Cosplay

Cosplay
Chapter 302 - Kesedihan.



Sesuatu yang tak terduga bahwa Megumin Ayase, satu-satunya perempuan yang telah dianggap kakak sendiri oleh Shion terpilih menjadi posisi pertama sebagai pelacur dengan harga tinggi.


Dengan begitu, salah satu kroco datang untuk menjemput paksa Megumin dari ruangan pribadi Shion menuju ke tamu istimewa yang merupakan seorang pria kaya. Secara resmi, Megumin disewa dengan harga sangat mahal kepada pria kaya tersebut dan Megumin tentu saja tidak boleh menolak.


Shion hanya pasrah meratapi keadaan. Bahkan dirinya menganggap bahwa ia hanyalah seorang wanita lemah yang bahkan tidak bisa menyelamatkan Megumin di depan matanya sendiri.


"Ke-kenapa.. Megumin-neesan, maafkan aku karena tidak bisa menyelamatkan dirimu. Padahal setiap hari kau selalu menghiburku, tapi ini balasan yang kau terima. Dunia begitu tidak adil.."


Shion duduk dipojokan ruangan sembari memeluk lututnya dengan erat. Ia menatap secara acak dengan tatapan kosong, terus meratapi, dan terus menyalahkan dirinya sendiri. Rasa kesal, rasa sedih, semua rasa bercampur aduk menjadi satu. Bahkan Shion juga sudah tidak tahu harus berbuat apalagi.


"Seseorang.. tolong aku.." Sesekali Shion juga meneteskan air matanya.


Kesedihan yang dialami Shion saat ini, sedikit menarik perhatian serangga kecil seperti semut dan burung yang datang hinggap dijendela. Seolah-olah hewan tersebut juga ikut merasakan kesedihan mendalam yang dialami Shion saat ini.


~


Shion terus mengurung dirinya di ruangan pribadinya tersebut. Ia mulai berbaring lalu mencoba untuk memejamkan matanya. Shion mencoba untuk tidur demi menghilangkan kesedihannya untuk sesaat. Sungguh wanita yang malang.


Satu jam sudah berlalu, meski tertidur lelap, Shion masih terus-terusan meneteskan air matanya. Nampaknya tidur bukannya hal yang tepat untuk mengatasi kesedihannya. Shion kembali terbangun, duduk bersandar di dinding ruangan sembari menengok ke arah jendela.


Tak berselang lama, salah satu kroco dengan pakaian sedikit aneh datang memasuki ruangan Shion. Kroco tersebut sekali lagi membuka pintu dengan cukup keras, "Brakk!!"


"Hai Shion-chan. Aku mendapat kabar penting loh.."


Shion hanya diam dan tak menjawab ucapan dari kroco tersebut. Shion hanya fokus melihat pemandangan luar jendela, dan sesekali juga dia meneteskan air matanya.


Kroco tersebut sedikit kesal ketika Shion hanya diam tak menghiraukannya. Kroco pun langsung meremas rambut Shion hingga merintih kesakitan, "Akhh.."


"Apa kau dengar, Shion-chan?"


"Pergilah!!"


"Ada kabar penting loh, tapi sebelum itu aku akan bermain-main denganmu dulu huehehe. Karena sekarang hanyalah kita berdua yang berada disini.." ucap Kroco tersebut dengan tatapan mesum.


"Sudah kubilang, pergilah!!!" tegas Shion sembari memukul hidung kroco tersebut hingga mimisan, "Buaghh!!"


"Huh? Shion-chan, beraninya kau melakukan ini padaku. Kalau begitu.." Tanpa basa-basi, kroco tersebut langsung melempar Shion ke lantai lalu memegang kedua tangan Shion hingga tidak bisa bergerak sama sekali.


Shion memberontak dan mencoba melepaskan genggaman erat dari kroco tersebut tapi semua yang ia lakukan itu percuma saja, "Lepaskan aku!! Pergilah!!"


Kedua tangan Shion dipegang erat dengan satu tangan kroco tersebut. Lalu Kroco itu langsung mengelus pipi Shion dan berkata, "Oh my God, pipimu mulus sekali. Kau memang benar-benar wanita tercantik, maukah kau mengandung anak dariku, Shion-chan? Wuahahaha!!!"


"Ti-tidak akan pernah!!!"


Ketika Kroco tersebut hendak melepaskan pakaian yang menyelimuti tubuh Shion. Tiba-tiba orang nomor dua dari Mytichal Glorius yaitu Tsuki datang menuju ruangan pribadi Shion dan langsung menembak kepala kroco tersebut hingga kepalanya pecah di depan mata Shion dan tewas seketika, "Dorrr!!!!"


"Kyaaaaaa!!!!"


Shion langsung berlari kepojokan setelah melihat Kroco yang ingin menodainya ditembak mati oleh Tsuki.


"Tsuki-san.."


"Shion, kau dipindahkan di kamar yang lebih rahasia. Kau adalah harta berharga yang bisa memiliki nilai jual tinggi suatu saat. Takkan kubiarkan kroco seperti mereka menodaimu sebelum laku terjual oleh pria kaya.." tegas Tsuki.


"Ba-baik.." jawab Shion sembari tersenyum meski dirinya begitu ketakutan.


~


Shion pun berjalan dilorong panjang yang hanya bermodalkan penerangan sebuah lilin. Selain itu, dia dikawal oleh Tsuki menuju ke tempat rahasia yang ia maksud.


"Shion, apa kau penasaran dengan kabar Megumin sekarang?" ucap Tsuki sembari tersenyum licik.


Disaat yang bersamaan, Shion pun berhenti dari jalannya dan menunduk, "Apa kau tahu bagaimana keadaannya sekarang, Tsuki-san?"


Tsuki mendekatkan bibirnya ke telinga Shion, "Apa kau tahu, sekarang Megumin sedang bermain dengan beberapa pria kaya loh di salah satu kamar disini. Apa kau ingin melihatnya sebentar?"


"Huh? Apa maksudmu bermain-main dengan beberapa pria kaya?"


"Maksudku, sekarang Megumin sedang memuaskan hasrat nafsu dari beberapa pria kaya. Ya mungkin setelah itu dia akan hamil dan melahirkan anak pertamanya-" ucap Tsuki.


"Sampah tak bermoral seperti kalian, suatu saat pasti akan hancur!!" ucap Shion sembari menatap tajam Tsuki.


"Apa maksudmu, Shion? Apa kau berani melawan? Jangan bersikap sok begitu, karena selanjutnya yang akan bernasib sama dengan Megumin adalah dirimu.." ucap Tsuki yang menatap tajam balik Shion.


Beberapa saat setelahnya, Tsuki pun melempar Shion dengan kasar kedalam kamar rahasia tersebut hingga Shion merasa sedikit kesakitan pada kakinya. Kemudian, Tsuki pun mengunci dengan rapat kamar tersebut agar orang luar tidak bisa bertemu dengannya.


*****


Sementara itu, disisi lain, terlihat Izumi dan Hozuki yang dalam perjalanan menuju ke Rose Town. Mereka berdua terlihat begitu khawatir dengan Shoba yang merupakan mantan musuhnya.


"Si Shoba itu pasti terlalu bucin sama perempuan yang bernama Shion itu ya. Sampai-sampai ia terburu-buru untuk menyelamatkannya. Dia adalah pria yang romenss!!" ucap Hozuki.


"Benar, tak kusangka si Shoba itu bisa menjadi sosok pria yang romantis. Kukira dia hanyalah pria konyol pada umumnya. Tapi apa dia sudah sampai di Rose Town ya?" ucap Izumi.


"Kayaknya sih sudah sampai, semoga kita bisa bertemu dengannya lagi. Aku akan memujinya karena sudah kuanggap sebagai rekanku sendiri!!"


"Huahaha Shoba itu, tak kusangka punya sisi baik juga!! Tapi seorang bajak laut yang punya sisi baik itu gak wajar sih.."


"Bukannya kau juga punya sisi baik, Izumi?"


"Apakah mempunyai sisi baik itu mencerminkan seorang bajak laut? Seharusnya kita ini jahat tapi malah kenapa malah bersikap baik kepada semua orang yah.."


Sedikit berbasa-basi saat perjalanan. Kini mereka berdua semakin dekat dengan Rose Town.


B E R S A M B U N G


Jangan lupa like, coment, kritik dan sarannya agar bisa membuat cerita ini lebih menarik untuk kedepannya.