
Disaat yang sama, terlihat Shu Kobayashi yang diselimuti oleh kobaran api semangat apinya disekujur tubuhnya, bahkan pedang miliknya pun juga telah diselimuti api.
Shu masih memegang kedua pedangnya dengan kedua tangannya dan mengarahkannya ke arah Espener, ia menatap tajamnya, seolah-olah dirinya sudah bersiap melakukan serangan kapanpun yang ia mau.
"Aku akan segera mengalahkanmu, setelah itu aku akan mengalahkan Hristov dan mengakhiri perang ini." ucap Shu dengan nada sinis.
Sementara itu, terlihat Espener yang masih dengan satu pedangnya. Kali ini Shu dibuat kerepotan oleh kekuatan milik Espener yang bisa menggandakan suatu benda apapun, kecuali manusia.
"Mengalahkanku? Jangan bermimpi, kau takkan bisa mengalahkanku, maupun tuan Hristov, mengerti?" ucap Espener sambil tersenyum menyeringai.
Tanpa basa-basi, Shu pun langsung berlari mendekat ke arah Espener sambil melesatkan tebasan api dari pedangnya secara bertubi-tubi, "Blasshh..!! Blasshh..!!" Shu terus melesatkan tebasan apinya dan tak ingin membuat Espener mempunyai kesempatan untuk menghindar.
Espener pun hanya terlihat santai ketika melihat tebasan api yang terus melesat ke arahnya. Ia tersenyum menyeringai, lalu bergerak menghindari beberapa tebasan api yang melesat ke arahnya bagaikan bayangan.
Setelah itu, Espener melakukan gerakan memutar dan langsung melesatkan tebasan jarak jauh ke arah salah satu tebasan api yang masih melesat ke arahnya, "Batss..!!" Akan tetapi, ketika Espener hanya melesatkan satu tebasan saja, dengan raut wajah yang cukup meyakinkan, Espener pun menggandakan satu tebasannya itu pun menjadi berkali-kali lipat.
Dan, "Byasssh..!! Byasshhh..!!" Tebasan api milik Shu dan tebasan milik Espener saling bertabrakan satu sama lain dan sedikit menciptakan ledakan kecil.
Shu pun cukup kesal ketika melihat kekuatan Espener yang cukup merepotkannya, ia mulai memasang raut wajah yang cukup kesal, Dia bukan lawan yang seperti kuhadapi sebelumnya, Pikirnya.
Dengan raut wajah yang kesal, Shu berpikir keras untuk mencari celah pada Espener. Karena, dari tadi, serangannya berhasil diatasi oleh Espeney dengan begitu mudah.
"Bagaimana? Kau takkan bisa mengalahkan tuan Hristov bila mengalahkanku saja tidak bisa. Paham?" ucap Espener dengan raut wajah yang sombong, bagaimana tidak? Daritadi ia selalu berhasil menangkis semua serangan pedang milik Shu.
"Tidak, aku akan segera mengalahkanmu." ucap Shu.
Shu pun mulai melakukan gerakan kuda-kuda teknik berpedangnya, kini kobaran api pada pedangnya semakin besar, ia mengarahkan pedangnya keatas dan bersiap mengayunkan pedang miliknya tersebut. Shu mulai mengatur pola pernafasannya, sesekali ia memejamkan kedua matanya lalu membuka matanya kembali. Shu mencoba untuk fokus.
Selain itu, Espener pun perlahan mulai merasakan kekuatan yang cukup besar dari Shu ketika melakukan posisi kuda-kuda teknik berpedangnya. Kini ia semakin bersemangat ketika mengetahui Shu mulai serius. Begitu dengan dirinya, Espener juga nampak mulai serius.
"Ya, serangan seperti apa yang akan kau lesatkan setelah ini, aku sudah tak sabar menantikannya.." ucap Espener sambil menjilati sisi-sisi pedangnya.
"Sword No Phoenix..!!"
Shu mulai mengayunkan pedangnya ke arah Espener, tebasan api yang cukup besar pun tercipta, tebasan api tersebut mulai membentuk seekor burung Phoenix raksasa dan melesat kencang ke arah Espener.
"Burung Phoenix?"
Espener sedikit bertanya-tanya ketika melihat tebasan yang dilesatkan oleh Shu berubah menjadi burung Phoenix raksasa yang melesat kearahnya. Namun, dengan tekad yang meyakinkan, Espener pun mulai bergerak.
Akan tetapi, Espener mulai berubah pikiran, awalnya ia ingin melesatkan tebasan jarak jauh, tapi Espener pun langsung melemparkan pedangnya ke arah tebasan burung Phoenix yang sedang melesat ke arahnya.
Lalu, Espener pun membentuk segel pada jari-jemarinya dan satu pedang yang ia lemparkan tersebut menjadi puluhan pedang, "Byasssh..!!" Tebasan burung Phoenix milik Shu bertabrakan dengan puluhan pedang milik Espener dan kembali menciptakan sebuah ledakan kecil.
"Apa?!!" Shu terkejut, lagi-lagi serangannya berhasil digagalkan oleh Espener.
"Huahahaha..!!" Espener tertawa terbahak-bahak dengan begitu keras, seolah-olah hatinya telah merasa puas ketika berhasil menggagalkan semua serangan milik Shu, "Lihatlah..!! Bahkan, seranganmu saja belum ada yang berhasil mengenaiku..!!"
*****
Disaat yang sama, terlihat Izumi yang masih bertarung dengan begitu sengit melawan Elen dalam mode manusia kupu-kupunya. Izumi cukup kerepotan, pasalnya Elen adalah tipe musuh yang suka melancarkan serangan jarak jauh.
"Ice-Ice No Elephant Hits..!!"
Izumi kembali melontarkan pukulan es nya ke arahnya Elen. Akan tetapi, Elen berhasil menghindarinya dengan cukup mudah dengan terbang meliuk-liuk di udara.
Dan, sesekali juga, Elen menyemprotkan sebuah nektar madu beracun ke arah Izumi. Namun, dengan sigap Izumi juga berhasil menghindarinya dengan cukup mudah. Ya, nektar madu yang disemprotkan Elen dari mulutnya bisa membuat kulit manusia melepuh dan meleleh, sekali terkena serangannya saja bisa fatal.
"Sialan, kau..!! Kalau berani, turun sini, kisama..!!" teriak Izumi dengan raut wajah yang cukup kesal.
"Turun katamu? Apa kau berniat menyerangku dari jarak dekat? Yang benar saja, salahkan saja dirimu yang tidak bisa terbang dan menyerangku." ucap Elen yang masih terbang di udara.
Tak berselang lama, Elen pun terbang meliuk-liuk ke arah Izumi dengan begitu cepat, lalu ia pun melakukan salto dan mencoba untuk menendang Izumi, "Buaghh..!!"
Izumi menyilangkan kedua tangannya dan menahan tendangan dari Elen, akan tetapi tendangan Elen begitu kuat dan membuat Izumi sedikit terpental.
Izumi terpental dan mengeremnya dengan kedua kakinya yang berpijak ke arah untuk menahan pentalan tersebut agar tidak semakin jauh.
"Sialan, kau memang benar-benar hebat dan cukup membuatku kerepotan. Tapi, aku tak punya banyak waktu untuk meladenimu, aku harus segera melawan Hristov..!!" ucap Izumi dengan tekad yang luar biasa.
"Belum waktunya dirimu untuk melawan sang Raja, mengerti? Aku takkan membiarkanmu melawan tuan Hristov." ucap Elen.
"Apa katamu?! Kalau begitu, aku akan mengalahkanmu terlebih dahulu agar bisa bertarung dan mengalahkan Hristov..!!" ucap Izumi dengan lantang.
"Ya, itu kalau kau bisa mengalahkanku, dasar bocah ingusan." ucap Elen.
BERSAMBUNG