
Pulau Lunarian, dunia game..
".... Lucian is not good. Setelah semua pion ampasmu itu telah lose, kini sekarang giliranmu yang akan aku kalahkan. Apa kau bersiap?"
Bentrokan yang terjadi di dunia game antara Lucia melawan Lucian tidak bisa dipungkiri kalau pertarungan ini juga tak kalah menariknya dengan pertarungan Izumi, Hozuki, bersama dengan monster Kraken yang berada disebelah lautan selatan pulau Lunarian.
Kini, Lucian harus menghadapi Lucia secara tak langsung, karena semua pionnya berhasil dikalahkan, termasuk pion andalannya, Jeshu No limits.
"Lucia, pertarungan ini adalah kemenanganku, jadi jangan banyak bacots, karena kalau kau kalah nanti nangis.." Lucian berlagak dengan pose gaya sok keren sembari memegang sebuah konsol game di tangan kanannya.
Setelah itu, Lucian pun memegang konsol gamenya dengan kedua tangannya. Setelah itu, ia pun menekan beberapa tombol yang ada pada konsol game tersebut.
[ X ] [ O ] [ R1 ] [ L1 ] [ R2 ] [ X ]
Itulah tombol-tombol yang ditekan oleh Lucian pada game konsolnya. Apakah tombol ini mengandung salah satu cheat yang berada di dunia game ini? Hanya Lucian lah yang tahu. Dengan raut wajah yang begitu antusias, Lucian pun tersenyum menyeringai.
"Apakah kau menggunakan cheat lagi untuk mengalahkanku? Cih, dasar payah.." ucap Lucia.
"Sok tau, ini bukanlah sebuah cheat, melainkan aku akan menggunakan hak istimewaku yang menguasai kekuatan Game Master. Jadi..."
Lucia pun langsung memasang posisi waspada sembari mengamati sekitar bila terjadi sesuatu hal yang tidak diduga-duga karena kekuatan sistem dari Lucian.
Selang beberapa detik, Lucia mengeluarkan sebuah belati dari saku celananya, "Aku mencuri belati ini beberapa hari yang lalu, tapi tidak apa, nanti aku akan membayarnya, karena mencuri itu tidak baik.." Lucia masih mengamati sekitar dan sesekali juga mengamati pergerakan yang dilakukan oleh Lucian.
"System Call : Magnetic On The Floor..!!"
"!!!!!" Tiba-tiba kedua kaki Lucia tidak bisa digerakkan seolah-olah telah terkunci oleh sebuah medan magnet yang menyelimuti lantai dunia game. Lalu, belati yang dipegang oleh Lucia pun seketika tertarik dan langsung menempel ke lantai, "What's?! Apa yang terjadi?! Ini bukan seperti medan magnet yang sebelumnya..!!"
"Tentu saja.." ucap Lucian sembari tersenyum menyeringai, ia berjalan mendekat ke Lucia yang saat ini kedua kakinya terkunci oleh medan magnet. Akan tetapi..
"Hoey..!! Kenapa kau bisa berjalan?! Seharusnya kau juga tidak bergerak dan terkunci oleh medan magnet seperti yang aku alami, kisama..!!" ucap Lucia.
"Zehahahaha..!!" Lucia tertawa terbahak-bahak, "Ini karena aku mempunyai kekuatan hak istimewa dari Game Master. Jadi, kekuatan apapun tidak akan terpengaruh padaku disini..!!"
"Kau curang anjirr..!! Ini sama aja nge cheat!! Kalau berani sini beywan satu lawan satu baku hantam.. pasti gak berani cemen.." ucap Lucia, ia mencoba untuk menggerakan kedua kakinya tapi masih belum bisa.
"Hehey not bad.."
"Woi jangan tiru kata-kataku anjim..!! Duh dasar plagiat, sudah plagiat nama, plagiat kata-kata pula, wajar kalau junjungannya moontod.." ejek Lucia.
"Nani?! Siapa juga yang plagiat moontod. Halah banyak bacots, sekarang aku akan menggunakan teknik keduaku.. hehey not bad.."
Lucian pun kembali menekan beberapa tombol yang berada pada game konsolnya. Akan tetapi, tombol yang ia tekan berbeda dari yang sebelumnya.
Seperti itulah tombol-tombol yang ditekan oleh Lucian pada game konsolnya. Setelah itu, tiba-tiba muncul sebuah form data kosong di depan Lucian. Ia tersenyum licik lalu menulis sebuah kode rahasia yaitu
[ 0-6-7-7-5-6-4-2-0-x-x-x ]
"Huahahahahaha..!!!" Lucian tertawa terbahak-bahak dengan lebih keras ketika berhasil memasukkan kode rahasia pada form data yang muncul di depannya, "Tamatlah riwayatmu, Lucia..!! Kombinasi game konsol dan kode rahasia ini akan mengalahkanmu sekarang juga..!!"
"Kode apa itu woi..!! Sialan, kau berbuat curang..!!" Lucia yang merasa dicurangi pun masih mencari cara agar dirinya bisa bergerak kembali dari medan magnet yang mengunci kedua kakinya.
Tiba-tiba sebuah tulisan "WARNING" muncul di seluruh area dunia game. Seketika cahaya merah juga menyelimuti dunia game. Sesuatu yang tidak terduga sepertinya akan terjadi sebentar lagi.
"Lihatlah, my friends, eh lupa tapi my enemy, dunia game akan berada dalam berbahaya. Jadi, bersiaplah, my enemy. Hehey not bad.."
"Eh bentar, sepertinya aku punya ide agar bisa terlepas dari kuncian medan magnet ini..". Tiba-tiba Lucia mempunyai ide yang cemerlang.
Tak berselang lama, Lucia pun langsung melepaskan kedua kakinya dari sepatu yang ia kenakan. Alhasil, ia bisa kembali bergerak bebas kembali, "Hehey, akhirnya bisa bebas bergerak lagi. Ternyata ini hanyalah sebuah trik tipuan.."
"Halah percuma, walaupun kau bisa bergerak bebas. Tapi, itu tidak bisa menentukan nasibmu kedepannya.."
"Apa maksudmu?!"
"Lihat saja sendiri hehey.. System Call : Ball Armor.." ucap Lucian.
Dalam sekejap, Lucian pun sudah berada di dalam sebuah bola transparan yang terbuat dari armor yang cukup kuat. Sepertinya, Lucian akan berlindung oleh sesuatu hal.
"Woi..!! Kenapa kau malah berada di dalam sebuah bola?!!" teriak Lucia.
"System Call : Error Not Found 404!!!"
"!!!!!"
Tiba-tiba ribuan kode-kode seperti angka dan huruf yang diduga sebagai script terbuatnnya dunia game ini telah bocor dan langsung memenuhi dunia game seperti sebuah gelombang tsunami.
"Apa..!! Kenapa banyak angka dan huruf dan menciptakan sebuah gelombang?! Apakah ini ilusi?!!" teriak Lucia.
Tanpa basa-basi, Lucia pun langsung berlari dari gelombang script yang akan menerjangnya. Dan, tiba-tiba, sebuah tulisan 'Error Not Found 404' muncul dihadapan Lucia dan menutupi pandangannya. Lucia mencoba menyingkirkan tulisan tersebut akan tetapi mustahil.
"Sialan..!! Apa-apaan tulisan gak jelas ini..!!"
Lucia masih terus berlari walaupun pandangannya terganggu oleh sebuah tulisan 'Error Not Found 404'. Ia masih berusaha keras, dan pada akhirnya kekuatan fisiknya yang sudah mencapai batasnya pun memaksanya untuk berhenti berlari. Alhasil, ia pun langsung diterjang oleh gelombang kode angka dan huruf yang merupakan sebuah script.
B E R S A M B U N G