
Chapter 514 - Ini Bukanlah Akhir.
Kini Pasukan Revolusi, Pasukan Pemerintah, kelompok Bajak Laut Cosplay, bahkan tiga Angkatan Laut yang berniat tak terlibat dalam peperangan ini pun ikut terjebak dalam Game Death Zone.
Seiring berjalannya waktu Zone yang dibuat Filimonov akan semakin mengecil. Nyawa mereka semua dalam bahaya. Karena Zone tersebut akan melenyapkan apapun yang dilewatinya. Bahkan senjata seperti pedang tak mampu untuk menahan Zone tersebut.
Kini terlihat Leonardo K. Davies, Stuart, dan Limit Company yang berdiri tepat dihadapan Zone. Mereka bertiga memasang raut wajah kesal dan sedikit panik.
"..... Bagaimana ini, Captain? Kita yang awalnya tak boleh terlibat dalam peperangan ini, seolah-olah keadaan telah memaksa kami untuk terlibat.." ucap Stuart.
"Kalau begini, apapun yang terjadi Filimonov harus dikalahkan. Kalau tidak, nyawa kita, bukan, nyawa semua orang yang berada di dalam Ibukota Blues akan terancam." ucap Leonardo.
"Seolah-olah ini adalah game kematian-" ucap Limit Company.
"Ya!! Ini memang game kematian!! Lalu, lihatlah ke arah sana!!" Leonardo menunjuk ke arah Dataran tinggi yang tiba-tiba tercipta dalam sekejap.
Stuart dan Limit Company pun baru menyadari tentang dataran tinggi tersebut.
"A-apa?!! Kenapa tiba-tiba terdapat dataran tinggi disana?!!" Stuart pun terkejut ketika melihat hal itu.
"Dan yang terpenting, lihat disana!! Di puncak dataran tinggi terdapat sebuah Istana!!" ucap Limit Company.
"Tentu saja itu Istana Negara. Jadi begitu ya, getaran yang cukup hebat tadi adalah akibat dari pergerakan tanah yang naik hingga menjadi sebuah dataran tinggi. Hal ini cukup menjadi masuk akal.." ucap Leonardo.
"Bagaimana kalau kita langsung saja menghubungi markas pusat untuk mengirimkan bantuan, Captain?!" Hati Stuart lagi-lagi bimbang. Dalam pikirnya apakah dia bisa keluar dari situasi ini atau tidak.
Akan tetapi, "Tidak. Aku tetap tidak akan memanggil Markas pusat. Karena ini adalah masalah internal dari Negara ini. Angkatan Laut sebaiknya tidak terlibat dalam masalah ini." Jawaban Leonardo tetaplah menolak untuk memanggil bantuan dari markas pusat.
"Lalu bagaimana kalau Zone ini akan membunuh kita, Captain?"
"Tenang saja. Pasukan Revolusi itu pasti akan segera mengalahkan Filimonov. Sekuat apapun kekuatan Filimonov pasti ada sebuah celah dari kelemahannya."
~
Tak berselang lama kemudian, tiba-tiba saja sebuah layar hologram misterius menyebar ke seluruh area Ibukota Blues. Kemudian, wajah Filimonov terpampang jelas dalam layar tersebut. Itu adalah siaran langsung dari Filimonov yang kini berada di Istana yang berada di puncak dataran tinggi.
"Kalau kalian ingin selamat dari Zone ini, maka kalahkan aku dengan cepat. Karena seiring berjalannya waktu, Zone ini akan semakin menyempit!!"
Dalam siaran langsung tersebut, Filimonov tampak menjelaskan sesuatu hal.
"Dan kalian semua, bila ingin bertarung dan mengalahkanku, maka kemarilah, saat ini aku berada di puncak dataran tinggi. Akan tetapi, kalian takkan mudah untuk mencapai puncak ini.."
Kemudian Filimonov pun menjelaskan secara detail tentang dataran tinggi yang baru saja tercipta ini.
Dataran tinggi yang baru saja diciptakan oleh Filimonov ini memiliki 6 Level. Semakin tinggi level dataran tinggi yang dipijak, maka semakin tinggi pula jarak tinggi yang mereka tempuh. Dan di setiap level sudah terdapat pasukan Pemerintah, para petinggi dari Pemerintah yang berjaga untuk menghalangi siapapun yang ingin bertemu dengan Filimonov.
Kemudian siaran langsung itu berhenti. Layar hologram yang menyebar di seluruh penjuru Ibukota Blues pun perlahan mulai menghilang.
Disisi lain, Izumi dan Yoshino pun hanya menanggapi santai pernyataan dari Filimonov. Mereka tersenyum bersemangat. Mereka berdua tak kenal takut, karena setiap kali Izumi dan Yoshino melawan orang yang kuat, mereka sama sekali tak gentar untuk mengalahkannya.
"Yoshino, ini sangat menarik, bukan? Kalau kita gagal mengalahkan Filimonov, maka kita akan lenyap oleh Zone ini. Jadi, ini membuatku menjadi bersemangat untuk mengalahkannya.." ucap Izumi.
"Yeah, Captain. Aku juga sangat bersemangat. Terlebih lagi, aku belum pernah bertarung melawan iblis.." ucap Yoshino.
"Terlebih lagi, bila kita berhasil mengalahkan Filimonov dan kondisi politik di Negeri ini sudah stabil dan normal kembali, maka Xia akan bergabung dengan kru kita!! Jadi, Yoshino.. Ayo kita kalahkan Filimonov.." ucap Izumi.
"Ya. Dimengerti, Captain. Dengan senang hati, aku akan bertarung bersamamu, Izumi!!" ucap Yoshino.
Disisi lain, Firehn dengan keempat petinggi Pasukan Revolusi terlihat melewati Pasukan Pemerintah yang menghalangi begitu saja. Kini mereka sedang bergegas menuju ke dataran tinggi level 1.
Sementara itu, Legolas yang masih terbang di udara sedang melihat ke arah dataran tinggi dari bawah sampai puncak. Dia mulai berfikir..
"Kalau untuk mencapai puncak, aku bisa terbang kesana dengan cepat. Namun, bila aku sendirian kesana dan dikalahkan olehnya, sepertinya itu akan menjadi sia-sia.." ucap Legolas, "Hal tepat yang harus kulakukan adalah membantu Tuan Firehn dan yang lainnya agar bisa mencapai puncak. Aku bisa terbang ke setiap level dataran tinggi.."
Disisi lain, terlihat Davidestorm, Killa, dan Vika yang bertarung serta mengalahkan beberapa pasukan Pemerintah untuk menerobos ke arah dataran tinggi. Sementara itu, Firehn dan empat petinggi pasukan Revolusi kini sudah hampir sampai di Dataran tinggi level 1. Tepat dibelakangnya disusul oleh puluhan pasukan Revolusi serta Izumi dan juga Yoshino.
Killa, Vika, Davidestorm pun melihat Izumi dan Yoshino yang kini sedang bergegas menuju ke dataran tinggi level 1.
"Itu mereka berdua!!! Tak kusangka mereka sudah berada jauh disana!!! Ayo kita segera susul mereka berdua!!" ucap Killa.
"Oit, tenanglah, Killa!!!" ucap Davidestorm yang menyuruh Killa untuk bersikap sedikit tenang, "Kalau kau tidak tenang, kau pasti akan mudah diserang oleh musuh!!"
"Hah?! Tenang saja, aku takkan kalah dari kroco-kroco seperti ini!!" ucap Killa dengan cukup bersemangat.
"Hadeh.."
Vika hanya mengamati sekitar sembari berlari dibelakang Killa dan Davidestorm.
Diatas puncak, diatap Istana. Terlihat Filimonov yang melihat pasukan Revolusi sedang berlari menuju ke dataran tinggi level 1.
"Mereka bersemangat sekali, seolah-olah bisa mencapai puncak ini dengan mudah. Selain itu, Zone ini juga akan terus menyempit. Permainan yang sangat indah. Game kematian.." ucap Filimonov.
Firehn dan empat petinggi pasukan Revolusi pun sudah mencapai dataran tinggi level 1, dan kini apa yang mereka berlima lihat adalah rintangan yang harus dilewati agar bisa pergi menuju ke dataran tinggi level 2.
Apakah itu?
B E R S A M B U N G