
Disaat Xianfeng berseteru dengan Babenko. Dapidson yang masih berdiri diatas panggung pun langsung dihadang oleh dua Konstantine bersaudara, yaitu Fischl dan Koizumi.
"Tak kusangka kalian punya nyali juga memasuki kandang singa. Padahal kalian sudah tahu kalau itu adalah jalan menuju kematian. Tapi, yasudah lah kalau itu pilihan kalian.." ucap Fischl.
"Hei, Fischl. Kita apakan orang ini? Apa kita siksa sampai berteriak minta ampun atau bagaimana? Aku sedang membutuhkan ide, Fischl.." ucap Koizumi sembari melirik ke arah Fischl, ia juga tersenyum licik menyeringai.
"Langsung saja siksa dia sepuas mungkin. Aku juga sudah lama tidak menyiksa seseorang dengan kedua tanganku sendiri!!" Fischl pun langsung berlari dengan sangat cepat ke arah Dapidson. Dia mencoba memukul Dapidson dengan sekuat tenaga.
Dititik ini, sekilas Dapidson yang mengalami sebuah flashback dimana dahulu dia sempat berlatih bela diri dengan seorang guru. Dapidson belajar banyak hal dari gurunya itu, termasuk macam-macam teknik beladiri.
Dan ketika pukulan Fischl akan mendarat ke wajah Dapidson, tiba-tiba Dapidson langsung melakukan sebuah pergerakan cepat dengan memegang tangan Fischl yang digunalan untuk memukulnya. Dapidson memegangnya dengan sangat erat.
"Apa?!" Fischl terkejut karena pukulannya berhasil dihentikan oleh Dapidson.
"Rasakan ini!!!" Dapidson langsung membalikkan badannya lalu melempar Fischl kebawah panggung.
"Wush!!!"
"Cih." Fischl sangat kesal dengan serangan Dapidson yang harus membuatnya jatuh kebawah panggung. Fischl melihat kebawah lalu menciptakan sebuah kasur empuk yang terbuat dari kekuatan balonnya. Alhasil Fischl berhasil mendarat dengan sempurna.
"Boss Fischl, syukurlah aku tak perlu menyelamatkanmu. Aku terkejut karena kau berhasil diserang oleh orang itu." ucap Ribas.
"Diamlah. Kalian hanyalah sampah yang hanya menonton saja cuih.." ucap Fischl dengan nada kesal.
Tak berselang lama kemudian, Fischl pun naik ke udara dengan menciptakan sebuah balon yang menjadi pijakannya untuk terbang. Dapidson melihat ke arah Fischl dengan raut wajah kesal.
"Hoi, jangan menatapku begitu dong. Padahal aku belum menggunakan kekuatan penuhku, tapi kau tampak sudah begitu kesal." ucap Fischl.
Sementara itu dibawah panggung. Tampak Pilkington yang berhadapan dengan lima orang pejabat yang jago dalam hal bertarung.
Diamitris menyerang Pilkington dengan senjata katananya. Akan tetapi, Pilkington berhasil menghindari tebasan katana itu dengan cukup kesulitan. Melihat Diamitris yang lengah, Pilkington pun langsung menendang bahu Diamitris hingga membuatnya terpental beberapa meter.
Kemudian, dari arah lain, Ziad yang menggunakan sepatu es nya bergerak bebas di jalanan yang bukan es, ia meluncur bergerak mengitari Pilkington bagaikan sedang bermain skating sembari melesatkan veberapa tembakan, "Dorrr!! Dorr!! Dorr!!" Namun tembakan tersebut hanya berhasil mengenai rompi anti peluru yang dikenakan oleh Pilkington.
"Tak kusangka kau kesini dengan penuh persiapan." ucap Ziad.
"Hei, kemana arah pandangmu itu? Apa kau lupa disini kau sendiri melawan kami berlima?" tanya Mykyta. Ia pun membuat benda-benda disekitarnya seperti kursi menjadi saling terikat satu sama lain. Lalu Mykyta mengarahkannya ke arah Pilkington.
"Apa?!" Pilkington terkejut dengan serangan itu. Spontan ia pun langsung menyilangkan kedua tangannya untuk menahan serangan tersebut. Akan tetapi, serangan yang dilontarkan Mykyta begitu kuat dan mendorong Pilkington beberapa meter kebelakang.
Lalu, Cayetano datang dari udara dan mencoba untuk menusuk Pilkington dengan pisau yang ia pegang, "Huahaha!! Kau lengah!!"
"!!!!!" Pilkington yang menyadari kedatangan Cayetano dari udara pun sedikit terlambat untuk menghindar. Alhasil, pundak kirinya pun tertusuk oleh pisau Cayetano, "Jleb!!!"
"Uaghhh!!!" Pilkington merintih kesakitan.
Cayetano mencabut kembali pisaunya dari pundak Pilkington, lalu mencoba untuk menebas leher Pilkington, "Yuhuu!!! Mau kemana kau!!!"
Pilkington merunduk, lalu mentackle kaki Cayetano hingga terjatuh. Kemudian dengan sangat cepat Pilkington merebut pisaunya dan langsung menusukkan nya ke kaki Cayetano, "Jlebb!!!"
"Akh!!!" Cayetano merintih kesakitan.
Dari arah lain Diamitris datang dan langsung menendang wajah Pilkington hingga terlempar satu meter kebelakang, "Mampus kau, sialan!!"
"Uaghhh!!!"
"Sialan kau!!" ucap Pilkington.
Ziad pun melempar Pilkington ke udara. Ziad melompat ke udara dan langsung menendang perut Pilkington dengan sangat kuat sehingga langsung terjatuh ketanah dengan benturan yang sangat hebat, "Bruakk!!!"
Sekilas, Pilkington sedikit memuntahkan darah dari mulutnya. Serangan tak kunjung berhenti, Mykyta datang dan langsung melesatkan beberapa kursi yang saling mengikat satu sama lain ke arah Pilkington, "Brakk!!!" Serangan itu berhasil mengenai Pilkington dengan sangat telak.
Pilkington terkapar di tanah dengan penuh luka di sekujur tubuhnya. Tampaknya ia sudah tak bisa untuk bangkit kembali.
"Si-sialan. A-apa ini adalah akhir bagiku? Sayang sekali aku tidak bisa menyelamatkan Xia di akhir hidupku." ucap Pilkington yang memaksa untuk tersenyum.
Ziad, Diamitris, dan Mykyta pun berjalan mendekat dan berdiri dihadapan Pilkington yang terkapar.
"Ayo kita siksa dia kawan-kawan." ucap Ziad.
"Ya. Kita apakan tubuhnya ya.." ucap Diamitris tersenyum licik menyeringai.
"Siksa sampai dia menjerit kesakitan." ucap Mykyta.
Sementara itu, Cayetano masih memegangi kakinya yang terluka karena tusukan pisau yang dilesatkan Pilkington.
"Sialan. Tak kusangka dia berhasil merebut senjataku lalu menyerang balik. Ini sangat memalukan bagiku.." ucap Cayetano merasa sangat kesal.
Lalu, tepat jauh dibelakang mereka, Piekarski masih berdiri sembari menguap.
"Hoahm.. Tiba-tiba aku malas untuk bertarung. Aku juga tak perlu repot-repot mengotori tanganku untuk orang-orang seperti mereka. Dan sekarang sudah selesai, dia sudah tumbang.." ucap Piekarski.
Kembali ke Pilkington.
"Yeah, aku tidak tahu lagi untuk melawan kalian semua. Kalian memang sangat kuat. Tapi, sampai matipun, aku takkan menyerah.." ucap Pilkington.
"Jangan berlagak sok keren deh. Sebentar lagi juga kau akan mati. Orang mati mana bisa bertarung dengan orang yang masih hidup, bodoh sekali dirimu.." ucap Ziad. Ia pun langsung menginjak dada Pilkington dengan salah satu kakinya.
"Aku sangat percaya sekali. Bahwa suatu saat orang-orang seperti kalian akan segera lenyap dari Negeri ini. Cepat atau lambat, kalian akan merasakan hal itu. Tidak peduli apapun yang terjadi." Meski dalam kondisi sekarat, Pilkington masih sempat-sempatnya tersenyum menyeringai dihadapan musuhnya.
"Kau masih bisa tersenyum? Apa sebaiknya aku merobek mulutmu itu, ya?" tanya Diamitris.
"Kalian adalah para sampah!!! Tikus berdasi!! Suatu saat nanti, kalian pasti akan merasakan kekalahan!!!" ucap Pilkington dengan lantang.
Sementara itu, Xianfeng, Dapidson, dan Xia yang berada diatas panggung telah menyadari bahwa Pilkington berada dalam kondisi sekarat dibawah sana.
"Pilkington!!!" Dapidson mencoba melompat kebawah. Tapi ia pun dihadang oleh Fischl.
"Kau mau kemana? Biarkan temanmu itu beristirahat dengan tenang, okey?" ucap Fischl.
"Sialan kau, Fischl.." ucap Dapidson dengan nada sinis.
B E R S A M B U N G