Cosplay

Cosplay
Chapter 455 - Pembunuh Bayaran.



Pindah kesisi lain, yaitu di Man City. Terlihat Stuart Tolhurst dan Limit Company yang sedang berjalan di suatu jalanan besar yang dilalui banyak orang. Sepertinya, saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah pasar antik. Bahkan tempat tersebut menjual barang-barang antik yang berada di seluruh dunia, namun dengan harga yang sangat mahal.


Sekilas, sebagian banyak dari mereka yang berada di pasar antik ini adalah para pria paruh baya sampai orang tua. Ketika Stuart dan Company berjalan sembari mengamati sekitar, tiba-tiba seorang penjual berteriak menawarkan barang antik kepada mereka berdua.


Namun, Stuart dan Company hanya tersenyum sebagai tanda penolakan yang halus kepada pedang yang menawarkan barang antik jualannya itu kepadanya, kemudian mereka berdua pun langsung berjalan menjauh.


"Di Man City ternyata ada lokasi jual-beli barang antik, ya? Kalau seramai ini sih bisa dikatakan pasar antik. Tapi, setelah aku lihat sekilas, harganya cukup mahal.." ucap Stuart.


"Fokus ke misi, Stuart-kun. Kita harus mencari informasi lebih banyak lagi untuk Leonardo-san. Mencari informasi apapun sangat boleh, karena dia tidak mengatakan secara gamblang informasi apa yang harus kita cari.." ucap Company.


Stuart dan Company saat ini mengenakan sebuah mantel jubah bulu berwarna biru. Mereka mengenakan mantel tersebut karena ingin menutupi seragam Angkatan Laut agar tidak diketahui oleh pihak musuh.


Beberapa saat kemudian, Stuart yang merasa sangat lapar pun langsung mengajak Company ke sebuah gang sepi. Dan tepat sekali, dia gang sepi tersebut terdapat dua bangku kosong yang akan mereka berdua gunakan untuk duduk.


"Pizzaro No Lezatto.." Stuart menciptakan dua pizza berukuran besar, bahkan terlihat masih sangat dan fresh. Ia memberikan satu Pizza nya kepada Company.


Stuart dan Company memakan Pizza bersama. Disaat yang bersamaan, mereka berdua juga sempat membahas sesuatu.


"Aku sama sekali tak menyangka dengan apa yang terjadi di Negara ini. Penculikan dan pembunuhan ada dimana-mana. Bahkan saat kita baru saja tiba di Man City, kita melihat salah satu keluarga korban penculikan yang menangis histeris karena kehilangan salah satu anggota keluarganya." ucap Stuart sembari melahap dua sampai tiga potongan Pizza.


"Ya, motif pembunuhan dan penculikan juga masih belum diketahui, bahkan dalang dibalik itu semua juga belum diketahui. Negara ini penuh dengan rahasia di dalamnya." ucap Company.


"Entah kenapa, aku menjadi sangat tertarik untuk menyelidiki Negara ini. Aku ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Negara ini." ucap Stuart.


"Tapi sayang sekali, kita hanya ditugaskan untuk mencari informasi saja tidak lebih. Jadi, kalau kita bertindak lebih jauh, kita tak bisa untuk bertarung, karena itu akan melanggar misi.." ucap Company.


"Lalu, kapan Kapten Leonardo datang kepada kita? Padahal aku masih menunggu komando darinya." ucap Stuart. Ia memakan potongan pizza yang terakhir.


Nampaknya, potongan Pizza terakhir yang Stuart dan Company makan telah membuat perut mereka kenyang. Kini, mereka berdua keluar dari gang sepi tersebut lalu melanjutkan perjalanan untuk mencari informasi.


Mereka berdua masih berada di area pasar. Stuart dan Company pun memutuskan untuk keluar dari pasar antik, dan berencana menuju ke pusat kota Man City.


"Sudah tidak ada lagi informasi yang kita ambil di pasar antik ini, ayo kita pergi menuju ke pusat kota, Company-chan. Aku merasa disana, kita akan mendapatkan informasi penting." ucap Stuart.


"Benar, aku sangat setuju sekali denganmu, Stuart-kun." ucap Company.


Sementara itu, disisi lain Man City. Terlihat tiga orang yang mengenakan topeng Ini Onii sembari mengenakan jubah hitam sedang bergerak dari atap rumah ke atap rumah lainnya. Mereka bertiga sekilas seperti sedang mengamati sekitar sembari membawa buku bingo.


Kemudian mereka bertiga pun melihat ada seorang pria yang berjalan di tengah-tengah keramaian. Dan, salah satu orang dari tiga orang bertopeng tersebut membuka buku bingo nya, lalu mencoba untuk menyamakan wajah dari orang di buku bingo dengan pria yang tengah menjadi incarannya tersebut.


"Hugo-kun, dia adalah orangnya. Tak salah lagi. Kita langsung saja eksekusi dia."


"Baiklah, serahkan padaku, Amber. Aku akan melakukan dengan cepat tanpa diketahui banyak orang."


Dia telah berada di tempat teman-teman nya berada.


"Hugo, kau memang sangat diandalkan. Orang itu hanya pingsan, kan? Kurasa kita bisa langsung membawanya ke tempat itu."


"Ya, kau benar, Saito. Kita harus segera membawa orang ini ke tempat itu. Karena, kita masih mempunyai banyak target yang harus kita culik. Karena, semakin banyak yang kita culik, maka semakin banyak pula uang yang kita dapatkan."


"Ahh, tidak ada waktu untuk bermalas-malasan, ya. Padahal aku ingin menonton Reflix sesekali saja."


"Jangan mengeluh, Amber. Kalau kita mendapatkan banyak uang, kau akan bisa menonton Reflix sepuasmu."


Mereka bertiga bernama Hugo Van Der Heide, Amber Koothradan, dan Toshihiro Saito. Mereka telah ditugaskan oleh salah satu pihak untuk menculik orang-orang yang terdaftar pada buku Bingo. Sebenarnya, mereka ini telah bekerja sebagai pembunuh bayaran selama beberapa tahun terakhir. Dan, mereka dibayar oleh seseorang dengan jumlah uang yang sangat banyak untuk menculik, bahkan membunuh bila diberi perintah.


Hugo, Amber, dan Saito pun langsung bergegas pergi menuju ke tempat yang ia maksud. Setelah itu, mereka bertiga akan segera mencari target nya selanjutnya.


Sementara itu di Working City, di depan gerbang kediaman rumah Konstantine Firehn.


Terlihat tiga kereta kuda yang sudah terparkir. Firehn, Xia, Izumi dan teman-temannya yang lain juga sudah tampak tengah bersiap-siap untuk berangkat, dan mereka pun berjalan ke arah kereta kuda yang berada disana.


"Papa!! Ayo kita segera berangkat!!" ucap Aisah dengan bersemangat.


"Iya, Aisah cantik. Sebentar lagi kita juga akan segera berangkat kok." ucap Firehn dengan tersenyum.


Izumi pun mendekat ke arah Aisah. Aisah yang melihatnya pun sedikit ketakutan dan langsung berlari dibalik Firehn.


"Tenanglah, aku tidak berbuat jahat kok. Namamu Aisah, bukan? Itu nama yang bagus." ucap Izumi sembari tersenyum lebar.


"Be-benarkah itu, Oniichan?"


"Ya. Namamu sangat bagus, bahkan namaku kalah bagus dibanding dirimu." ucap Izumi.


Aisah tampak tersenyum malu-malu.


"Aisah, ayo kita nikmati perjalanan menuju ke Man City!! Pasti ada pemandangan bagus disana!!" ucap Izumi dengan nada bersemangat.


"Ya!!"


Pada akhirnya mereka semua pun menaiki kereta kuda, dan langsung berangkat menuju ke Man City.


B E R S A M B U N G