
Dalam pertarungan singkat antara Schuikhov melawan Hristov dan Alonso itu pun berhasil dimenangkan oleh Hristov. Akan tetapi, Alonso harus menerima kenyataan, bahwa dirinya berhasil dikalahkan oleh Schuikhov yang berada dalam mode tidurnya.
Dan kini, terlihat Hristov yang sedang berdiri sembari menatap tajam Sugar, Luwak, dan juga Speed sembari menodongkan pedangnya dan berkata, "Minggirlah. Atau kau akan bernasib sama dengan orang ini." Hristov menunjuk Schuikhov yang tergeletak di tanah.
"Jangan bodoh..!!" teriak Sugar, "Sugar-Sugar No Blaster..!!" Seketika, Sugar pun langsung menciptakan gelombang gula dan bergerak menuju kearah Hristov mencoba untuk menerjangnya.
"Batsss..!!"
Dengan cukup mudah, Hristov pun berhasil menebas gelombang gula yang menerjang nya tersebut hingga terbelah menjadi dua. Setelah itu, Hristov pun bergerak cepat mendekat kearah Sugar dan langsung menendang bahunya hingga terpental cukup jauh, "Jduakkk..!!"
"Sialan..!!" geram Sugar yang terpental.
Lalu, terlihat Luwak Whitecoffe yang bergerak cepat kehadapan Hristov sembari membawa secangkir kopi. Tak berselang lama, Luwak pun mencoba menyiram kopinya tersebut ke wajah Hristov dan, "Srashhh..!!
Hristov menutupi wajahnya dengan tangan kirinya. Alhasil, kopi tersebut terkena tangan kiri Hristov. Tiba-tiba, "Uaghhh..!! Sialan..!!" Ternyata kopi yang disiram oleh Luwak adalah kopi yang sudah tercampur oleh zat-zat kimia berbahaya. Seketika, Hristov pun langsung melihat tangan kirinya yang melepuh, dan hal tersebut pun membuat Hristov sedikit marah.
"Hahaha..!!" Luwak sedikit tertawa, "Lihatlah dirimu, tak kusangka aku bisa menyerangmu!"
"Sialan kau..!!" Dengan gerakan yang cukup cepat, Hristov pun langsung menendang wajah Luwak hingga terpental cukup jauh, "Jduakk..!!"
"Uaghh..!!" Luwak merintih kesakitan dna terlihat hidungnya yang mengeluarkan banyak darah saat terpental karena tendangan yang dilesatkan oleh Hristov.
Sementara itu, melihat Luwak dan juga Sugar yang dikalahkan oleh Hristov begitu saja, Speed pun terlihat sedang berlari menuju ke tempat Aladdin yang sedang menyembuhkan Shu, Ezeqia, dan juga Izumi.
"Gawat..!! Luwak dan Sugar dikalahkan dengan cukup mudah oleh Hristov..!! Dia benar-benar seekor monster..!!" ucap Speed dengan raut wajah sedikit panik.
Disisi lain, terlihat Hristov yang melihat Speed berlari dari kejauhan. Lalu, ia pun berkata, "Sepertinya, dia sedang menuju ke tempat bocah yang mereka selamatkan itu."
Kemudian, Hristov pun langsung berjalan mengikuti Speed berlari tersebut. Akan tetapi, tiba-tiba ia menghentikan jalannya dan melihat dirinya sendiri. Hristov pun mulai berpikir, "Sialan, staminaku sudah banyak yang terkuras, aku juga sudah menggunakan kekuatan penuhku barusan. Aku harus segera membunuh bocah itu sekarang juga, begitu juga yang lainnya."
*****
Sementara itu, disisi lain, terlihat Aladdin yang terlihat sedang melakukan proses penutupan luka pada dada Izumi dengan cairan lilin yang. merupakan kekuatannya.
Lalu, disamping Izumi juga terlihat Shu yang masih tergeletak dan Ezeqia yang sedang duduk sila karena proses penutupan lukanya sudah selesai.
"Jadi, penutupan luka ini hanya bersifat sementara ya?" tanya Ezeqia.
"Benar. Oleh karena itu, pertarungan berat akan bisa membuka lukamu itu lebih cepat. Jadi, aku sarankan padamu agar tidak bertarung lagi, Ezeqia-san." ucap Aladdin.
Tiba-tiba Izumi yang tertidur pulas pun sedikit mengeluarkan sekata-patah dari mulutnya, "Uh ehm.." Mungkin, sepertinya Izumi sedang mengigau. Hal tersebut pun langsung menjadi perhatian oleh Aladdin dan Ezeqia yang berada didekatnya.
"Huh? Apa dia membicarakan sesuatu?" tanya Ezeqia.
"Sepertinya dia hanya sedang mengigau." jawab Aladdin.
*****
"Ya, sepertinya bocah itu sedang berada disekitar sana." ucap Hristov.
Setelah itu, terlihat Hristov yang perlahan mulai mempercepat jalannya. Setelah itu, ia langsung langsung berlari meliuk-liuk kearah Speed yang sedang berlari menuju ke tempat Aladdin dan lainnya berada.
Menyadari kedatangan Hristov, Speed pun langsung menoleh kebelakang dan terkejut, "A-apa?!!"
"Enyahlah kau..!!"
Hristov pun mencoba untuk menebas Speed dari belakang, "Batss..!!" Akan tetapi, secara reflek, Speed pun sedikit berhasil menghindari namun lengannya masih terkena goresan dari pedang Hristov dan berdarah.
"Uaghh..!!" Speed pun langsung berguling-guling ditanah karena rasa sakit dari goresan pedang itu cukup luar biasa. Pasalnya, lengan yang terkena goresan pedang Hristov itu pun langsung menghitam seperti terkena racun.
"Ya, aku tak segan-segan lagi untuk membunuh sekarang. Energi hitam yang menyelimuti pedangku ini aku konversi menjadi sebuah racun yang cukup mematikan. Jadi, tamatlah riwayatmu." ucap Hristov dengan nada sinis.
Setelah itu, Hristov pun langsung berjalan mendekat kearah Speed yang memegangi lengannya sambil merintih kesakitan karena tebasan pedang darinya. Beberapa saat kemudian, Hristov pun sudah berada tepat didepan Speed.
"Sialan.." ucap Speed yang terlihat pasrah ketika Hristov sudah berada di hadapannya yang akan membunuhnya.
"Enyahlah.." ucap Hristov.
Hristov pun langsung mengarahkan pedangnya tepat ke arah jantung Speed dan mencoba untuk menusuknya. Akan tetapi, sebelum Hristov berhasil menusuk jantung Speed, tiba-tiba tanah yang dipijak oleh Hristov pun perlahan membeku.
Seketika, Hristov pun langsung melompat salto beberapa langkah kebelakang untuk menghindari es tersebut, "Sialan, kenapa tanah yang aku pijak itu membeku? Jangan-jangan.."
Speed pun terkejut ketika Hristov memilih untuk menghindar ketimbang membunuhnya, "Es? Siapa yang menggunakan kekuatan es itu?"
Kemudian, terlihat seseorang yang berjalan dari belakang Speed menuju mendekat kearah Hristov. Seseorang tersebut pun terlihat tersenyum dan berkata, "Aku berterima kasih kepada temanmu karena telah menutup lukaku, ya walaupun itu hanya bersifat sementara."
"Hei, kau kan.." ucap Speed.
Dan, seseorang tersebut ialah Izumi yang kondisinya terlihat sudah kembali membaik setelah lukanya ditutup oleh cairan lilin yang merupakan kekuatan dari Aladdin. Lalu, ia pun berjalan mendekat kearah Hristov. Setelah itu, Izumi pun berhenti dari jalannya.
"Hoey, Hristov. Sudah saatnya untukku melancarkan serangan balik..!!" ucap Izumi sembari tersenyum bersemangat.
"Tak kusangka, kau berhasil pulih secepat itu. Sepertinya aku gagal untuk membunuhmu." ucap Hristov sembari tersenyum menyeringai.
Pertarungan yang akan menentukan kemenangan dari perang besar pun akan segera dimulai. Apakah Izumi berhasil mengalahkan Hristov?
BERSAMBUNG