
Yoshino diperlihatkan memasang wajah serius sembari menatap sinis Kim, Flower, Exutorajozu dan juga Setyawan dengan memegang dua pedang andalannya, Black Lotus serta Victorie. Beberapa saat kemudian, Yoshino mulai melakukan posisi kuda-kuda teknik berpedangnya. Tampaknya ia bersiap-siap untuk melesatkan serangan dua pedangnya kembali.
Kim memegang sebuah pedang di tangan kanannya, dan memegang kalkulator di tangan kiri nya. Jangan salah paham, kalkulator yang ia bawa termasuk senjata andalannya.
"Aku sangat membenci pelajaran berhitung. Oleh karena aku selalu menggunakan kalkulator dalam pelajaran berhitung.." ucap Kim.
Disebelah Kim, terlihat Setyawan yang melemparkan pedangnya ke tanah lalu mengeluarkan sebuah drum cukup besar. Ia mengeluarkan drum bukan berarti Setyawan akan menyelenggarakan sebuah konser, melainkan itu juga merupakan senjata andalannya.
"Hoi, pendekar pedang. Setelah kekalahan rekanku olehmu, aku takkan segan-segan untuk menggunakan senjata utamaku, yihhaaaaa!!" ucap Setyawan.
"Pergilah kalau kau ingin menyelenggarakan sebuah parade, sialan.." ejek Yoshino.
"Diamlah, sampah. Jangan kira kau bisa mengalahkan kami dan keluar dari Lunarian begitu saja. Aku takkan membiarkan hal itu terjadi.." ucap Exutorajozu.
Exutorajozu memancarkan energi berwarna merah ke oren an. Dan tak berselang lama kemudian tubuh-tubuh nya mulai berubah menjadi sosok manusia setengah harimau.
Lalu, Flower sang bunga. Pedangnya berubah menjadi besar dan ukurannya bertambah panjang diikuti tubuhnya juga mulai membesar seperti menampakkan otot-otot yang kuat.
"Bersiaplah. Aku akan memberi pelajaran padamu karena membuat kekacauan di Lunarian." ucap Flower.
Sekilas kedua mata Yoshino memancarkan cahaya merah yang menyilaukan, "Nitoriyuu.." Yoshino bergerak beberapa langkah kedepan, "Saizen No Sekai!!!!!" Yoshino melesat cepat melewati Kim, Setyawan, Exutorajozu dan Flower begitu saja, "Batssssss!!!"
"Akhhhhh!!!!!" Kim terkena tebasan pedang Yoshino dan menciptakan luka X di dadanya hingga berdarah. Sementara kalkulator yang ia pegang pada tangan kirinya menunjukkan angka 20.
Exutorajozu menyilangkan kedua tangannya ketika serangan itu berlangsung, dan hanya membuat kedua tangannya terluka berdarah-darah, "Yare-yare, itu tadi hampir saja.."
Sementara itu, serangan Yoshino tak mampu melukai Setyawan serta Flower karena mereka berdua berhasil bertahan saat serangan itu berlangsung. Setyawan dengan berlindung dibalik drum nya, Flower menahan serangan itu menggunakan pedangnya yang berubah.
"Cih.." Yoshino melirik ke arah mereka berempat. Ia tampak kesal karena dua dari empat orang yang Yoshino serang tidak terluka sama sekali.
Lalu, "Huahahahaha!!!!" Suara tertawa yang begitu keras membuat Yoshino sedikit terkejut. Asal suara tertawa itu berasal dari Kim. Bagi Yoshino, itu merupakan sebuah keanehan. Kim yang terluka cukup parah malah bertindak seolah-olah dia tidak terkena luka itu sama sekali," Hoi...!!! Ini sangat menyakitkan tahu!!! Apa kau bisa memberiku rasa sakit seperti ini lagi?!!! Huahahahaha!! Aku sangat menyukainya!!"
"Dia orang gila ya? Dia tertawa puas setelah terkena seranganku. Dasar orang masokis.." ucap Yoshino dengan nada pelan.
"Settt!!!" Secara tak diduga-duga, Flower sudah berada diatas Yoshino dan mencoba untuk menebasnya menggunakan teknik pedangnya, "Daishinkan!!!!"
"!!!!!" Yoshino yang terkejut akan pergerakan cepat Flower pun dengan spontan mengarahkan kedua pedangnya ke atas untuk menahan serangan yang dilancarkan Flower, " Tyenggg!!!"
"Hei, pendekar pedang. Jangan lengah. Yang kau hadapi bukan aku saja.." ucap Flower.
Setelah mendengar perkataan Flower, Yoshino melirik ke arah lain dan mulai menyadari sesuatu, "B-brengsek!!!" Ia melihat Exutorajozu sedang berlari ke arah nya.
"Tiger Raid!!!" Tanpa segan-segan Exutorajozu pun langsung melesatkan pukulan kuat ke arah Yoshino yang sedang menahan serangan pedang Flower.
"Buaghhhh!!!" Yoshino tak melihat celah untuk menghindari. Dan hasilnya, ia pun terkena serangan kuat dari Exutorajozu hingga terpental cukup jauh. Dan... "Brakkkkk!!!!!" Yoshino menabrak sebuah dinding pembatas yang berada disekitar Alun-alun. Dinding itu hancur seketika.
"Sudah cukup lama aku tidak seserius ini. " ucap Exutorajozu.
"Oey, beri aku kesempatan untuk menyerangnya!!!" bentak Setyawan.
~
"Tak kusangka, orang-orang aneh itu sangatlah kuat. Kalau begini terus, bisa-bisa akulah yang akan kalah. Selanjutnya, Aku harus berhati-hati lagi ketika mereka melesatkan serangan.." ucap Yoshino dengan beberapa luka di sekujur tubuhnya akibat dari serangan pukulan Exutorajozu.
Selang beberapa saat, terlihat Flower berjalan mendekat ke arah Yoshino. Tampaknya Flower sudah bersiap-siap untuk melesatkan serangan pedangnya kembali.
"Oey, Pendekar pedang!!! Kekuatanmu memang tak perlu diragukan lagi. Tapi sayang sekali kau masih terlalu angkuh untuk melawan kami berempat sendirian.." ucap Flower.
Yoshino pun mengambil pedang Black Lotus dan pedang Victorie nya yang sempat terjatuh ke tanah, "Tapi sayang sekali, ketika aku berada di Hirsley Bulgarian, aku melawan orang-orang yang lebih kuat darimu." ucap Yoshino.
"Semangat pantang menyerah yang cukup bagus, Pendekar muda. Tapi.." Flower mengangkat pedangnya ke atas, "Cho Daishinkan!!!" Flower melesatkan tebasan jarak jauh yang cukup mengerikan ke arah Yoshino.
"Batsssss!!!!!"
"!!!!!"
"Byassssssss!!!!" Yoshino menahan serangan Flower menggunakan kedua pedangnya kembali. Karena tekanan dari serangan tebasan itu begitu kuat, Yoshino sempat terdorong mundur beberapa meter. Namun Yoshino berusaha sekuat tenaga dan akhirnya berhasil mementaskan serangan itu ke udara.
"Duarrrrr!!!!!" Serangan tebasan pedang Flower meledak cukup besar di udara.
Yoshino mulai ngos-ngosan setelah menahan serangan Flower, "Osh.. osh.. osh.. kekuatannya sangat luar biasa, ini membuatku sangat bersemangat sekali.." Yoshino kembali memasang tatapan tajam dengan dipenuhi aura membunuh.
Beberapa saat kemudian, Kim, Setyawan, serta Exutorajozu berjalan menyusul Flower dari belakang. Mereka bertiga cukup kecewa karena Flower berniat membereskan Yoshino sendirian.
"Hoi-hoi.. Flower!! Mundur lah!! Giliranmu sudah selesai, kini giliranku untuk menghabisi orang itu.." ucap Exutorajozu. Ia pun berjalan beberapa langkah di depan Flower, dan bersiap melakukan serangan kembali.
"Yahahahahaha!!!" Kim kembali tertawa ala psikopat, "Berikutnya, aku yang akan menyerangnya ya!!!" teriak Kim.
"Kim, bodoh!!! Itu tak mungkin, karena seranganku ini akan membunuhnya!! Jadi, jangan kecewa, Kim!!" ucap Exutorajozu.
"Sombong sekali. Padahal pukulanmu tadi tidak membuatnya mati." ucap Setyawan.
"Diamlah, bodoh!!! Lihatlah, aku akan membuktikannya kepada kalian!!" Exutorajozu pun mengumpulkan banyak energi di telapak tangan kanannya yang mengepal.
Dikit demi sedikit energi aneh itu terkumpul dan membuat kepalan tangan kanan Exutorajozu berubah berwarna merah ke oren an, serta mengeluarkan asap seolah-olah telapak tangannya menciptakan hawa panas.
"Rasakan ini. Furious Tiger!!!" Exutorajozu melesat cepat ke arah Yoshino sembari melesatkan pukulan kuat nya.
Sekilas, Yoshino memasukkan pedang Victorie nya kedalam sarung pedang dan menyisakan pedang Black Lotus di tangan kanannya. Dan..
"Firefox No Sword!!!"
Sebelum terkena pukulan kuat Exutorajozu, Yoshino dengan cepat melesatkan serangan tebasan rubah api, "Batsss!!!!"
"Uaghhhhh!!!!!" Exutorajozu meringis kesakitan serta merasakan rasa panas yang luar biasa di sekujur tubuhnya karena efek dari teknik Firefox No Sword yang dilesatkan Yoshino.
"Maafkan aku, Shu Kobayashi. Maafkan aku karena telah meniru jurusmu.." ucap Yoshino.
B E R S A M B U N G