Cosplay

Cosplay
Chapter 389 - Semacam Cerita Bersambung Yang Banyak Salah Menggunakan Kata-Kata.



Ini pun semacam kasih sayang yang aku tuangkan ke-dalam cerita ini, meskipun tulisannya nggak bagus-bagus amat.


Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan karakter; maka ini terinspirasi bukan plagiat ya, dengerin nih , aku sudah berbicara menjadi narasi yang mengerti akan indahnya hidup dan paham bahwa karakter cerita ini tahu bahwa dia adalah fiksi.


Fraksi bermusuhan sudah biasa, karena begitulah politik ini selalu berjalan, sudah ditakdirkan ada pendemo, sudah ditakdirkan ada haters yang hobi komentar sinis, sudah biasa, karena begitulah kehidupan ini berjalan.


Antara teman, pacar, kasih sayang, dan uang, tentu kalau kamu kepengen hemat dengan pengeluaran pas-pas-an, kamu milih uang dan tanpa pacar alias jomblo selamanya, dan biarkan selamanya nama cewek yang kamu taksir berada di hatimu, dan biarkan selamanya kamu menggalau mulu.


Pacar seorang aktivis, harus serba was-was, mengapa cerita ini cuma fokus kepada mereka para karakter cupu yang minim jam tayang? Gampang , biar cerita ini gak berfokus kepada tokoh utama mulu.


Dia yang ngedemo bernama Xia , serta barisan aktivis lain yang hobi mengikuti , dan mungkin ada beberapa musisi yang menyanyikan lagu pro-demokrasi.


Bunyi terdengar, alunan paling menarik, bahkan seruling pun berbunyi, seperti iringan lagu dalam dorama Bollywood.


~ Kuch To Bata Are Kuch To Bata, Na Na Na Na ~ Naaa Phone Ka Number Ghar Ka Pata, Na Na ~ Na Na Naaa Kuch To Bata Are Kuch To Bata, ~ Na Na Na Na Na Na Na Naaa Phone Ka...


Lagu begitu yang ngiringin mereka ngedemo, lantas banyak ditanggapi oleh netizen kurang ajar yang gak berani ngedemo dan cuma bisa diam di rumah.


[Account Name. Arikawa Comentaries: Ngawur banget, kemarin iringan Ragiru lagunya malah lain , dan yang di akun TokTok ini adalah lagunya Ragiru, bukan yang kemarin-kemarin]


[Account Name. Tao Ming Tse Comentaries: Gue kira lagu Meteor Garden]


[Account Name. Hatters Number One In The World Comentaries: Salah parody, bodoh!!]


Intinya dah biasa Netizen berkomentar gajelas, padahal author cuma salah naruh lagu doang malah kena kritikan dari mereka yang gak ngedemo sama sekali.


Barisan ngawur dari mereka, dan komentar mencibir dari para pelancong dunia maya, cuma sok keras doang di sosial media, kalau berani sini ketemuan, bakuhantam secara langsung, di mana ada adegan sok keras di sosmed, sudah pasti akan ada beberapa yang sok jago ngajak ketemuan.


Memang benar kadang-kadang banyak alibi seperti itu, ini semata-mata agar si 'pengajak' ini lebih hebat dari yang sok keras di sosial media.


Umpamakan seperti Livestream yang sedang berlangsung oleh Empeeru Pandora beberapa waktu lalu.


"Jangan sok keras dek, main yang benar, kamoh itu sudah pasti masih mitik romawi, hari-hari ngetroll, mamah papahmu gak bangga sama kamu loh dek, biarkan Empeeru Pandora menang lah dek, ini ditroll mulu, kalau gak ditroll dah pasti aku sudah mitikal glori... dasar dek-dek..." Empeeru Panda berceloteh, bertemankan dengan kekesalan terhadap mereka yang mempermainkan permainan ini secara tidak serius dan ngetroll sang maestro game.


[Sebastien (Rotjer) : Jangan nangis, Pandora, inituh cuma game, yahahaha nangis, aku nonton livemu yahahaha]


Pandora membaca chat di game barusan, dan kemudian mulai berucapkan kata mencibir seperti biasanya; "Owalah pantesan, dasar karakter sampingan yang kepengen pansos, cuih, menjijikkan..." Pandora seperti biasa mengejek, "Beraninya di Sosmed, sini kasih alamat lo, Rotjer!!" Membentak dia dengan keras, sudah teramat marah menggrogoti perasaannya.


"Mental sosmed sok-sok pansos, gue samperin rumah lo, sini alamat lo cupu!!"


[Sebastien (Rotjer) : Ganti dulu bajumu bang, itu-itu mulu dah perasaan]


"Ketika anda kena troll, ingatlah kata Pranso, bangshat bhangke!!"


Kisah sang Pandora yang hobi kena troll cuma jadi perumpamaan mental sosial media, dan mereka para penonton trigerred oleh permainan sang streamer, Pandora sedang memerankan karakter yang hobi banyak bacot, itu semata-mata hanya agar mendapatkan penonton banyak, tetapi mereka yang masih dangkal, tak tahu bagaimana cara kerja dunia yang kejam ini.


Mengharapkan santunan dari para pemerintah, itu sudah kuno, tetapi mereka tak tahu, bahwa Pandora sang King of Streamer ini adalah kaki-tangan pemerintahan mas Konstantine Babenko..


Dua sisi teramat unik, pemain game sembari ngelive berusaha melawan ujaran kebencian dari komentar netizen, sedangkan para pendemo menerima rasa sakit dari para penjaga yang main tangan, atau beberapa kemudian gas air mata, menimbulkan air mata mereka, atau apa, tentang ini dan tentang itu, tentang pohon pisang di rumahmu, atau tentang harapan yang mati.


Para pendemo bercengkrama dengan derita, berteriakan kata 'keadilan' tentang 'kebersamaan' dan tentang 'keharmonisan' atau bahkan tentang 'keuntungan' petani yang mendapatkan upah kecil dari mereka para orang-orang kaya.


Seorang gadis mengenakan pakaian unik, seperti sebuah tudung yang menghalangi rambutnya, tetapi bagian belakang ada sebagian rambutnya terurai, dengan cakar di tangannya, ini semacam senjata kah? Senyuman menyeringai seakan-akan mendapatkan targetnya, atau apa? Ini soal apa? soal cerita tentang apa? tentang pembunuhan dalam keramaian?


"Life is nothing true..." ucapnya pelan, dan entah mengapa dia terlihat bebas bergerak diantara para pendemo, seakan-akan Ia tak kelihatan.


Sisi Lain.


"Aku rasa , Kapten Leonardo K. Davies ... Dia memainkan trick mencari titik kelemahan para koruptor..." Rocky berucapkan dengan nada kecurigaan, "Kurasa dia mencium aroma busuk dari korupsi yang mewabahi daerah Working..." sambungnya.


"Huh?" Mirabelle tampak bingung.


"Masa kau tidak tahu seperti apa kemampuan Kapten Leonardo?" Sho masuk dalam percakapan ini, seakan-akan dia sudah tahu seperti apa kemampuan sang objek pembicaraan barusan.


"Ah, kemampuannya adalah itu' yang bisa mencium aroma-aroma janggal, atau sesuatu yang licik dalam permainan politik, atau tentang bau-bau koruptor, dia bisa mengetahui seseorang itu penuh dengan kedengkian hanya dengan satu kali pertemuan.." Mirabelle berucapkan kata panjang, karena dia sudah ingat apa itu kemampuan Kapten Leonardo.


"Jadi, Anakbuahnya yang mana yang Ia jadikan mata-mata?" Sho cukup penasaran.


"Ada dua calon, dan cukup memungkinkan, mungkin saja dia, Limit Company si Gadis bertudung yang bisa ngilang saat masuk mode silent..." Rocky menjawab, tetapi dia masih memikirkan satu orang lagi, "Kurasa, satu lagi, tapi aku tidak yakin, mungkin saja dia tak keluar dalam misi ini, karena kemampuannya tidak mengagumkan seperti Company.."


"Siapa itu, Kapten?"


"Si kemampuan memanipulasi Pizza, Stuart Tolhurst...."


"Si Orang bodoh itu? Aku yakin Tolhurst tidak akan ada di sana, dia tak masuk kriteria menjadi mata-mata, tapi aku membayangkan seandainya Bajak Laut Cosplay nyasar ke sana, dan kebetulan di sana ada Tolhurst, aku gak bakalan bisa membayangkan si Penyuka Pizza dan si Memanipulasi Pizza saling bertemu.." ucap Mirabelle.


"Ini akan semakin menarik.."


B E R S A M B U N G