Cosplay

Cosplay
Chapter 216 - Pembantaian Massal



Hanya selang waktu tiga puluh detik sampai satu menit, Hristov berhasil mengalahkan ratusan orang dari Pasukan Angkatan Laut. Hristov yang mempunyai kekuatan untuk membuat seseorang mematung hanya dengan sekali sentuhan, ditambah dengan skill berpedang yang cukup hebat, Hristov menjadi momok yang mengerikan bagi Angkatan Laut.


Dan, saat ini, terlihat Rocky Whitecoffe yang masih berselisih kata dengan Hristov. Hristov yang terus mencoba memancing emosi dari Rocky, sedangkan Rocky yang emosinya mulai tersulut oleh perkataan Hristov.


"Apa katamu..!! Mereka, para Angkatan Laut yang telah mati dalam perang ini, mereka adalah pahlawan dalam menegakkan keadilan. Kematian mereka tidaklah sia-sia. Jadi, jangan remehkan Angkatan Laut." ucap Rocky.


Disaat emosi Rocky mulai terpancing, Rocky pun mencoba untuk mengaktifkan kekuatan Awakeningnya. Uap panas mulai menyelimuti tubuh Rocky. Kini, Rocky semakin serius untuk mengalahkan Hristov.


Hristov pun hanya tersenyum menyeringai ketika melihat kekuatan Rocky, sedikitpun ia tak merasakan panik, malah semangat untuk membantai pasukan Angkatan Laut semakin berkobar-kobar di dalam diri Hristov. Setelah itu, Hristov pun langsung mengarahkan pedangnya ke arah Rocky berdiri.


Tak berselang lama, beberapa pasukan Angkatan Laut pun berlari ke arah Hristov dari segala arah. Mereka mencoba untuk menyerang Hristov secara bersamaan menggunakan sebuah pedang.


Menyadari hal tersebut, Hristov pun langsung melompat ke udara. Setelah itu, Hristov pun langsung melesatkan pedangnya ke arah salah satu pasukan Angkatan Laut hingga menembus perutnya, "Jrott..!!" Hristov berpijak di atas pundak salah satu pasukan Angkatan Laut dan langsung membantingnya dengan begitu kuat, "Bruakk..!!"


Beberapa pasukan Angkatan Laut kembali mencoba untuk menebas Hristov. Namun, Hristov berguling-guling ditanah untuk menghindari tebasan tersebut dan mencabut kembali pedangnya. Hristov menari-nari di tengah-tengah kerumunan pasukan Angkatan sembari menebas-nebaskan pedangnya secara membabi buta ke segala arah.


"Batsss..!! Batss..!! Batss..!!"


"Uaghhh..!!"


"Semuanya, jaga posisi kalian..!! Sedangkan Hristov dari jarak jauh!!" teriak salah satu pasukan Angkatan Laut.


Selang beberapa detik, terlihat Rocky yang melompat ke arah Hristov sambil mengepalkan telapak tangan kirinya. Lalu, ia pun mencoba untuk melesatkan pukulan panasnya ke arah Hristov dari jarak dekat.


"Rasakan pukulan panasku ini, Hristov..!!"


Hristov pun melirik ke arah Rocky sembari tersenyum menyeringai, lalu ia pun berkata dengan raut wajah yang begitu bersemangat, "Kau bodoh sekali, ya."


"Jrottt..!!"


Hristov berhasil menusuk Rocky dengan pedangnya lebih cepat beberapa detik sebelum pukulan Rocky berhasil mengenai Hristov. Rocky pun seketika terkejut ketika pedang Rocky menusuk perutnya dengan cukup dalam.


Secara bersamaan, Rocky pun langsung memuntahkan darah dari mulutnya. Karena suhu tubuh Rocky saat ini begitu panas, maka panas tersebut langsung merembet ke pedang Hristov dan membuatnya merasakan panas saat memegang pedang tersebut. Dengan spontan, Hristov pun langsung melepaskan pegangannya dari pedang tersebut. Lalu, ia pun mundur beberapa langkah kebelakang.


Setelah itu, Hristov pun langsung melihat tangan kanannya yang merasakan panas yang luar biasa ketika memegang pedangnya. Ia cukup terkejut, ketika tangan kanannya sedikit melepuh karena kekuatan panas milik Rocky.


"Sialan, kalau aku menyentuhnya lebih lama, mungkin tanganku akan terbakar. Kekuatan yang cukup merepotkan." gumam Hristov sambil menatap tajam Rocky.


Disaat yang sama, terlihat Rocky yang langsung mencabut pedang milik Hristov dari perutnya sambil menahan rasa sakit yang luar biasa. Setelah mencabut pedang tersebut, Rocky pun seketika ngos-ngosan. Lalu, ia pun menunjuk Hristov dengan jari telunjuknya.


"Kau kira aku akan kalah hanya dengan serangan lemahmu seperti ini. Kau sudah kehilangan pedangmu, dan sebentar lagi akan menjadi akhir bagimu." ucap Rocky.


Namun, Rocky pun langsung berlutut di tanah sambil memegangi luka tusukan pedang yang berada di perutnya. Darah terus bercucuran keluar dari luka tusukan tersebut. Tak berselang lama, Futaba dan Mirabelle pun langsung datang menghampiri Rocky.


"Apa kau tidak apa-apa, Rocky?" tanya Futaba.


"Bertahanlah, aku akan mencoba untuk mengobati lukamu sekarang juga, Rocky." ucap Mirabelle.


Kemudian, terlihat Sho yang melesat beberapa bola angin ke arah Hristov dengan begitu cepat, "Swofffftt..!! Swofftt..!!"


"Buamm..!! Buamm..!!"


Bola angin tersebut hanya membentur tanah karena Hristov berlari sambil menghindari bola angin tersebut dengan begitu mudahnya.


"Serangan yang sia-sia." ucap Hristov.


"Semuanya..!! Cepat serang Hristov..!! Saat ini, dia tidak sedang membawa membawa pedangnya kembali, ini adalah kesempatan bagi kalian untuk mengalahkannya..!!" teriak Sho.


"Ya..!!"


Setelah mendengar perkataan dari Sho, Hristov pun berhenti dari larinya, ia memasang ekspresi wajah yang begitu percaya diri, dia tersenyum menyeringai sembari mengepalkan kedua telapak tangannya.


"Hanya karena aku tidak memegang pedangku, jangan harap kalian bisa mudah mengalahkanku, itu terlalu cepat bagi kalian." ucap Hristov.


Tak berselang lama, terlihat puluhan pasukan Angkatan Laut yang berlari ke arah Hristov dari segala arah. Mereka mencoba untuk mengepung dan menyudutkan Hristov lalu berniat untuk menyerang Hristov secara bersamaan.


"Hiyaaaaa...!!"


"Matilah kau, Hristov..!!"


"Bajak Laut rendahan memang pantas untuk mati..!!"


Dengan teriakan semangat mereka, pasukan Angkatan Laut pun tanpa basa-basi mencoba untuk menyerang Hristov dengan tebasan pedang milik mereka.


Ketika jarak pasukan Angkatan Laut berkisar setengah meter, kedua mata Hristov mengeluarkan sinar cahaya berwarna merah. Dan, dalam pengelihatan Hristov, ia melihat pasukan Angkatan Laut yang bergerak begitu lamban bagaikan seekor siput. Hristov pun mengumpulkan energi pada satu titik yaitu di kedua telapak tangannya.


Setelah itu, dengan begitu cepat, Hristov pun berhasil membuat puluhan pasukan Angkatan Laut terpental hanya dengan dua pukulan, "Buaghhhhhh..!!"


"Uaghh..!!"


Pukulan menembus dimensi, itulah kekuatan spesial lain milik Hristov. Bagi dirinya, ia bisa melihat pergerakan lawannya yang begitu lamban lalu menyerangnya dengan pukulan hebatnya. Jadi, lawan Hristov akan beranggapan bahwa Hristov berhasil memukul lawannya tanpa menyentuh.


"A-apa yang terjadi?!!" Rocky terkejut dengan hal tersebut.


"Itu adalah kekuatan spesialku, pukulan menembus dimensi ruang dan waktu. Jangan harap kau bisa mengalahkanku hanya karna aku tidak menggunakan pedang." ucap Hristov.


"Pukulan menembus waktu?! Bahkan puluhan pasukan Angkatan Lautku yang mencoba menyerangnya berhasil dipentalkannya." gumam Rocky.


"Ya, bersiaplah kalian, para Angkatan Laut..!! Sudah saatnya bagiku untuk pembantaian massal..!!" ucap Hristov.


BERSAMBUNG


NB : Kekuatan pukulan melintasi dimensi ruang dan waktu ini memparodikan kekuatan dari Hit DBS wkwk