Cosplay

Cosplay
Chapter 499 - The Leaders Of The Revolution.



Rumah mewah milik Jedrzejczyk yang kita bisa anggap sebagai istana pribadi dari seorang pejabat walikota mempunyai sebuah halaman yang sangat luas, enam belas ruangan di dalam nya termasuk salah satu ruangan pribadi milik Jedrzejczyk sendiri. Bahkan rumah mewah ini bila kita kira-kira bisa menampung sebanyak enam ribu orang.


Ketika Firehn dan semua orang yang berada dibelakangnya telah masuk kedalam gerbang, mereka semua telah melihat banyak sekali orang yang berasal dari pasukan Revolusi cabang lain. Sebagian banyak dari mereka duduk-duduk di rerumputan hijau yang ada di taman. Lalu, sebagian orang-orang yang bersama Firehn pun perlahan membaur dengan pasukan Revolusi dari cabang lain.


Selain itu, Legolas pun meminta Firehn, Nicole, Dontschew, dan Benn untuk ikut bersamanya.


"Kalian akan ikut denganku. Karena para petinggi lainnya sudah menunggu kalian." ucap Legolas.


Saat itu Nicole yang masih menggendong Aisah yang tertidur pulas pun langsung menyerahkannya kepada Felice, "Felice, tolong bawa Aisah sebentar, ya.."


"Siap, Nona Nicole.." Felice pun mengambil Aisah dari Nicole lalu menggendongnya, "Saya akan menjaga putri Aisah, jadi Nona tidak perlu khawatir."


"Ya.." Nicole tersenyum tipis.


"Kalian semua bebas mau ngapain di rumah ini. Kami tidak melarang kalian, anggap saja rumah sendiri, okey.." ucap Legolas kepada Izumi, Killa, Vika, Yoshino, Davidestorm, Xia, Xianfeng, Dapidson, Pilkington, Raiden, Nekoniku, Kenokinu, dan Paladino yang berada satu meter dibelakang Firehn.


"Yo!! Baiklah!!! Aku akan melakukan sesuai permintaanmu!!" ucap Izumi dengan sangat bersemangat.


"Hadeh, daripada disebut rumah, lebih baik disebut sebagai istana. Ngeri kali rumah istana ini." ucap Killa yang sedikit merenung.


Sekilas, Paladino pun melirik ke arah Amber dan Hugo yang jauh dibelakangnya dengan masih dijaga oleh beberapa orang. Mereka berdua tampak dijaga begitu ketat.


"Ah, sepertinya aku ada urusan." ucap Paladino, lalu ia pun berjalan ke arah Hugo dan Amber.


Raiden yang melihat Paladino pun langsung menanyainya, "Oey, Paladino-san, kau mau kemana?"


"Kalau mau ikut, ayo ikutlah." ucap Paladino.


"Baiklah, aku ikut!!!" ucap Raiden yang langsung berjalan dibelakang Paladino.


"Hoey, Raiden!!! Kami juga ikut!!!"


"Benar-benar!! Kami juga ikut!!!"


Kenokinu dan Nekoniku juga langsung berjalan dibelakang Raiden dan Paladino.


Sementara itu Yoshino yang secara tak sengaja mencium aroma sake dan minuman sejenis anggur pun raut wajahnya tiba-tiba berubah, "Aku mencium aroma yang kukenal. Oey, Izumi aku pergi dulu mau minuman yang Kusuka!!"


"Ya, lakukan sesukamu, Yoshino!!!" jawab Izumi.


"Oey, Yoshino!! Kenapa kau bisa tahu ada minuman seperti itu disini!!" teriak Davidestorm.


"Heh? Kau jangan meremehkan Indra penciumanku, Davidestorm. Aku sudah merasakan aroma ini sejak barusan, seolah-olah minuman itu ingin diriku segera meminumnya.." ucap Yoshino.


Yoshino pun langsung berjalan ke arah aroma minuman yang ia cium tersebut. Davidestorm pun yang penasaran apakah benar yang diucapkan Yoshino pun langsung ikut bersamanya.


Killa dan Vika pun langsung berjalan menghampiri Felice yang saat ini tengah menggendong Aisah. Sementara Xia dan Xianfeng pun berjalan berduaan, seperti dunia ini milik mereka berdua saja.


Sementara itu hanya tinggal Izumi, Pilkington, dan Dapidson yang tak mempunyai apa hah harus dilakukan.


"Eh? Sekarang kita ngapain?" tanya Pilkington sembari menoleh ke arah Dapidson dan Izumi.


"Entahlah, semua orang punya rencananya masing-masing, kita dilupakan hadeh.." ucap Dapidson.


"Kita masuk saja, lagipula pria elf itu membiarkan kita bebas ngapain saja di rumah ini. Kalau kalian mau, ayo ikut aku saja!! Kita mencari makanan enak didalam sana!!!" ucap Izumi dengan sangat bersemangat lalu berlari masuk kedalam rumah Jedrzejczyk.


Disisi lain, Firehn, Nicole, Benn, dan Dontschew yang sudah berada didalam rumah Jedrzejczyk pun dituntun menuju ke sebuah ruangan.


Beberapa saat kemudian, ketika mereka berempat telah masuk ke ruangan yang dimaksudkan tersebut, terlihat beberapa orang yang sudah tak asing di mata mereka.


"Hoi, Dontschew. Kukira kau sudah mati karena serangan besar itu. Kalau kau mati, mungkin aku sudah mendapatkan harta warisan darimu."


Wanita ini bernama Milivoje Vukadinovic. Vukadinovic adalah Kapten dari Pasukan Revolusi Bagian Utara. Meski gayanya yang cukup kekinian, namun kekuatannya tidak perlu diragukan lagi.


"Diamlah kau, Vukadinovic. Apa kau tidak bisa sehari saja tidak mengomentariku saat bertemu?" Dontschew sedikit kesal dengan perkataan Vukadinovic.


"Dasar baperan.." ucap Vukadinovic sembari menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.


Lalu, pria yang sedang duduk dengan salah satu kakinya berada diatas meja pun mengomentari apa yang dilakukan Vukadinovic.


"Oey, Vukadinovic. Jangan begitu dong. Kenapa kau selalu menggoda adik kelas sepertinya."


Pria ini bernama Sergey Zakharchenko. Zakharchenko adalah Kapten dari Pasukan Revolusi Bagian Barat. Sifatnya cukup bijaksana dan netral, seringkali disukai oleh adik kelas pada masanya.


"Kenapa kalian bersikap tidak sopan begitu, padahal disana ada Tuan Firehn dan juga Nona Nicole." Wanita ini berdiri dari duduknya dan langsung membungkuk hormat kepada Firehn dan Nicole.


"Wah, kau semakin cantik saja, Ilie." ucap Nicole sembari tersenyum tipis.


Wanita ini bernama Ilie Constantinescu. Ilie adalah tipe orang yang sangat menaati peraturan dan hormat kepada senior atau orang yang lebih tua. Ilie adalah Kapten dari pasukan Revolusi bagian Timur.


Sementara itu, Jedrzejczyk terlihat tersenyum bersemangat ketika melihat kedatangan Firehn.


"Firehn, tak kusangka kau masih baik-baik saja sejak rapat antar Walikota itu. Para pembunuh bayaran itu mengincarmu, bukan? Bisa kau ceritakan apa yang terjadi saat itu? Maaf aku langsung pergi dan tidak bisa menolongmu.." ucap Jedrzejczyk.


"Tentu saja pembunuh bayaran yang telah mengincarku itu sudah dikalahkan, dan saat ini kedua pembunuh bayaran itu sedang berada di wilayah rumah ini.." ucapa Firehn.


"Apa?!!" Jedrzejczyk terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Firehn.


"Tenang saja, jangan terkejut begitu dong, Jedrzejczyk. Mereka berdua sudah dipasangkan borgol khusus dan dijaga ketat oleh beberapa orang. Jadi, dia takkan kabur atau melakukan hal yang aneh-aneh. Aku menjamin hal itu.." ucap Firehn.


"Ah, baiklah. Terserah apa yang kau lakukan, asal kau senang, Firehn." ucap Jedrzejczyk.


Dontschew kapten pasukan Revolusi Selatan.


Zhakarchenko Kapten pasukan Revolusi Barat.


Vukadinovic Kapten pasukan Revolusi Utara.


Ilie Kapten pasukan Revolusi Timur.


Keempat Kapten dari pasukan Revolusi sudah berkumpul bersama di satu tempat yang sama.


Jabatan Benn Hindergrass dalam pasukan Revolusi adalah sebagai penasehat.


Sementara status Nicole dan Firehn dalam pasukan Revolusi masih dirahasiakan.


Jedrzejczyk adalah teman baik dari Firehn, meskipun terkadang dia hanya mementingkan kepentingannya sendiri. Jedrzejczyk memang tidak ada hubungannya dengan pasukan Revolusi, tapi dia adalah teman baik dari Firehn, jadi dia akan membantu Firehn.


Sementara itu, Legolas hanya menuruti apa yang dikatakan Jedrzejczyk. Karena Legolas sendiri bekerja padanya.


Semua para petinggi dari Pasukan Revolusi sudah datang. Dan saatnya rapat penting akan segera dimulai.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like koment dan share serta kritik dan saran yang membangun agar cerita Cosplay ini semakin berkembang untuk kedepannya nanti, see you next Chapter!!!