
Beberapa saat sebelum ledakan besar dari aksi bom bunuh diri Saito terjadi. Terlihat Jedrzejczyk dan Firehn masih berdebat sengit dengan Krzysztof dan Krychowiak. Bahkan situasi didalam ruangan tersebut begitu panas. Siapapun orang yang terlibat dalam perdebatan tersebut juga sudah tak tahan ingin memukul. Tapi mereka masih bisa menahannya.
Sementara Piatkowski masih terdiam dengan tatapan kosong. Hugo dan Amber yang berada dibelakang Piatkowski juga cukup senang dengan situasi seperti ini. Mereka berdua sedang mencari Moment yang tepat untuk membunuh Firehn.
Dan, Setelah itu, tiba-tiba angin berhembus sangat kencang, disaat yang bersamaan ledakan besar itu terjadi dan mengejutkan semua orang, "Duarrr!!" Ledakan itu terdengar hingga ke penjuru wilayah Man City.
"Ledakan apa itu?!!" ucap Krychowiak dia langsung menoleh ke arah ledakan dari jendela ruangan.
Sementara itu, tiba-tiba jantung Piatkowski berdetak kencang setelah ledakan itu terjadi, "Deggg!!!!" Piatkowski yang awalnya memasang tatapan kosong pun kini kebingungan dengan menoleh kanan-kiri nya.
Diluar gedung. Semua orang yang berada didepan gerbang gedung Walikota pun juga ikut terkejut dan langsung melihat ke arah ledakan itu terjadi. Begitu juga dengan Stuart, Company, dan Leonardo.
"Ada serangan?!!!" Stuart terkejut.
"Entahlah, sebenarnya ledakan apa itu? Ledakan itu sangat keras hingga terdengar sampai disini.." ucap Leonardo.
"Serangan Bajak Laut atau bagaimana?!" ucap Company.
Kembali ke ruangan yang digunakan rapat antar Walikota. Setelah mendengar ledakan besar itu terjadi, tiba-tiba Piatkowski seolah-olah telah sadar dari pengaruh yang mengendalikan otaknya. Dia kebingungan. Lalu, Piatkowski melihat kebelakangnya, ke arah dua pengawalnya.
Piatkowski pun kebingungan dengan dua orang yang dibelakangnya, yaitu Hugo dan Amber. Piatkowski juga merasa tak punya pengawal seperti mereka berdua.
"K-kalian siapa?" tanya Piatkowski.
Tanpa basa-basi, Hugo pun langsung mengeluarkan sebuah pisau dari dalam saku pakaiannya. Setelah itu ia pun langsung menebas leher Piatkowski dengan pisau tersebut, "Batsss!!!" Piatkowski pun terbunuh saat itu itu juga, darahnya berceceran dimana-mana.
Semua orang yang berada didalam ruangan tersebut pun terkejut setelah melihat Piatkowski yang telah terbunuh oleh dua pengawalnya sendiri. Pengawal dari Krzysztof, Krychowiak dan Jedrzejczyk pun langsung sigap di posisinya sembari mengeluarkan senjatanya masing-masing untuk melindungi Walikota yang mereka kawal. Sementara itu, Izumi dan Yoshino pun langsung berdiri disebelah Firehn.
"Astaga Hugo-kun, kenapa kau langsung membunuhnya begitu saja? Kau menyuruhku untuk bersabar tapi kau sendiri yang tidak sabaran.." ucap Amber, lalu ia membuka topeng kucingnya dan melemparkannya ke lantai.
"Aku sudah bersabar, Amber-chan. Ini adalah Moment yang kumaksud itu." ucap Hugo yang juga membuka topeng kucingnya lalu melemparkannya ke lantai.
"Sepertinya ada penyusup disini, ya. Tak kusangka ada seorang pembunuh bayaran di ruangan ini. Kali ini siapa target yang akan kau bunuh?" tanya Jedrzejczyk.
Tiba-tiba pengawal dari Krzysztof yaitu Igor pun langsung bergerak dengan tombaknya dan mencoba untuk menusuk Hugo, "Takkan kubiarkan kau melukai Tuan Krzysztof!!!"
Hugo melirik ke arah Igor yang saat ini sedang bergerak ke arahnya dan mencoba untuk menyerangnya. Tanpa basa-basi, Hugo langsung bergerak berputar dan langsung menebas leher Igor dengan pisau nya dalam sekejap, "Batsss!!!"
"Uaghhh!!!" Igor pun langsung tersungkur ke lantai dengan banyaknya darah yang keluar dari lehernya. Igor pun terbunuh dan tewas saat itu juga.
Yoshino dan Izumi terlihat masih berada didekat Firehn. Sementara Killa berada dibelakang Firehn. Mereka bertiga dan juga Firehn masih sedikit tak mengerti dengan situasi saat ini.
Krzysztof pun langsung syok ketika melihat pengawalnya yang bernama Igor sudah tewas begitu saja. Krzysztof pun terjatuh kelantai dalam posisi terduduk, "Ti-tidak!!" Krzysztof pun langsung berlari keluar dari ruangan tersebut sembari teriak histeris.
"Sayang sekali, padahal aku disini hanya untuk membunuh satu orang saja." ucap Hugo.
Disisi lain, dua pengawalnya Krychowiak yaitu Arador dan Raymond pun langsung mengambil senjatanya masing-masing.
Arador dengan pedangnya dan Raymond dengan senjata sabitnya langsung melompat ke arah Firehn. Mereka berdua mencoba untuk membunuh Firehn.
"Tyenggg!!!" Yoshino langsung menarik pedang Black Lotus nya dan menahan serangan tebasan pedang yang dilesatkan oleh Arador.
Sementara itu, Izumi dengan tangan es nya pun menahan serangan sabit dari Raymond.
Hugo yang melihat hal itu pun langsung mengatakan sesuatu, "Oey, sialan. Yang seharusnya membunuh Firehn adalah aku. Kalian tak usah ikut campur dengan urusanku, atau aku akan membunuh kalian semua.."
"Sialan, ternyata kau telah diincar banyak orang, Paman!!" ucap Izumi.
Firehn pun langsung berdiri dari tempat duduknya.
"Killa, bawa dia keluar dari gedung ini!!" ucap Yoshino.
"Ya!!"
Ketika Killa hendak membawa Firehn keluar dari ruangan tersebut. Tiba-tiba Amber sudah berada dihadapannya untuk mencegatnya.
"Serahkan Firehn padaku. Maka aku akan membunuhmu tanpa rasa sakit, cantik.." ucap Amber.
"Killa, ini sangat berbahaya." ucap Firehn.
Yoshino yang masih menahan pedang Arador pun langsung mendorongnya kebelakang, lalu dengan sangat cepat, Yoshino melakukan tebasan memutar dan berhasil menebas Arador begitu saja, "Batsss!!"
Arador sedikit terpental ke jendela ruangan tersebut hingga pecah. Arador pun terjatuh dari jendela tersebut menuju kebawah.
Semua orang yang berada diluar gedung pun melihat sosok Arador yang terjatuh dari jendela ruangan rapat tersebut. Seketika semua orang berteriak keras dan langsung berlarian. Mereka semua mengira ada sebuah kelompok jahat yang sedang menyerang rapat antar Walikota itu.
Lautan manusia itu pun perlahan bubar dengan sendirinya. Akan tetapi, tiga penembak jitu yang sudah bersiap-siap diatas atap pun mendengar sebuah perintah dari Krychowiak. Para penembak jitu itu pun langsung melakukan tembakan bertubi-tubi ke arah orang-orang yang sedang berlari untuk menjauhi lokasi.
"Dorrr!!! Dorrr!!! Dorrr!!!"
Satu.. tujuh.. sepuluh.. bahkan puluhan orang tertembak tepat dikepalanya dan mati di tempat begitu saja.
Stuart, Company, dan Leonardo yang melihat semua hal itu pun langsung dibuat terkejut kembali.
"Tak kusangka firasat burukku ini benar-benar terjadi. Kekacauan sudah dimulai. Dan masyarakat lah yang akan menjadi korbannya.." ucap Leonardo.
"Kapten, sepertinya kita harus melakukan sesuatu pada penembak jitu itu. Disisi lain juga kita tidak tahu dengan apa yang terjadi didalam ruangan rapat tersebut.." ucap Stuart.
"Mungkin, telah terjadi pertarungan di dalam ruangan rapat disana. Apalagi, kita juga sempat melihat anggota dari kelompok Bajak Laut Cosplay yang sedang bersama dengan salah satu walikota disana.." ucap Company.
"Ya, mungkin alasan kenapa rapat tersebut tidak disiarkan secara live adalah karena hal ini. Ada sebuah rencana pembunuhan pada rapat tersebut.." ucap Leonardo.
B E R S A M B U N G