
Hal yang tak disangka-sangka kembali membuat Izumi dan Hozuki terkejut. Shoba Sekken, salah satu orang yang pernah menjadi musuh mereka berdua telah tertangkap dan menjadi orang ketiga yang akan dilelang di Auction Room 09.
Para penonton atau tamu yang hadir langsung menyerukan kata-kata yang tak pantas kepada Shoba. Pasalnya, banyak yang beranggapan bahwa Shoba tak layak dilelang ketika dalam keadaan babak belur. Mereka juga beranggapan bahwa kualitas Shoba sebagai budak akan menurun. Oleh karena itu, banyak orang ingin agar Shoba segera di eksekusi mati saja.
"Bunuh saja dia!!" Kata-kata yang tak pantas terus menggema di seluruh area Auction Room 09. Entah kenapa, kebanyakan dari mereka seolah-olah merasa gatal untuk membunuh Shoba.
Tak berselang lama, para penonton dan tamu yang telah hadir langsung melempari benda ke arah Shoba, seperti botol, kaleng, dan lain-lain. Shoba yang babak belur pun hanya terlihat pasrah dan terbaring lemas di dalam kurungan berukuran cukup besar.
Izumi dan Hozuki pun merasa sangat kesal ketika melihat tindakan arogansi yang dilakukan oleh para penonton dan tamu yang hadir dalam acara lelang ini. Lalu, Izumi pun langsung mengepalkan kedua tangannya.
"Tenanglah, Izumi.." Hozuki mencoba untuk membuat tenang Izumi. Karena menurutnya, ini bukanlah yang tepat untuk menyerang balik.
Lalu, Shoba yang dalam keadaan sedikit sadar pun mengetahui bahwa ada Izumi dan Hozuki yang berada di sekitarnya. Dengan nada lirih dan lemas, ia pun berkata, "Oey, Hozuki.. bagaimana nasib Ushiwakamaru?"
"Ya, dia baik-baik saja bersama teman-teman ku. Lalu, bagaimana kau bisa tertangkap dan berada disini?" tanya Hozuki
"Ceritanya sangat panjang.."
Tak berselang lama, "Semuanya diam!!" Hibito Kurosaki pun langsung mempertegas untuk menyuruh semua orang agar diam, "Audiens, cepat mulai saja acara lelang ini..!!"
"Baiklah, tuan Hibito!!" Sang Audiens pun mengiyakan permintaan Hibito.
Kemudian, Audiens pun bergegas menuju ke panggung utama. Ia mengamati sekitar, merasa kondisi sudah sedikit tenang dan kondusif, sang Audiens pun memulai proses pelelangan dengan Izumi yang akan dilelang terlebih dahulu.
"Izumi Hirosuke, harga dasar 500 juta Zen!! Siapa yang akan mengambilnya?"
"Saya 600 juta Zen!!"
"700 juta Zen..!!"
"900 juta Zen..!!"
Dari berbagai pihak pun banyak yang menawar Izumi dengan harga yang paling tinggi. Entah kenapa, banyak pihak yang tertarik dengan Izumi. Setelah proses saling bertarung untuk memperebutkan harga, pada akhirnya..
"1,5 milyar Zen!!" Seorang pria yang mengenakan jubah hitam dengan tudung yang menutupi wajahnya pun menawar Izumi dengan harga fantastis.
"Baiklah, dengan ini Izumi Hirosuke terjual dengan harga-"
Tanpa basa-basi, Izumi pun langsung menghancurkan borgol yang mengunci kedua tangannya lalu menghancurkan penjara yang telah mengurungnya bersama dengan Hozuki.
"Hoey.. hoey.. kau kira aku akan diam saja melihat diriku dijualbelikan begitu saja? Aku adalah seorang Kapten, dan juga masih punya harga diri. Kalau kalian tak terima, enyahlah saja..!! Sialan..!!" teriak Izumi.
"Hoey, bocah..!! Ada orang yang akan membelimu!! Jadi, terima saja takdirmu untuk menjadi budak..!!" teriak Hibito.
Disisi lain, Hozuki juga ikut untuk menghancurkan borgolnya. Lalu, bergegas keluar dari penjara dan menghancurkan kurungan besar, kemudian ia pun mengeluarkan Shoba dari kurungan besar tersebut, "Oey, Shoba.. bertahanlah.." Hozuki pun menghancurkan borgol yang mengunci tangan Shoba.
Setelah itu, Hozuki pun mengangkat Shoba yang lemas dan babak belur lalu menaruh di pundaknya. Lalu, ia pun berjalan dan berdiri disamping Izumi.
"Hozuki, maafkan aku. Aku tidak bisa bersabar untuk waktu yang cukup lama. Aku ingin sekali menghajar mereka semua xixixi.." ucap Izumi. Raut wajahnya pun terlihat menjadi sangat bersemangat.
"Apa boleh buat, aku juga akan ikut denganmu untuk menghajar mereka semua.." ucap Hozuki.
Sementara itu, sekilas nampak pria berjubah hitam yang telah menawar Izumi dengan harga 1,5 milyar Zen pun langsung bergegas pergi meninggalkan Auction Room 09 setelah menyadari akan ada kekacauan yang terjadi.
Disisi lain, Hibito Kurosaki pun melompat menuju ke panggung utama dan berdiri disebelah Audiens. Ia pun langsung menarik dua pedang miliknya dan mengarahkannya ke Izumi dan juga Hozuki.
"Lebih baik kalian berdua menyerah, atau kalian akan merasakan keganasan dari beladiri pedang yang aku kuasai.." ucap Hibito.
Tak berselang lama, puluhan orang yang berada di bangku penonton pun langsung melompat ke panggung utama dan mencoba untuk menyerang Izumi dan Hozuki, serta Shoba yang mereka berdua bawa, "Hiyaa..!!"
"..... Kalian terlalu meremehkan kami berdua, xixixi.." ucap Izumi, ia tersenyum menyeringai bersemangat.
Setelah itu, Izumi pun membuat salah satu tangannya dilapisi oleh es lalu membesar menjadi tangan es raksasa. Ia mengepalkan tangannya lalu, "Ice-Ice No Elephant Hits..!!" Izumi pun berhasil menyerang cukup banyak orang hanya dengan satu kali pukulan.
"Uaghhhh..!!"
Disisi lain, Hozuki pun menempelkan telapak tangannya ke lantai yang berada di depannya. Lalu, "Mizu No Predator..!!" Tiba-tiba gelombang air muncul dari lantai yang disentuh oleh Hozuki. Gelombang air tersebut pun berubah menjadi sosok hewan-hewan predator seperti buaya, harimau dan lain-lain, hewan-hewan yang terbuat dari gelombang air itu pun langsung menerkam cukup banyak orang yang hendak menyerangnya.
"Huaaaaa..!! Sialan..!!"
Hanya dala hitungan detik, kroco-kroco berhasil dikalahkan oleh Izumi dan juga Hozuki. Hibito Kurosaki pun mulai geram dengan perbuatan memberontak yang dilakukan oleh Izumi dan juga Hozuki.
"Kalian berdua.." Dengan raut wajah kesal, Hibito pun sudah tidak sabar untuk menghabisi Izumi dan Hozuki. Dan, tak berselang lama setelah itu, tiba-tiba muncul beberapa orang dengan jubah berwarna merah berdiri di dekat Hibito, "Kalian datang disaat yang tepat, sepertinya kita harus menghabisinya, mereka berdua adalah kapten yang cukup tangguh.."
"...... Ya, karena itu, kami mendengar ada keributan dan langsung bergegas kemari."
Beberapa orang berjubah merah datang, diduga ia adalah rekan dari Hibito Kurosaki. Disisi lain, terlihat Izumi dan juga Hozuki yang bersemangat untuk mengalahkan musuhnya.
B E R S A M B U N G