Cosplay

Cosplay
Chapter 242 - Melampaui Batas Untuk Menjadi Pendekar Pedang Nomor Satu!



Yoshino dengan teknik tebasan dua pedang pun akhirnya berhasil menebas dan membuat monster bangunan raksasa milik Marc pun terbelah menjadi dua. Setelah itu, monster bangunan raksasa itu pun langsung runtuh seperti puing-puing bangunan yang akan terjatuh ketanah.


"Sialan.. kenapa dia bisa menebas dan monster bangunan yang kuciptakan ini?!" Marc pun mulai terlihat sedikit panik ketika Yoshino berhasil menebas monster bangunan miliknya. Dan, pada akhirnya Marc pun juga ikut terjatuh secara bersamaan dengan runtuhnya monster bangunan yang kembali menjadi puing-puing reruntuhan bangunan.


Disaat Marc terjatuh, tiba-tiba Kobayashi pun sudah nampak berada dibelakang Marc dan bersiap-siap untuk menebasnya, "Apa kau lupa, daritadi aku berada di dekatmu."


"Cih." Marc pun langsung menoleh ke arah Kobayashi. Lalu, ia pun membentuk segel pada tangannya dan, "Construction No Shield Ball..!!"


"Batsss..!!" Dengan cepat, Chu Kobayashi pun langsung menebaskan pedangnya kearah Marc. Akan tetapi, "Trangg..!!" Sebelum Kobayashi melesatkan tebasannya. Dengan cepat, puing-puing bangunan mendekat kepada Marc dan menciptakan sebuah bola yang terbuat dari puing-puing bangunan. Dan, Marc pun berada didalam bola bangunan tersebut untuk menghindari tebasan Kobayashi.


Selang beberapa detik, bola bangunan tersebut pun mulai terbuka kembali. Dan, secara tiba-tiba, Marc pun langsung mencekik Kobayashi hingga mendarat ditanah, "Bruakk..!!"


"Uaghh..!!" Kobayashi terlihat memberontak agar cekikan Marc terlepas. Akan tetapi, Marc mencekik leher Kobayashi dengan begitu erat. Setelah itu, ketika Kobayashi hendak menebas Marc dalam posisi tercekik, tiba-tiba Marc langsung mengangkat Kobayashi dan membantingnya ketanah dengan cukup keras, "Bruakkk..!!"


"Uaghhhh...!!" Kobayashi merintih kesakitan ketika dibanting ketanah oleh Marc.


Kemudian, tanpa disadari oleh Marc, terlihat Yoshino yang berlari dari belakang Marc dan bersiap untuk menebasnya, "Nitoryuu.. Onigiri..!!"


"Batsss...!!!"


Dan, akhirnya Marc pun terkena tebasan Yoshino tepat dipunggungnya. Akan tetapi, walaupun punggungnya tersebut berdarah-darah, Marc sama sekali tak merintih kesakitan. Ia pun langsung menoleh kebelakang tepat kearah Yoshino.


Marc melepaskan cekikan dari leher Kobayashi. Lalu, membalikkan badannya dan menatap tajam Yoshino, "Hoi, kau barusan menyerangku dari belakang, itu tidak fair sekali."


"Ini adalah medan perang, bukan kompetisi resmi. Lagipula, tujuanku saat ini adalah untuk mengalahkanmu, sialan.." ucap Yoshino sembari menodongkan pedang Black Lotus nya kepada Marc.


Disisi lain, terlihat Kobayashi yang merasakan rasa sakit disekujur tubuhnya setelah dibanting oleh Marc ketanah. Ia merasakan seolah-olah tulang-tulangnya remuk. Bahkan, Kobayashi pun terlihat cukup kesulitan untuk bangkit dan berdiri kembali.


"Si-sialan.." geram Kobayashi ketika ia sudah berusaha untuk bangkit namun begitu sulit, "Kekuatan fisiknya benar-benar luar biasa.."


Sementara itu, saat ini terlihat Yoshino dan Marc yang saling menatap tajam satu sama lain. Tekad bertarung mereka berdua semakin bergejolak. Bahkan, secara tak sadar Yoshino dan Marc pun mengeluarkan aura yang cukup mengerikan. Seketika, angin pun berhembus kencang dan membuat rambut mereka berdua sedikit berantakan.


"Yoshino, berjuanglah.. " ucap Kobayashi sambil menatap Yoshino. Lalu, ia pun meremas tanah, karena Kobayashi sedikit kesal karena kesulitan untuk bangkit dan berdiri kembali, "Sialan..!!"


Setelah itu, Marc pun langsung berjalan mendekat kearah Yoshino sambil mengepalkan kedua tangannya. Lalu, ia pun berkata sembari tersenyum menyeringai, "Aku takkan segan-segan untuk membunuhmu, karena kau sudah melukaiku."


"Ya, aku berharap kau melawanku dengan niat membunuh. Kalau tidak, mungkin kaulah yang akan terbunuh olehku." ucap Yoshino sembari tersenyum menyeringai.


Marc pun langsung menyentuhkan kedua telapak tangannya ketanah. Setelah itu, puing-puing reruntuhan bangunan tersebut pun terlihat mulai bergerak dan membentuk sebuah duri tajam yang berukuran cukup besar, "Enyahlah..!!" Tanpa basa-basi, Marc pun langsung melesatkan duri-duri tajam tersebut kepada Yoshino.


Melihat hal tersebut pun Yoshino tak tinggal diam. Ia pun langsung berlari mendekat kearah duri-duri tajam yang sedang mengarah kearahnya tersebut. Lalu, " Nitoryuu.." Yoshino mulai memasang kuda-kuda teknik berpedangnya, "Onigiri..!!"


"Batss..!!" Yoshino berhasil menebas duri-duri tajam yang mengarah kearahnya tersebut sampai terbelah menjadi dua.


Setelah itu, Yoshino pun kembali melanjutkan larinya kearah Marc sembari menarik pedang Victorie nya dari sarung pedang. Lalu, ia pun menaruh pedang Victorie di mulutnya.


"Teknik tiga pedang ya? Cukup aneh melihat seseorang menggunakan gaya teknik tiga pedang. Tapi.." ucap Marc. Ia pun langsung mengarahkan tangan kanannya keatas dan, "Construction No Electrical Sword..!!"


Tiba-tiba puing-puing bangunan itu pun bergerak menuju keatas tangan kanan Marc. Lalu, perlahan puing-puing bangunan tersebut mulai membentuk sebuah pedang berukuran sedikit besar dengan dialiri oleh energi listrik, "Bzztsss..!!"


Ini adalah langkah awal untuk menjadi pendekar pedang nomor satu. Aku tak boleh kalah olehnya, aku harus melampaui batasku dan menjadi seorang pemenang, pikir Yoshino.


Dan, sekilas terlihat kedua mata Yoshino yang mengeluarkan cahaya merah yang menyilaukan. Lalu, "Santoriiyuu.." Yoshino bersiap-siap untuk melancarkan serangannya.


"Jangan harap kau bisa mengalahkanku hanya dengan teknik pedang bodohmu itu..!! Jadi, matilah..!!!" teriak Marc. Lalu, ia pun langsung mengarahkan pedang cukup besar yang terbuat dari puing-puing bangunan tersebut kearah Yoshino, "Swussshhhh..!!"


"Makyusein No Ashura..!!"


Seketika, Yoshino pun langsung melesat kearah pedang milik Marc yang mengarahnya tersebut dan, "Duaammm...!!" Dalam sekejap, terjadilah ledakan yang cukup besar akibat dari serangan yang dilancarkan oleh Yoshino dan juga Marc.


Ledakan tersebut pun menciptakan hembusan angin yang begitu kencang sehingga membuat puing-puing bangunan yang berada disekitar tersebut pun berterbangan. Disisi lain, terlihat Kobayashi yang masih tergeletak ditanah sembari menyilangkan kedua tangannya untuk menahan tekanan hembusan angin yang tercipta gara-gara ledakan tersebut.


"Yoshino..!!" teriak Kobayashi.


Tak berselang lama setelah ledakan tersebut mulai mereda, asap tebal pun masih menyelimuti sekitar area dari ledakan tersebut. Akan tetapi, selang beberapa detik, asap tebal tersebut mulai menghilang karena hembusan angin. Dan, terlihat seluet seseorang yang berdiri dibalik bayang-bayang asap tebal yang mulai menghilang tersebut.


"Siapa.. yang menang?" gumam Kobayashi.


Siapakah seluet seseorang yang berdiri tersebut? Apakah Yoshino? Apakah Marc? Siapakah yang menjadi pemenang dari pertarungan tersebut?


BERSAMBUNG