Cosplay

Cosplay
Chapter 266 - Lag.



Untuk yang kedua kalinya, Lucia kembali menuju ke kamar mandi untuk mengatasi kecepiritnya itu. Dan, sementara itu, Lucian sudah merasa bosan ketika sedang menunggu Lucia yang masih berada di dalam kamar mandi.


Walaupun Lucian sangat bosan, sesekali ia menggerutu kesal karena pion-pion yang sudah dia keluarkan malah mengecewakannya, "Sungguh tidak berguna, harusnya aku membuat para pionku untuk farming terlebih dahulu sebelum melawan Lucia." Lucia mengetuk-ngetuk dahinya, sembari memikirkan cara agar pionnya bisa mengalahkan Lucia.


Satu jam pun berlalu, Lucia yang berada di dalam kamar mandi pun tak kunjung keluar. Entah apa yang menyebabkan dia begitu betah di dalam kamar mandi. Atau mungkin saja di dalam kamar mandi tersebut terdapat sebuah alat-alat karaoke sehingga Lucia bisa karaoke sepuasnya? Kurasa itu tidak mungkin.


Dua jam pun berlalu, Lucian sudah sangat jenuh. Karena, menunggu adalah sesuatu hal yang membosankan, apalagi menunggu dengan rasa bosan akan membuatmu terasa sangat membosankan dan membosankan, "Hoi!! Kenapa kau lama sekali berada di kamar mandi?!!" Lucian berteriak.


Namun, tak ada jawaban sama sekali dari Lucia yang berada di dalam kamar mandi. Merasa sedikit ada sebuah kejanggalan, Lucian berjalan mengendap-endap ke depan pintu kamar mandi yang berada di dalam dunia gamenya.


Setelah itu, Lucian ingin memastikan apakah pintu kamar mandi itu terkunci atau tidak? Dan ternyata, "Eh? Tidak terkunci? Dia bodoh, ke kamar mandi tapi tidak dikunci.." Lucian pun langsung membukanya secara perlahan dan..


"Yare-yare daze, Lucian bakayarou-kun, kenapa kau mengintip ketika aku sedang berak? Apa kau mempunyai ketertarikan dengan seseorang yang sedang berak?"


Terlihat Lucia yang sedang berada di WC duduk sembari membaca sebuah koran. Ia terheran-heran dengan Lucian yang membuka pintu kamar mandi begitu saja.


"Gak habis thinking, berak tapi pintu kamar mandi gak dikunci.."


Lucian kembali menutup pintu kamar mandi dan meninggalkan Lucia yang masih berak begitu saja.


"Dua jam berak, apa dia habis berak batu?"


Beberapa saat kemudian, terlihat Lucian yang sedang tiduran bersandar di sebuah tembok. Karena saking jenuhnya ia menunggu, Lucian pun tertidur dengan pulas. Sampai-sampai air liurnya berbentuk menyerupai gelembung seperti pada anime-anime.


"...... Haaaaa..!! Berak selama dua jam lebih itu membuat perutku terasa plong, dengan gini kan aku gak usah pakek pampers dewasa lagi. Itu tidak akan terjadi lagi, is impossible.." ucap Lucia, ia baru saja keluar dari kamar mandi.


Namun, "Eh?" Lucia langsung menengok ke arah Lucian yang sedang tertidur pulas, "Hei-hei.. kau jadi bertarung denganku atau tidak?"


"Huh?" Lucian mulai membuka matanya dan bangun, ia mengucek-ngucek kedua matanya dan berdiri kembali, "Kau sudah selesai ya? Lama amat, gak habis thinking, selain berak di kamar mandi apa yang sedang kau lakukan?"


"Gak usah banyak bacots, kita lanjutskan pertarungan ini sekarang saja..!! Yare-yare daze..!!"


Kini, Lucia dan Lucian pun bersiap-siap untuk bertarung kembali. Sebelum itu, mereka berdua pun melakukan gerakan pemanasan agar tidak kram saat bertarung. Beberapa saat kemudian, setelah mereka berdua selesai melakukan pemanasan, Lucia dan Lucian pun berhadapan-hadapan satu sama lain dengan tatapan sinis.


"Dasar romlah.." ucap Lucia.


"Romlah?"


"Rombongan orang kalah.."


"Kisama..!!!"


"....Ikuzo temera..!!" Lucia pun mulai bergerak dan berlari meliuk-liuk dengan sangat lincah ke arah Lucian. Ia berencana menyerang Lucian dari jarak dekat.


Akan tetapi, "Kalau Gravity Wall ku tidak berpengaruh padamu, kalau begitu.." Dengan raut wajah antusias, Lucian pun mulai memencet beberapa tombol pada game konsolnya.


"System Call : Cheater-Cheater No Cheater!!"


Seketika, beberapa cube yang berukuran cukup besar muncul dan melayang di sekitar area Lucia dan Lucian. Seketika, gerakan berlari dari Lucia pun mulai melambat.


"Eh? Kenapa lariku patah-patah?!" Lucian heran, tiba-tiba larinya yang begitu lincah dan cepat menjadi patah-patah.


"Apa kau sudah merasakan eksistensi dari kekuatan Cheater dalam dunia gim ini? Karena aku punya akses game master, aku bisa melakukan apa saja..!! Kekuatan cheat yang barusan telah mempengaruhi jaringan sehingga membuatmu ngelag!!"


"Si-sialan, padahal aku sudah memakai kuota Theri, kenapa aku masih merasakan lag?!"


"Mangkanya pakek kuota Telkomhell biar gak ngelagss, bakayarou..!!" Lucian malah promosi kuota, mungkin cita-citanya adalah penjaga konter.


Lucia masih berusaha keras untuk bergerak seperti normal sedia kala kembali. Akan tetapi, cheat yang digunakan oleh Lucian berdampak besar baginya. Karena, cube-cube berukuran besar yang tercipta itu adalah sebuah alat teknologi masa depan canggih yang digunakan untuk mempengaruhi kekuatan sinyal jaringan.


Sudah bersusah payah Lucia mencoba agar tidak lambat patah-patah lagi saat bergerak, ia pun sedikit pesimis. Akan tetapi, Lucia mulai berfikir, bahwa pesimis tidak ada gunanya. Ia pun mulai mencari cara.


"Hehey notbad, itu kata-kata sombongmu tadi, bagaimana rasanya merasakan lag? Gak enak kan? Huehehe.." ucap Lucian.


Sekali lagi, Lucia kembali berlari ke arah Lucian walau keadaannya yang lag dan patah-patah. Ia pun memanfaatkan momentum tersebut, "Aku juga punya teknik rahasia lain dengan memanfaatkan jaringan lag ini loh!!"


"Na-nani??!!!"


"Teknik rahasia, berlari dengan gerakan lag patah-patah!!" Lucia berlari cukup lambat dan patah-patah, hal itu membuat dirinya untuk melatih kesabarannya. Dan, "Eh? Kok aku bisa bergerak lagi dengan lancar?"


"Plakk.." Lucian menepuk jidatnya, "Aku lupa, kalau cheat jaringan lag ini hanya bisa kugunakan dalam beberapa detik, dan selama beberapa detik itu aku lupa untuk menyerangmu.."


".... Hehey not bad.." Lucia kembali berlari ke arah Lucian dengan cepat ketika jaringan lag yang mempengaruhi dirinya sudah menghilang, "Hiyaaa..!!" Lucia mencoba untuk menyentuh Lucian.


Akan tetapi, Lucian menghindarinya dengan begitu mudah dan indah, seperti seorang penari balet yang sedang menunjukkan aksinya diatas sebuah panggung. Setelah itu, "Lucia, walaupun jaringan lag ku kurang bertahan lama, aku akan menggunakan pionku selanjutnya, jangan kira pionku sudah habis ya.."


"Whuts?!! Ada pion lagi? Nanti dikalahin lagi nangis.."


"Persetan dengan pionku yang kalah aku yakin, pionku kali akan mengalahkanmu.."


"Aduh atuttt.." Lucia memasang ekspresi wajah yang sok imut ala-ala imouto dalam serial anime-anime.


"System Call : Jeshu No Limitss.."


NEW GAME


B E R S A M B U N G