Cosplay

Cosplay
Chapter 257 - Gamers!



"Lihat, dia memimpin perolehan skor tertinggi di game Logistik!!!"


"Memang ahli bermain game dia ya, bahkan dia berhasil menjadi top Fighter dalam game Mobile Arenas..."


Siapakah yang mereka bicarakan? Mungkin ini takkan kamu ketahui, atau bahkan penonton dirumah yang bahkan tidak memiliki channel khusus berita gaming.


Pemberitaan seseorang yang memiliki Unsername Russian sangat populer di kalangan kaum muda yang menggemari game. Karena Russian sangat menginspirasi para noob agar bisa bermain dengan benar seperti dirinya.


"Lihat nih, dia hebat, aku jadi iri...." komentar seorang Pria yang sedikit lebih tua daripada orang disebelahnya.


"Iyanih Niisan, Dia sangat hebat, bahkan berita sampah seperti ini dengan gemer-gemer-an bisa nyasar ketempat sini.." balas Pria yang sedikit muda dan menyebut pria yang disebelahnya dengan sebutan 'Niisan' nampaknya mereka adalah kakak-beradik.


Gamers, mereka adalah sekumpulan Manusia-Manusia yang mendedikasikan kehidupan mereka terhadap game, untuk mencapai Top Global dan kemudian menjadi Pro Player adalah impian mereka, termasuk menjadi pemain Esport.


Angan mereka memang tampak susah, tetapi banyak yang sudah menjadi Pro dan bersaing di kompetisi Resmi atau bahkan Minor.


Tanpa terkecuali, ada satu orang yang selalu mencuri pandang kepada gadis-gadis, dengan senyuman malu-malunya, dia terlihat grogi saat berhadapan dengan cewek-cewek cantik.


"Moh, Lucian-san selalu malu-malu kucing, padahal aku tertarik kepadamu..." ucap Seorang wanita yang sekitaran berumur 27 tahunan, namanya adalah Gyaluka.


"Gyaluka, kau itu adalah karakter Minor, kau sangat tidak pantas menggoda Lucian-sama, dia terlalu tampan dan tidak pantas bagimu..." komentar satu cewek yang menghisap cerutu, Mionika.


"... K-kalian jangan menggodaku, aku akan mimisan, t-tapi..." mendadak dia mulai memasuki mode serius. Smartphone miliknya sudah melakukan Link Star untuk memasuki game. Kemudian dia mulai memasuki mode yang lebih sangar dan tidak pemalu seperti sebelumnya, "Kalian cewek-cewek sampah, jangan menggangguku saat aku bermain game, aku akan kalah gara-gara kalian berdua, dasar beban kehidupan, game lebih penting daripada melihat wajah burik kalian!! Camkan itu sampah!!!"


Lucian memiliki mode yang pemalu saat tidak bermain game, dan memiliki mode menakutkan saat dia bermain game, dia akan menjadi lebih toxic daripada sebelumnya.


Saat sedang asyik-asyiknya dia bermain game, mendadak jaringannya terkena gangguan dan gak konek kedalam game, karena saat ini Smartphone-nya berbunyi tanda ada panggilan masuk. "B-bossuman?????!!!"


Tiada yang tahu siapa sosok Bossuman itu, tetapi tampaknya sang Lucian sudah tahu bahwa Bossuman itu adalah orang yang ia kenal, itu terbukti dari sebutannya, karena Bossuman itu berarti Boss.


"Yo... Lucian... Sudah menyelesaikan Acrade? Apakah kau mengetahui ending dari game Diamond Rush?"


"Sangat gampang, endingnya sederhana, aku menyelesaikannya bahkan saat mode mengantuk..." balas Lucian.


Suara yang terdengar dari seberang adalah suara yang cukup berat dan mendefinisikan bahwa penelpon adalah perokok berat.


"Padahal aku menyelesaikannya sambil menonton Yutub biar bisa menyelesaikan misi tersebut..." balas sang Penelpon, kemudian Penelpon itu sedikit berhenti berbicara, nampaknya dia ingin menjelaskan sesuatu yang rumit... "Kau mengenal Lucia Lauchinà?"


"Bukan sedikit, dari balasanmu yang cukup lama, aku tahu kau super duper mengenalnya, dia masuk halaman ke 12 di edisi Koran Big News World, katanya Lucia membuat pulau Sambomaster menjadi rusak berantakan karena terlibat pertempuran melawan Bajak Laut Speedometer... Aku sedikit memiliki pemikiran yang aneh, apakah mereka juga yang sudah meluluh-lantahkan Hrisley?"


"Tapi Bossuman, di berita itu hanyalah Angkatan Laut Rocky Whitecoffee... tidak ada Bajak Laut disana..." balas Lucian.


"Apakah kau berfikir bahwa Angkatan Laut Pimpinan Rocky yang sedikit itu bisa mengalahkan pasukan Hrisley yang banyak?"


"Itu mungkin saja, tapi sedikit mustahil, karena bahkan Bossuman ingin menguasai Hrisley tapu tidak berhasil.." balas Lucian.


"Kurasa Bajak Laut yang tengah naik daun itu akan kesini, dan bahkan kebetulan di area Sungai Winderstuck ada sekelompok orang aneh dengan kapal mereka yang berlambang Sabun Merah..." ucap Bossuman, "Itu adalah ciri khas Bajak Laut Shobasoap, dimana kapten mereka sangat menyukai Sabun Merk Lifebuoy..."


"Eh?"


"Mungkin juga, Lucia Lauchinà ada disana, maukah kau menshutdown-kan mereka agar tidak memasuki wilayahku?"


Dia berfikir, dengan sedikit rumit dan tanpa suara, dimana sebagai bawahan, sudah sewajarnya menjalankan perintah tanpa harus menolak dengan mentah-mentah, dia memikirkan bagaimana saat dia tenggelam dan tak tahu arah jalan pulang, sembari mendengarkan lagu Rumor, dia tak akan tertolong.


Tetapi...


"Namamu siapa, apakah kau akan ikut berlayar denganku?" Uluran tangan yang sangat berarti ditengah jatuhnya salju dan suasana dingin..


"Aku akan mati jika menunggu Lucia, aku akan berakhir membeku jika menunggu bantuan, aku akan mati... aku akan mati... dunia dimana tidak ada bantuan adalah dunia yang membosankan, lalu mengapa adikku sangat loading mencari bantuan, sementara bantuan yang diharapkan datang tanpa aku bergerak sedikitpun, apakah Lucia yang bergerak dia sangat malas sampai tidak mendapatkan ending yang bagus, dan aku yang terluka lebih cocok mendapatkan ending memuaskan?"


Kisah sebelumnya yang bahkan sangat jarang diceritakan oleh sang Gamers akut, "Aku bisa memainkan Game RPG karena Bossuman, aku bisa menjadi pemain pro karena Bossuman, jika ada saatnya balas budi harus dilakukan.. akan aku lakukan bahkan jika harus melewati konsep pemikiran Manusia..."


"Perintah mutlak adalah Quest, Log In Game dan aku akan beraksi, Link Start aku akan pergi, dan kemudian winrate 99% aku akan menang.." Lucian yang memasuki mode keseriusan tak terduga, konsep serius jika bermain game tidak ada, sekarang adalah konsep serius yang full. Karena dia mendapatkan Quest dari sang Bossuman.


"Bossuman adalah Gamemaster, dan aku adalah karakter Minor yang memainkan tokoh utama, dan aku sukses karena Gamemaster, dimana jika Bossuman memberikan perintah mutlak, berarti sistem dunia sekarang berubah menjadi game...."


Angin disekitaran area Shoba mulai berhembus sedikit kencang, perasaan Lucia juga semakin tidak enak.


"Aku merasakan konsep berbahaya akan is here...." ucap Lucià.


B E R S A M B U N G