
Pada akhirnya, Kai pun berhasil mengalahkan Louis dengan kekuatan api biru dari roh Pegasus yang keluar dari gasingnya. Namun, efek yang disebabkan dari mengerahkan kekuatan tersebut ialah, otomatis Kai akan tertidur selama tujuh jam.
Akan tetapi, sesaat Kai ambruk di tanah dan tertidur, tiba-tiba seorang pria sudah berdiri di depan Kai yang telah tertidur tersebut. Pria tersebut adalah Matos Pambuchano dari Tim Elite Number One Bajak Laut Hristov.
Terlihat, Matos menatap tajam Kai yang tertidur pulas di depannya dan sesekali ia membuat sebuah gelembung di mulutnya dari permen karet yang selalu Matos kunya.
Ketika gelembung dari permen karet yang Matos kunya mulai membesar, gelembung tersebut pecah dan sisa-sisa gelembung dari permen karet tersebut menempel di sekitar area Matos.
Lalu, Matos pun langsung merogoh sakunya dan mengambil sebuah pisau dari dalam sakunya.
"Setelah melihat pertarungan antara Louis dari Guardian Six melawan orang ini, ternyata orang ini lumayan kuat juga ya. Mumpung ada kesempatan, aku akan membunuhnya sekarang.." ucap Matos sambil tersenyum menyeringai. Lalu, ia pun mencoba untuk menusuk leher Kai dengan pisau yang baru saja ia ambil dari sakunya.
Akan tetapi, sesaat sebelum pisau Matos mengenai leher Kai. Tiba-tiba, Maki dengan kekuatan Laplace nya, berlari dengan cepat ke arah Kai yang tertidur pulas lalu membawanya pergi untuk kabur.
"Jlebbb..!!" Pisau yang hendak digunakan untuk menusuk leher Kai pun langsung menancap di tanah karena Kai sudah dibawa pergi berlari oleh Maki.
Matos pun terkejut dengan kedatangan Maki yang sangat cepat dan langsung membawa Kai kabur begitu saja. Ia pun merasa kesal, sampai muncul kerutan di dahinya. Lalu, ia berkata, "Sialan..!! Beraninya kau membawa kabur target yang akan aku bunuh..!!"
Sementara itu, Maki pun sedikit merasa berat ketika membawa Kai lari. Bahkan, ia pun ngos-ngosan saat berlari kabur. Sesekali, ia menoleh ke belakang ke arah Matos berada.
"Syukurlah, tadi aku menyadari ada ledakan dan langsung kemari. Kalau tidak, Kai akan mati dibunuh oleh pasukan Hristov." ucap Maki.
Tak berselang lama, Matos pun membuat gelembung permen karet yang cukup besar dari mulutnya. Setelah itu, gelembung permen karet tersebut melayang-layang di udara.
Lalu, Matos pun langsung mengerahkan gelembung permen karet yang baru saja ia buat ke arah Maki yang sedang membawa kabur Kai yang tertidur pulas.
"Enyahlah, kalian berdua..!! Bubble Blue..!!"
Kemudian, gelembung permen karet tersebut langsung melesat cepat ke arah Maki. Beberapa saat kemudian, setelah gelembung permen karet tersebut sudah mendekat dengan Maki. Tiba-tiba gelembung tersebut meledak dan membuat Maki yang sedang membawa Kai pun langsung terpental dan menabrak tanah.
"Duarr..!!"
"Ukh..!!"
Setelah itu, Maki pun mencoba untuk bangkit kembali. Lalu, ia pun menoleh ke arah Kai yang tergeletak tepat di sebelahnya setelah terpental. Setelah itu, Maki pun langsung menatap tajam Matos yang berdiri beberapa meter tepat di hadapannya.
"Permen karet?" tanya Maki.
"Ya, bagaimana rasanya terkena ledakan dari gelembung permen karet yang kubuat? Indah bukan?" tanya balik Matos sambil tersenyum menyeringai. Ia masih terus-terusan mengunyah permen karet miliknya.
"Indah katamu? Permen karet itu yang kau kunyah itu benar-benar menjijikkan." ucap Maki dengan nada sinis.
Ketika Maki fokus berbicara dengan Matos, tiba-tiba sebuah gelembung permen karet berukuran kecil sudah berada tepat di sebelah Maki. Tak berselang lama, Maki pun menyadari hal tersebut dan membuatnya terkejut, "Ge-gelembung?!!"
"Duaarrrrr..!!" Gelembung permen karet berukuran kecil tersebut pun langsung meledak hingga membuat Maki kembali terpental dan tersungkur ke tanah.
"Uaghh..!!" Maki pun merintih kesakitan setelah tersungkur ke tanah setelah terkena ledakan dari gelembung permen karet berukuran kecil tersebut.
Lalu, terlihat Matos yang langsung merentangkan kedua tangannya sambil menatap tajam Maki sembari tersenyum menyeringai. Setelah itu, ia pun berkata dengan nada keras, "Lihatlah itu, perempuan brengsek..!! Itulah seni dari permen karet!! Permen karet adalah ledakan!!"
*****
Sementara itu, disisi lain medan perang. Terlihat, Davidestorm yang masih berada diatas robot yang ia ciptakan dari kameranya. Dan, terlihat Schuikhov yang langsung saja melompat dari robot milik Davidestorm dan berpijak ke tanah.
Tepat beberapa meter di hadapannya, terlihat Saint Anterwep dengan kekuatan yang masih belum diketahui. Beberapa saat yang lalu, Anterwep berhasil mengalahkan Jou dengan sangat mudah.
Lalu, tanpa basa-basi, Schuikhov pun langsung berjalan menghampiri Jou yang pingsan tergeletak di tanah. Setelah itu, ia pun langsung mengangkat tubuh Jou dan menaruhnya di bahunya dengan diapit oleh salah satu tangannya.
Schuikhov pun menggelengkan-gelengkan kepalanya ketika melihat Jou telah dikalahkan oleh Anterwep. Lalu, ia pun berkata, "Ish.. ish.. ish.. kenapa anggota Kobayashi Squad berhasil dikalahkan oleh pasukan Hristov.."
"Hoi, Paman..!! Cepat bawa dia kemari..!!" teriak Davidestorm yang masih berada diatas robotnya.
"Tenang, kawan. Aku akan segera kesana." ucap Schuikhov.
Disisi lain, terlihat Anterwep yang begitu kesal ketika pertarungannya telah diganggu oleh orang lain. Lalu, ia pun berkata dengan nada keras, "Kalian berdua..!! Berani-beraninya menganggu pertarunganku..!! Padahal, sedikit lagi aku berhasil untuk membunuhnya..!!"
Mendengar kata-kata Anterwep, Schuikhov pun langsung menoleh ke arah Anterwep dan berkata, "Santai saja, kawan. Setelah aku membawa orang ini ke tempat yang aman. Aku akan segera melawanmu sampai dirimu puas, kawan.. huehehe.."
"Cih, aneh sekali. Kau malah menawar musuhmu." ucap Anterwep sambil tersenyum menyeringai.
Kemudian, Schuikhov pun berjalan mendekat ke arah robot Davidestorm sambil membawa Jou. Setelah itu, ia pun langsung menaruh Jou diatas robot tepat disebelah Davidestorm.
Kemudian, Schuikhov pun turun dari robot Davidestorm dan berjalan mendekat ke arah Anterwep sambil menarik pedangnya dari sarung pedang.
"Oke kawan. Bagaimana? Kita bertarung sekarang?" tanya Schuikhov sambil tersenyum menyeringai. Ia pun terlihat sangat bersemangat untuk menghadapi Anterwep.
"Ya, ini menarik.." ucap Anterwep sambil menatap tajam Schuikhov.
BERSAMBUNG