu juga merasakan ada seseorang yang sedang mengikutinya. Oleh karena itu, perempuan tersebut pun langsung berlari di tengah-tengah keramaian jalanan.


Jarvis yang melihat perempuan itu berlari pun gak tinggal diam begitu saja. Jarvis pun mengejarnya.


Perempuan itu dan Jarvis pun kini terlibat dalam aksi kejar-kejaran. Sampai pada akhirnya, perempuan itu nekat untuk berlari berbelok ke sebuah gang. Perempuan itu mengira kalau dia melewati gang ini, dia akan bisa menemukan jalan lain. Akan tetapi, gang yang dilewati perempuan itu adalah sebuah gang buntu.


Perempuan itu terlihat begitu kebingungan. Dan Jarvis kini sudah berlari berbelok ke gang yang telah dimasuki oleh perempuan itu.


Jarvis membuka tudung jubahnya dan memperlihatkan wajahnya kepada perempuan tersebut. Jarvis pun menarik katana yang berada dipunggungnya lalu mengarahkan nya ke arah perempuan itu.


"Aku sarankan kau tidak memberontak, Nona. Atau aku akan membuatmu pingsan dengan cara yang menyakitkan.." ucap Jarvis.


"Siapa kau?! Apa maumu?! Kalau berani-berani mendekat aku akan berteriak!! Jadi jangan macam-macam!!!" ucap Perempuan itu dengan nada lantang.


Jarvis pun tersenyum licik menyerangai sembari berjalan mendekat ke arah perempuan itu.


"Huh? Omong kosong apa kau ini, Nona? Berteriak, katamu? Jangan bercanda, tidak akan ada seseorang yang akan menolongmu. Jadi kemarilah, ikut denganku, dan jangan melawan.." ucap Jarvis.


Akan tetapi, secara mengejutkan, tiba-tiba Izumi sudah berada di udara tepat dibelakang Jarvis. Kini Izumi bersiap untuk melesatkan serangan pukulan es raksasanya kepada Jarvis, "Oey, jangan salah paham. Tapi ada aku yang menolongnya!!! Takkan kubiarkan kau menculiknya!!!"


"A-apa?!! Si-siapa kau!!-" Jarvis pun terkejut dengan kedatangan Izumi.


"Ice-Ice No Elephant Hits!!!" Tanpa basa-basi, Izumi pun langsung melesatkan pukulan es raksasanya kepada Jarvis.


"Uaghhhhh!!!!"


Jarvis yang terkena serangan itu pun langsung menghantam tanah dengan sangat kuat hingga menciptakan sebuah retakan yang cukup dalam, "Bruakkk!!!"


Setelah terkena serangan dari Izumi, Jarvis pun terkapar dengan wajahnya yang penuh darah karena babak belur. Serangan Izumi berhasil mengejutkannya, "Si-sialan.." Jarvis pun pingsan ditempat.


Sementara perempuan itu pun langsung berlari dari gang. Disisi lain, Izumi pun berdiri dihadapan Jarvis yang terkapar pingsan tersebut.


"Aku takkan membiarkan orang-orang seperti mu menculik atau membunuh manusia tak bersalah lagi." ucap Izumi.


Disaat yang bersamaan, Pilkington dan Dapidson pun langsung berlari menyusul dari belakang Izumi. Dapidson dan Pilkington pun berdiri dibelakang Izumi.


"Hei, Izumi. Larimu cepat sekali." ucap Dapidson yang sedikit ngos-ngosan.


"Tapi, kau berhasil menggagalkan aksi penculikan ini, Izumi." ucap Pilkington yang juga sedikit ngos-ngosan.


Disaat yang tepat, Izumi berhasil menggagalkan Jarvis yang hendak melakukan aksi penculikan terhadap perempuan yang telah menjadi targetnya.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!!