
"System Call : Giveaway!!"
"Na-nani?!! Gi-giveaway?! Disaat-saat kita bertarung seperti ini, kau malah ingin melakukan Giveaway?!" Lucia terkejut, ia tak menyangka Jeshu akan mengadakan giveaway tak terduga di tengah-tengah pertarungan seperti ini.
"..... Bodoh.." Jeshu tersenyum licik, "Ini bukan hanya sekedar giveaway biasa, tapi.." Tak berselang lama, sebuah sistem menunjukkan sebuah garis loading tepat diatas Lucia.
Lucia terheran-heran dengan garis loading yang muncul diatasnya, "Huh? Kenapa ada garis loading muncul diatasku?" Ia memiringkan kepalanya, sesekali menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena saking herannya.
Setelah itu, sebuah pancaran cahaya yang menyilaukan mata pun langsung menyelimuti dunia game milik Lucian. Secara reflek, Lucia pun menyipitkan kedua matanya sembari berlindung dibalik kedua tangannya, "Ke-kenapa tiba-tiba ada cahaya putih yang menyilaukan?!!"
Dan...
[ Be yourself and never surender.. ] Tiba-tiba ribuan komentar dengan kata-kata tersebut pun langsung menyelimuti Lucia dan melewatinya begitu saja. Bahkan, komentar-komentar yang melewatinya itu pun terasa seolah-olah seperti sedang menamparnya dengan cukup keras.
"Ki-kisama..!!" Lucia merasakan hawa keberadaan ribuan komentar tersebut yang seolah-olah seperti menamparnya hingga menciptakan rasa sakit, "Kekuatan macam apa ini?!!"
[ Bang giveaway sekin bang.. ]
[ Bang byone aldus kalah give sekin bang ]
[ Bang Give Alok bang.. ]
Akan tetapi, sebuah komentar yang berasal dari sebuah akun yang diduga sebagai bocil frifayer pun langsung menghantam Lucia dan membuat damage yang cukup kuat sehingga membuat Lucia terpental hingga menabrak dinding dunia game, "Brakk!!"
Setelah itu, Lucia pun mencoba untuk bangkit dan berdiri kembali, "Si-sialan, apa itu semacam ilusi? Kenapa tiba-tiba banyak komentar bocil-bocil, dan sialnya lagi, komentar bocil-bocil itu mempunyai damage yang cukup besar duh..!!"
"Lihatlah, betapa mengerikannya kekuatan dari Jeshu No Limits my pion!! Sekarang mana kata-katamu yang 'hehey not bad' itu mu? Hahaha..!!" Dari kejauhan, Lucian berteriak dengan nada mengejek. Sepertinya, Lucian sangat puas ketika melihat Lucia yang terdesak.
"Kisama..!! Yamero..!! Curang, beraninya manggil massa dengan mengadakan giveaway, mentang-mentang subscribernya sudah banyak, hadeh.." ucap Lucia.
"Hehey, you mau curhat? Kalau curhat jangan disini, sana curhat ke kakak Seito." ucap Jeshu.
"Woi, jangan banyak bacots, cepat hentikan komentar-komentar bocil ini..!! Aku bisa stress kalau liat komentar-komentar bocil frifayer!!"
"Ya mana mungkin aku hentikan, bodoh!! Kan emang tujuannya untuk mengalahkanmu, sekarang kau gak bisa banyak bacots lagi kan? ******.."
"Kalau begini.." Lucia merasa kesal akan komentar-komentar dari bocil frifayer yang terus menyerangnya tersebut. Setelah itu, "Aku akan menggunakan teknik rahasiaku lagi untuk menghadapi komentar-komentar bocil frifayer ini.."
"Norakk.."
Setelah itu, Lucia pun menutup kedua mata dengan kedua tangannya. Lalu berlari mendekat kepada Jeshu No Limits dan berniat untuk menyerangnya, "Hehey not bad.. aku tidak akan bisa melihat komentar-komentar dari bocil frifayer itu selama aku menutup kedua mataku.."
"Cih, kalau begitu, System Call : Giveaway Duit sepuluh juta..!!"
Dalam sekejap, ratusan lembar uang berwarna merah yang total nilainya sepuluh juta Zen pun muncul dalam sebuah portal dan langsung melesat ke arah Lucia.
Setelah mendengar uang sepuluh juta, sontak membuat Lucia pun langsung membuka kedua matanya, "Apa?!! Giveaway duit sepuluh juta Zen?! Aku mau dong..!!"
"Bodoh.."
Tiba-tiba ratusan duit tersebut langsung menampar tubuh Lucia secara bertubi-tubi hingga membuat tubuhnya sedikit memerah.
"Kenapa duit-duit ini bisa menamparku?! Apa yang salah dengan money ini? Astaga.. gak habis thinking.." ucap Lucia yang masih terus menahan tamparan dari ratusan duit-duit tersebut.
"Lihatlah, uang saja membencimu, sungguh menyedihkan.. sana pulang, merengek dan nangis dipangkuan mamamu saja sana.. gak ada bedanya sama bocil frifayer.."
"Tapi.. aku takkan menyerah.. situasi seperti ini adalah hal yang lumrah pada tokoh utama ada serial anime, dan pasti akan membangkitkan sesuatu kekuatan yang membuat scene epic pada episode anime itu.."
"Tapi kau kan bukan tokoh utama dalam novel ini, tidak ada plot armor yang menyertaimu.."
"Gubrakk..!!"
Tiba-tiba Lucia terjatuh ke lantai dan tak sadarkan, melihat hal tersebut, sontak membuat Lucian dan Jeshu pun terkejut, mereka pun berkata dengan serentak, "Apa?! Pingsan?! Kok mudah banget.."
Setelah itu, Jeshu pun langsung berjalan mendekat ke Lucia yang sudah tak sadarkan diri. Ia ingin memastikan, apakah Lucia telah mati atau masih hidup dan hanya sekedar pingsan belaka. Jeshu pun menggoyang-goyangkan tubuh Lucia dengan satu kakinya.
"..... Hmm, sepertinya dia sudah mati." ucap Jeshu.
"Bodoh, coba cek, dia masih bernafas atau tidak? Kalau masih bernafas dia masih hidup.." suruh Lucian.
"Hilih, jijik banget aku memastikannya. Lo suruh gue memberinya nafas buatan gitu? Aku gak gey ya.." Jeshu menolak.
Akan tetapi, secara tiba-tiba, "Halo Jeshu No Limits kang giveaway.." Lucia kembali bangun dan langsung memegang kedua kaki Jeshu, lalu..
"Apa?!! Kau masih hidup ternyata?!"
"Tentu saja, ini adalah teknik rahasiaku yaitu jurus pura-pura mati, zehahahaha..!!"
"Kisama!! Aku akan-" Ketika Jeshu No Limits ingin menyerang Lucia, tiba-tiba Lucia pun langsung mengangkat kedua kaki Jeshu lalu berputar-putar seperti sebuah gangsing, Lucia berniat untuk membuat pusing Jeshu.
"Rasakan ini, jurus putaran mematikan..!!"
"Woi hentikan woi!! Aku jadi pusing nih..!!"
Dan Lucia pun langsung melemparkan Jeshu No Limits yang telah puyeng karena berputar-putar. Jeshu terlempar hingga menabrak dan kepalanya menancap pada dinding dunia game, "Brakk..!!"
"Apa?!! Jeshu No Limits berhasil dikalahkan?! Bagaimana mungkin?!! Dia adalah my pion terbaikku..!! Sialan..!!" Lagi-lagi Lucian merasa kesal ketika melihat bahwa pion terbaiknya yaitu Jeshu No Limits berhasil dikalahkan oleh Lucia.
"Hehey not bad.. itulah akibatnya kalau menentang top global Alukard sepertiku, hehey not bad.."
"Sialan, tak kusangka semua pionku tidaklah berguna, masa mengalahkannya saja tidak bisa hadeh. Kalau begini, terpaksa aku akan melawannya secara langsung.." geram Lucian.
"Hehey not bad.. "
"Gak usah sombs sampai berkata 'hehey not bad' mulu.."
B E R S A M B U N G