Cosplay

Cosplay
Chapter 198 - Mikukawa vs Saint Pierre



Kikukawa pun akhirnya masuk ke dalam sebuah lubang yang tercipta dari retakan tanah yang ditimbulkan oleh belati milik Pierre. Namun, ia berhasil mendorong Mikukawa dan membuatnya terpental cukul jauh sehingga tidak masuk ke dalam lubang bersama dengan Kikukawa.


Kini, setelah mengetahui yang terjadi, bahwa Kikukawa telah menolongnya agar tidak masuk ke dalam lubang bersamanya, ia pun terlihat sedikit syok. Lalu, Mikukawa pun mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali.


Mikukawa begitu syok ketika Kikukawa rela menolongnya dan mengorbankan dirinya sendiri. Kini, Mikukawa terlihat cukup kesal, lalu ia pun menatap tajam Pierre.


"Jadi, itu rencanamu ya? Kau memang benar-benar pengecut." ucap Mikukawa. Tak berselang lama, ia pun langsung memasang posisi kuda-kuda bertarung.


Mendengar hal tersebut dari Mikukawa, sontak membuat Pierre terlihat cukup senang. Lalu, ia tersenyum menyeringai sambil berkata, "Bagaimana? Hebat, bukan? Rencanaku untuk memisahkan kalian berdua telah berhasil. Ya, dengan begini, apa kau bisa mengalahkan musuhmu tanpa kombinasi itu..!!"


Kemudian, Pierre pun kembali berjalan mendekat ke arah belatinya yang masih menancap di tanah. Lalu, ia pun kembali mengambil belatinya tersebut.


Setelah itu, terlihat Mikukawa yang emosinya semakin tersulut oleh kata-kata Pierre. Lalu, ia pun berkata dengan tatapan dingin, "Apa kau meragukanku bila bertarung sendirian? Kau salah."


"Ya, tentu saja aku meragukanmu. Oleh karena itu, tunjukkan kepadaku, bahwa kau bisa bertarung tanpa pria itu." ucap Pierre, kata-katanya seolah-olah semakin menantang Mikukawa.


Tak berselang lama, Mikukawa pun langsung berlari dengan sangat cepat ke hadapan Pierre diikuti oleh hembusan angin yang cukup kencang. Lalu, ia pun mencoba untuk menendang Pierre, "Hyaaaaaaa!!!"


Pierre pun langsung membungkukkan badannya untuk menghindari tendangan Mikukawa. Setelah itu, Mikukawa pun memutar tubuhnya dan mencoba untuk menendang perut Pierre.


"Grpp!!" Dengan sigap, Pierre pun langsung memegang kaki Mikukawa yang hendak menendang perutnya dengan sangat erat. Lalu, Pierre pun berkata, "Sayang sekali.."


Pierre pun langsung menghempaskan Mikukawa hingga menabrak tanah dengan cukup keras, "Bruakk!!!"


"Uaghh..!!" Mikukawa sedikit merintih kesakitan ketika menabrak tanah karena dihempaskan oleh Pierre. Namun, ia mencoba untuk kembali bangkit dan berdiri kembali.


Terlihat, Mikukawa mengelap pinggir bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah. Ia masih menatap tajam Pierre. Rasa kesal, marah, khawatir, semua bercampur aduk menjadi satu. Bahkan, ia sempat berpikir, kali ini, dia benar-benar melawan seseorang yang cukup kuat di medan perang ini.


"Tak kusangka, Guardian Six dari Bajak Laut Hristov ternyata bisa sekuat ini." ucap Mikukawa dengan nada pelan.


Beberapa saat kemudian, terlihat Pierre yang melesatkan belatinya ke udara dengan cukup tinggi. Lalu, ketika belati tersebut sudah di udara, belati tersebut berhenti dan melayang di udara.


"Bersiaplah, seranganku ini akan lebih berbahaya daripada yang tadi loh." ucap Pierre.


"Sialan, tanpa Kikukawa disini, serangannya pasti akan mengenaiku." ucap Mikukawa.


Melihat sebuah aliran listrik pada belati milik Pierre, sontak membuat Mikukawa kembali terkejut. Lalu, ia pun berkata dengan raut wajah terheran-heran, "Apa?! Kenapa belati itu bisa mengeluarkan aliran listrik?!"


"Tentu saja bisa..!! Karena, belati tersebut, dulunya adalah milik seorang iblis. Bisa dibilang, belati ajaib. Setelah aku melakukan sebuah kontrak pada belati itu, aku bisa mengetahui semua kekuatan dari belati tersebut. Dan, ternyata memang luar biasa." ucap Pierre.


"Jadi, itu kemampuanmu ya?" tanya Mikukawa.


"Tentu saja, tidak. Aku hanya seorang pengguna belati biasa. Akan tetapi, belati milikku lah yang mempunyai kemampuan tersebut." ucap Pierre sambil tersenyum menyeringai.


Tak berselang lama, Pierre pun langsung mengarahkan belati yang dialiri listrik tersebut ke arah Mikukawa.


Dan, "Jlebbb!!" Tiba-tiba belati tersebut sudah menancap di tanah tepat dibelakang Mikukawa. Mikukawa pun kembali terheran-heran dengan apa yang terjadi. Lalu, ia pun melirik kebelakang, "Eh?"


"Stttssss..!!" Seketika, lengan kanan Mikukawa langsung mengeluarkan sebuah goresan yang disebabkan oleh benda tajam, dan berdarah. Setelah itu, Mikukawa pun tiba-tiba tersetrum oleh aliran listrik yang berada di sekujur tubuhnya.


"Kyaaa..!!" Mikukawa teriak histeris dan merasakan rasa sakit yang cukup hebat ketika tersetrum oleh aliran listrik, "Brakk!!"


Kemudian, Mikukawa pun langsung ambruk dengan sedikit ngos-ngosan setelah tersetrum. Ia tak menyangka, akan terkena serangan tanpa ia ketahui arah serangannya.


"Osh.. osh.. osh.. a-apa yang terjadi? Padahal, aku sama sekali tidak melihat belati itu sedang melesat ke arahku, tapi kenapa tiba-tiba seolah-olah belati tersebut telah mengenai dan melewatiku." ucap Mikukawa. Lalu, ia pun kembali mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali, walaupun kondisi tubuhnya yang masih merasakan sedikit kesemutan.


"Tentu saja. Karena, belati itu melesat cepat bagikan kilat ke arahmu. Bagaimana? Hanya dengan sekali goresan saja, kau sudah terlihat kuwalahan." ucap Pierre.


Tak berselang lama, belati yang menancap di tanah tersebut langsung terbang dan kembali kepada Pierre. Ya, belati tersebut berhenti di udara tepat beberapa meter diatas Pierre. Lalu, Pierre pun kembali membentuk sebuah segel pada tangannya.


Setelah itu, belati dengan aliran listrik tersebut kembali menjadi puluhan belati yang siap melesat ke arah Mikukawa.


"Bagaimana kalau ada puluhan belati yang akan mengenaimu? Apakah kau bisa mengatasinya? Atau, kau akan menyerah dalam keadaan dan mati di Medan perang ini secara mengenaskan?" tanya Pierre sambil tersenyum menyeringai.


Namun, Mikukawa yang masih memegang lengannya yang berdarah, kembali terkejut ketika melihat puluhan belati yang melayang di udara tepat diatas Pierre. Lalu, ia pun berkata, "A-apa?! Puluhan belati yang dialiri listrik? Benar-benar bahaya..!!"


"Ternyata memang benar, tanpa pria yang bernama Kikukawa itu, kau memang tidak ada apa-apanya..!! Huahahaha..!! Jadi, saatnya untuk mengakhiri riwayatmu disini, sekarang juga..!!" ucap Pierre sambil tersenyum menyeringai dan tertawa terbahak-bahak. Ia begitu senang, ketika ingin membunuh Mikukawa.


BERSAMBUNG