Cosplay

Cosplay
Chapter 259 - Wall.



"... Link Starto!!!"


 


Mitometeta okubyou na kako


Wakaranai mama ni kowagatteta


Ushiro no jibun ga genjitsu wo ima ni utsusu...


"Whut?"


Lucià sudah berada di dalam ruangan yang berkonsepkan game yang sudah tak asing bagi sang pemain game. "Jika kau kalah, jangan lapor mamah yah..." ucap Lucian, dia memang sangat ingin mengejek dan mengalahkan Lucia.


"Lucian-oniichan jahat desu wa..." ucap Lucia, "Eh, kau pikir aku akan bertingkah imut dan memohonkan ampun hanya agar bisa engkau bebaskan, aku adalah aku, orang yang akan bisa melewati dinding-dinding tinggi sekali.."


".. Konsep ini adalah tema banyak bacot, dalam game bacot adalah nomor satu, skill kesekian, dan kamu adalah kategori suka banyak bacot, aku akan show my skill, and gonna defeated you..." balas Lucian, dia kemudian menekan konsol game-nya yang sedari tadi ia pegang menggunakan tangan kanannya, dia menekan tombol RX dengan jari-jari tangan kirinya.


"..... Gravitywall..."


Entah apa maksudnya tentang Gravitywall, apakah dia menciptakan dinding gravitasi yang akan menyulitkan musuh untuk out of the zone?


"Kono wall this is absolutely... ezz.." sang Lucia berusaha menembus dindung gravitasi yang dibuat oleh sang Lucian.


".... Youre akan terkena knock back..." ucap Lucian.


Benar saja, setelah ucapannya barusan, Lucia yang mencoba menembus dinding tersebut malah terlempar kembali kebelakang karena dia tidak bisa menembus konsep gravitasi yang melarang daya gesekan.


"Ini hanyalah awalan dimana kamu takkan bisa bebas, dan akan kubuat menangis saat kau mati nanti..."


Kemampuan Lucian bukanlah membuat gravitasi, atau apapun itu yang memiliki konsep medan magnet, dia hanya memiliki kemampuan Gamemaster Sistem, dimana dia bisa menciptakan dunia game-nya sendiri, dan kemudian dunia game yang dia buat bisa dia kendalikan sistemnya, singkat cerita dia seperti cheater yang melewati konsep pemain jujur.


Dalam lingkungan dunia game, Gravitasi, Sistem, Karakter, dan bahkan para NPC, bisa dia kendalikan, karena dia adalah Gamemaster, atau bisa disebut, Sistem Game Itu Sendiri.


"Kau layaknya sampah yang suka cheater, saat Link Start sudah dimulai, aku membawakan hadiah untukmu..." ucap Lucia, dia merogoh kantung depannya, dan kemudian mendapatkan eksistensi yang unik nan aneh.


"K-kecoakk????????!!!! Kyaaaa!!! Tidakkkkkk!!! ampuuuuuunnnnnnnnnnnn!!!"


Entah apa maksudnya, dia barusan berada di atas angin, dan sampai sekarang masih diuntungkan, lalu mengapa sebagai seorang Pria dia takut terhadap eksistensi keimutan kecoak yang khas.


Kecoak itu dilepaskan oleh sang Lucia kearah sang Lucian, Dia melewati Gravitywall dengan super santuy.


Keadaan ini adalah keadaan yang mengejutkan, kenapa Kecoak bisa melewati Gravitywall? Itu karena dengan konsep mengejutkan lawan, lawan yang ketakutan akan tidak fokus terhadap penguatan dinding dan membuat dinding gravitasi itu sedikit melemah dan bisa dilewati oleh sang kecoak.


"Dindingmu masih lemah, tidak perlu bertingkah menggunakan taktik busuk pertahanan total, sebagai seorang Pria harusnya kau bertarung menggunakan serangan...." Lucia mengikuti langkah sang Kecoak, karena dari Kecoak itu dia baru paham kalau Gravitasywall sudah bisa dilewati.


".... Aku akan menang.... dengan gampang....." tak memikirkan apapun, dia langsung berlari setelah berhasil melewati Gravitywall, dengan tangan kanan yang menggenggam pedang keren, dia bertingkah layaknya karakter utama dalam genre Shounen.


Semakin mendekat, tebasan pedang yang akan membuat sang Lucia the end in the world...


"Masa?"


Hanya kata pendek itu yang ia gumamkan, Lucian tersenyum karena dia merasakan serangan ini bukanlah ancaman, saat jarak tebasan semakin mendekat...


"................................" Lucian tidak berkata apa-apa, seakan-akan pedang tak mengenai dirinya, tak memotong dan tak melukai.


"Eh???" Lucia terhenti, dia begitu terkejut karena apa yang ia genggam barusan, menghilang.


"Konsep ini adalah Game, Gamemaster adalah pengatur sistem, dan kau mengambil peralatan dari dalam game, ini juga masuk kategori masih peralatan perusahaan, kau takkan bisa menggunakannya sebaik mungkin sebelum mendapatkan restu dan izin dari sang sistem..." ucap Lucian menjelaskan kemampuannya.


"Dih, Chiter, Orang kayak gini nih yang musti dibanned oleh Moonton, cupu beraninya chiter doang..." ejek Lucia.


Strategi Lucia ini adalah membuat pikiran lawan terganggu, dan kemudian lawannya akan gengsi agar tidak chiter dan akhirnya bermain secara jujur dan amanah.


"Ini cuma strategi script, Moonton takkan tahu rahasia ini terletak dimana..." balas Lucian santai.


Mereka memainkan peran bicara yang banyak daripada saling serang, ini adalah Nostalgia yang nyaman antara kakak-adik, tetapi mereka masih memiliki kebencian terhadap satu-sama-lain.


"Kau membuatku menuggu ditempat membeku, menunggu pertolongan seperti orang dungu, yang bahkan sampai akhirpun kau seperti orang bodoh yang tak kunjung datang meski ditunggu.." ucap Lucian.


"Huh? Kau seperti pecundang yang takut terhadap salju, takut menunggu sampai membeku hingga menjadi es batu, karena pada akhirnya.... Cahaya yang kau nantikan datang saat kau tidak ada..." balas Lucia.


"Terserah apa katamu, terlalu banyak sergahan hanya akan membuat dirimu terlihat penuh dengan kebohongan... Aku akan membuatmu berakhir di finish him-kan dinding gravitasi..." Lucian mulai menekan-nekan konsol game-nya dengan cepat menggunakan semua jari-jarinya, "Sistem Call: Gravitywall 100-Persento!!"


Bagaikan tak diketahui, atau mungkin ini sudah diketahui, karena kemampuannya adalah mengatur sistem game itu sendiri, Gravitywall-nya menjadi sangat susah untuk dilewati, bahkan sang kecoak yang menjadi momok menakutkan dia tidak bisa terbang dan malah knock-back kembali akibat sistem gravitasi yang menolak eksistensi menerobos.


"Kemampuanku hanyalah target-target, meskipun begitu, bukankah jika pisau sudah menargetkan sang target dia akan menembus gravitywall?" gumam Lucia, "Tapi, aku pengguna pedang, ketajamannya akankah bisa menembus dinding?" sambungnya, meskipun pikirannya begini, dia malah mengambil kembali kecoak yang terkena knock-back oleh Gravitywall.


"Target-Target....."


Kemampuan target-target ini adalah apapun benda yang akan dikirimkan kepada sang target itu akan tetap mengejar kemanapun engkau berada.


"Tapi, kau tidak pernah menyentuh eksistensiku!!!!"


"Ah? Kau sudah menyentuh Gravitywall, jika aku menyentuh Gravitywall yang kau sentuh sebelumnya, bukankah objek eksistensimu sudah aku sentuh, dan dengan itu...." Lucia tersenyum, Kecoak itu terbang dan entah melewati rute mana, dimana tempat yang tak dilindungi oleh Gravitywall.


"Perhatikan belakangmu...." ucap Lucia dengan ucapan yang super serius.


B E R S A M B U N G