Cosplay

Cosplay
Chapter 426 - Izumi vs Konstantine Babenko.



Pertarungan antara Izumi melawan Konstantine Babenko akan segera dimulai kembali setelah dihentikan sementara. Mereka berdua terlihat sangat siap untuk bertarung. Babenko dengan hawa membenuh yang terpancar pada dirinya siap untuk menggunakan kekuatan Awakeningnya saat melawan Izumi.


"Takkan kubiarkan masa keemasan keluarga Konstantine berhenti sampai disini. Aku akan membalas kekalahan saudara-saudaraku dengan membunuh kalian semua.." ucap Babenko dengan nada sinis.


"Tapi itu tidak akan terjadi.." ucap Izumi.


Tanpa basa-basi, Izumi pun langsung berlari ke arah Babenko dengan cepat sembari melapisi salah satu tangannya dengan kekuatan es nya. Disisi lain, Babenko mengarahkan tangan kanannya ke arah Izumi yang sedang berlari ke arahnya.


"Kalau kau sungguh ingin tahu kekuatan Awakening dari Lego milikku, maka aku akan memperlihatkannya padamu tanpa ragu. Akan kubuat kau sangat menderita.." ucap Babenko.


"Ya!!!" Izumi langsung melompat ke arah Babenko dan juga mencoba untuk melesatkan serangan pukulan es raksasanya, "Ice-Ice No Elephant Hits!!!!"


Dalam sekejap sorot mata Babenko berubah menjadi tatapan dingin, setelah itu, "Lego Zone.." Sebuah energi kecil muncul di salah satu tangannya yang ia arahkan ke arah Izumi, lalu energi itu meluas sepuluh meter dengan Babenko sendiri yang menjadi titik pusatnya.


Saat ini Izumi yang sedang mencoba untuk menyerang Babenko pun sudah berada di dalam Lego Zone yang diciptakan oleh Babenko. Dan ketika serangan pukulan es raksasa Izumi hampir mengenai Babenko, tiba-tiba Izumi pun merasakan seperti ada sebuah gelombang kejut yang memasuki tubuhnya, "Deggg!!!"


Tangan es raksasa Izumi hancur dalam sekejap karena efek dari gelombang kejut tersebut. Izumi pun langsung terjatuh ke tanah, ia kebingungan dengan apa yang terjadi dengannya sembari memegang dadanya. Gelombang kejut yang ia rasakan seolah-olah seperti menyengat tubuhnya.


"Kau sudah berada dalam Lego Zone, dan juga kau sudah terkena powerku. Saat ini, takdirmu sudah berada di tanganku. Kau takkan bisa kabur dari teknik Awakening ini.." ucap Babenko ia tersenyum licik menyeringai.


"Jadi, kekuatan Awakening yang kau bicarakan itu sebenarnya apa? Apa gelombang kejut itu adalah kekuatan Awakening yang kau maksud?" tanya Izumi.


"Tidak. Kau akan paham sebentar lagi. Lihat dan rasakan baik-baik." ucap Babenko. Ia pun kini mengarahkan kedua tangannya ke arah Izumi lalu menggerakkan jari jemarinya seperti sedang mengotak-atik mainan Lego.


Selang beberapa detik kemudian, tangan kiri Izumi terlepas dari tubuhnya dengan sendirinya, lalu melayang dan terbang ke arah Babenko.


"Eh?" Izumi hanya melongo ketika tangan kirinya lepas dari tubuhnya. Bahkan ia sama sekali tak merasakan rasa sakit sama sekali, dan juga tidak mengalami pendarahan. Izumi merasa ada sebuah keanehan pada kekuatan Awakening dari Babenko, "Kenapa tangan kiriku bisa terlepas?"


Sekilas, Babenko pun memegang tangan kiri Izumi, "Kekuatan Awakening yang kumaksud ini adalah membuat makhluk hidup yang berada dalam Zone Lego ini berubah menjadi mainan Lego, jadi setelah itu aku bisa membongkar pasang tubuh orang tersebut. Apa kau masih belum paham? Kini kau sudah berubah menjadi mainan Lego.." ucap Babenko sembari tersenyum licik menyeringai.


"Apa? Sekarang, atau untuk saat ini aku sudah menjadi mainan Lego? Bagaimana bisa? Bahkan aku masih merasakan daging pada tubuhku.." ucap Izumi yang menyentuh dadanya dengan tangan kanannya.


"Memang tidak mengubah struktur tubuhmu, tapi kau sudah menjadi mainan Lego, dan aku bisa mencopot atau memasang sesuka hatiku. Dan lihatlah ini.." ucap Babenko.


Tiba-tiba telinga kiri Izumi terlepas dari kepalanya. Telinga Izumi melayang dan bergerak ke arah Babenko.


Izumi pun langsung berteriak ketika melihat telinga kirinya terlepas dari kepalanya dan bergerak ke arah Babenko, "Woi, telinga kiriku!! Kembalilah woi!! Kau kan milikku!!!"


Dan secara tiba-tiba, Izumi merasakan rasa sakit dari tangan kirinya. Izumi berteriak kesakitan, "Uaghh!!!!" Kekuatan Awakening dari Babenko sangatlah berbahaya, tapi menggunakan kekuatan se over power ini pasti terdapat sebuah resiko yang besar.


"Bagaimana?! Apa kau merasakan kenikmatan dari rasa sakit yang kau dapatkan?! Berteriak lah lebih kencang lagi!!! Aku sangat suka mendengarnya!!!!" teriak Babenko dengan nada ala psikopat.


"S-sialan, jadi ini kekuatan Awakening yang ia bicarakan tadi. Tak kusangka aku lengah hingga terjatuh dalam jebakannya.." ucap Izumi.


Beberapa saat kemudian, kaki kiri Izumi copot dari tubuhnya, disaat bersamaan juga Izumi langsung terjatuh tersungkur ke tanah karena kehilangan satu kakinya, "Huwaaa!!!"


Kini kaki kiri Izumi sudah berada di tangan Babenko. Lalu Babenko pun menjatuhku kaki Izumi ke tanah lalu menginjaknya kembali.


"Uaghhh!!! H-hentikan!!" teriak Izumi. Kini Izumi telah kehilangan telinga kiri, tangan kiri, serta kaki kirinya.


"Huahahaha!!!! Ini sangat luar biasa!!! Sudah lama aku tidak kegirangan seperti ini huahahahaha!!!" teriak Babenko.


Disisi lain, Yoshino yang melihat Izumi sedang terpojok pun langsung berlari mendekat, "Tenang, Izumi!! Aku akan segera menolongmu!!"


"Tidak!!! Jangan mendekat atau memasuki Zone, Yoshino!!! Atau kau akan bernasib sama sepertiku!!!" teriak Izumi dari kejauhan.


"Tapi, Izumi!!! Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi aku melihat beberapa bagian tubuhmu telah terpisah!!!" balas teriak Yoshino.


"Ini adalah perintah Kapten, Yoshino!!!" tegas Izumi.


Yoshino pun langsung diam kesal tak menjawab perkataan Izumi. Ia sangat kesal karena tidak bisa menolong Kaptennya. Yoshino pun harus bersabar karena harus melihat kaptennya sendiri disiksa oleh Babenko.


"Itu perintah yang masuk akal, namamu Izumi kan? Kalau begitu, Izumi, sebentar lagi aku akan membuat sebuah pertunjukan yang akan kupertontonkan kepada teman-temanmu. Mereka akan tahu, kekuatan yang sebenarnya dari Konstantine Babenko!!!" ucap Babenko dengan bersemangat.


"Si-sial." Izumi pun mengarahkan tangan kanannya ke arah Babenko lalu melesatkan beberapa es tajam.


Namun, beberapa es tajam yang dilesatkan oleh Izumi tiba-tiba berubah menjadi mainan Lego. Babenko yang melihat itu pun langsung menahan tawanya, "Upss.. selama kau berada di dalam Zone Lego ini, kau takkan bisa menyerangku sama sekali. Ini adalah akhir bagimu, Izumi!!!"


"Sial, aku harus mencari cara, aku tidak boleh mati ditempat seperti ini. Apalagi harus dibunuh oleh orang sepertinya." ucap Izumi.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti. See you next Chapter.