
"..... Hoy, hanya tinggal kau sendiri. Apa dirimu mau kami hajar dengan cara yang kasar atau dengan lembut?" Hozuki tersenyum menyeringai dan bertingkah seperti tokoh antagonis. Ia memasang tatapan sinis kepada Hibito.
"Tu-tunggu dulu!!" Hibito berteriak sembari mundur beberapa langkah kebelakang sambil mengangkat kedua tangannya, "Kita kan best friend hehe.. tak elok lah sesama best friend menyerang satu sama lain.."
"Hmm?" Izumi memiringkan kepalanya, "Best friend? Oy Hozuki, sejak kapan kita jadi best friend sama orang ini?" tanya Izumi sambil menunjuk Hibito.
"Sepertinya dia sedang ngelantur. Dari sejak pertama kali bertemu saja dia menjebak kita sampai-sampai tertangkap dan dilelang. Masa kayak gitu kok namanya best friend.." ucap Hozuki.
Terlihat Hibito yang bertingkah gegabah dan panik, walaupun begitu, ia mengajak Izumi dan Hozuki berbasa-basi hanya untuk mencari celah pada mereka berdua. Hibito berniat melancarkan serangan ketika ada sebuah celah yang terbuka.
"..... Cih, mereka berdua ini. Darimana pun juga sepertinya aku tidak ada kesempatan untuk mengalahkannya. Dua orang ini ternyata bukan bajak laut kaleng-kaleng." ucap Hibito dengan nada pelan.
"Oy!!" Tiba-tiba Izumi berteriak kepada Hibito, "Kau sedang membicarakan kita berdua ya? Pasti kau ingin kabur dari kita kan? Dih lemah sekali.." ejek Izumi.
Dan pada akhirnya, mau tak mau pun Hibito tetap harus melawan Izumi dan Hozuki tanpa kabur dari pertarungan. Walaupun ia juga sudah merasa bahwa tak ada kesempatan lagi untuk mengalahkan mereka berdua.
Sembari menyingkirkan rasa takut dan rasa khawatir yang menyelimuti dirinya, Hibito pun menarik pedang secara perlahan dari sarung pedangnya, "Apa boleh buat, aku akan menggunakan teknik rahasiaku ini untuk mengalahkan kalian berdua. Semoga saja bisa.."
Hibito mulai memasang posisi kuda-kuda teknik berpedangnya. Memejamkan matanya lalu membaca sebuah mantra yang terdengar sedikit tak jelas di telinga Izumi dan Hozuki.
"Oey, Hozuki. Sepertinya dia mulai bertarung serius. Kita tak boleh lengah.." ucap Izumi.
"..... Ya, Dia hanyalah seorang kroco, kita tidak boleh terluka oleh seorang kroco sepertinya." ucap Hozuki.
Tak berselang lama, Hibito pun membuka matanya kembali dan mengangkat pedangnya ke atas sembari ancang-ancang untuk melakukan tebasan, "Sword..." Tiba-tiba sebuah energi berwarna hijau kehitaman muncul dan langsung menyelimuti pedang Hibito. Disaat yang bersamaan, angin pun mulai berhembus begitu kencang.
"Teknik rahasia pedangku yang sudah kupelajari selama belasan tahun ini, aku yakin dengan teknik ini kau akan kalah, Izumi Hirosuke, Hozuki Kuromatsu.." ucap Hibito sembari tersenyum menyeringai.
Disisi lain, Izumi dan Hozuki hanya memasang posisi sigap dan waspada. Mereka berdua sudah bersiap-siap dengan apa yang terjadi dengan serangan pedang yang akan dilesatkan oleh Hibito.
"..... Sword," Hibito mulai menggerakkan pedangnya dan menganyunkan pedangnya, lalu akan menebaskannya ke arah Izumi dan juga Hozuki, "Green Force..!!!"
"Batsssssssss...!!!" Hibito pun langsung menebaskan teknik pedang rahasianya ke arah Izumi dan Hozuki.
Sementara itu, terlihat Izumi dan Hozuki hanya tersenyum bersemangat seolah-olah mereka berdua tak takut dengan tebasan pedang yang sedang melesat ke arahnya.
Namun disisi lain, Hozuki merapalkan tangannya dan, "Mizu Ball.." Hozuki menciptakan perisai bola air untuk melindungi dirinya dan Izumi dari tebasan pedang Hibito bila terjadi sesuatu hal yang tak diduga.
Tak berselang lama, tebasan pedang milik Hibito hanya berhasil membelah beberapa lapis dinding es dan hanya menyisakan satu dinding es. Kemudian, setelah menyadari bahwa tebasan itu tak sampai ke arahnya, Hozuki pun langsung menonaktifkan teknik Mizu Ball nya.
Kini Izumi dan Hozuki tersenyum menyeringai sama halnya seperti tokoh antagonis pada serial cerita, "Hadeh, teknik rahasia yang ampas ya huehehe.."
"..... A-apa," Hibito tak menyangka bahwa teknik pedang rahasianya masih belum cukup untuk menyerang Izumi dan juga Hozuki, "Kenapa tebasanku tidak bisa menyerangnya.."
"Lagipula, itu hanya sebuah tebasan lemah, wajar saja. Dan sepertinya kau harus belajar pedang pada Yoshino huahaha..!!" Izumi tertawa terbahak-bahak.
"Jangan lupakan Kenkomura, dia juga seorang pendekar pedang yang tak kalah hebatnya dengan Yoshino loh hehe.." ucap Hozuki.
Kini Hibito pun sudah tak ada cara lagi untuk mengalahkan Izumi dan Hozuki, ia sudah berada di jalan buntu. Dia juga sempat berfikiran untuk kabur dari pertarungan. Dan beberapa saat kemudian, "Cih, sepertinya tak ada cara lain selain harus kabur saja. Bodoh amat dengan kata-kataku tadi.."
Setelah itu, Hibito pun langsung membalikkan badannya dan hendak berlari menjauh dari Izumi dan Hozuki. Akan tetapi, secara mengejutkan sebuah tebasan pedang yang cukup mematikan datang dan mengenai dada Hibito begitu saja, "Batsss..!!"
"Uaghh...!!!" Setelah terkena tebasan itu, Hibito pun langsung terkapar pingsan di jalan dengan darah yang bercucuran deras akibat luka tebasan yang secara mendadak muncul begitu saja.
"..... Hibito bodoh, kau berniat kabur dari pertarungan ya. Sepertinya aku salah memilih orang untuk dijadikan sebagai pion. Kau tenyata sangat lemah." Dan secara mengejutkan, Kuuhaku Zerou, sang pemimpin yang sesungguhnya dari divisi Elite datang.
Lalu tebasan pedang yang mengenai dada Hibito juga berasal dari Zerou. Kini Zerou berjalan dan berdiri di depan Hibito yang terkapar. Setelah itu, ia pun memalingkan pandangannya dan menatap sinis ke arah Izumi dan juga Hozuki, "Izumi Hirosuke, Hozuki Kuromatsu, selamat datang di Lunarian. Ketika kalian sudah masuk di Lunarian, maka tak ada jalan keluar lagi bagi kalian berdua.."
"..... Hnn, Siapa kau?" tanya Izumi.
"Namaku Kuuhaku Zerou, akulah pemimpin divisi Elite yang sesungguhnya dan orang ini.." Zerou menunjuk Hibito yang terkapar, "Hanyalah sebuah pion.."
"Huh? Pemimpin asli dari divisi Elite? Berarti yang dikatakan Shoba ternyata salah. Kita sudah ditipu olehnya. Pantas saja skillnya seperti kroco.." ucap Hozuki.
"Karena kalian sudah mengacaukan wilayahku. Maka, sudah tidak ada lagi jalan keluar lagi bagi kalian berdua. Karena, aku sudah datang untuk melenyapkanmu, Izumi, Hozuki.." ucap Zerou sembari tersenyum menyeringai.
B E R S A M B U N G