
Terlihat Peppusodento yang sedang berlari dengan sangat cepat, ia berniat kabur dari Davidestrom dan Schuikhov Scherbyakov yang sedang mengejarnya berupaya untuk membungkamnya.
"Woi, takkan kubiarkan kau lari dari kami ya!! Takkan kubiarkan kau melaporkan kejadian ini pada Hristov!!" teriak Davidestrom yang berlari di belakang Peppusodento.
"Mana mungkin aku menuruti kata-katamu!! Apa kau sangat takut kalau Hristov datang kemari?!! Huahaha!!" ucap Peppusodento, kemudian ia tertawa terbahak-bahak dan mengejek Davidestrom takut pada Hristov.
"Kawan, apa kau punya senjata jarak jauh untuk menyerang Peppusodento? Daripada mengejarnya lebih baik menggunakan senjata jarak jauh untuk menghentikannya.." ucap Schuikhov yang masih berlari mengejar Peppusodento di samping Davidestrom.
Kemudian Davidestrom berhenti berlari mengejar Peppusodento, nampaknya Davidestrom mempunyai ide cemerlang setelah mendengar saran dari Schuikhov.
"Aku punya ide cemerlang, paman! Kita gunakan senjata jarak jauh untuk menghentikannya..!!" ucap Davidestrom.
Melihat Davidestrom berhenti berlari mengejar Peppusodento, Schuikhov pun ikut berhenti dan bertanya tentang ide cemerlang milik Davidestrom,"Ide cemerlang? Senjata jarak jauh apa yang akan kau gunakan?"
"Pistol?"
"Basoka?"
Kemudian Davidestrom memotret ruang kosong, kemudian mengeditnya menjadi ada sebuah benda. Lalu, Davidestrom memperlihatkan gambar yang ia edit kepada Schuikhov."Lihatlah..!! Bukan Pistol maupun basoka!! Senjata ini akan menghentikan nya!!"
"Kau memang jenius, kawan. Tak kusangka kau sempat memikirkan benda seperti ini.." ucap Schuikhov yang memuji-muji Davidestrom.
Disisi lain, Peppusodento yang berlari menjauh dari Davidestrom dan Schuikhov. Peppusodento menoleh kebelakang ternyata tidak terlihat orang yang mengejar nya."Mereka berdua, pasti sudah lelah mengejarku. Tak kusangka fisik mereka sangat lemah.." ucap Peppusodento sambil tersenyum licik.
"Wyuungg!!!" Tiba-tiba mini roket meluncur dengan sangat cepat ke arah Peppusodento dari belakang nya.
Setelah menoleh kebelakang kembali, Peppusodento melihat ada mini roket yang melesat kencang ke arahnya, ia pun terkejut."Huwaaaaaa!!! Kenapa ada roket yang mengejarku!!!"
Peppusodento pun menambah kecepatan larinya. Namun, kecepatan mini roket tersebut lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan lari dari Peppusodento.
Pada akhirnya mini roket menabrak Peppusodento, saat mengenai Peppusodento roket itu pun langsung meledak."Duaarrrrr!!!!"
Disisi lain, di tempat Davidestrom dan Schuikhov Scherbyakov berada. Mini roket tersebut ialah milik Davidestrom.
Davidestrom membuat mini roket tersebut untuk menghentikan Peppusodento yang lari dari nya. Beberapa saat kemudian, Davidestrom dan Schuikhov mendengar suara ledakan.
"Nah, Sekarang dia sudah terkena roket itu. Aku yakin dia pasti babak belur setelah terkena roket itu..!!" ucap Davidestrom.
"Plok! Plok! Plok!" Schuikhov Scherbyakov bertepuk tangan karena kejeniusan Davidestrom.
"Kawan, kau sangat hebat sekali. Idemu berhasil menghentikan langkah Peppusodento.." ucap Schuikhov.
"Baiklah, ayo paman! Kita segera menuju ke tempat ledakan itu! Sebelum dia bangkit dan kabur lagi.." ucap Davidestrom.
Davidestrom dan Schuikhov Scherbyakov langsung bergegas menuju tempat ledakan tepatnya di tempat Peppusodento berada.
Beberapa saat kemudian, terlihat Peppusodento terkapar dan tubuh sedikit gosong terkena ledakan mini roket yang dikerahkan Davidestrom.
"A-akh..!! S-sialan.. kenapa ada roket yang meluncur ke arahku.. " ucap Peppusodento kemudian ia pingsan.
Lalu datanglah Davidestrom dan Schuikhov ke tempat Peppusodento pingsan. Mereka berdua merasa lega karena berhasil menghentikan langkah Peppusodento.
"Ternyata benar, kawan. Peppusodento sudah tepar karena mini roket yang kau buat, kau memang sangat jenius kawan.." ucap Schuikhov sambil memuji-muji Davidestrom.
"Tentu saja!! Mulai saat ini, panggil aku Davidestrom si jenius!!!" ucap Davidestrom sambil melakukan aneh di samping Schuikhov.
Kemudian Davidestrom dan Schuikhov sudah berada di depan Peppusodento yang terkapar pingsan.
"Boleh juga, kawan. Sebelum itu kita ambil dulu alat komunikasi nya, aku yakin dia mempunyai alat komunikasi untuk menghubungi Hristov.." ucap Schuikhov.
Davidestrom pun menciptakan rantai dari kameranya, kemudian mengikat tubuh Peppusodento dengan rantai yang ia ciptakan.
Sementara itu, Schuikhov merogoh saku-saku yang ada di baju maupun di celana Peppusodento untuk mengambil alat komunikasinya.
Kemudian Davidestrom dan Schuikhov Scherbyakov kembali ke tujuan awalnya, yaitu mencari Izumi.
Kita pindah ke sisi lain Penjara, tepatnya di West Prison. Di tempat Sho berada...
Terlihat Sho dengan kedua tangannya yang di rantai tergeletak diluar selnya. Tubuhnya sedikit babak belur karena dikeroyok oleh pasukan rendahan yang dipimpin oleh Giretto.
"Huahahaha!! Sungguh ironis.."
"Tubuhnya babak belur, huahaha!!"
"Menyiksanya sangatlah menyenangkan!!" seru anak buah Giretto.
"Hosh.. hosh.. hosh.." Sho ngos-ngosan setelah dihajar oleh puluhan anak buah Giretto."S-sialan..."
Giretto berjalan mendekat ke arah Sho yang tergeletak di lantai, kemudian ia mendekatkan wajahnya ke telinga Sho.
"Bagaimana rasanya dihajar oleh anak buahku? Puluhan anak buahku ini sangat kuat loh bahkan jago beladiri.." ucap Giretto sambil tersenyum licik.
"Giretto, akan ada saatnya aku akan menghajar wajah jelekmu itu..!! Akan kubuat wajahmu sampai tak berbentuk!!" bentak Sho kepada Giretto.
Kemudian Giretto berdiri lalu menendang wajah Sho sehingga membuat beberapa gigi Sho copot."Duakk!!"
"Lihatlah kondisimu sendiri bodoh!! Dengan kondisimu seperti itu, kau jangan sombong!! Rasakan ini pengecut!!" ucap Giretto, kemudian ia kembali menendang wajah Sho."Duakk!!"
"Uaghhh!!!" Sho merintih kesakitan."Aku takkan menarik kata-kataku, sialan!!! Akan kubuat kau seperti yang kau lakukan padaku!!"
"Kau akan menyesal!!!"
"Kau akan meringis kesakitan!!!"
"Huahahaha!!!!"
"Sialan!!! Berani-beraninya kau meremehkanku seperti itu..!! Kau cuma angkatan laut rendahan!!" teriak Giretto.
"Cih, bahkan kau saja tak bisa membunuhku.." ucap Sho.
"Brengsek!! Kalian, cepat berikan aku pistol!!! Segera!!" ucap Giretto, ia memerintahkan anak buahnya untuk memberinya sebuah pistol.
Salah satu anak buah Giretto datang dan memberikan pistol kepada Giretto."Silahkan, Boss.."
Giretto pun langsung mengambil pistol dari tangan anak buahnya. Kemudian ia menodongkan pistol ke kepala Sho.
"Lihatlah, aku akan membunuhmu. Dengan kondisimu seperti itu, kau takkan bisa lolos dari pistol ini.." ucap Giretto."Saat aku menarik pelatuk ini dan menembakkan ke kepala mu, maka tamatlah riwayat mu Sho.."
"Jangan omong kosong, buktikan kalau kau akan menembak ku.." ucap Sho sambil tersenyum licik.
"Baiklah, kalau itu yang kau harapkan.." ucap Giretto, ia mulai menarik pelatuknya dan akan menembakkan pistolnya ke kepala Sho.
BERSAMBUNG