
Setelah Shoba dan kru yang ikut dengannya mencari persediaan logistik sudah tiba dikapal, mereka pun akhirnya memutuskan untuk berlayar kembali. Shoba berencana untuk mencari keberadaan Arata, ia ingin mengetahui alasan yang sebenarnya meninggalkannya ketika saat itu dikepung oleh kelompok Serikat Lunarian.
"Kita berangkat!!! Sekali lagi, aku ingin bertemu dengan Arata, aku ingin mengetahui alasannya meninggalkan kita begitu saja, aku juga ingin membahas masa depan aliansi kita dengannya." ucap Shoba dengan raut wajah serius.
"..... Benar, Kapten. Kita tidak bisa diremehkan oleh mereka begitu saja. Namanya aliansi, pasti kita saling membantu sama lain.." ucap Shinmaru.
"Tapi, dalam aliansi Bajak Laut, rawan sekali terjadi penghianatan. Meski begitu, kita harus memastikannya sendiri apakah Bajak Laut Speedometer berkhianat kepada kita, atau dia punya alasan lain? Patut ditunggu-tunggu.." ucap Lucia.
"Kalau memang mereka berkhianat pada kita, kita juga pasti bisa mengalahkan Arata dan lainnya dengan power kita saat ini." ucap Shishiwakamaru.
"Betul, apa yang dikatakan Shishiwakamaru. Untuk sekarang, kita masih unggul dibanding mereka. Tapi ya.. Semoga saja mereka tidak menghianati kita.." ucap Ushiwakamaru.
"Ah, masa sih, Hentaimaru.." ejek Lucia.
"Namaku Ushiwakamaru woy!! Bukan Hentaimaru!!!" balas Ushiwakamaru.
Sementara itu, disebuah pulau, ditempat Izumi dan kawan-kawannya berlabuh untuk mengadakan pesta. Pesta yang mereka selenggarakan begitu meriah. Bahkan pagi hari ketika mereka hendak pergi dari pulau itu, masih terlihat sisa-sisa dari pesta yang mereka lakukan semalam.
Demi menjaga kebersihan alam, Izumi mengajak krunya yang lain untuk melakukan pembersihan terhadap sampah bekas pesta yang mereka lakukan. Memang cukup banyak, tapi tak terasa bila dikerjakan bersama-sama.
"Ah!! Akhirnya kita sudah selesai membersihkan sampah disini." ucap Killa yang merasa lega.
"Benar. Kita bisa beristirahat sejenak lalu berlayar ke samudera kembali. Samudera adalah tempat yang mengerikan, bila kita tidak siap, kita akan mati.." ucap Vika.
"Tenang saja, Vika!! Disini ada orang paling kuat di Bajak Laut kita, yaitu Izumi dan Yoshino! Dia pasti bisa menghajar monster laut dengan mudah!! Jadi kita bisa tenang huahaha-" ucap Davidestorm.
"Kau bodoh, ya? Kala itu Izumi dan Hozuki sangat kerepotan bahkan sampai terpisah dengan kita karena melawan monster yang melegenda diantara para pelaut, monster Kraken.." ucap Yoshino.
"Gurita raksasa itu ya? Apa jadinya bila Davidestorm dimakan oleh Kraken itu, ya? Mungkin sekarang dia telah menjadi poop Kraken.." ejek Vika.
"Mana mungkin woy!!! Aku juga gak mungkin jadi poop Kraken!! Aku adalah ksatria photograper dari Photography Iceland!!" teriak Davidestorm sembari memasang pose gaya yang aneh.
Izumi berjalan paling depan diantara teman-teman yang lainnya, ia melihat ke atas langit sembari merenggangkan kedua tangannya, "Baiklah, semua!!! Waktunya kita berlayar kembali!!! Petualangan kita masih sangatlah panjang!!! Mungkin kita akan melawan musuh terkuat, jadi persiapkan diri kalian!!" ucap Izumi dengan bersemangat.
"..... Ya, itu sudah pasti, Izumi. Sebagai calon pendekar pedang terkuat sepertiku, aku pasti akan menjadi ujung tombak terdepan bagi Bajak Laut Cosplay.." ucap Yoshino.
Pada akhirnya Kelompok Bajak Laut Cosplay yang dipimpin oleh Izumi pun berlayar ke samudera lemas kembali, mereka melanjutkan perjalanan atau petualangannya.
Para Generasi Closer sudah berada pada petualangannya masing-masing. Mereka telah berpisah.. Mungkin, takdir akan mempertemukan mereka kembali dimasa depan karena suatu alasan.
Bahkan mantan tiga tokoh penting dari Serikat Lunarian, yaitu Groombride, Himawari, dan Johnny Speed, berniat membentuk Bajak Laut nya sendiri. Mereka juga bertekad untuk membuat Bajak Laut besar pada masanya nanti.
~
Sementara itu, disisi lautan lainnya. Terlihat kapal selam Speedometer yang sudah berlabuh di pesisir pantai pulau yang tak diketahui namanya. Arata dan rekan-rekannya menemukan titik radar yang cukup aneh pada pulau ini. Mereka datang untuk memastikan nya.
"Oey, Kapten. Apa kau benar-benar yakin menemukan keanehan pada pulau ini?" tanya kiyo.
"Benar. Dalam radar, pulau ini menunjukkan sebuah keanehan, dan barusan juga secara tak sengaja aku melihat sekelibat makhluk kecil yang terbang seolah-olah telah mengawasi kita. Lagipula, kita juga harus mencari persediaan logistik untuk petualangan yang akan datang." ucap Arata.
"Makhluk kecil? Apakah yang kau maksud itu peri, Kapten?" tanya Zimbermann.
"Memangnya ada makhluk semacam itu? Mereka kan sebatas makhluk legenda. Tapi, kalau itu benar adanya, kita pasti melihat Moment yang sangat langka.." ucap Arata.
"Tapi, sewaktu kecil dulu, nenek ku sering berkata kalau peri kecil selalu menemani anak-anak ketika sakit gigi. Aku sangat ingin sekali bertemu dengan mereka!!!" Nikoalenko menjadi bersemangat.
"Hah? Mana mungkin peri akan menemani anak kecil yang sedang sakit gigi? Nenekmu pasti adalah seorang pendongeng handal. Wajar, waktu kecil dulu kau tidak bisa tidur kalau nenekmu tidak mendongeng.." ucap Yu.
"Apa maksudmu, Yu?! Nenekku mungkin seorang pendongeng handal, tapi aku yakin apa yang nenek katakan waktu itu, pasti berdasarkan pada fakta yang ada!! Kalau kau tidak percaya, kita tanyakan pada peri itu sendiri kalau bertemu dengan mereka..!!" tegas Nikoalenko yang membela neneknya.
"Kenapa kalian meributkan pendongeng handal woy!!!" teriak Kiyo.
".... Sudahlah, mari kita telusuri saja pulau ini. Apakah keanehan pada radar itu terbukti adanya. Atau hanya kesalahan dari radar itu sendiri. Mungkin, kalau makhluk kecil yang bernama peri itu memang ada, makhluk legenda lainnya juga ada, dan bukan hanya sebuah dongeng belaka.." ucap Arata.
"Benar, kalau kita tidak memastikannya sendiri, rasa penasaran yang masih bergejolak dalam hati, pasti akan membuat sebuah perdebatan. Jadi, ayo kita telusuri saja pulau ini sembari mencari persediaan logistik.." ucap Zimbermann.
"Semoga saja aku bisa bertemu dengan peri kecil itu!! Aku ingin membuktikan kalau mereka adalah sosok penjaga anak-anak ketika sedang sakit gigi!!!" teriak Nikoalenko dengan bersemangat.
"Jangan jadi pendongeng handal seperti nenekmu. Kau adalah kau, dan kau bukanlah nenekmu, jadi jangan tiru nenekmu yang hebat dalam mendongeng. Itu buruk pada masa depanmu, Nikoalenko.." ejek Yu.
"Bacot, akan kubuktikan kalau perkataan nenekku itu benar adanya, dan bukan hanya dongeng belaka!!" teriak Nikoalenko.
Kelompok Bajak Laut Speedometer yang merasakan ada sebuah keanehan pada pulau ini pun akhirnya menyetujui untuk menelusuri pulau ini secara bersama.
B E R S A M B U N G
Jangan lupa like, koment dan share, serta kritik sarannya agar author semakin bersemangat untuk menulis cerita kedepannya nanti huehehe.